
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...
Maaf ya baru update,. kemarin full acara.
Happy reading
***
Setelah melihat panah Pancaroba, Nayaka pun akhirnya menyimpan kembali pusaka Kujang.
"Akhirnya selamat kita." kata Denta.
"Apa?? Elu jadi dan brani mrawanin gue hah??" bentak Retno.
"Maaf Retno jangan marah-marah, nanti cantik lho." ledek Denta.
Kami pun lalu melerai kelakuan mereka berdua. Setelah semua tenang. Kami pun lalu mendekati Nayaka.
"Nayaka..." kataku tertahan
"Kalian datang dari masa depan?" tanya Nayaka.
"Betul Nayaka, kami ingin mengenal leluhur kami." kataku.
Nayaka nampak sangat bingung. Tetapi, tak lama kemudian Pendeta kerajaan muncul.
"Rsi Sakti," sapa Nayaka.
Melihat Nayaka yang sangat menghormati Rsi itu, nampaknya dia adalah penasihat kerajaan. Rsi itu pun langsung melihat kami. Kami dipandang dengan lekat oleh nya.
"Kenapa dengan kita ya? Apakah ada yang salah?" bisik Denta.
"Stttt... diam, dibuat sate kamu nanti." bisik Retno.
Rsi itu pun lalu menoleh kepada Nayaka. Nampaknya Nayaka tahu apa makna lirikan itu.
"Rsi, mereka mengatakan dari masa depan. Serta mengaku jika keturunan dari Maharaja Purnawarman." kata Nayaka.
Rsi itu hanya menganggukan kepala. Lalu berjalan mendekati kami.
"Apakah kalian benar dari masa depan?" tanya Rsi
"Benar Rsi" kata kami kompak.
Rsi itu lalu mendekati ke arah kami. Terutama berjalan lurus ke depanku. Melihat hal itu, Adhiraksa pun langsung maju di depanku.
"Maaf Rsi, apa yang akan kau lakukan pada Nararia?" tanya Adhiraksa.
"Pangeran kedua, kamu sangat waspada ternyata. Menyingkirlah, aku tidak akan menyakiti putri mahkota." kata Rsi Sakti.
Adhiraksa pun langsung menoleh ke arah ku. Karena dia kaget, ternyata Rsi itu tahu identitas kami.
"Rsi? kau?" tanya Adhiraksa.
"Aku tahu siapa kalian semua. Mari ikut dengan ku. Maharaja sudah menunggu kalian." kata Rsi.
Kami berempat pun hanya saling pandang. Lalu menganggukan kepala dan mengikuti langkah Rsi itu.
__ADS_1
"Apakah kalian mendapatkan serangan dari musuh yang kuat?" tanya Rsi.
"Benar Rsi, musuh nya itu sangat sakti dan hebat. Bahkan bisa mengejar saat kita masuk ke lorong waktu." sahut Denta.
Melihat Denta yang menjawab, Retno pun langsung mencubit pinggang Denta.
"Waduuuh.. kamu kok KDRT sih pada calon suami." kata Denta.
"Siapa yang calon istri mu,." kata Retno.
Haduuh... ternyata Denta dan Retno selalu saja ribut. Sampai membuat Adhir geram.
"Kalian berdua kalau bermesraan bisa nggak sih jangan disaat seperti ini." kata Adhiraksa.
"Denta ni yang mulai." bela Retno.
"Kok gue sih, kan kamu yang kamu yang nyubit duluan. Nggak mau tanggungjawab lho ya." kata Denta.
"Sudaaah ih stop, kalau kalian terus berantem. Aku tinggal ni di sini." ancam ku.
Akhirnya mereka pun lalu terdiam. Aku dan Adhir pun kemudian tertawa. Tak berapa lama kami sampai di sebuah tempat yang lapang. Kami lalu di bawa ke sebuah rumah yang beratap ilalang.
"Mari Rakyan dan Rakai, silahkan masuk. Maharaja sudah menunggu." kata Rsi.
Kami pun hendak melangkah tapi Retno dan Denta di cegat.
"Tapi tidak untuk kalian ber dua." kata Rsi.
"Kenapa Rsi?" tanya ku.
"Mereka tidak memiliki darah keturunan Maharaja." kata Rsi.
"Mbak Ra, Pangeran Adhiraksa.. jangan tinggalkan kami. Takut banget kami." kata Denta.
Sebenarnya aku kasian, tapi mau bagaimana lagi. Sepertinya pembicaraan kami adalah rahasia. Sehingga benar kata Rsi. Orang luar tidak boleh ikut mendengarkannya.
"Tapi..." kata Retno.
"Jangan khawatir, kami tidak akan menyakiti kalian. Sebaiknya kalian makan sajian yang sudah kami siapkan." kata Rsi.
Retno dan Denta pun saling tatap. Mereka berdua lalu membayangkan drama film horor Indonesia. Mereka takut jika makanan nya akan berubah menjadi cacing.
"Nggak mau!" kata mereka berdua kompak.
"Makanan kami aman" kata Rsi.
Sepertinya Rsi itu tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Denta dan Retno.
"Yaudah kalau kalian tidak mau makan. Tunggulah kami di sini." kataku.
"Mbak.. jangan lama-lama ya" rengek Retno.
Kami berdua pun hanya menganggukan kepala. Tak berapa lama kelambu warna kuning keemasan itu terbuka. Kami berdua lalu masuk ke dalam.
Suasana nya sangat mewah dan megah. Semua ornamen berwarna kuning keemasan. Serta berhias banyak ukiran motif gajah. Ya, aku memang tahu bahwa Raja Purnawarman sangat menyukai gajah.
Kami berdua lalu masuk dan langsung bisa menatap punggung seseorang yang sangat tegap dan perkasa.
"Maharaja" sapa kami.
Sang Raja pun lalu berbalik badan. Senyumnya sangat manis dan menawan. Raja nya ganteng banget.
__ADS_1
"Ma...ha..ra..ja" kata ku terpatah.
Aku sungguh sangat kagum dengan sosok beliau. Aku pun lalu berpikir. Jika seandainya aku hidup di jaman ini. Aku pasti akan jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Apa yang sedang kamu pikirkan Rakyan?" tanya Sang Raja.
"Maaf Maharaja, saya salah." kata ku, jujur malu banget.
Aku lupa bahwa masuk ke kerajaan Tarumanegara. Apapun yang kita pikirkan pasti akan diketahui oleh 'Sang Penguasa'.
Raja pun lalu tersenyum dan langsung menghampiri kami berdua.
"Pangeran ke dua dan Rakyan.. Selamat datang di Kerajaan Tarumanegara." kata Maharaja.
"Maharaja terimalah sembah bakti kami." kata kami berdua.
"Bangun lah, aku tahu apa yang ingin kalian dapatkan dari sini. Tapi maaf, itu adalah pusaka kerajaan Taruma. Jika pusaka itu kalian bawa ke masa depan. Maka kerajaan Taruma pasti akan hancur." kata Maharaja.
Aku pun lalu melirik pada Adhiraksa. Seperti nya perjalanan kita ke masa lalu tidak ada hasilnya.
"Maharaja.. tolonglah kami. Jika kami tidak membawa pusaka itu. Maka masa depan akan berubah." kata Adhiraksa.
"Jika kamu bersikeras menyelamatkan masa depan. Lalu bagaimana dengan masa lalu?" tanya Maharaja.
Benar juga apa yang dikatakan oleh Maharaja. Jika pusaka Tarumanegara kita bawa ke masa depan. Pasti akan hancur. Kami pun binggung, harus bagaimana.
"Rakyan, kamu pasti tahu bahwa nya jika pusaka itu pun maish di sini. Sejarah pasti terjadi di sini. Saya tahu, bahwa kerajaan ini akan diserang oleh musuh ku. Serta kerajaan ini nanti nya akan bersatu dengan dan menjadi Kerajaan Galuh." kata Maharaja.
"Itu artinya Maharaja?" tanyaku.
Kami pun binggung.
"Aku izinkan kamu membawa pusaka kerajaan ini. Tapi dengan syarat." kata Maharaja.
"Apa syaratnya?" tanya ku.
Raja pun lalu memperhatikan Adhiraksa.
"Tukar kan pusaka Tarumanegara dengan pangeran kedua." kata Raja Purnawarman.
"Apa??" kata kami berdua.
***
Maaf banget baru sempat update.
Kira-kira apa pilihan Nararia?
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya. Maaf kalau bosen ya. Serta ceritanya banyak tntg sejarah. Memang novel ini akan banyak menceritakan tentang sejarah indonesia kuna. Sebagai bentuk kampanye budaya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
terimakasih
with love
Citralekha
**
Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".
jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.
__ADS_1
juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"
Maaf ya, sudah off lama,. sekarang akan update tiap 2 hari sekali yaa..