Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Nandi Grha


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Maaf ya baru update,. kemarin full acara.


Happy reading


*Spesial update hari ini ya gais, Jangan lupa untuk vote*


***


"Kumbhageni? Ajian ini seharusnya sudah musnah. Kenapa masih ada di sini." kata Satria


"Kau akan mati dengan ajianku ini" kata Hainan.


Hainan merasa bahwa lawannya akan mati. Jika Satria mati maka misi nya akan berhasil. Selain itu, dia tidak akan dituduh sebagai pembunuh. Akan tetapi lebih kepada kecelakaan latihan.


Satria pun lalu melirik pada Prasta.


"Lakukan apa yang mau kamu lakukan" kata Prasta dalam telepati.


Satria pun menganggukan kepala. Terlihat Hainan sangat bernafsu untuk membunuh Satria.


"Sekarang kau akan mati" batin Hainan.


Hainan pun lalu melancarkan serangan dengan ajian Khumbalageni. Ajian yang menyalurkan energi panas api sangat sangat panas. Manusia biasa busa langsung mati terbakar.


Ajian itu, secepat kilat langsung menyambar tubuh Satria. Terlihat ada kepulan asap. Hainan mengira bahwa Satria telah tewas. Demikian juga dengan para prajurit. Mereka menduha bahwa Ivan Satria telah mati.


Hainan pun langsung menghampiri tempat berdirinya Satria semula. Dia langsung menanggis dan bersujud di depan kobaran api itu. Tentu saja, hal itu membuat para siswa semakin khawatir dengan Ivan. Mereka menduga, bahwa Satria telah mati.


"Hainan apa yang kau lakukan??" teriak komandan latihan.


"Izin Ndan, saya tidak sengaja. Saya hanya terbawa suasana." kata Hainan beralasan


"Tapi kamu susah menghilangkan nyawa seseorang, Han!" teriak komandan.


Melihat perdebatan itu, membuat Prasta lalu mendekatinya.


"Mr. Dika maafkan saya, tidak seharusnya saya mengizinkan hal ini. Saya tidak menyangka bawa Hainan akan menggunakan tenaga dalam." kata komandan


Prasta pun lalu tersenyum


"Tidak masalah komandan, semuanya baik - baik saja kok." kata Prasta.


Mendengar perkataan Dika membuat semua nya kaget. Bagaimana semua nya bisa baik. Sedangkan Ivan pasti sudah hangus terbakar.


"Tapi bagaimana dengan Ivan?" tanya komandan.


Pada saat kebingungan komandan. Tetiba salah seorang prajurit melapor.


"Komandan, izin di sini tidak ditemukan jasad tuan Ivan. Kosong tidak ada apa - apa." kata seorang prajurit.


"Mustahil!! itu tidak mungkin." kata Hainan.


"Apa maksudmu Hainan? Apakah ilmu mu itu membuat seseorang menghilang dengan jasadnya?" tanya komandan.


"Izin Ndan, saya tidak begitu tahu. Ini adalah ilmu warisan kakek saya. Awalnya saya hanya ingin menguji kehebatan ilmu ini saja." kata Hainan.


Prasta pun hanya tersenyum. Tentu saja dia tahu apa yang sedang terjadi. Mereka memang sengaja membiarkan Hainan menang. Tujuannya ialah untuk mengetahui rencana Hainan. Pasti ada seseorang dibalik semua ini. Sehingga mereka terpaksa menggunakan cara ini.

__ADS_1


"Mr. Dika, apakah Mr. Ivan juga memiliki ilmu kesaktian seperti saya?" tanya Hainan.


"Tidak, kalau dia memiliki kesaktian sepertimu. Pasti dia akan bisa melawan mu. Tapi kenyataannya tidak, kasian sekali sahabatku itu. Nasibnya sangat malang sekali." kata Prasta.


Dalam hati pun Hainan merasa senang. Tapi sekaligus kaget. Bagaimana tidak, kenapa tiba- tiba tubuh Ivan menghilang. Tapi dia tidak mengambil pusing. Intinya salah satu dari Ivan dan Dika sudah meninggal. Dia kini harus meminta jatah yang dijanjikan.


"Mr. Dika bagaimana ini?" tanya komandan.


"Tenang saja, Ndan ... semua nya akan baik - baik saja. Kita anggap bahwa Satria eh maksudnya Ivan berjalan - jalan sejenak." kata Prasta.


"Apa maksud perkataan anda, mr. Dika. Seperti ada yang sedang terjadi dengan kalian. Apakah kalian terlibat permusuhan?" tanya komandan.


Mendengar pertanyaan dari atasan, Hainan pun segera menjawabnya. Tentu saja, dia tidak mau atasannya curiga dengan dirinya.


"Tidak, Ndan... Kami baik - baik saja kok. Ini adalah murni kita ingin latihan tenaga dalam." kata Hainan.


Tapi komandannya kemudian melirik ke arah Dika. Tentu saja Prasta hanya tersenyum. Untuk saat ini Prasta ingin mengalah terlebih dahulu. Selain itu, dia juga sadar bahwa dia sedang menyamar. Dia tidak ingin semua orang melihat kehebatan kekuatan ilusinya.


"Lalu apa yang akan kita lakukan dengan Ivan? Bagaimana saya akan mempertanggungjawabkan semua ini?" tanya komandan.


"Hmmm... ini adalah kecelakaan" kata Hainan.


"Hainan, stooop!! Atau saya akan menembakmu sekarang. Jika Ivan meninggal dalam latihan. Lalu bagaimana kita akan menyerahkan jasadnya?" tanya komandan.


Saat itu Hainan sangat bingung, ya benar - benar bingung. Dia ragu bagaimana harus mengatakannya. Karena rencana awalnya untuk membunuh Ivan berhasil. Tapi ternyata jasad Ivan juga menghilang tanpa bekas. Hal itu lah yang membuat Hainan bingung. Dia tidak tahu, bahwa ajiannya mengandung ilmu perusak raga.


Mengetahui Hainan terlihat bingung. Prasta pun menghampirinya.


"Tenang saja, jangan terlalu khawatir. Jika Ivan belum saatnya meninggal. Dia akan kembali lagi kok. Kamu tenang saja, rencana mu untuk menyingkirkan kami berhasil." bisik Prasta.


Hainan pun tercenang dengan perkataan Prasta. Bagaimana Prasta bisa tahu tentang rencananya. Selain itu, dia juga kaget apa maksud dari Prasta bahwa Ivan akan kembali.


"Hm.. Aku sudah curiga, bahwa kalian bukan manusia biasa. Katakan padaku, kesaktian apa yang kamu miliki?" tanya Hainan.


"Apakah kamu berhak tahu, siapa saya sebenarnya? Kamu hanyalah anak kemarin sore yang baru mencicipi tenaga dalam. Tapi langsung begitu sombong. Berhati - hatilah anak muda." bisik Prasta sambil menepuk pundak Hainan.


*


Mereka bertiga menuju ke tempat pertapan Ivan. Ya tentu saja Nanti Grha. Sebuah tempat yang di dalamnya terdapat gugus percandian yang sangat unik. Candi yang berada di tengah perkampungan masyarakat. Candi yang dipenuhi dengan hijau nya rerumputan.


"Ini kah Nandi Grha?" tanya Ivan.


Kami berdua pun hanya tersenyum dan menganggukan kepala. Nandi Grha adalah nama lain dari sebuah candi yang ada di Temanggung. Lokasi ini tidak jauh dengan Situs Liyangan.


"Apa nama lain dari Nandi Grha?" tanya Ivan.


"Namanya Candi Pringapus" kata Nara.


"Bagaimana dengan sejarah penemuan candi ini? Maksudku bisakah kamu menceritakan tentang candi ini di masa sekarang?" tanya Ivan.


"Oke, aku akan menceritakan padamu tentang Candi Pringapus di masa kini." jawab Nara.


Candi Pringapus terletak di lereng sebelah timur Gunung Sindara dan tidak jauh dari sini terdapat Situs Candi Perot. Pada tahun 1844 untuk pertama kalinya Candi Perot dan Candi Pringapus dicatat oleh F.W. Junghun. Tahun 1929, Pemerintah Hindia Belanda memugar candi itu di bawah tanggung jawab Dinas Purbakala (Oudhenkundige Dienst). Salah satu penelitian Candi Pringapus yang terkenal dilakukan oleh E.B. Vogler pada tahun 1949 yang meneliti ragam hias  kala – makara.


"Kala makara?" tanya Ivan


"Iya, itu adalah hiasan berupa kepala kala (waktu). Dia berwujud raksasa yang bertugas menjaga rumah atau candika untuk pemujaan dewa." sahut Adhiraksa.


"Lalu candi ini besarnya berapa meter?" tanya Ivan.


Semenjak dia bergaul dengan kami. Ivan selalu kritis dalam setiap hal. Terutama jika berkaitan dengan masalah percandian.


Denah Candi Pringapus hampir bujur sangkar, ukuran 32 x 26 m, menghadap ke barat. Candi Pringapus terdiri atas kaki, tubuh, dan atap dengan tangga hanya tinggal sebagian. Tubuhnya dihias perbingkaian dengan selasar selebar 30 cm dan di dalam ruangan candinya hanya ada arca  nandi . Menarik perhatian tidak ada sumuran untuk menempatkan peripih, tetapi di sudut-sudut di perbingkaian terdapat rongga-rongga kecil berukuran 8 x 8 cm.


"Keistimewaan Candi Pringapus ada pada reliefnya. Ragam hias  kala – makara sangat unik,dicirikan oleh kepala  kala yang berdagu serta dua cakarnya menjulur ke depan. Terlebih lagi  makara-nya berupa kepala naga yang memuntahkan manik-manik semakin menambah keunikannya" sahut Adhiraksa.

__ADS_1


Ivan pun lalu berjalan mengitari Candi Pringapus.


"Reruntuhan ini?" tanya Ivan.


"Candi Perwara, setiap candi pasti dibangun lengkap dengan candi Perwara." kata Nara.


"Candi saja punya pasangan, masa kamu masih jomblo sih Van?" ledek Adhiraksa.


"Heleeeh... pangeran tengik,. Elo kan juga sama" balas Ivan.


Kami pun lalu tertawa bersama.


"Kalau candi ini dibangun pada tahun berapa?" tanya Ivan.


"Candi Pringapus didirikan sekitar tahun 772 Saka / 850 CMasehi berdasarkan pada inskripsi yang ditemukan di bagian pondasi. Candi Pringapus diyakini sebagai candi perwara yang merupakan bagian dari kompleks candi yang dipersembahkan untuk Dewa Siwa." sahut Adhiraksa.


"Tunggu, candi Perwara? Maksudmu Candi Pringapus ini bukan candi utama? Melainkan hanya Perwara? Lalu Candi Induknya dimana?" tanya Ivan.


"Entah, masih terkubur atau malah sudah rusak." sahut Adhiraksa.


Situs Candi Pringapus terletak Desa Pringapus, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah


Nandi yang digambarkan sebagai sapi adalah wahana/kendaraan Dewa Siwa. kadang ia berdiri sendiri tanpa sosok Dewa Siwa. Hal ini dianggap bahwa Nandi sebagai simbol keberadaan Siwa. (Arca Nandi berada dalam relung candi)


Ketika Ivan mengelilingi dan memperhatikan detil candi itu. Tiba - tiba matanya melihat sesuatu yang absurd.



"Relief ala itu?" tanya Ivan gugup.


"Elo enggak lihat atau pura - pura enggak lihat? Itu relief seorang lelaki sedang memegang buah dada seorang wanita." kata Adhiraksa.


Ivan pun yang awalnya malu mencoba menutupi. Tapi ternyata pangeran tengik telah vulgar.


"Dasar pangeran tengik" cibir Ivan.


Relief sosok pria merangkul wanita dan tangan pria memegang buah dada wanita. Relief ini menggambarkan Relief gelora jiwa muda. Relief ini dihubungkan dengan kisah Arjunawiwaha. (Relief terdapat di dinding candi.


"Hei ... kenapa ini banyak sekali batu yang berserakan?" tanya Ivan.


"Ya, itu adalah Candi Perot" kata Adhiraksa.


"Candi Perot?" tanya Ivan memastikan.


Aku dan Adhir pun kemudian tersenyum.


"Bisakah aku dibawa melihat atau kalian menceritakan pada aku tentang Candi Perot." kata Ivan sangat antusias.


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.

__ADS_1


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"


__ADS_2