Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Ambisi Adhiraksa Sida


__ADS_3

** Sebelum membaca jangan lupa untuk klik like, vote, rate, dan comment ya**


Happy reading.


.


.


"Putri, katakan pada kami, kamu mau diantarkan kemana?" tanya Puspa


"Apa kalau aku menyebutkan suatu tempat kalian akan mengantarkanku?" tanyaku


"Kami akan ikuti kemanapun putri pergi. Kami tidak akan pernah meninggalkan putri." katanya


Aku kemudian tersenyum dan langsung memeluk Puspa.


"Sekarang kira mau kemana? jangan - jangan putri ingin minta kami mengantar ke masa depan?" tanya Kencana penuh rasa curiga


Aku hanya tersenyum. Aku sadar, bahwa aku belum bisa kembali ke masa depan. Tapi aku ingin menenangkan diri dan pergi ke suatu tempat.


"Bawa aku ke guruku." kataku


"Dewi Sakti?" tanya Kencana.


"Tentu, siapa lagi guruku." kataku


"Tapi tidak semudah itu bertemu dengannya. Putri harus bertapa dulu dan meminta izin." kata Puspa


Aku lalu minta diantarkan ke sebuah danau yang penuh dengan teratai. Aku memilih bermeditasi di tempat yang indah.


"Baik, kami akan membawa putri ke Danau Merah." kata Kencana


Aku hanya menganggukan kepala saja. Karena aku sendiri juga tidak tahu, dimana danau merah.


**


(Adhiraksa dan Sanjiwani).


Adhiraksa secepat angin langsung ketempat Sanjiwani. Tempati yang dia kirimkan segera direspon Adhiraksa.


"Ada apa Rakyan?" tanya Adhiraksa


"Apa yang kau katakan pada diriku di masa depan, Adhi?" tanya Sanjiwani


"Dia harus sadar posisinya. Dia tidak bisa mengantikanmu." kata Adhiraksa


Sanjiwani kemudian menjelaskan, bahwa aku (Nararia) adalah dirinya di masa depan. Jadi kami adalah satu.

__ADS_1


"Tapi Rakyan, sekarang kalian membelah diri menjadi dua. Jadi sulit untuk menerima semua ini. Putri Nararia harus segera kita usir ke masa depan." kata Adhiraksa


"Bagaimana itu bisa, itu tidak mungkin, Adhir." kata Sanjiwani


"Kalau gitu, kita bunuh saja putri Nararia." kata Adhiraksa


Sanjiwani kemudian menampar Adhiraksa. Dia tidak menyangka, sahabatnya mempunyai pikiran yang licik.


"Adhir, apa kau sadar dengan perkataanmu??" gertak Sanjiwani


"Aku hanya bercanda saja. Ini terlalu rumit, atau jika kau setuju maka aku akan menikahi putri Nararia." saran Adhiraksa


"Tidak!! itu sama saja kau akan menikahiku. Aku tidak setuju!!" bentak Sanjiwani


Adhiraksa memang ingin sekali menikah dengan diriku. Tapi itu tidak mungkin aku lakukan. Meskipun aku dan Sanjiwani sekarang dua orang. Tapi sebenarnya kami satu. Kami bingung dengan semua ini. Bagaimana bisa kami bersatu lagi.


"Adhir apa kau mau mati, karena berani menyentuh putri Nararia? Aku di masa depan memiliki perisai sakti yang tidak bisa ditembus dengan ilmu apapun juga. Itu semua karena daya tapaku di masa kini." kata Sanjiwani


Adhiraksa kemudian membuang nafasnya secara kasar. Ada rasa pedih yang dia rasakan. Dia memiliki segalanya, tapi dia selalu kalah oleh adiknya, Satria. Dia merasa bahwa Satria selalu beruntung.


"Adhir, aku peringatkan jangan ganggu diriku di masa depan." kata Sanjiwani


"Tidak, putri Sanjiwani. Aku akan melakukan meditasi dan tapa. Aku akan mohon anugrah dewa. Aku akan minta di masa depan, kau akan berjodoh denganku. Bukan dengan Satria, adikku." kata Adhiraksa, segera dia menghilang dari hadapan Sanjiwani


Sanjiwani berusaha tegar. Tapi apa daya, air matanya dengan lancang meleleh. Dia lalu masuk ke goa pertapaannya. Dia berharap dapat memecahkan solusi ini dengan bantuan dewa.


**


Taman Sugata adalah taman yang Adhiraksa buat tatkala dia sedang ingin sendiri. Dia lalu memanggil sahabatnya, seorang kinara (manusia berbadan burung) bernama Andara.


"Ada apa pangeran, kau nampaknya sedang kesal?" tanya Andara


"Andara, aku ingin tanya kenapa Satria lebih dicintai semua orang? kenapa yang diinginkan adikku selalu terpenuhi? sedangkan aku tidak?" tanya Adhiraksa


"Pangeran, kau pasti akan mendapatkan apa yang kau mau. Tapi tidak dengan cara merebut apa yang akan menjadi milik saudaramu." kata Andara


Adhiraksa lalu memandang dengan mata tajam. Andara tahu bahwa pangeran yang dijaga nya sangat mengerikan jika marah.


"Tenang pangeran, ambisi yang berlebihan hanya akan membuat sakit hati." kata Andara


"Andara, segera kamu lacak dimana keberadaan Nararia sekarang. Jika aku tidak bisa mendapatkan Sanjiwani. Maka aku akan kejar Nararia. Mereka sama saja, dengan aku memiliki Nararia otomatis aku juga akan memiliki Sanjiwani." kata Adhiraksa


Andara lalu menutup matanya. Dia berusaha mencari dimana keberadaanku. Dia hanya bisa mendeteksiku ketika aku berada di langit ke 7. Tapi Andara tidak bisa melacakku dimana aku berada. Hal itu karena, Puspa dan Kencana telah memasang ajian Halimunan Dewa. Ajian yang hanya dimiliki oleh keturunan Dewa Indra.


"Maaf pangeran, saya hanya bisa melacaknya sampai di langit 7. Setelah itu, mereka menghilang entah kemana." kata Andara


"Mereka? mereka siapa? bukankah Nararia hanya seorang diri?" tanya Adhiraksa heran

__ADS_1


"Tidak pangeran, putri Nararia selalu didampingi oleh ksatria pilih tanding dari istana Kaindran." jelas Andara


Adhiraksa mukanya memerah, dia tidak menyangka selama ini Nararia terlindungi. Pantas saja, setiap ajian welas asih yang disebarkan padaku itu tidak mempan. Sekarang dia tahu, bahwa aku terlindungi.


"Andara apa kau tahu bagaimana caranya 3 pelindungnya menghilang?" tanya Adhiraksa


"Ksatria Kaindran akan meninggalkan putri Nararia jika sang putri yang menghendaki dan jika tugas mereka telah selesai." kata Andara


Adhiraksa kemudian berpikir keras. Bagaimana cara agar 2 ksatria penjagaku pergi dari dalam diriku. Menurutnya dengan hilangnya penjaga, maka dengan mudah dia akan mempengaruhi dan mendapatkanku.


**


(Balaputra)


Dalam tapa nya, Balaputra mendapatkan ujian yang sangat berat. Berbagai jenis dan macam denawa silih berganti hadir. Dia selalu bertarung dengan para denawa itu. Tapi denawa yang menyerang Balaputra adalah denawa tak kasat mata. Meskipun dia telah di jaga oleh denawa baik. Tapi selama bertapa godaan itu akan selalu ada.


"Manusia cilik, hentikan tapamu. Tak ada gunanya kau bertapa. Kau pasti kalah dengan kekasih dewa, itu." kata salah satu denawa


"Kau bukanlah Sang Hyang Widhi yang bisa menentukan siapa yang akan menang. Aku lah yang akan menang atas tahta ini." kata Balaputra


Pertarungan yang sengit itu akhirnya dapat dikalahkan oleh tapa Balaputra. Hingga suatu hari, Bala digoda oleh para peri (kinara - kinari). Mereka menari - nari dengan sangat erotis. Memperlihatkan bagian tubuh vital nya. Mungkin bagi lelaki biasa. Pasti sudah tidak tahan dengan godaan itu.


"Sial, kenapa harus wanita." kata Balaputra kesal


"Pangeranku, apakah kau tidak tertarik dengan kami?" kata para kinari


Dalam hati Balaputra merutuki dirinya sendiri. Dia harus mampu menahannya. Terlebih sempat terlintas di pikiran nya ialah Widasari. Tapi dia segera menepisnya. Karena tujuannya sekarang hanya satu, yaitu tahta.


Tubuh Balaputra bermandikan keringat. Hal itulah yang membuat denawa baik khawatir.


"Paduka, pangeran Balaputra sepertinya ada masalah dalam meditasinya." kata pengawal denawa


"Betul, godaan itu pasti berkaitan erat dengan apa yang akan ritual oleh pangeran. Jadi jangan ikut campur. Kita hanya menjaga dari serangan luar." kata raja denawa


***


Episode kali ini cukup ya. Terimakasih sudah berkenan menjadi reader. Jangan lupa untuk klik like, vote rate, dan comment ya. Biar aku semangat buat ngetiknya. hehehe


Maaf ya telat update baru slesekan deadline nie. Belum istirahat langsung ngetik. Jadi Aku mohon jangan lupa untuk like, vote, dan rate ya..


next : Apakah Balaputra akan berhasil dalam tapanya?


Apakah Adhiraksa akan berhasil dengan ambisinya?


Temukan jawabannya di episode selanjutnya ya.


With Love

__ADS_1


Citralekha


__ADS_2