Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Sang Dewi Kematian yang Mempesona


__ADS_3

*sebelum membaca episode kali ini, jangan lupa like, vote, dan comment dulu ya gais*


.


Kami sampai di depan bilik utara dan sama seperti di bilik - bilik sebelumnya. Kami harus menunggu giliran untuk naik ke atas.


"Wisatawannya banyak juga ya." puji Ivan.


"Iyalah, world heritage. " kata Fais.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya tibalah giliran kami untuk naik ke bilik utara.


"Cantik ya dewi nya. Tapi serem, dia bawa banyak senjata." kata Ivan yang penuh kekaguman.


Di depan kami telah berdiri sebuah arca dewi yang cantik jelita memiliki 8 lengan dan masing - masing lengannya membawa senjata para dewa. Dia berdiri di atas kerbau dan mencengkeram seorang raksasa.


"Namanya Dewi Durga." kata Fais.


"Ngertiiiiiii." kata kami kompak bertiga.


Kami kemudian tertawa ngakak karena Fais menjelaskan sesuatu yang jelas - jelas di depan mata kami ada tulisannya dengan jelas.


"Oke - oke, aku lupa kalau kalian tu Arkeolog Cilik, hehehehe." Fais kembali memuji kami bertiga.


"Inikah Roro Jonggrang itu?" tanya Ivan.


"Betul, tapi nama aslinya adalah Durgamahisasuramardini ." kataku


"Apa artinya itu?" tanya Ivan.


"Durga yang membunuh raksasa bernama mahesasura." jawab Fais.

__ADS_1


"Kenapa yang mengalahkan mahesa seorang wanita, bukan laki - laki?" tanya Dika.


Pertanyaan Dika membuat Fais dan Ivan bertatap muka kemusian menggelengkan kepalanya. Dika kemudian dengan detail menjelaskan mitologi Durgamahisasuramardini.


Dalam kitab Devi Mahatya dijelaskan bahwa suatu hari kahyangan diserang oleh pasukan mahesasura. Mereka menyerang para dewa dan para dewa pun dapat terkalahkan. Para dewa tidak dapat menggalahkan asura tersebut.


Asura tersebut telah mendapatkan anugrah dari Dewa Siwa untuk tidak dapat dikalahkan oleh dewa siapapun juga. Akhirnya Dewa Indra sebagai komandan perang meminta bantuan kepada Siwa dan Wisnu untuk menggalahkan Mahesasura. Tapi dia hanya akan mati oleh seorang wanita yang sangat sakti.


Parwati (istri Siwa) pada awalnya tidak ingin berperang. Akan tetapi setelah mengetahui bahwa putranya yang bernama Karttikeya dikalahkan dan terluka oleh Mahesasura. Akhirnya bersedia untuk berperang menggalahkan raksasa berbentuk kerbau tersebut.


Para dewa kemudian memberikan senjata kepada Dewi Parwati untuk menggalahkan Mahesasura. Dewa Siwa memberikan Tri Sula, Wisnu memberikan Sanka dan cakra, Agni memberikan tombak, Baruna memberikan pasa atau jerat, Maruta memberikan busur dan anak panahnya, Kala memberikan pedang dan perisai, Ananta Sesa memberikan kalung ular berliontin mutiara hitam.


Parwati kemudian pergi ke Gunung Windya dengan menaiki seekor singga gunung. Dia kemudian menantang Mahesasura. Pertempuran menjadi sangat seru karena raksasa itu ternyata memang sakti. Akan tetapi, karena anugrah dari para dewa. Parwati kemudian menaiki singa dan singa itu menerkam Mahisasura yang saat itu menjelma menjadi seekor kerbau.


Parwati kemudian menginjak leher asura dan menusukan tri sula ke dada Mahesasura. Atas keberhasilan Parwati menggalahkan Mahesasura itulah Parwati disebut dengan Durgamahisasuramardini. Artinya adalah Durga yang telah membunuh raksasa berbentuk kerbau yang bernama Mahesasura.


"Kenapa dinamakan Durgamahisasuramardini, bukan Parwatimahisasuramardini?" tanya Ivan.


Aku kemudian melirik kepada Fais yang terus memperhatikan bagian dada dari Durga.


"Kenapa Mas Fais lihatnya begitu banget?" tanyaku agak jengkel.


"Bulat sempurna dan mengkilat. Tau nggak kenapa?" tanyanya.


"Karena sering disentuh oleh tangan - tangan jahil wisatawan." jawab Dika.


"Mas Fais mau coba megang juga?" goda Ivan.


"Astufirullah ... enggaklah, btw tahu nggak kenapa hidungnya Durga rusak?" tanya Fais.


Aku kemudian menjelaskan kenapa hidungnya rusak. Hal itu disebabkan oleh salah satu wisatawan bule yang saat mengunjungi Durga. Bule tersebut gemas karena saat menjauh arca itu seolah - olah tersenyum dan menggodanya, ketika didekati tetapi hanya sebuah arca. Akhirnya dia jengkel dan memukul hidung Durga dengan tongkat.

__ADS_1


"Eh ini adalah akhir dari Candi Siwa, lanjut ke Candi Wisnu ya." ajak Fais.


Kami kemudian turun dari bilik Durga.


*


Episode kali ini cukup ya gais, sudah 2 episode. Semiga reader semakin mendapatkan pengetahuan tambahan tentang seni arca yang ada di Prambanan.


with love


Citralekha


Note :


1. ugra adalah sifat ketika sedang marah. Sedangkan saumya adalah sifat welas asih.




Dalam perkembangan seni arca di Prambanan, Durga digambarkan menggunakan mahkota yang diaebut dengan kiritamakuta. Menggunakan sumping, dan perhiasan yang sangat raya. Kendaraan Durga adalah Singa Himawat.




Kemunculan tokoh wanita dalam masa Mataram Kuna ialah hadirnya seorang figur wanita yang dipercaya sebagai seorang ratu yang mampu melindungi masyarakat dari kekacauan.



__ADS_1



__ADS_2