
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...
Maaf ya baru update,. kemarin full acara.
Happy reading
*Spesial update hari ini ya gais, Jangan lupa untuk vote*
***
Patih pun lalu menginformasikan bahwa Tamara harus segera memanggil Aura.
"Jika kau gagal dan tidak bisa membawa Aura datang. Maka wanita yang ada di sampingku ini adalah Aura." ancam Maharaja.
Aura pun semakin bergidik ngeri. Jika penyamarannya terbongkar. Lain hal nya dengan Patih. Dia nampak sangat antusias. Dia yakin bahwa Nara yang ada di sini adalah palsu.
"Ayo putri Tamara, segera panggil putri Aura kemari. Mari kita buktikan" kata Patih.
Aura terlihat gelisah, hal tersebut membuat Arda sedikit berpikir.
"Kenapa kau sangat cemas, permaisuri?" tanya Arda.
"Aku hanya takut Aura nanti akan merebutmu dariku" kata Aura.
Dia masih berusaha untuk mempengaruhi Arda. Tapi sepertinya Arda tidak bergeming.
"Tenang lah, itu tidak mungkin. Tamara, segera panggil Aura kemari" titah Raja Arda.
Tak berapa lama, tiba - tiba.
"Putri Tamara, kau tak perlu memanggilku. Aku sudah datang kemari" kata Aura
Dia berjalan berlenggak lenggok dari pintu utama istana. Semua mata pun tertuju pada gadis cantik itu. Dia bak model, tubuh jenjang nya sangat mengairahkan semua orang.
"A Aura ... Bagaimana mungkin" kata Sang Patih.
"Aura ... akhirnya kau datang juga. Tapi, kenapa hati ku terasa bisa ketika melihat Aura yang ini. Sedangkan hatiku selalu berdetak kencang ketika melihat senyum Permaisuri." batin Balapati
Aura sebagai permaisuri pun merasa sangat lega. Ternyata, Tamara telah mengatur semua ini dengan baik. Tapi Aura asli harus beracting agar dirinya aman. Aura permaisuri pun langsung merangkul lengan Arda. Hal itu yang membuat Arda selalu tersenyum puas.
"Tenanglah, kau tak perlu cemas. Meskipun, Aura itu terlihat menggoda. Tapi hanya kau permaisuri ku yang selalu menggodaku setiap detik." kata Arda.
Aura permaisuri pun tersenyum. Tapi, dia sekarang akan beracting.
"Kau!! Putri Aura, bukankah aku sudah mengusirmu! Kenapa kau kembali ke istana lagi? Aku sudah menikah dengan Raja Arda. Jadi jangan mimpi kau akan bersanding dengannya." kata Aura.
Tamara pun sangat senang melihat ini. Ternyata Aura permaisuri sangat paham.
"Permaisuri, aku kemari karena dipanggil oleh Putri Tamara. Jadi tentu saja aku kemari. Patih, apa yang bisa kau katakan sekarang?" tanya Aura sembari melihat patih.
"Ini tidak mungkin!! Kau pasti Aura palsu." kata Patih
Sang Patih pun lalu menyerang Aura. Demikian juga Aura. Dia sudah siap akan melawan Patih. Tapi, kita tahu bahwa kekuatan Aura tidak sebanding dengan Patih. Tamara mulai agak cemas. Aura permaisuri pun paham dengan situasi ini.
"Suamiku, apakah kau mau merusak suasana hatiku?" tanya Aura.
"Tentu saja tidak, apa maksudmu permaisuri?" tanya Arda.
"Tolong hentikan pertarungan ini. Meskipun aku tidak suka dengan Aura. Tapi dia juga seorang wanita. Hentikan sekarang, aku mohonm" pinta Aura
Arda pun tersenyum, meskipun Nara yang disampingnya sudah ada di dunia ilusi. Tapi hati baiknya sebagai manusia terus terbawa.
"Baiklah, permintaanmu adalah peirntah" kata Arda.
Arda pun lalu melempar helai rambutnya. Seketika itu, berubah menjadi rantai besi. Patih dan Aura terperangkap.
__ADS_1
"Maharaja ... apa ini, kenapa kau mengikatku?" tanya Patih.
"Patih, tuduhanmu tidak terbukti. Jadi sekarang jangan mencoba menuduh yang tidak tidak. Aku akan melepaskan kalian." kata Raja Arda
Patih pun akhirnya menyerah. Dia tahu bagaimana sifat Arda. Untuk saat ini Arda sedang dimabuk cinta. Sehingga setiap omongan patih pasti tidak akan didengar.
"Baiklah raja, maafkan saya." kata Patih.
"Kau harus minta maaf pada permaisuri, patih." teriak Tamara.
"Benar Patih, ini karena kebaikan hati permaisuri. Sekarang minta maaflah padanya. Setelah itu rantai nya pasti akan terlepas." kata Arda.
Dalam hati patih sangat marah. Baru kali ini dia dipermalukan di depan umum. Dia sungguh tidak terima dengan semua ini. Tapi untuk menghindari konflik dengan Raja. Akhirnya dia lakukan.
"Permaisuri maafkan kelancaran saya." kata Patih.
Aura pun tersenyum menyeringgai. Dia juga melirik pada Tamara. Anggukan kepala Tamara membuat Aura mengerti.
"Baiklah, kali ini aku maafkan. Tapi lain kali tidak ada maaf untukmu" kata Aura.
Patih dan Aura pun kemudian terbebas dari rantai besi nya.
"Baiklah kita semua telah tahu, kebaikan permaisuri. Untuk itu, upacara penobatan sebagai ratu kerajaan ilusi akan kita lakukan pada Bulan Margasira." titah raja.
Semua pasukan ilusi pun lalu memberikan hormat pada Arda. Setelah peristiwa itu, mereka kembali ke tempat masing - masing.
"Raja, aku akan melihat keadaan Aura dan Tamara. Aku ingin memperingatkan kepada Aura. Agar dia tidak macam - macam denganmu." kata Aura permaisuri.
Arda pun dibuat senang, ternyata permaisurinya sangat cemburu. Itu menandakan bahwa permaisurinya sangat mencintainya.
"Baiklah, kau boleh pergi. Kau akan dikawal oleh Sundari." kata Arda.
"Tidak perlu, apa kau meragukanku? ini urusan hati wanita. Aku ingin menyelesaikan sendiri. Aku harap kau mengerti." kata Aura
"Baiklah, tapi berikan aku hadiah sekali saja sebelum kau pergi." rengek Arda.
Aura pun tersenyum, dia tahu apa yang dimaksud oleh Arda. Tentu saja Arda meminta berhubungan suami istri.
*
"Hormat yang mulia ratu" kata para dayang.
Tamara pun lalu memberikan perintah untuk dayang menyingkir. Kini tinggal mereka bertiga.
"Aku tahu apa yang membuatmu kesini." kata Tamara.
"Tentu saja, bagaimana bisa kau melakukannya?" tanya Aura.
Aura palsu lalu menampakan diri.
"Tasura" kata Aura.
Ya, Aura palsu adalah jelmaan dari Tasura. Asura yang sangat pandai untuk malih rupa. Ternyata Tamara sudah mendapatkan ide dari Adhiraksa. Hal semacam itu, sudah Adhir prediksi. Sehingga Tamara dapat segera menghubungi Tasura. Setelah itu Tasura kembali ke wujud Aura.
"Aku senang sekali, terimakasih" kata Aura.
"Ingatlah dengan rencana kita." kata Tamara.
"Tenang saja, kau akan mendapatkan apa yang kau mau" kata Aura.
Setelah itu, Aura kembali ke istana utama. Tentu saja Arda sudah menunggunya.
*
Hutan Selogriyo.
Para Ksatria pun bersiap untuk keluar dari hutan itu. Tapi sebelum itu, Adhiraksa memastikan semua telah aman.
"Tunggu" kata Satria.
"Ada apa?" tanya Adhiraksa.
__ADS_1
"Kita harus menjalankan misi kita. Dika harus bertapa di Liyangan. Ivan harus bertapa di Nandi Grha." kata Satria.
"Hah? bertapa?" tanya Dika.
"Tapi kami masih mempunyai tugas. Kami harus menyelesaikan tugas negara. Tidak mungkin kan tiba - tiba kami berdua menghilang." jelas Ivan.
Adhiraksa pun setuju dengan apa yang dikatakan Satria. Memang sebaiknya, kita harus menghimpun kekuatan. terlebih Walaing terus bertapa.
"Tenang saja, semua bisa diatur" kata Adhiraksa.
"Eh pangeran tengik, enak kali kalau ngomong. Kita berdua bakal kena masalah tahu" sungut Dika.
"Hahahha..dasar pasukan khusus kerempeng." ledek Adhiraksa.
Dika pun hampir maju menyerang Dika. Tapi langsung dilerai oleh Ivan. Seperti biasa, Ivan lah yang bertugas melerai mereka berdua.
"Untuk apa kami berdua bertapa?" tanya Dika.
"Ini untuk memperkuat kekuatan kita. Jika Walaing kembali dari dasar neraka. Kekuatannya akan sangat mengerikan. Aku tidak mau ada korban manusia diantara kita. Jadi kalian berdua harus meningkatkan kesaktian kalian." kata Prasta.
Dika dan Ivan terlihat saling melihat satu sama lain. Sepertinya saran mereka benar. Diantara para sekutu Nara. Hanya mereka berdua yang berasal dari manusia. Ya lebih tepatnya dibandingkan dengan para Ksatria. Kekuatan mereka paling lemah.
"Lalu bagaimana dengan tugas kami?" tanya Dika.
"Kami akan membantunya" kata Adhiraksa.
Prasta dan Satria pun lalu menatap Dika dan Ivan. Tak lama kemudian mereka berubah menyerupai dua orang itu.
"Hah?? ini keren, kita punya kembaran." sahut Dika.
Ya, Prasta dan Satria berubah menjadi Dika dan Ivan. Mereka siap menggantikan tugas sebagai seorang pasukan khusus.
"Bagaimana? Apa kau suka dengan penampilan baru ini?" tanya Prasta.
"Not bad lah, tapi tetep gantengan aku." kata Dika.
"Iyalah terserah kamu saja, yang penting kamu senang." kata Adhiraksa.
"Lalu kapan kami harus berangkat ke Liyangan? Liyangan itu tempat apa? Goa atau candi, atau apa?" tanya Ivan.
Adhiraksa pun lalu melirik kepada Satria dan Prasta. Sebagai tanda untuk meminta izin menjelaskan.
"Liyangan adalah sebuah permukiman kuno." kata Adhiraksa.
"Apa?? permukiman kuna? Maksudnya permukiman kuna Mataram?" tanya Ivan
"Ya betul, kau akan menemukan banyak pelajaran berharga di sana. Kau akan paham tentang kehidupan masa lalu. Berangkat lah malam ini. Adhiraksa akan mengantarkanmu" kata Prasta.
"Aku ikut" kata Nara.
Setelah sepakat, maka para Ksatria lalu membagi tugasnya. Mereka akan menjalankan tugas baru.
***
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
terimakasih
with love
Citralekha
**
Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".
jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.
juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"
__ADS_1