
*Sebelum membaca jangan lupa untuk like, vote, dan comment ya*
happy reading **
Kami kemudian memutuskan untuk mengunjungi Candi Wisnu tapi entah apa yang membuatku bimbang. Rasa ingin kembali untuk memandangi kegagahan dan ketampanan Sang Siwa.
"Aku masih penasaran sama arca Siwa. Gimana kalau kalian ke Candi Wisnu dulu." kataku
"Kamu mau kemana?" tanya Dika
"Aku mau balik masuk ke bilik Siwa lagi." kataku
Aku kemudian melangkah buat masuk ke bilik Siwa. Tetapi ternyata mereka bertiga juga mengikutiku.
"Kok kalian ngikutin aku? tanyaku
"Mana mungkin kami meninggalkanmu." sahut Ivan.
kami kemudian masuk lagi ke bilik Siwa. Aku melihat lagi pria misterius itu tersenyum padaku.
'Siapa sih dia sebenarnya' tanyaku dalam hati.
"Eh ... nglamun saja, lihat apa sih, jadi naik nggak?" kata Fais membuatku kaget.
"Jadilah" kataku singkat.
Kami kemudian kembali naik ke atas. Aku melihat lagi arca Dewa Siwa yang begitu sangat menawan.
"Ganteng sekali, coba dia hidup. Aku pasti suka padanya." gumamku.
"Ngawuuur, hati - hati kalau ngomong" protes Dika.
__ADS_1
Fais kemudian kembali menjelaskan tentang keberadaan arca Siwa.
Arca Siwa Mahadewa adalah dewa tertinggi dalam Agama Hindu. Dia diletakan dalam sebuah garbhagrha.
Siwa memiliki kendaraan yang berupa lembu Nandi. Arca ini memiliki atribut berupa ardacandrakapala adalah hiasan dari rambut yang terdapat bulan, bintang, dan hiasan tengkorak manusia. Sedangkan mahkota yang dikenakan oleh Dewa Siwa dinamakan jatamakuta atau mahkota keagungan yang dipakai menggunakan gelung rambut.
"Anak - anak, apakah kalian tahu. Apa yang membuat dewa ini dikenal sebagai Siwa Mahadewa?" tanya Fais.
"Trisula , ardhacandrakapala, genitri." jawab Ivan.
"Bagus Van, kamu sudah mulai paham untuk mengenali arca yang ada di Prambanan. Apakah ada lagi?" tanya Fais lagi.
"Dia mempunyai mata ke 3, bhatara trinetra." jawabku.
Trinetra adalah salah satu ciri utama unyuk mengenali arca Dewa Siwa. Tri artinya tiga, sedangkan netra artinya mata. Jadi Dewa Siwa memiliki mata ketiga yang berada di dahinya. Mata ketiga ini yang ia gunakan untuk melihat jagadraya beserta isinya.
"Siwa juga memegang camara." sahut Dika
"Oh hya ... kenapa Siwa dan dewa lainnya selalu digambarkan berdiri di atas teratai." tanya Ivan yang penasaran karena seluruh arca yang kita kunjungi semuanya berdiri di atas teratai.
Aku kemudian menjelaskan bahwa teratai dalam Agama Hindu dan Budha adalah bunga suci.
Teratai atau padma adalah bunga suci yang dapat tumbuh di 3 alam. Akar bunga tumbuh di dalam lumpur (air), daunnya mengambang di air dan batangnya menembus sampai ke darat. Sedangkan bunganya berada di udara. Bunga teratai memiliki minyak alami yang terkandung di dalamnya. Itulah sebabnya bunga teratai tidak bisa basah oleh air. Teratai juga hidup di tempat yang kotor (lumpur). Akan tetapi ketika mekar dia akan memberikan keindahan. Jadi itu melambangkan bahwa kita sebagai manusia jangan sampai terpengaruh dengan hal - hal negatif. Kita harus terus menyebarkan nilai - nilai positif agar manusia yang kurang baik berubah menjadi baik dan memiliki welas asih.
"Ada ciri lagi yang membuat Dewa Siwa istimewa." kata Dika.
"Apa itu?" tanya Fais penasaran.
"Siwa ini digambarkan memiliki atribut singa". jawab Dika penuh arti.
"Mana singanya?" tanta Ivan penasaran sambil terus mencafi dimana letak singa berada. Fais dan Ivan terus mencari keberadaan singa mulai dari atas hingga bawah. Mereka tidak menemukannya. Tapi aku melihat ada dimana singa itu berada.
__ADS_1
"Nggak ada singanya!" kata Fais yang mulai kesal.
"Ada ... aku lihat kok." kataku. Mereka semakin penasaran, kemudian Dika menunjukan singa itu berada. Ukirakan singa berada di pakaian bawah siwa sebelah kiri.
"Iya, aku lihat. Hebat kalian ber dua bisa menemukan atribut Siwa. Jeli juga ya mata kalian." puji Fais setelah menemukan keberadaan singa ada dimana.
Singa adalah binatang terkuat di dunia ini. Ia dikenal sebagai raja hutan. Makanya tak elak jika Siwa menggunakan atribut singa. Dalam penggambaran lainnya Siwa menggunakan pakaian yang terbuat dari kulit harimau dan duduk di atas singa bersama istrinya Parwati.
"Siwa juga menggunakan hiasan dada yang terbuat dari ular kobra." sahutku.
"Pasti karena kibra adalah rajanya ular. Ular yang memiliki racun paling mematikan di dunia ular." sahut Ivan.
"Betul." jawabku singkat.
Setelah kami puas, akhirnya kami turun dan menuju ke bilik Wisnu.
*
Cukup dulu ya episode kali ini.
maaf ya jika kemarin tidak terbit. Itu karena 2 episode yang Citralekha buat masih di review oleh manggatoon. Semoga ini bisa di review dengan cepat dan bisa dibaca lagi.
with love
Citralekha
Note :
Siwa dalam arca ini juga memiliki hal yang istimewa. Siwa digambarkan menggunakan pakain bawah atau jarik atau sarung yang berhiaskan bunga cendana "sandalwood flower motif". Motif yang mengambil bentuk bunga cendana. Pemilihan bunga cendana karena kayu cendana merupakan kayu yang disucikan dalam tradisi Hindu.
__ADS_1