
*Sebelum membaca, jangan lupa untuk like, vote, rate, dan comment ya*
Happy reading
.
.
Aku segera menyingkir dari hadapan setan cilik itu. Kakiku terus melangkah mencari dimana istana Kala Maruti. Tapi lama - lama aku tidak kuat dengan bau bangke pada kafan yang aku pakai. Aku kemudian mencari danau dan rencana mandi.
"Kenapa aku pakai kain busuk kayak gini. Aku kan bisa memanfaatkan kalung pancaroba." gumamku
Tak berapa lama, aku menemukan danau. Tapi hutan ini adalah istana para hantu. Jadi aku bertemu dengan siluman buaya.
"Ggggrrr ... ternyata kau manusia. Aku akan melumatmu. Lama tidak makan daging manusia." katanya
"Cih, kau lah yang akan aku hancurkan." kataku
Aku bertarung dengan siluman buaya penunggu danau keramat. Kesaktian buaya itu tidak bisa diremehkan. Patil ekornya bisa merobohkan pohon. Tak mau buang waktu. Aku segera melepas panah pancaroba dan musnahlah siluman buaya. Segera aku mandi, badan terasa segar.
"Pancaroba, bantu aku agar aku tersamar dari badan manusiaku." kataku sambil memegang liontin pancaroba.
Seketika badanku dipenuhi sinar dan ketika aku mencoba bercermin.
"Astaga ... jelek banget wujudku, hahaha" gumamku
Aku seperti siluman buaya yang aku musnahkan tadi. Dengan seperti ini, aku bisa bebas keliaran di lingkungan istana.
.
.
Tak berapa lama aku sampai di gerbang istana Maruti. Gerbangnya dihiasi dengan banyak tengkorak manusia dan tiang - tiang penyangga terbuat dari tulang manusia dan binatang buas.
"Biadab banget raksasa Maruti." batinku
Aku segera masuk ke Istana dan mencoba mencari dimana keberadaan Pasopati. Agak susah menemukan Pasopati di dalam istana yang lumayan luas.
"Kling Bajul, mau kemana kau?" sapa siluman srigala.
Aku tersentak ketika dia memanggil 'Kling Bajul'. Ternyata namaku dalam wujud ratu buaya.
"Aku mau melihat wajah sang pangeran yang akan menikah dengan Putri Kala Geni." kataku
"Sepertinya sangat tampan, ayo ikut aku." ajaknya
Aku segera mengikutinya menuju sebuah ruangan besar yang penuh dengan tulang rusuk binatang buas (macan).
"Apakah pengantin pria nya ada di dalam?" tanyaku
"Iya, tapi kita harus menemui Kala Geni dulu. Dia pasti akan memamerkan calon suaminya itu pada kita." katanya
Kami masuk ke kamar Kala Geni. Seketika aku kaget dengan wujudnya. Rambutnya benar seperti api yang sedang menyala.
"Selamat pagi, putri Kala Geni." kata siluman srigala
Kala Geni segera membalikan badan dan menyapa kami dengan ramah.
"Oh, Kling Bajul dan Kling Kuluk." sapa Kala Geni.
Aku menyampaikan salam pada Kala Geni. Aku juga baru tahu kalau nama siluman srigala adalah Kling Kuluk.
"Putri Kala Geni, aku dengar calon suamimu sangat tampan. Bolehlah kami melihat." kataku
"Untuk apa?" tanya Geni
"Kami penasaran, Kala Geni." kata Kling Kuluk
__ADS_1
Kala Geni segera memerintahkan dayangnya mengambil Pasopati. Ternyata Pasopati disembunyikan di dalam cupu kayu.
"Hah, Pasopati di sembunyikan di dalam kotak kayu kecil, bagaimana mungkin." gumamku
Kala Geni segera mengambil Pasopati kecil. Dia segera mengucapkan mantra dan Pasopati kembali ke wujud aslinya (sebagai manusia proposional). Pasopati terlihat sangat lemah.
Aku segera mendekati Pasopati tapi tanganku ditepiskan oleh Kala Geni.
"Jangan coba - coba menyentuh suamiku." bentak Kala Geni.
"Tidak putri, aku hanya iri dan penasaran, bagaimana kamu mendapatkan lelaki tampan ini?" tanyaku
Kala Geni tertawa terbahak - bahak. Dia merasa sangat bangga, karena lelakinya dikagumi oleh semua siluman wanita.
"Ayahku Kala Maruti yang mendapatkannya, hahahahah" teriak Kala Geni.
"Kala Geni, bolehkah aku berbicara sebentar dengannya. Aku ingin bertanya apakah dia memiliki teman manusia yang tampan seperti dia. Aku minat temannya." kataku mencari alasan agar bisa berbicara dengan Pasopati
"Iya, Kala Geni, aku juga mau temannya dia." kata Kling Kuluk
Aku mencoba nego agar aku bisa berbicara ber dua dengan Pasopati. Ternyata Kala Geni mengizinkan aku untuk mendekati Pasopati. Aku mendekat perlahan, akan tetapi Pasopati takut dengan wujudku.
"Cih minggir kau dari hadapanku." bentak Pasopati
"Kala Geni, calon suamimu sangat galak." godaku, agar Geni tidak curiga.
Dia tertawa puas dengan perlakuan Pasopati padaku.
"Mungkin kau tidak secantik diriku, sehingga dia takut padamu, hahahha." kata Kala Geni
Aku mendekati Pasopati lagi dan berusaha menenangkan dia.
"So, ini aku Nararia." kataku
Dia terbelalak dan tidak percaya. Dia mengira akan membohongi dirinya.
"Cih wujudmu sangat jelek, tidak pantas kau disandingkan dengan Putri Nararia yang cantik jelita." katanya
Dia kaget karena dia mengetahui dengan detil tentang pertemuan kita.
"Kenapa wajahmu jelek seperti buaya?" tanya Pasopati
"Asem, ini kalau tidak untuk menyelamatkan dirimu. Tak sudi aku seperti ini. Sekarang dengarkan aku, ikuti ritual pernikahan. Saat waktu yang tepat, aku akan menyelamatkan mu." kataku
Kala Geni tiba - tiba menyeburkan api di hadapanku. Sontak aku kaget dan mengumpat.
"Kurang ajar, kau Kala Geni." kataku
"Kling Bajul jangan coba - coba merebut suamiku." kata Geni.
Seketika itu, Geni menarik Pasopati dengan kekuatan mistisnya. Pasopati tertarik sambil memegang lehernya.
"Kau akan segera menikah denganku. Jadi jangan coba - coba berpaling dariku." kata Kala Geni
Diseberang sana aku mengedipkan satu mata sebagai tanda agar Pasopati tidak melawan.
"Baiklah, ayo kita segera menikah." ucap Pasopati.
Tak berapa lama makhluk tinggi besar masuk. Dia menyuruh kami untuk masuk ke tempat ritual. Aku mengikuti kemana Pasopati pergi. Kala Geni terus menggandeng tangan Pasopati.
Kami kemudian dipersilahkan duduk di kursi yang terbuat dari tulang belulang binatang besar. Ritual dimulai, Kala Maruti memberikan sambutan dan bertanya kepada Pasopati tentang kesediaannya menikah dengan Kala Geni.
Pasopati melirik padaku dan aku menganggukan kepala. Kala Maruti tertawa puas mendengar persetujuan dari Pasopati. Dia mempersilahkan pemimpin upacara pernikahan. Disisi lain aku sedang memperhitungkan rencana penyerangan.
Ketika ritual akan dimulai. Aku mengeluarkan panah pancaroba dan mengarahkannya pada sesaji ritual.
Duaaarrr... suara ledakan anak panahku.
__ADS_1
Aku langsung melesat dan mengambil Pasopati. Secepat kilat aku keluar dari ruangan ritual. Kala Maruti murka dan menyuruh prajuritnya untuk mengejarku. Aku tahu jika aku melawan dengan tenaga fisik pasti aku akan kalah. Aku akhirnya melesat ke atap pendopo.
"So, tunggu di sini. Kau masih lemah." kataku
Aku segera mengeluarkan panah pancaroba dan memanah prajurit Kala Maruti. Sekali melesatkan anak panahku berubah menjadi banyak dan menghancurkan prajuritnya. Serangan bertubi - tubi aku keluarkan sampai akhirnya senopati maju dan melawanku.
Aku melawan dengan kemampuan yang kudapatkan. Kesaktian senopati lumayan sakti, sehingga aku mengeluarkan pedang pusaka dari Dewa Indra. Dia segera musnah setelah terkena tebasan pedang saktiku.
Melihat hal itu, Kala Maruti murka dan menyerangku secepat kilat. Aku terjatuh karena tidak sempat menghindar.
"Nararia." teriak Pasopati
Aku kemudian mengangkat tanganku dan memasang pagar gaib melindungi Pasopati.
"Setan cilik ... siapa kau?" tanya Maruti
"Kau tak perlu tahu aku siapa, yang jelas aku adalah Dewa penyabut nyawamu." teriakku
Dia tertawa mendengar ucapanku.
"Kau?? setan perempuan cilik ingin membunuhku, jangan mimpi setan cilik. Sebaiknya kau menjadi istriku saja. Tak tega aku menyakiti kulitmu yang mulus." kata Maruti
Aku segera mengeluarkan tombak dan segera melemparkannya. Tapi dia dapat menghindar. Kesaktiannya sangat luar biasa. Bumi bergoncang dan sungai tiba - tiba banjir bandang. Akibat dari kedasyatan kesaktian Maruti.
Aku tidak mau alam semesta bergejolak. Segera aku mengeluarkan pusaka teratai emas dan kalung pancaroba.
Maruti kaget ketika aku mengeluarkan panah sakti itu.
"Siapa sebenarnya kau?" tanya Maruti
"Aku adalah Rakyan, putri mahkota kerajaan Medang." kataku.
Tapi dia tak gentar dan mengeluarkan kesaktian terdasyatnya. Tombak bermata perak dipegang oleh Maruti. Panah teratai emas juga sudah ku pegang. Segera dia melepaskan tombak dan secepat kilat aku luncurkan panah sakti.
Pertemuan 2 senjata dasyat itu mengakibatkan ledakan yang luar biasa. Akan tetapi pusaka teratai emas adalah pusaka dewa. Sehingga langsung melesat dan membunuh Maruti.
Melihat rajanya kalah olehku. Mereka menyatakan menyerah.
"Putri, tahan ... Kami terima kalah." kata seorang wanita.
Aku kemudian turun dari udara.
"Siapa kau?" tanyaku
"Aku Kala Bang, istri Kala Maruti. Maafkan kelakuan suami dan putriku. Kami terima kalah." kata Kala Bang
Aku segera mengangkat tangan dan membebaskan Pasopati dari pelindung gaibku. Dia turun dan mendekatiku.
"Hiduplah dengan damai bersama alam manusia, Kala Bang." kataku
"Baik putri, paduka pangeran ke sini menginginkan getah pulai merah. Ini kami bawakan." kata Kala Bang
Pasopati segera menerima kendil yang berisi getah pulai merah. Setelah itu, kami mengadakan perjanjian untuk saling menghormati dan tidak menganggu.
Aku kemudian mengajak Pasopati kembali ke Istana. Aku memegang tangannya dan secepat kilat kami sudah berada di gerbang kota raja.
"Wuih hebat, kau bisa menghilang." puji Pasopati
"Biasa saja, jangan ceritakan ke orang lain." kataku
Kami hendak masuk ke gerbang , tiba - tiba ada seseorang yang memanggil
"Pangeran Pasopati." katanya
**
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktunya.
__ADS_1
With love
Citralekha