
*Sebelum membaca jangan lupa untuk like, vote, dan comment ya*
Happy reading.
*
Kami berempat kemudian berjalan menuju Museum Prambanan yang jaraknya sekitar 350 m gerbang kawat candi.
"Mas Fais, boleh diceritakan nggak tentang Museum Candi Prambanan itu." tanya Dika.
"Museum itu berdiri pada tahun 1988. Museum itu merupakan rumah bagi koleksi arca - arca temuan lepas dan berbagai informasi tentang Candi Prambanan." jawab Fais.
"Temuan lepas, apa itu?" tanyaku
"Temuan lepas adalah temuan arca atau benda cagar budaya yang tidak diketahui konteks atau asalnya. Selain itu, misalkan sebuah arca merupakan sitaan dari polisi, atau temuan tunggal (misalkan hasil penggalian secara tidak sengaja oleh warga)." jawab Fais.
Tak lama kemudian, kami sampai di depan museum candi. Kami kemudian masuk ke dalam dan woow pemandangannya bagus dan penataan koleksinya menarik. Begitu masuk kami langsung disambut oleh air mancur dan pendopo yang besar. Pendopo tersebut banyak terdapat gamelan Jawa.
"Kasihan ya arcanya ini kepanasan dan kehujanan." kataku sedih melihat banyak arca yang dibiarkan di lapangan terbuka.
"Ya mau gimana lagi, tapi ini selalu dibersihkan secara rutin kok dari lumut dan rumput liar." kata Fais yang berusaha menjelaskan alasan arca itu dibiarkan tergeletak.
Arca tersebut ada ganesha, lingga yoni, wadah air batu, jaladwara, lingga semu, Agastya, Wisnu, dan berbagai bentuk arca dewa dewi lainnya. Aku kemudian tertarik pada sebuah temuan yang menurutku unik.
"Mas Fais, apa ini? bentuknya lucu, panjang trus ada hiasan depan dan ada lubangnya." tanyaku sambil melihat dan menyentuh benda itu.
"Jaladwara itu namanya." sahut Fais.
"Jaladwara? apa itu mas?" tanya Dika.
"Ini tempat untuk menyalurkan air, ya semacam pipa pralon dari batu." terang Fais.
"Wuah dulu sudah mengenal sistem tata kelola air dengan baik ya." gumam Ivan yang kemudian mendekati benda itu.
"Air nya mengalir dan keluar dari lubang ini ya?" tanya Dika
"iya." jawab Fais singkat.
---
__ADS_1
Jaladwara sebagai saluran air masa Jawa Kuna memiliki bentuk yang beragam. Ada yang berbentuk makhluk mitologi gajahmina, gana (makhluk kerdil), singha, garuda. Akan tetapi yang sering ditemukan adalah jaladwara dengan bentuk gajahmina (komposisi belalai gajah dan simbol dari laut).
---
"Mas, hiasannya bagus ya." kataku
"Iya, ini adalah belalai gajah, trus ada untaian mutiara dari kerang mutiara, dan ada penggambaran dari teratai." jelas Fais.
"Kayaknya tadi di setiap pojokan Candi Prambanan juga ada kayak gininya ya?" tanya Ivan sambil mengingat - ingat keberadaan jaladwara di candi.
"Iya, tau nggak kenapa setiap pojokan dikasih jaladwaranya?" tanya Fais.
"Biar saat hujan turun air tidak menggenang di selasar candi. Sehingga airnya perlu dibuang keluar." jawab Dika.
"Wuah, kalau gitu pasti bagus ya pas ada hujan trus airnya keluar dari jaladwara ini." kataku sambil membayangkan jika air keluar dari jaladwara trus mandi dibawah pancuran itu. Hmmmm ... betaoa segernya ya Tuhan.
"Eh audio visual?" tanya Ivan.
Kami kemudian melihat tulisan dan gedung yang terdapat tulisan itu.
"Tempat apa itu mas?" tanya Dika.
"Itu tempat nonton film pemugaran dan cerita tentang Candi Prambanan. Mau masuk ke sana kah? gratis hlo." kata Fais seraya nawarin ke kami. Kami kemudian menggelengkan kepala.
---
Gedung pertama adalah koleksi tentang sejarah Candi Prambanan. Kami hanya berlalu begitu saja, karena sudah tahu tentang sejarah candi dari Fais. Kami selanjutnya ke ruang ke dua. Dalam ruang ini terdapat koleksi keramik dan gerabah.
"Eh keramik?" kataku.
"Iya, keramik dari masa Dinasti Tang dari Cina." kata Fais.
"Kukira keramik itu, keramik ubin, hehehe". kataku sambil tertawa geli.
"Berarti dulu Cina sudah datang ke Indonesia ya?" tanya Dika sambil melihat temuan koleksi keramik.
"Iya, perdagangan internasional sudah ada. Serta kerjasama antara Indonesia dengan Cina sudah terjalin. Buktinya ada banyak barang - barang dari Cina yang masuk ke Indonesia pada abad ke 9." jelas Fais.
"Hebat ya nenek moyangku." kataku bangga.
__ADS_1
"Lanjut ke ruang 3 yok." ajak Dika sambil terus melangkah ke ruang selanjutnya.
Pada ruang 3 ini terdapat informasi tentang struktur candi. Struktur candi adalah potongan Candi Prambanan dari samping.
"Ini apa?" tanyaku.
"Ini struktur Candi Prambanan secara kosmologi." kata Fais.
"Kosmologi?" tanya Dika.
"Iya, secara filosofi. Jadi pembangunan Candi Prambanan tu menggunakan teologi dan sistem keagamaan berdasarkan kitab Silpasastra Manasara." jelas Fais.
"Jadi pembangunan candi tidak boleh sembarangan ya?" tanya Ivan.
"Iya, harus dihitung dengan matang, biar candinya tidak roboh. Perhitungan matematis juga harus jalan dan pas, antara batu 1 dengan batu lainnya harus klop. Jadi pembangunan Candi Prambanan itu seperti menyusun ribuan puzzle dari batu. Jika bukan pasangannya maka antara 1 batu dengan batu lainnya nggak akan klop dan nyatu." jelas Fais.
*
Note :
Teknik penyusunan batu candi tanpa perekat ada 3, yaitu :
Sistem alur dan lurah untuk susunan horisontal.
Sistem pasak dan lurah untuk susunan vertikal yaitu balok batu satu sama lain dihubungkan dengan tonjolan dan lekukan yang hanya cocok dengan pasangannya (hal ini dikarenakan pembuatannya dilakukan secara manual).
sistem batu pengunci untuk susunan horisontal yaitu balok batu dengan lekukan yang dihubungkan dengan batu biasa.
*
Episode kali ini cukup ya...
semoga bisa memberikan gambaran tentang cara penyusunan batu candi.
terimakasih ya sudah berkenan membaca.
with love
Citralekha.
__ADS_1
gambar di bawah ini adalah ilustrasi sistem kuncian pada pembangunan candi.