Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Pertunjukan Barong Rangda Part 2


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.


Happy reading


***


Aku pun sekilas melirik pada mereka berdua yang selalu menampilkan adegan mesra.


"Enggak usah di lihat, mending lihat aku." kata Adhiraksa


"Fokus pada pertunjukannya, putri" kata Kencana


Aku pun kemudian memperhatikan jalannya pertunjukan lagi. Mataku tak lepas dari setiap penampilan peserta. Ada opening dance yang di buka dengan sangat meriah. Riuh tepuk tangan penonton pun terdengar.


"Apa kamu tahu jalannya cerita itu?" tanya Mbak Yessy di sampingku


"Aku kurang paham, mbak. Tapi ini di brosur diceritakan tentang alur cerita nya." kataku sambil menyerahkan brosur yang Gusde kasih tadi sore


"Lha kok aku nggak dapat?" tanya Mbak Yessy


"Gratisan, makanya enggak dapat." ledek Gusde.


Alur cerita dalam pementasan Barong Rangda ialah :


Pembukaan Diiringi dengan gending atau nyanyian, diceritakan barong dan kera adalah dua sahabat tatkala itu berada dalam sebuah hutan lebat. Kemudian muncul tiga orang bertopeng.Tiga orang tersebut digambarkan sedang membuat tuak di tengah hutan belantara.


Orang ituterlihat marah dan membuat keributan dan gaduh di hutan. Anaknya meninggal dimakan harimau. Mereka bertemu dengan Barong dan kera. Dia Melihat Barong yang berwujud seperti harimau. Orang itu langsung menyerang Barong. Dalam perkelahian tersebut, kera berhasil melukai salah satu hidung dari tiga orang bertopeng tersebut. Akhirnya mereka lari


Babak I, pertama dalam sinopsis Tari Barong ini diceritakan, munculnya pengikut rangda yang dibawakan oleh 2 orang penari. Pengikut rangda ini mencari pengikut Dewi Kunti (ibu dari para Pandawa) yang sedang dalam perjalanan untuk bertemu dengan maha patihnya.


Babak II, salah hatu pengikut Dewi Kunti, berubah menjadi Rangda. Wujud menjadi makhluk menyeramkan, dengan kekuatan mistisnya kekuatan setan dari Rangda tersebut mampu mempengaruhi dan memasukkan kekuatan jahat kepada pengikut Dewi Kunti. Sehingga mereka menjadi pemarah dibawah pengaruh kekuatan Rangda.


Akhirnya pengikut tersebut menghadap ke maha patih untuk kemudian bersama-sama menuju dan menghadap ke Ibu para Pandawa Dewi Kunti. Dalam hal ini sang patih dan para pengikutnya semua dalam pengaruh kekuatan Rangda.


Babak III, dantara 5 bersaudara panca Pandawa. Sahadewa sedang bersama Dewi Kunti. Kunti sendiri telah terikat janji dengan Rangda untuk menyerahkan Sahadewa kepada Rangda. Hati nurani seorang Ibu tentunya tidak tega untuk menyerahkan anaknya sebagai kurban untuk Rangda.


Tetapi kekuatan jahat Rangda yang sudah merangsuki pikiran Dewi Kunti. Sehingga beliau tetap berniat menyerahkan putranya. Sahadewa sendiri sebagai anak berbakti kepada orang tua. Dia tidak berani membantah. Dia melaksanakan segala yang diperintahkan oleh ibunya.


Akhirnya sang dewi menyerahkan Sahadewa kepada patihnya. Serta kepada para pengikutnya yang terlebih dahulu sudah pengaruh Rangda. Mereka membawa Sahadewa dan mengikatnya dihadapan sang Rangda.


Babak IV, dalam situasi seperti ini Sahadewa tidak bisa berbuat banyak. Apalagi patih dan pengikutnya semua dalam pengaruh Rangda. Saat itulah turun Dewa Siwa memberikan keabadian dan kekuatan kepada Sahadewa. Siwa datang tanpa diketahui oleh Randa ataupun pengikutnya.


Kemudian datanglah Rangda untuk menyantap tubuh Sahadewa. Namun betapa terkejutnya, Rangda karena tidak sedikitpun dapat melukai tubuh Sahadewa. dan Semua berkat kekuatan dan keabadian yang dianugerahkan Dewa Siwa kepada Sahadewa. Rangda kemudian menyerah, minta diselamatkan dan diampuni agar bisa nantinya masuk sorga, permintaan tersebut dipenuhi oleh Sahadewa dan Rangda sendiri bisa dapat sorga.


Babak V Merupakan babak terakhir yang menjadi pertarungan sengit anatar Barong dan Rangda. Ini terjadi ketika seorang pengikut Rangda bernama Kalika menghadap ke Sahadewa. Tujuannya agar diberikan pengampunan dan diselamatkan agar bisa masuk sorga. Permintaan tersebut ditolak oleh Sahadewa.


Sehingga membuat Kalika menjadi marah. kekuatan Kalika berubah wujud menjadi seekor **** dan menyerang Sahadewa. **** hutan tersebut dapat dikalahkan oleh Sahadewa. **** berubah wujud lagi menjadi burung. Kalika tetap bisa dikalahkan. Sehingga pada akhirnya Kalika berubuh wujud menjadi kekuatan terdahsyat menjadi Rangda.

__ADS_1


Untuk menghadapi kekuatan tersebut, Sahadewa berubah diri menjadi Barong. Kekuatan mereka berimbang, sama-sama saktinya sehingga menjadi pertarungan abadi tanpa ada yang kalah maupun menang. Termasuk pengikut Barong yang ingin menolong sambil menghunus keris tidak bisa melumpuhkan kekuatan Rangda.


*


"Rangda dan Barong sama - sama sakti." batinku


"Ya, tapi ada petunjuk putri untuk menghalau kekuatan Rangda." kata Kencana


"Aku tahu yaitu panglukatan dengan menggunakan tirta Sudamala." kataku


"Itu penawarnya, tirta Sudamala." kata Puspa


"Dimana kita bisa mendapatkan tirta itu?" batinku


"Kau seorang putri mahkota yang cerdas. Kau juga seorang Arkeolog. Kau pasti tahu, dimana harus mendapatkan tirta itu." kata Kencana


Mereka ber tiga lalu menghilang dari hadapanku.


"Dadar para hantu, main pergi tanpa pamit." umpatku


Sepeninggalnya mereka aku lalu browsing tentang sumber mata air yang ada di Bali. Sumber ini bukan sembarang sumber. Tapi harus benar - benar tirta Sudamala. Agar mampu menghalau kekuatan atau pengaruh dari Rangda.


"Nara, kamu mau pulang atau mau di sini?" tanya Gusde


"Eh ... iya, ayo pulang." kataku


Ternyata aku masih duduk merenung di kursi pertunjukan. Aku pun lalu berdiri dan menyusul teman ku.


"Sayangku Prasta, mau kah kamu mengendong aku?" tanya Aura manja


"Sabar nara." kata Mbak Yessy.


Kami pun lalu pulang ke villa. Sesampainya di vila, aku bertemu dengan ayahnya Mas Putu. Aku pun urung untuk ke kamar. Tapi ...


"Putri tunggu,.. untuk membuktikan apakah Satria dan Prasta terkena ilmu leak. Kau harus membuktikan." kata Adhiraksa


"Pasti lah itu, mereka terkena pelet." kataku


"Uji dulu, seberapa kekuatan pelet yang masuk ke tubuh mereka." kata Adhiraksa.


Aku pun jadi sadar, bahwa selama ini aku tidak pernah menguji nya. Aku kan seorang putri mahkota. Jadi aku akan membuktikan ilmu pelet jenis apa yang di pakai 2 wanita ngeselin itu.


"Adhir ... jika Satria dan Prasta merupakan pangeran Medang. Kenapa mereka bisa terkena pelet?" tanyaku


"Itu karena ilmu mereka tidak sempurna. Mereka tidak bisa maksimal menggunakan kekuatan itu. Mereka akan sempurna setelah bersatu dengan pasangan. Jadi selama Prasta dan Satria belum menemukan siapa wanita nya. Mereka hanya bisa menggunakan kekuatan mereka sebanyak 50%. Jadi mereka bisa terpengaruh dengan ilmu yang lebih tinggi dari ilmu nya saat ini." jelas Kencana


Aku paham sekarang, jadi di masa kini kekuatan mereka hilang setengah. Sama karena mereka juga telah kehilangan hati nya. Sehingga kekuatan mereka tidak maksimal.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanyaku


"Malam ini, kau harus bertarung dengan kekuatan pelet, itu." kata Kencana


"Apa aku bisa menang melawan Rangda?" tanyaku

__ADS_1


"Semua tergantung pada diri mu." kata Puspa


Setelah itu mereka kembali menghilang. Aku pun lalu masuk kamar. Aku sudah memutuskan nanti tengah malam. Aku akan meraga sukma agar bisa menyentuh Prasta dan Satria tanpa diketahui.


*


Malam tiba


Aku mulai untuk melakukan raga sukma. Sebelum itu, aku memanggil Puspa untuk menjaga raga ku. Setelah semuanya siap, aku meraga sukma. Sukma ku melayang menuju kamar Prasta dan Satria. Benar saja, aku terpental.


"Awwww" teriakku


Aku coba untuk berdiri dan menggunakan kekuatan. Pintu kamar Satria seperti ada dinding tipis. Tapi aku segera menebasnya.


Praaaannnggg


Suara seperti pecahan kaca. Belum sempat aku masuk. Sosok dua buah makhluk kepala dengan jeroan sudah melayang. Mereka menghadang ku. Segera ku lawan mereka. Seperti dalam cerita, mereka sangat sakti.


"Makhluk macam apa kamu?" tanyaku


"Hahahahha ... Aku akan membunuhmu." kata nya


Terjadilah pertarungan antara kami ber tiga. Kekuatan mereka sangat besar. Sepertinya aku tidak membunuh nya. Tapi jika mengusir sepertinya bisa. Aku lalu mengeluarkan panca roba. Makhluk itu lalu kabur.


"Tidak usah dikejar, putri. Segera laga di kamar ini dengan mustika sakti. Agar leak tadi tidak bisa kembali masuk." saran Puspa


*


Sisi lain


Balian sakti suruhan Aura terluka parah. Dia mengalami luka karena panah pancaroba.


"Kauu tidak akan bisa melepaskan ilmu pelet itu." kata Balian itu


Balian lalu bersemadhi untuk mengembalikan kekuatannya lagi.


*


Aku pun minta izin kepada Pak Gede untuk keluar. Aku membuat alasan akan pergi ke Bali Arkeologi Denpasar. Tapi sebenarnya, aku sedang mencari sumber air Sudamala.


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment ya.


next :


Apakah Nara akan menemukan sumber Air Sudamala?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih

__ADS_1


With love


Citralekha


__ADS_2