Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Retno Ayu Kartika


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


"Kalau pangeran tidak berhenti. Maka saya akan pergi. Padahal saya membawa kabar penting untuk kalian." ancam senopati.


Akhirnya Dika dan Adhiraksa pun diam dan menuju ke Senopati.


"Kabar apa itu Senopati?" tanya Dikadiraksa.


Mereka berdua pun saling tatap. Karena omongannya bisa kompak.


"Elu ngapain ngikutin omongan gue?" protes Dika.


"Eh manusia ... kamu tu yang ngikutin aku." kata Adhiraksa.


Senopati pun lalu melerai mereka berdua.


"Kalau maish berantem saya sebaiknya pamit" kata Senopati.


"Senopati jangan pergi." kata Dika.


Setelah itu, mereka berdua pun lalu diam. Serta menyimak apa yang akan senopati sampaikan.


"Kabar apa yang kau bawa senopati?" tanya Adhiraksa.


"Ada dua kabar yaitu kabar baik dan kabar buruk." kata Senopati.


"Baiklah sampaikan kedua nya." kata Adhiraksa.


Senopati lalu menceritakan tentang kabar dari Indonesia.


"Kabar baiknya adalah Retno Kartika sudah diselamatkan oleh Pangeran Satria. Tapi keadaannya masih belum sadar. Setiap kita melukai Tamara dan Aura. Maka Retno Kartika juga akan terluka." kata Senopati.


"Satria?? kok dia bisa ke istana kegelapan?" tanya Dika


"Bisalah, pasti dia menggunakan pusaka Dupa Anglayang." kata Adhiraksa.


Senopati pun kemudian membenarkan apa yang dikatakan Adhiraksa.


"Lalu kabar buruknya apa Senopati?" tanya Dika.


"Kalian berdua harus pergi ke dasar neraka." kata Senopati.


Dika dan Adhiraksa kemudian saling menatap.


"Dika saja dia yang banyak salah. Biar nanti terbakar oleh panasnya neraka." ejek Adhiraksa.


"Eh hantu, elo enggak denger kalau Senopati meminta kita berdua." kata Dika sambil melempar bantal di dekat kakinya.


"Wah ngajak ribut ni manusia. Dikaaa..." kata Adhiraksa yang langsung diam karena Senopati hendak pergi.


Mereka berdua pun lalu mencegah kepergian Senopati. Serta akan menyimak perkataan Senopati dengan baik.


"Senopati, kenapa kami harus pergi? Apakah ada sesuatu?" tanya Dika.


"Betul pangeran, raja kegelapan memerintahkan kepada Pangeran Walaing. Tujuannya ialah agar mendapatkan kekuatan jahat sepenuhnya. Kalian berdua harus bisa meninggalkan kepergian pangeran Walaing. Sekarang Walaing sedang ada di halaman Siwa Grha. Dia sedang mencari daun bilva untuk mengobati Tamara dan Aura." kata Senopati.

__ADS_1


Setelah mendengar penuturan dari Senopati. Mereka berdua lalu meminta saran bagaimana sebaiknya mereka bertindak.


"Kalian harus bersatu serta ambillah pusaka Medang. Ambil sebuah pusaka yang bernama Wijayadanu. Gabungkan pusaka itu dengan kalung Padma Locana. Maka kalian akan bisa mengurung Walaing." saran Senopati.


Mereka berdua pun kini bekerjasama untuk mengurung Walaing.


"Adhiraksa bagaimana caranya mengambil pusaka Medang?" tanya Dika.


"Aku harus menyatu dalam dirimu. Karena hanya keturunan Rahyangta Ri Medang saja yang bisa mengambilnya." kata Adhiraksa.


Mereka berdua lalu menyatu menjadi 1 badan. Setelah itu, mereka melakukan meditasi dan memanggil pusaka yang dimaksud.


*


Istana Kegelapan


Maharaja pun memanggil Senopati nya.


"Apakah ada hal yang harus saya lakukan, Maharaja?" tanya Senopati.


"Senopati, awasi Pangeran Walaing. Aku mencium ada aroma makar dan tidak tega terhadap Putri Widasari. Aku juga merasakan bahwa Walaing akan diserang. Berangkatlah ke Siwa Grha, segera minta daun bilva. Kemudian segera minta Walaing untuk ke dasar neraka. Lakukan ini secepatnya sebelum pangeran Dikadiraksa menjeratnya menggunakan pusaka Wijaya Danu." kata Maharaja.


Tanpa menunggu lama, Senopati pun berangkat mencari Walaing. Dia tahu bahwa Dikadiraksa sangat sakti. Sehingga, Senopati membawa beberapa prajurit pilihan untuk menemaninya. Dia telah menyusun strategi. Jika nanti bertemu dengan Walaing. Maka dia akan mengantarkan Walaing ke dasar neraka. Sedangkan prajuritnya akan membawa daun bilva ke istana kegelapan.


"Mari kita segera berangkat." perintah Senopati.


"Baik yang mulia Senopati." kata prajurit.


Setelah itu mereka berangkat mencari Walaing.


*


Siang hari nya, kami baru terbangun. Ya, Satria dan Prasta tidur di kamarku. Mereka membantu aku menjaga Retno. tentu saja Satria dan Prasta tidur di sofa dan di mini kasur ada Satria.


Aku pun lalu bangun dan memesan sarapan dari resto. Aku memesan 4 menu. Takut jika nanti Retno bangun dan lapar.


Aku pun membukakan pintu. Aku tahu jika itu pasti waiters.


"Silahkan masuk." kataku


Waiters itu pun kaget melihat ada 2 cowok di kamarku. Aku pun segera menjelaskan. Kalau semalam saya mimpi buruk dan diganggu oleh hantu. Sehingga 2 pria itu menjaga kami berdua. Aku juga jelaskan jika mereka berdua mempunyai kamar sendiri. Akhirnya waiters itu pun pergi.


"Satria, Prasta ... bangun woy. Udah siang ni." kataku.


Aku pun lalu bangun dan membuka korden kamarku. Pantulan cahaya matahari siang menembus masuk ke kamar.


"Nararia.. usil banget sih jadi anak. Masih ngantuk ni." kata Satria yang kemudian menarik selimut nya.


"Bangun kalian semua!! kalau mau tidur lagi, sana pindah ke kamar kalian." bentakku.


Akhirnya Satria dan Prasta bangun. Mereka kemudian saling tatap 1 sama lain. Mereka menyadari jika sudah tertidur di kamarku.


"Astaga, Nara ... jadi kita tidur di kamarmu?" tanya Satria.


Aku pun hanya menatap mereka dengan tajam. Mereka lalu ke kamar mandi secara gantian. Setelah itu, kami sarapan bersama.


"Kita seperti keluarga harmonis ya, Ra." kata Satria.


"Jangan mimpi di siang bolong." seru Prasta.


"Kalian bisa diem nggak kalau lagi makan??" bentakku.


Akhirnya mereka berdua pun kemudian terdiam. Pada saat hening, tiba - tiba Retno bergerak dan membuka mata.


"Retno" kataku,

__ADS_1


Aku langsung menghampirinya. Perlahan Retno mengerjapkan matanya. Prasta dan Satria juga menghampiri Retno.


"Retno, apa ada yang sakit?" tanya Satria.


"Apakah kamu lapar?" tanya Prasta.


Retno pun kemudian memandangi kami 1 per satu. Lalu dia bangun dan ketakutan dengan kami.


"Pergi kalian ... Kalian jahaat padaku. Pergi kau siluman. Kau pasti para siluman yang berganti wajah menjadi mereka ber 3." kata Retno sambil melempari kami bantal.


Kami pun sadar dan paham jika Retno pasti masih trauma. Soalnya kemarin dia diculik oleh senopati yang ganti wajah.


"Retno sabar, ini kami bukan siluman. Ini Aku Nara, Prasta, dan Satria. Kamu akan aman di sini." kataku mencoba menenangkan dia.


"Bohong, aku tidak percaya kalian. Kalian jahaat banget." Retno seperti tidak terkendali.


Dia mulai melempari kami barang - barang yang ada di dekatnya. Prasta dan Satria pun lalu berdiri di depanku.


"Aku akan melindungimu" kata mereka kompak.


"Ini gimana caranya menenangkan Retno?" tanyaku


"Kita coba yakinkan dia." kata Prasta.


Aku pun berusaha menenangkan dia. Tapi Retno malah histeris. Dia melihat kita seperti melihat setan. Bahkan berteriak - teriak minta tolong. Kami pun takut jika akan menimbulkan kegaduhan.


"Gimana ini, jangan sampai orang luar tahu." kataku panik.


Satria lalu menutup matanya dan membuat kamar ini menjadi kedap suara. Sehingga orang berteriak sekeras mungkin tidak akan ada yang dengar.


"Kamu apakan ruangan ini?" tanyaku


"Kedap suara..." kata Satria


Prasta dan Satria pun berusaha mendekati Retno. Tapi Retno pun bangun dan hendak keluar dari kamar.


"Jika kalian mendekat, maka aku akan teriak lagi. Pergi kalian, apa salahku. Jangan sakit aku" kata Retno


Dia mulai meraung - meraung seperti orang kesetanan. Lalu dia bangun dan menuju pintu. Secepatnya Puspa datang dan membuat Retno tak sadarkan diri. Kencana lalu mengendong Retno kembali ke tempat tidur


"Apa yang terjadi Kencana? Pasti ada yang tidak beres." kataku


"Kami akan memeriksanya putri" kata Kencana.


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Kira - kira apa yang terjadi dengan Retno?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".

__ADS_1


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"


__ADS_2