Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Berhasil Keluar


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Maaf ya baru update,. kemarin full acara.


Happy reading


*Spesial update hari ini ya gais, Jangan lupa untuk vote*


***


"Ardanaaa!! Tak kusangka kau sangat bodoh!!" teriak lelaki itu


Suara itu lalu menghilang bersama para tawanan. Mengetahui hal itu, membuat Arda bingung.


"Apa yang sebenarnya terjadi. Tapi biarlah, mereka membebaskan tawanan kita. Sekarang yang paling penting, aku Maharaja Ardana Kumara telah berhasil menikah dengan putri Sanjiwani." kata Arda dengan lantang.


"Maharaja, sepertinya ada yang salah dengan putri Nara." kata Patih.


Arda pun lalu menoleh ke arah Nara. Dia sepertinya tidak mencium hawa lain. Bahkan dia tidak menyadari apa yang sedang terjadi di Istana Ilusi. Tapi sang patih, orang nya sangat waspada. Sehingga dia berusaha mendekati Nara.


"Maharaja, mohon ampun... izinkan saya untuk menyentuh putri Nara." kata Patih.


Tapi Nara yang ada di samping Arda pun memasang wajah takut. Serta mendekatkan dirinya pada Arda.


"Maharaja, aku takut dengan patihmu. Apakah kau akan membiarkan aku disentuh lelaki lain?" tanya Nara.


Arda pun mengusap rambut Nara. Serta mukanya merah. Dia pun mengangkat tangannya. Arda pun memukul tubuh patihnya.


"Jangan melewati batasanmu sebagai seorang patih. Berani sekali kau akan menyentuh permaisuriku!" bentak Arda.


Patih pun sangat kaget, dia tidak menyangka. Arda akan lebih memilih wanita dibandingkan dengan dirinya.


"Maharaja, bukan begitu maksud saya. Tapi ada yang aneh sedang terjadi. Kenapa putri Nara menjadi penurut denganmu. Serta lelaki berjubah putih tadi tidak menyelamatkan putri Nara. Jika memang benar, dia adalah putri Nara. Pasti mereka akan terlebih dahulu menyelamatkannya. Serta tidak akan kabur begitu saja, bukan?" tanya Patih berusaha meyakinkan Arda.


Arda pun diam sejenak, nampaknya apa yang diucapkan oleh sang patih bener. Tapi sebelum Arda menyadari. Nara sudah terlebih dahulu memberikan ciumannya. Ya, ciuman pertama Arda tentunya.


"Raja Arda, aku rela menukar diri menukar diriku dengan kebebasan teman dan ibu ku. Jangankan patih, ayo kita lanjutkan ritual malam pengantin kita. Aku sudah tidak sabar ingin memberimu keturunan." kata Nara.


Arda pun tertawa bahagia. Ternyata, Nara sangat mencintai dirinya. Meskipun, Nara melakukan itu untuk menukar dengan keselamatan teman - temannya.


"Patih, dengarkan itu! Dia rela menukar dengan teman - teman nya. Mulai sekarang putri adalah permaisuri Kerajaan Ilusi dan Kegelapan. Kalian harus menghormati dia sama seperti menghormatiku. Dia adalah Ratu 3 dunia." kata Arda mengumumkan status putri Nara.


Masyarakat Ilusi pun lalu berlutut dan menyembah Pada Nara. Mereka terus meneriakan nama Arda dan Nara.


"Raja tapi ..." kata Patih.


Tapi mata Arda sudah mengeluarkan cahaya yang diarahkan ke patih. Tapi senopati dengan sigap menarik patih. Seketika itu tembok dibelakang patih pun hancur berkeping - keping.


"Maharaja ... mohon ampuni kakak Patih." kata Senopati.


"Patih! Hal itu jangan diulangi lagi. Atau aku akan memasukanmu dalam penjara Ilusi?" kata Arda memperingatkan patih


Pada saat Arda sangat marah. Nara pun membelai wajahnya.


"Maharaja sudah jangan hiraukan patih lagi ya. Ayo sekarang kita ke kamar pengantin kita." ajak Nara.


Arda pun seketika itu tersenyum dan mengendong Nara. Sungguh pemandangan yang sangat romantis. Arda pun lalu membawa Nara ke ranjang pengantinnya. Sepeninggalnya Arda, Patih pun merasa ada yang aneh.


"Senopati terimakaish, tapi aku merasakan ada yang aneh. Kenapa putri Nara tiba - tiba menjadi sangat menjijikan seperti itu." kata Patih.


"Tenanglah kakang patih, jika kau menuduh tanpa bukti. Kau bisa celaka, aku pun juga merasakan hal itu. Tapi kita harus membuktikan dulu. Jangan membuat Maharaja marah." kata Senopati


"Senopati kau benar, kalau begitu sekarang bantu aku menyelidiki hal ini." kata Patih


"Baik kakang Patih, sekarang saya akan mengejar penyusup tadi. Aku pun merasakan kalau ini adalah tipu daya." kata Senopati.


Senopati pun lalu membawa pasukan kegelapan. Dia sebagai senopati perang tentu saja bisa mengerahkan kekuatan ribuan prajurit kegelapan. Patih pun saat ini hanya bisa mengalah demi maharajanya.


*

__ADS_1


Lelaki berjubah putih dan seorang ksatria menggunakan topeng emas. Mereka lalu membawa para Ksatria menjauh dari Istana Ilusi. Ratu Bang dan Premoni juga sudah bersiap dengan prajuritnya. Tapi karena sebuah pesan telepati. Mereka akhirnya menarik prajuritnya. Tapi tetap distandby kan.


Hutan Selogriyo adalah lokasi kumpul pasukan putih. Setelah sampe di hutan itu. Para tawanan dilepaskan.


"Siapa kalian?" tanya Satria


Lelaki jubah putih pun lalu membuka jubah dan topengnya.


"Adhiraksa! Dasar pangeran tengik. Tega sekali kau meninggalkan kami." teyor Dika.


"Eh cungkring! Kalau gue ikut denganmu. Mana bisa gue punya siasat buat ngebebasin kalian semua. Ayo cepet terimakasih sama gue." kata Adhiraksa


"Idiiih... percuma gue terimakaish sama elo. Sekarang Nara sudah nikah sama raja keparat itu. Kenapa elo enggak nyelamatin Nara sih?" tanya Dika.


"Cungkriiing! udah jelek, ogeb lagi. Buka mata loe, yang menikah dengan Arda itu bukan Nara, hahaha" kata Adhiraksa sambil tertawa.


Semua orang lalu penasaran begitu mendengar perkataan Adhiraksa.


"Hah! Apa loe bilang, kalau bukan Nara. Lalu Nara yang asli dimana?" tanya Prasta.


"Iya Nara dimana?" tanya Dika


"Bilang makasih dulu sama gue. Baru nanti gue kasih tahu. Buruan!!" kata Adhiraksa dengan songgong nya.


"Adhiiir!!" teriak Dika


"Udaaah stooop!" bentak Ivan


Ksatria bertopeng emas lalu membuka topeng nya. Semua mata tertuju padanya.


"Naraaaa" teriak semuanya


Mereka lalu menghampiri gadis manis itu. Betapa senangnya mereka. Ketika mengetahui bahwa Nara selamat.


"Nara, bagaimana bisa? Kalau kamu ada di sini. Lalu Nara yang menikah dengan Arda siapa?" tanya Satria.


Nara hanya tersenyum lalu menceritakan kejadian 30 menit. Kejadian saat Nara meminta dayang untuk keluar dari kamarnya.


*


Nara merasakan akan ada orang yang datang. Dia lalu meminta dayang untuk keluar. Tak lama kemudian, Tamara dan Aura datang.


"Mau apa kalian?" tanyaku


"Putri Nara, apakah kau sungguh - sungguh mau menikah dengan Raja Arda?" tanya Aura yang meninggi.


Nara pun hanya tersenyum


"Hahaha... Apa kau cemburu? Arda lebih memilihku?" tanyaku


"Nara!! Kau!!" teriak Aura.


"Aura stop! Nara kalau kau mau bekerjasama dengan kami. Maka kami akan membantu membebaskan ibu mu." kata Tamara.


"Ibuku?" tanyaku


Tamara lalu memberikan penglihatan kepada Nara. Bahwa Ibu Nara telah disandera. Hal tersebut yang akan digunakan untuk menekan Nara. Tujuannya, agar Nara bersedia menikah dengan Arda.


"Lalu keuntungan apa yang kau inginkan dari ku?" tanyaku


"Aku ingin menikah dengan Raja Arda. Untuk itu, kau harus berganti peran denganku. Aku akan malih rupa menjadi dirimu. Kau berganti busana lah menggunakan topeng emasmu." kata Aura.


"Apa kau tidak sedang menjebakku?" tanyaku penuh curiga.


"Cih! Sebenarnya, malas sekali aku bekerjasama denganmu. Jika tidak karena aku ingin menjadi Ratu Kegelapan." ejek Aura.


Nara pun lalu memikirkan tawaran dari Aura dan Tamara. Tak lama kemudian Adhiraksa muncul.


"Adhiraksa" kataku


Nara langsung memeluk Adhiraksa. Serta menanyakan tentang keadaan yang lain.


"Mereka semua ditangkap, aku berhasil kabur dan menyusup ke dalam kamarmu. Ini semua karena bantuan dari Pu Tamer. Nara, kali ini kita harus bekerjasama dengan mereka." kata Adhiraksa.


"Baiklah, jika kau sudah berkata begitu. Aku setuju, lalu bagaimana cara nya agar kita tidak ketahuan. Arda memiliki penglihatan yang bagus. Dia pasti dengan mudah akan tahu. Jika Nara yang akan menikah dengannya bukanlah aku. Melainkan Nara malih rupa dari Aura." kata Nara.

__ADS_1


Ya seperti diketahui, bahwa Arda memiliki ajian mata iblis. Dia dengan mudah akan tahu. Tapi Tamara lalu mengeluarkan bunga cempaka.


"Dengan mustika bunga cempaka. Mata iblis Arda tidak akan mampu menembus nya." kata Tamara.


"Tapi ..." kataku terpotong.


"Kau akan berganti wajah dan peran menjadi ksatria topeng emas. Biarkan Aku menjadi permaisuri kegelapan dan mendapatkan hati Arda. Sampai aku hamil anak nya Arda. Hal itu harus kau lakukan, agar kau dan teman - teman mu tidak diburu oleh Arda. Kau harusnya tahu kemarahan Arda sangat mengerikan." kata Aura.


Nara lalu melirik kepada Adhiraksa. Orang yang diliriknya kemudian menganggukan kepala.


"Baiklah kalau begitu aku setuju. Ayo kita lakukan." kataku


Ritual berganti peran pun berlangsung selama 2 menit. Nara memiliki pusaka teratai emas. Sehingga, Nara tidak mudah bisa ditiru jika Nara tidak mengizinkannya. Sehingga Aura membutuhkan akses atas diriku.


"Sempurna!" kata Adhiraksa.


"Baiklah ... Aura eh maksudnya Nara cepat lah kau panggil dayang. Jangan sampai dayang curiga pada kita." kataku


"Teratai Emas! Kau boleh muncul setelah ritual pernikahanku dengan Arda selesai. Aku akan menukar pernikahan ku dengan membebaskan para temanmu. Hal itu terpaksa aku lakukan. Agar penyamaran ku tidak ketahuan." kata Aura.


Setelah semua setuju serta menyusun siasat. Mereka lalu menghilang menggunakan ajian halilintar ageng. Ajian yang diwarisi oleh nenek buyut Adhiraksa.


*


Mendengar penuturan dari Nara. Semuanya pun tertawa. Mereka tidak menyangka, bahwa Raja Arda bisa dibodohi oleh Aura dan Tamara.


"Jadi untuk sementara waktu. Aku akan menjadi ksatria emas. Ini bertujuan untuk kita menghimpun kekuatan. Aku takut jika Arda sadar nanti. Dia akan murka dan langsung menyerang kita. Untuk itu, selama Nara Aura bersama Arda dan belum hamil. Kita akan menghimpun kekuatan. Perkuat pertahanan kita serta melatih prajurit kita." kataku


"Benar Nara ... Sekarang kita harus saling bahu membahu." kata Satria.


"Dika, secepatnya kau harus bertapa. Kau harus bisa menggunakan senjata Wijaya Danu. Tanpa ada aku di dalam tubuh mu. Kau tidak bisa menggunakan sakti itu." kata Adhiraksa.


"Kenapa bukan kau saja yang menggunakan senjata itu." kata Dika.


"Dika!! bener - bener menyebalkan ya kamu. Aku tidak bisa menggunakannya lagi. Karena senjata itu sudah menyatu dalam tubuh mu." kata Adhiraksa.


Mereka untuk saat ini bisa kembali berkumpul. Kebahagian tercipta dikala semua saling menjaga dan bercanda. Ratu Premoni pun sudah kembali ke Alas Krendhawahana. Sedangkan Ratu Bang juga kembali ke Hutan Dandaka.


*


(Malam pengantin Arda dan Nara-Aura).


Arda sangat bahagia karena dia berhasil mendapatkan Nara. Dia tanpa curiga sedikitpun. Soalnya Arda tahu, bahwa Nara tidak bisa diduplikat. Hanya Nara sendiri yang bisa melakukan hal itu. Jika Nara menduplikat dirinya sndiri. Itu tidak mungkin, makanya Arda yakin jika Nara yang ada di ranjang nya adalah Nara asli.


"Permaisuriku ... Apakah kau bersedia menyerahkan mahkota mu untukku?" tanya Arda.


"Tentu saja, kau sekarang suami ku" kata Nara-Aura.


Mereka berdua pun lalu menikmati kehangatan cinta diantara mereka berdua.


*


Sisi lain, ribuan prajurit Cakrabuana dikerahkan untuk mencari para Ksatria.


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Apakah mereka akan menemukan para Ksatria?


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.

__ADS_1


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"


__ADS_2