Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Lubang Hitam Penuh Dendam


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.


Happy reading


***


Setelah puas dengan pertunjukan perang pandan. Kami pun menuju ke sebuah rumah.


"Kamu kenapa?" tanya Dika pada ku


"Aku pusing banget ni." kataku


Tiba - tiba aku tak sadarkan diri. Aku merasakan gelap. Setelah itu, aku tak tahu apa yang terjadi. Beberapa menit kemudian aku tersadar. Tapi sukma ku yang bangun. Sukma ku keluar dari raga ku.


"Lho ... apa aku sudah mati?" tanyaku kebingungan


Aku memanggil yang ada di situ tapi tak ada yang mendengar satu pun. Tapi aku bisa melihat apa yang mereka lakukan untukku.


"Nara ... sadar lah, ada aku di sini." kata Dika sambil menepuk pipi ku


"Dika minggir, Nara bangun ... " kata Prasta


"Prasta minggir... biar aku yang gedong Nara." kata Satria.


Tapi Prasta segera meraih tubuhku yang sudah dingin itu. Mereka lalu panik dan memanggil ambulance secepatnya.


"Nara ... kamu kenapa, badan mu dingin banget. Bertahanlah" kata Dika


"Badannya Nara dingin, seperti ..." kata Ivan tetiba tertahan


"Kenapa? jangan bilang kalau Nara seperti nggak punya sukma?" tanya Satria.


"Sudah jangan berantem, ayo segera bawa ke rumah sakit." sahut Prasta.


Aku pun memahami kepanikan mereka. Tapi kenapa aku tiba - tiba pingsan. Serta kenapa sukma ku bisa keluar. Aku mencoba memanggil Kencana, Puspa, dan Adhiraksa.


"Putri, apa yang terjadi kenapa seperti ini?" tanya Adhiraksa


"Entah lah ... coba selidiki, Pus." kataku mulai panik.


Masalahnya aku tidak bisa menyentuh raga ku. Seperti ada kaca yang menahan. Sehingga aku tidak bisa masuk ke tubuhku.


"Kenapa aku tidak bisa masuk ke dalam tubuhku?" tanyaku panik


"Ini aneh putri, seperti nya ada sesuatu yang tidak beres." kata Kencana


Tapi tiba - tiba ada sebuah lubang hitam yang menyedot sukma ku.


"Puspaaaa" teriaku


"Putriii" teriak mereka semua.


Adhiraksa hendak menyusul tapi dia terpental. Aku bisa melihat bagaimana dia terpental.


**


"Puspa Kencana, apa yang terjadi?" tanya Adhiraksa


"Aku akan bermeditasi, memohon petunjuk dari Sang Hyang Otipati." kata Kencana


Kencana lalu bermeditasi dan memusatkan pikiran. Sementara Puspa dan Adhiraksa masih terus menerka apa yang terjadi dengan diriku.


"Puspa kamu tunggu di sini. Aku akan ke rumah sakit. Aku akan melihat bagaimana keadaan badan kasar putri Nararia." kata Adhiraksa, lalu dia menghilang.


**


(Rumah Sakit)

__ADS_1


Aku masih terbujur kaku. Badanku dingin, hal itu lah yang membuat semuanya panik.


"Nara kamu jangan seperti ini, bangun lah. Kasihan mama mu. Ayo buka mata mu!" teriak Dika


"Maaf pak, biarkan dokter yang menangani mbak Nara." kata suster.


Dika pun kemudian membiarkan aku dibawa masuk. Demikian juga dengan Prasta dan Satria. Mereka memilih duduk agak jauh dari yang lainnya.


"Sat, aku curiga ini ada yang tidak beres." kata Prasta


"Betul, kenapa dia tiba - tiba jatuh, pingsan, serta badannya dingin. Seperti badan tanpa nyawa." kata Satria


"Dia pernah mempertaruhkan nyawa nya menyelamatkan kita. Kita harus lakukan sesuatu untuk menyelamatkan dia." kata Prasta.


"Kalau begitu aku akan panggil Senopati Dandaka. Kita akan minta bantuannya untuk melacak apa yang terjadi." kata Satria


Setelah berdiskusi, Satria memohon pamit dari yang lainnya. Tetapi Prasta masih setia bersama Dika, Ivan, Mas Arya, Gusde, dan Mbak Yesi.


"Dik, percayalah ... Nara pasti selamat. Dia kan anak yang tangguh." kata Ivan menenangkan Dika.


"Tapi bagaimana ini bisa terjadi, Van? dia terlihat segar tiba - tiba langsung pingsan dan badannya dingin?" tanya Dika.


"Nara pasti sadar, percayalah." kata Prasta.


Tiba - tiba pintu ruang perawatan di buka oleh Dokter. Semua mata tertuju pada dokter dan segera menghampiri sang dokter.


"Dokter, bagaimana keadaan Nararia?" tanya Dika tak sabar


"Iya dok, apa yang terjadi dengan Nara?" timpal Prasta


Dokter pun kemudian menghela nafas. Sepertinya berat banget untuk mengatakan hal itu.


"Cepat katakan dok" kata Ivan.


"Maaf, pasien saat ini mengalami koma." kata dokter.


"Koma? enggak mungkin. Memang Nara sakit apa dok?" tanya Dika


Dika dan Prasta lalu mengajukan diri dan akan bertanggungjawab atas diriku.


"Saya dok, Ardika Pradnyawan." kata Dika


"Saya Indraprasta yang akan bertanggungjawab." kata Prasta.


Mereka berdua pun saling berebut. Akhirnya dilerai oleh Ivan.


"Yaudah dibagi dua saja. Kalian berdua saja yang bertanggungjawab. Adil kan?" tanya Ivan


Akhirnya Dika dan Prasta setuju. Mereka segera ke ruang administrasi.


**


Satria berada di sebuah tempat. Dia sedang bermeditasi. Tujuannya hanya satu, yaitu memanggil Senopati Dandaka.


"Saudaraku ... datanglah." kata Satria sedang memanggil Senopati Dandaka.


Tiba - tiba kilatan cahaya hijau menyilakan mata. Kilatan itu terlihat seperti lidah api. Tak berapa lama suasana ruangan menjadi sejuk, damai, asri.


"Pangeran ... aku datang." kata Senopati


Satria pun perlahan membuka mata nya. Dijumpai sosok seorang senopati yang gagah perkasa.


"Senopati." kata Satria serasa menghampiri dan memeluknya.


"Ada apa pangeran? kenapa tiba - tiba pangeran memanggil hamba?" tanya senopati.


Satria lalu menghembuskan nafas. Dia lalu menceritakan keadaanku.


"Siapakah Nararia itu? apakah dia putri mahkota? kenapa pangeran sangat perhatian?" tanya senopati


"Entahlah, dia putri mahkota atau bukan. Yang jelas, dia pernah menyelamatkan nyawa ku. Aku ingin balas budi, senopati. Aku butuh bantuanmu." kata Satria


Senopati pun lalu memahami apa yang menjadi kekhawatiran Satria. Tak berapa lama Prasta menghubungi Satria melalui mata batin.

__ADS_1


"Ada apa Pras? bagaimana keadaan Nararia?" tanya Satria


"Buruk Sat, dia dinyatakan koma." kata Prasta


Mendengar hal itu, Satria segera meminta tolong senopati untuk masuk ke dunia maya ku.


"Senopati, masuklah ke dunia maya Nararia. Selidiki apa yang terjadi dengan dia." kata Satria.


"Baik pangeran, akan saya lakukan demi kemanusian." kata Senopati


Setelah itu, Senopati menghilang. Dia menuju dimana jasadku dibaringkan. Betapa terkejut nya Senopati ketika di ruanganku ada Adhiraksa.


"Pangeran Adhiraksa, ngapain kamu di sini?" tanya Senopati.


"Senopati Dandaka, aku sedang menyelidiki putri Nararia." kata Adhiraksa


"Pangeran Adhiraksa, apakah dia?" tanya Senopati


"Ya betul, dia adalah putri mahkota. Lalu kamu ngapain ke sini?" tanya Adhiraksa


Sebelum Senopati Dandaka menjawab pertanyaan Adhiraksa. Tiba - tiba senopati mendengar sebuah suara yang hanya dia dengar.


"Senopati jangan kau buka siapa yang meminta mu ke dunia abad 21. Jangan kau buka tabir rahasia perjalanan cinta Pangeran Pikatan dan Putri Pramodhawarddhani. Biarkan mereka menemukan cinta nya. Katakan pada Adhiraksa bahwa kamu turun ke dunia karena Nararia terbawa ke lubang hitam kiriman musuhnya." kata suara tak berbentuk.


"Siapa kau?" tanya senopati dalam hati


"Aku adalah Otipati." katanya lalu suara itu menghilang.


Mendengar siapa yang menyampaikan pesan. Senopati nampak kaget. Dia pun lalu mengerti apa maksud dari rencana dewa.


"Senopati kenapa kau melamun?" tanya Adhiraksa


"Eh pangeran, aku ke sini karena mendapat petunjuk jika ada seorang manusia yang tersedot dalam lubang hitam penuh dendam. Ternyata wanita yang meminta tolong itu adalah putri mahkota" kata senopati berbohong.


"Apa?? lubang hitam penuh dendam?" tanya Adhiraksa.


"Iya pangeran, kita harus masuk ke dunia maya putri Nararia jika ingin menyelamatkan nyawa nya." kata Senopati.


Sebelum mereka masuk ke dunia maya ku. Puspa dan Kencana muncul.


"Dewi Puspasari, Dewa Kencana" kata Senopati


"Senopati, kau ada di sini?" tanya Kencana


"Hyang Otipati mengirimiku" kata Senopati


Kencana lalu menceritakan kemana aku dibawa pergi. Lubang hitam penuh dendam.


"Kau tahu siapa yang membuat lubang hitam itu?" tanya Senopati


"Ya, aku tahu." kata Kencana


"Siapa?" tanya senopati dan Adhiraksa


***


Haii... apa kalian merindukan author?


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Kira - kira siapa yang membuat lubang hitam penuh dendam itu?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


With love


Citralekha

__ADS_1


__ADS_2