Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Kembalinya Puspa dan Kencana


__ADS_3

*Sebelum membaca jangan lula untuk klik like, vote, dan rate bintang 5, biar makin semangat update*


Happy reading


.


.


Aku dan Pasopati mencurigai bahwa Satria yang bersama kami adalah palsu.


"Lalu dimana Satria yang asli?" tanya Pasopati


"Aku juga tidak tahu, So. Tapi kita harus menyelidiki." kataku


Tak berapa lama Widasari datang dan langsung memeluk Pasopati.


"Sayang, kenapa kamu tidak mengajakku jika ingin membicarakan konsep pernikahan, kakak." kata Widasari yang manja


Pasopati berusaha melepas pelukan di lehernya. Mungkin dia merasa tidak enak denganku.


"Wida kamu kan baru sembuh. Jadi aku tidak ingin membebanimu." alasan Pasopati


"Kakak ceritakan padaku, apa yang bisa aku bantu?" tanya Wida.


Aku berusaha tersenyum dan ingin segera agar dia menyingkir dari aku dan Pasopati. Sebab aku ingin mengatur strategi dan rencana untuk mencari tahu keberadaan Satria yang asli.


"Wida, bisakah kamu dengan dayang untuk membuatkan aku ramuan kecantikan di taman Gandha Arum. Tapi aku minta kamu sendiri yang membuatnya. Aku dengar dari Pasopati, kamu sangat mahir dalam pembuatan lulur." kataku


Mendengar perkataanku Widasari tersenyum puas. Dia berlenggok manja di depan kami berdua.


"Baiklah kalau begitu, aku dan kak Pasopati akan pergi sekarang." kata Wida.


"Wida sayang, apa kamu lupa taman Gandha Arum khusus untuk wanita. Kalau aku ikut, aku hanya akan menunggu mu di luar. Apa kamu tega membiarkan aku menunggu seorang diri? sementara untuk membuat ramuan itu butuh waktu yang lama." kata Pasopati


Akhirnya Widasari memutuskan untuk pergi ke taman bersama para dayang.


"Kakak, tunggu ya ... kau tidak akan kecewa. Lalu tugas apa yang kau berikan pada kekasih ku?" tanya Widasari.


"Tentu saja aku akan membantu pangeran Pikatan untuk menjadi seorang pangeran yang ganteng." kata Pasopati


Aku hanya tersenyum melihat kelucuan diantara mereka berdua. Sepertinya Pasopati masih ada keraguan dengan Widasari. Tak berapa lama Wida pun pergi dari hadapan kami.


"Aku tahu kau tidak nyaman dengan kehadiran Widasari, kan?" goda Pasopati


"Bisa saja, kamu So. Oh iya ayo kita susun rencana." kataku


Pasopati kemudian memberikan 2 opsi untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Satria, :


Pendekatan personal (Pasopati akan terus bersama Satria kemanapun dia pergi). Sedangkan aku harus terus memata - matai Balaputra.


Menggunakan telik sandi untuk mengawasi mereka ber dua.


Akhirnya setelah ditimbang - timbang dan untuk efisiensi. Kami memilih opsi yang pertama.


"Kita pakai cara yang pertama saja." usulku

__ADS_1


"Setuju, ayo sekarang kita jalankan tugas kita masing - masing." kata Pasopati.


Aku dan Pasopati kemudian menjalankan tugas masing - masing. Pasopati pergi ke kesatrian. Sedangkan aku pergi ke pendopo keluarga kerajaan. Aku ingin pindah dan tidur di bilik putri raja.


Aku pun menemui ibuku, Dewi Tara dan meminta izin untuk tinggal di pendopo utama keluarga kerajaan. Ibuku pun dengan senang hati mempersilahkan. Akan tetapi adikku nampaknya tidak suka dan sedikit curiga.


"Ada apa gerangan kakak tiba - tiba ingin tidur di sini?" tanya Balaputra


"Aku adalah putri mahkota. Seharusnya aku memang tidur di sini, kan?" tanya balikku


"Iy iy iya kakak. Aku sangat bahagia, sebelum kakak menikah kita dapat menghabiskan masa - masa bersama dengan ayah dan bunda." kata Balaputra


Aku dibantu beberapa dayang memindahkan barang - barang seperlunya aku saja. Setiap gerak gerik dari Balaputra Aku selalu awasi. Tapi jika aku terus mengikutinya, maka dia akan curiga.


"Aku tahu, bagaimana caranya untuk memantau Balaputra." gumamku


Aku segera memanggil teratai emas. Tak lama kemudian dia muncul di hadapanku.


"Ada perintah apa putri?" tanya teratai emas.


Aku kaget ternyata teratai emas bisa berbicara.


"Eh sejak kapan kamu bisa berbicara." kataku


Teratai itu kemudian berputar - putar dan mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata. Lama - kelamaan teratai itu semakin cepat berputar dan muncullah 2 sosok laki - laki dan wanita. Mereka membelakangiku dan itu semua membuatku penasaran dengan sosok itu.


"Si si siapa kalian?" tanyaku terbata - bata


"Apa kau merindukan kami?" kata seorang wanita sambil berbalik badan.


Aku seperti tersihir begitu melihat mereka berbalik badan. Aku masih tidak bisa melihat wajah mereka, karena masih tertutup oleh cahaya. Lama - kelamaan cahaya itu meredup dan hilang. Setelah tahu siapa mereka aku langsung tersenyum dan berlari ke arahnya.


Aku langsung berlari ke arah Puspa dan memeluknya dengan rasa haru.


"Puspa, aku merindukan mu. Jangan pergi dariku lagi. Kau berjanji kan akan menjagaku selama aku berada di abad - 9." kataku sambil menangis.


Puspa pun membelai rambutku. Demikian juga dengan Kencana yang ikut memelukku dari belakang.


"Kami tidak pergi putri. Kami selalu bersamamu." kata Kencana


"Mana ada, aku tidak melihat kalian." kataku


"Karena kamu jarang memanggil kami." kata Puspa


Aku bingung dengan perkataan Puspa. Akhirnya dia menjelaskan kalau sebenarnya mereka bersemaya di dalam teratai emas. Tapi karena aku jarang memanggilnya. Maka mereka tidak keluar.


"Lalu sekarang kalian keluar dari teratai emas?" tanyaku


"Karena kamu memanggil kami dan kamu sedang kesusahan, bukan?" tanya Puspa


Aku segera melepas pelukan Puspa. Sepertinya mereka mengerti dan tahu tentang kejadian ini.


"Iya, aku merasakan bahwa Satria yang ada di istana ini bukanlah Satriaku. " kataku menjelaskan pada Puspa


"Kenapa kau merasa jika dia bukan Satriamu?" tanya Kencana

__ADS_1


Aku kemudian menjelaskan tentang kepergiannya yang secara mendadak. Hilangnya Satria, pamit kembali ke Pikatan tapi malah pergi berburu macan putih. Dia juga tidak bisa menggunakan gelang pemberian Dewa Indra.


"Puspa, Kencana apa kalian bisa membantuku?" tanyaku


"Kami ke sini untuk itu, putri." kata Puspa


Aku langsung memeluk Puspa kembali. Tak lupa aku mengucapkan syukur atas kembalinya dua sahabat bidadari dan bidadaraku ini.


"Terimakasih dewa, kau telah kembalikan dua sahabat baikku ini." kataku dalam hati


"Kami janji tidak akan meninggalkan mu lagi selama kau masih di sini." kata Kencana


Aku tersenyum dan lupa bahwa mereka bisa mendengar isi hatiku.


"Jika aku kembali ke masa depan?" tanyaku


"Maka selesailah tugas kami. Kami akan kembali ke Kaindran." kata Puspa


Aku sedih mendengar penjelasan mereka. Tapi aku sadar bahwa di masa depan hubungan antara manusia dan dewa tidak akan selekat ini. Mereka akan muncul dalam mimpi kita. Itupun jika kita bersungguh - sungguh dan dengan melakukan upawasa.


"Tapi jika aku kembali ke masa depan. Masih bisakah aku bertemu dengan kalian?" tanyaku sedih


"Kami bisa hadir di sampingmu. Tapi kamu tidak akan bisa melihat kami." kata Kencana


"Kenapa? apakah semua kesaktian ku akan hilang seiring berjalannya waktu?" tanyaku


"Tentu, semua akan kembali ke asalnya. Tapi percayalah dengan kau bersungguh - sungguh memuja dewa. Rasa cinta dan sayang mu pada bangunan suci dan dewa. Akan mendekatkanmu pada sang pencipta." terang Puspa.


Aku kemudian melepas pelukan Puspa dan mulai membicarakan masalah Satria.


"Puspa Kencana apa kalian tahu dimana Satria yang asli?" tanyaku


"Kau sudah bertemu, hanya saja dalam bentuk lain dan kamu belum mengenalinya." kata Puspa


"Bentuk lain?" tanyaku


Mereka hanya mengangguk dan tanpa memberitahu maksud dari omongan mereka.


"Siapa? dimana?" tanyaku


"Maaf putri, kami tidak bisa memberitahunya sebelum kamu menyadari dan hanya kamu lah yang bisa menolongnya." jelas Kencana


"Cobalah tanya pada hatimu yang paling dalam. Temukan dia dengan cintamu." kata Puspa


Setelah mengatakan itu mereka berdua menghilang dari hadapanku. Termasuk teratai emas juga menghilang. Sepeninggalnya mereka, aku semakin bingung. Aku sudah berusaha mencari tahu jawabannya tapi tidak ketemu.


Kemunculan Puspa dan Kencana yang semula membuatku bahagia, karena berharap mereka akan langsung membantu dan memberitahu. Tapi ternyata, mereka hanya memberikanku petunjuk. Sedangkan untuk memecahkan teka - teki nya, aku sendiri yang harus mencarinya.


Aku masih bingung, dengan apa yang akan aku lakukan sekarang. Pilihannya hanya satu yaitu kembali mengamati gerak gerik Balaputra. Seperti apa yang sudah kami sepakati sebelumnya.


**


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktunya karena sudah berkenan membaca.


Sekali lagi jangan lupa untuk like, rate bintang 5, dan vote ya.

__ADS_1


With love


Citraleka


__ADS_2