
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...
Maaf ya baru update,. kemarin full acara.
Happy reading
***
"Pangeran, kembalilah ke kerajaan utara. Bermeditasi dan bangkitkan seluruh kekuatan utara. Serap energi nya untuk menyatu dengan mu. Tapi..." kata Pandita.
"Tapi apa pandita?" tanya Adhiraksa.
Terlihat raut wajah sedih pada pandita. Melihat hal itu, Nara pun sangat cemas.
"Apa yang akan terjadi, pandita?" tanyaku penasaran.
"Tidak apa - apa anak mas, sekarang kalian kembalilah. Penjagamu sudah mencari mu. Dia sangat cemas karena tidak bisa menemukan kalian." kata Pandita.
"Tap..." kata ku tertahan.
Detik itu juga, kami kembali ke Candi Dieng. Ya, di depan Candi Srikandi. Puspa lalu muncul dan langsung memeluk Nara.
"Putri, akhirnya aku menemukanmu. Apakah kamu baik - baik saja?" tanya Puspa.
"Iya, aku baik.. maaf Puspa membuatmu khawatir. Kekuatan alam itu akibat pengaruh dari kebangkitan Walaing." kata Nara.
"Walaing?? Pangeran Walaing telah kembali?" tanya Puspa memastikan.
Aku dan Adhiraksa pun menganggukan kepala. Sebenarnya kami masih memikirkan perkataan pandita tadi. Bagaimana bisa Walaing memiliki kekuatan yang begitu hebat. Penggabungan antara Nara dan Adhir baru setara dengan Walaing. Padahal kekuatan adharma masih ada Arda Kumara, Patih Kegelapan, Balapati, Aura, Tamara.
Sedangkan kekuatan dharma terdiri dari Nara, Adhir, Satria, Prasta, Dika, Ivan, Retno Ayu. Jelas tidak mungkin kami mengorbankan para teman. Kami larut dalam lamunan masing - masing.
"Ada apa putri?" tanya Puspa.
Aku hanya menggelengkan kepala. Jujur, takut banget. Perang besar serta dendam masa lalu akan segera pecah. Cepat atau lambat Walaing pasti akan kembali ke istana kegelapan. Mereka pasti akan menyusun siasat untuk segera menyerang kami.
"Pangeran, apa yang terjadi?" tanya Puspa
Adhir pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Dia juga sedang memikirkan hal yang sama.
"Putri, katakan pada ku, apa yang terjadi?" tanya Puspa.
Nara pun akhirnya menceritakan pertemuannya dengan Pandita Dharma Hyang. Mendengar hal itu, Puspa pun kaget.
"Akan sangat mengerikan jika Walaing benar akan membalas kepada kita. Pasti akan ada banyak korban." kata Puspa.
"Itu lah yang sedang kami pikirkan." kataku
__ADS_1
"Baiklah putri, sebaiknya kita segera kembali ke rumah. Kita akan mendiskusikan ini dengan senopati dan Kencana." kata Puspa.
Kami pun akhirnya setuju dan kembali ke rumah aku. Keadaan sekitar rumah ku sangat memprihatinkan. Ada beberapa rumah tetangga ku yang roboh. Demikian juga dengan rumah ku. Atap nya berantakan, mama langsung memeluk aku.
Jelas, hal ini tidak bisa dibiarkan lagi. Aku lalu berpikir, jika kami harus menyingkir. Aku takut mereka akan menggunakan keluarga ku untuk menyerang kami. Setidaknya mama ku harus disembunyikan secara gaib.
*
(Jerman).
1 bulan kemudian, Satria dan Prasta telah menyelesaikan pendidikan komando. Tentu saja, mereka menyamar dalam wajah Dika dan Ivan.
"Nara.. kami akan tiba di Indonesia pukul 15.00 WIB. Sebenarnya lebih cepat menghilang. Tapi kita harus menghormati tubuh manusia ini. Sehingga kita akan menggunakan jalur udara. Begitu tiba di Jakarta, kami akan langsung ke Yogya. Kami sangat merindukan kalian. Ada hal yang harus segera kita bicarakan." kata Prasta
"Iya, segera pulang.. masalah besar sudah menanti kalian." kataku
Setelah obrolan singkat itu. Prasta dan Satria bersiap ke bandara. Tapi ada sesuatu yang mengganjal dalam benak mereka.
"Seperti ada yang mengawasi kita." bisik Prasta.
"Aku pun merasakan hal yang sama." bisik Satria.
Mereka lalu menggunakan mata batin mereka. Mencoba menelisik apa yang sedang terjadi. Begitu tahu, apa yang sedang dilakukan oleh prajurit hitam dengan pesawat yang akan mereka tumpangi.
"Mereka siapa?" bisik Prasta
"Sepertinya bukan prajurit kegelapan. Mau apa mereka?" tanya Satria.
"Segera cari tahu" kata Prasta.
"Hey, apa yang kalian lakukan?" tanya Satria.
Mendengar suara Satria, prajurit itu pun menoleh. Tanpa ba bi bu, mereka langsung menyerang Satria. Tenaga dan kemampuan yang aneh dari prajurit itu. Satria pun merasakan bahwa kekuatan mereka bukan dari prajurit kegelapan.
"Siapa kalian? Mau apa menganggu perjalanan kami?" tanya Satria.
"Kalian harus mati, kalian adalah persembahan tuan kami untuk leluhur kami." kata salah satu prajurit itu.
"Persembahan? Persembahan apa maksud kalian. Cepat menyingkir, atau aku musnahkan kalian semua." bentak Satria.
Pertarungan pun semakin seru, dimana Satria juga mengeluarkan prajurit Mataram. Kini pertarungan menjadi imbang. Satria memiliki waktu untuk melihat jalannya pertarungan ini.
"Aku harus menelisik, sebenarnya mereka siapa. Persembahan apa? Siapa yang menumbalkan kami?" tanya Satria dalam hati.
Satria lalu menangkap salah satu prajurit bertudung itu. Serta menelisik melalui mata gaib nya. Betapa terkejutnya dia setelah tahu kejadian sebenarnya. Ternyata, Hainan dibalik semuanya itu. Meskipun Hainan sudah mati. Tetapi ada seorang wanita yang menghidupkan jiwa nya. Sehingga jiwa Hainan ingin membalas dendam. Hainan bisa kembali hidup tapi dengan cara memasuki badan salah satu dari Ivan dan Dika. Tapi ternyata, mereka salah. Badan itu bukan Dika dan Ivan. Sehingga sulit untuk dikalahkan.
"Oh jadi kalian adalah perewangan Hainan. Dasar licik, berani sekali dia melakukan hal ini. Tidak usah berlama - lama, akan segera ku akhiri." batin Satria.
Dia pun lalu mengeluarkan kekuatan inti dari alam. Sehingga dalam waktu sekejab, semua prajurit itu musnah. Termasuk prajurit Medang juga ikut kembali ke asalnya.
Di waktu yang sama, meja persembahan dari seorang wanita bernama Sharon itu meledak.
"Kurang ajar, prajurit ku kalah. Sebenarnya, siapa mereka. Kenapa sulit sekali melumpuhkan mereka." kata Sharon sambil marah - marah
__ADS_1
"Aku sudah menduga, mereka bukan lah manusia biasa." kata roh Hainan.
Pada waktu itu juga, Satria muncul dihadapan mereka berdua. Betapa kagetnya mereka ketika mengetahui Satria muncul.
"Siapa kau?? berani sekali memasuki daerahku." bentak Sharon.
"Aku orang yang kalian serang" kata Satria.
Sharon dan Hainan saling melirik. Rasanya tidak mungkin Karena yang mereka sedang adalah Dika dan Ivan.
"Kami tidak ada urusan denganmu. Tapi, roh mu sangat kuat sekali. Kekasih ku, apakah kau nyaman dengan roh itu? Kalau iya, hisap lah daya hidup nya." kata Sharon.
Hainan pun berubah menjadi wujud yang menyeramkan. Dengan buas segera menyerang Satria. Tapi sayang, Satria bukanlah ksatria sembarang. Jadi dengan mudah roh Hainan dihancurkan. Melihat hal itu, Sharon murka. Dia segera mengeluarkan kendi ajaib nya. Seketika itu, roh Satria masuk ke dalam kendi.
"Hahaha.. tak kusangka kesaktianmu hanya segitu saja. Kau telah memusnahkan kekasih ku. Maka kau lah yang akan menjadi gantinya. Aku akan segera merubah mu menjadi piaraanku." kata Sharon.
Dia bangga sekali, karena Satria dapat tertangkap dalam kendi itu. Satria terlihat mencoba beberapa kesaktiannya. Tapi dia tidak bisa membuka kendi itu. Melihat hal itu, Sharon pun tertawa penuh kemenangan.
"Kau tidak akan mampu membuka nya. Kendi ini adalah hadiah dari penguasa ruang jahat. Kau menyerahlah, serta menurut pada ku." kata Sharon.
"Menyerah padamu? mimpi pun aku tidak mau." kata Satria.
"Hahaha..coba saja, kita buktikan. Seberapa besar nyalimu. Aku akan bakar kendi ini. Maka kau pun akan ikut terbakar." kata Sharon menakuti.
Dia pun lalu memasukan kendi itu ke atas tungku api. Sedangkan dilain pihak, Prasta nampak cemas. Karena Satria tidak kunjung datang.
"Kemana dia, kenapa lama sekali kembali nya." batin Prasta.
Dia pun lalu mencoba menelisiknya. Betapa kaget nya ketika tahu Satria dikurung. Tapi Sharon tahu dan merasakan kehadiran Prasta.
"Hey manusia apa kau mencoba menyelamatkan temanmu? Dia akan segera musnah, sama seperti dia memusnahkan roh kekasih ku." kata Sharon.
Prasta pun kembali dalam kesadarannya. Karena tubuhnya di sentuh oleh seseorang.
***
Maaf banget baru sempat update.
Banyak hal dan deadline yang harus dikerjakan.
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya. Maaf kalau bosen ya. Serta ceritanya banyak tntg sejarah. Memang novel ini akan banyak menceritakan tentang sejarah indonesia kuna. Sebagai bentuk kampanye budaya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
terimakasih
with love
Citralekha
**
Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".
__ADS_1
jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.
juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"