
Haaai ...
Lembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.
Happy reading
***
"Kamu kenapa, Ra?" tanya Prasta
"Aku hanya takut membayangkan jika hantu nya marah." kataku
Prasta hanya tersenyum dan Adhir pun siyap maju. Dia hendak memukul Prasta. Tapi lagi - lagi Adhir terpental jauh. Kali ini dia sampai menghilang entah kemana.
"Honey, is your event over? I want to see the beautiful city of Yogya. But only the two of you." kata Tamara manja
"You go back to the hotel first with the driver. This day I will finish my work in Yogya. If you are bored you can do a spa or relax your body. You need enough rest." jawab Satria.
Tamara sangat manja dengan Satria. Dia meminta untuk melihat indahnya kota Yogya. Tapi hanya berdua dengan Satria. Sementara Satria masih mempunyai kerjaan yang harus dia selesaikan hari ini. Sehingga dia meminta kepada Tamara untuk kembali ke hotel dan istirahat yang cukup.
"Okay honey, I'm going to the hotel. I'll wait and don't take long. I miss you so much" kata Tamara
"Miss Tamara, Mr. Satria to Indonesia to work and collaborate with UGM. So I beg you not to disturb him while we carry out our duties." timpal Mr. Petter
Tamara masih merajuk bahwa dia menunggu Satria menyelesaikan kerjaannya. Tapi Mr. Petter mengingatkan kepada Tamara. Bahwa Satria ke Indonesia bukan untuk liburan. Tapi untuk kerja. Jadi Tamara diminta tidak untuk menganggu Satria kerja.
Aku hanya tersenyum ketika mendengar kata - kata dari Mr. Petter. Dari cara nya berbicara dengan Tamara. Aku yakin jika Mr. Petter tidak suka dengan Tamara.
"Rara, boleh saya minta nomor wa kamu?" tanya Prasta
"Boleh" kataku sambil memberikan hape ku yang sudah aku set namaku dalam cp.
Prasta pun kemudian menyalin dan miscall kau. Pada waktu yang sama. Aku pun menyimpang nomor Prasta. Tamara pun juga pamit pada kita semua. Tinggalah kami tim peneliti UGM dan Jerman.
"Okay now we can focus on discussing our plan of cooperation. I hope Mr. Gede will understand, if our cooperation can also reflect the cooperation of two large institutions." kata Mr. Petter
"Yes, Mr. Petter, I hope this collaboration will produce results in the future. through the x-ray incubation process we can make a teleradiography system. Hopefully this system can be used in all health centers in Indonesia." kata Pak Gede.
Mr Petter menjelaskan bahwa kerjasama antara UGM dan Frankfurt Jerman akan menjadi kolaborasi 2 institusi besar. Kemudian Pak Gede menjelaskan bahwa kolaborasi melalu sinar - x, dapat membuat sebuah sistem. Sistem tersebut akan disebut dengan teleradiografi. Sistem itu harapannya akan dapat digunakan di seluruh puskesmas yang ada di Indonesia.
__ADS_1
"Mr. Satria please parepare ours presentation and the colaborative project." pinta Prof Ewert.
"Yes, Sir." jawab Satria
Prof Ewert meminta kepada Satria untuk menyiapkan presentasi dan proyek kerjasama. Satria kemudian mempresentasikan bagaimana tim nya di Jerman. Telah mengembangkan sistem sinar x yang dapat digunakan oleh berbagai ilmu. Akan tetapi Sinar - x yang mereka kembangkan memiliki tingkat radiasi di atas radiasi yang Pak Gede lakukan. Akan tetapi hasil yang dicapai oleh Frankfurt sangat membanggakan.
Presentasi antara 2 lembaga pun selesai di lakukan. Pada akhirnya, kami setuju untuk melakukan kerjasama. Prasta mewakili tim Frankfurt menyiapkan dokumen dan verifikasi data dari UGM. Sedangkan aku pun melakukan hal sama dengan Prasta.
"We hope that tomorrow afternoon the signing of the cooperation can be done. So that we will feel relieved if we return to Germany." kata Prof Ewert.
"Ok professor, my team will prepare a cooperation document. Hopefully our cooperation will continue." kata Pak Gede
Prof Ewert meminta ke Pak Gede agar besok siang penandatanganan kerjasama dapat dilakukan. Dia merasa bahwa kerjasama ini akan sangat di butuhkan. Selain itu Pak Gede juga memintaku untuk menyiapkan dokumen perjanjian. Serta kerjasama bakalan bisa terus berlanjut.
* (malam hari)
Kami semua menginap di sebuah hotel berbintang yang sama. Satria tidak ada waktu untuk pergi bersama Tamara. Kami menyiapkan dokumen kerjasama secara bersamaan. Prasta juga membantu kami menyiapkan dokumen.
"Why are you so worried? You have to remember, you are here to work not to date." kata Prasta kepada Satria
"I feel sorry for her. She must be bored at his hotel. I will finish this document soon." balas Satria
"Sir, we have a meeting tonight." kata Mr. Petter
Kami pun kemudian menuruti permintaan Mr. Petter.
"Rara kamu mau ngeteh?" tanya Prasta
"Boleh" kataku
"Sat, would you like coffee or tea?" tanya Prasta pada Satria.
"No thanks. I need this document finished soon" katanya sinis.
Prasta mencoba menawari aku teh atau kopi. Tapi karena aku tidak bisa minum kopi. Makanya aku minta teh. Sedangkan Satria membutuhkan agar dokumen ini segera selesai.
Ketika Prasta memberikanku teh. Satria malah mengambilnya dari aku.
"It's mine" kataku
"Prasta offered me tea earlier. so this is mine. You can take it yourself" balas Satria dengan entengnya
"It can't be like that. You didn't want to be offered tea earlier. You need the documents finished immediately. So that's my tea." balasku yang tak mau kalah.
__ADS_1
"It's mine" kata Satria, dia laku meminum teh nya. Tapi tiba - tiba dia teriak.
"Damn, this is really hot tea" kata Satria
Aku dan Satria pun kemudian rebutan teh yang Prasta berikan. Tapi Satria mengklaim bahwa teh itu miliknya. Tapi aku segera membalasnya bahwa yang dia butuhkan tadi adalah dokumen bukan teh. Dia masih berkeley bahwa teh itu memang miliknya. Dia meminumnya akan tetapi teh nya sangat panas. Sehingga dia memuntahkannya. Aku dan Prasta pun kemudian tertawa bareng.
"So don't be nosy." kataku
"What did you say? I'm nosy? damn i met you I should be able to date my girlfriend. This is all because of you. if only you had prepared the documents surely none of this would have happened." bela Satria
Aku mengatakan bahwa Satria sangat usil. Makanya dia kena karma. Tapi dia membelanya dan malah menyalahkanku. Dia mengatakan bahwa dokumen itu seharusnya sudah selesai jika saja aku menyiapkan sejak awal.
"You two are like lovers who are fighting. We better finish it soon. Don't fight just because of tea." kata Prasta melerai kami berdua.
Prasta melerai kami berdua untuk tidak berantem karena teh. Bahkan dia bilang jika kami berdua seperti seorang kekasih yang sedang berantem.
"Prasta, my girlfriend is beautiful, kind and loving woman. Unlike her, who doesn't want to lose to men." sindir Satria.
"Sorry, My Rakai is a man who is fun, handsome, wise, and respects women. not like you who don't want to lose with women." balasku
Kami kemudian berantem lagi. Satria bilang jika wanitanya sangat baik, penyayang, dan mau ngalah untuk dia. Tidak seperti aku katanya yang nggak mau ngalah dengan lelaki. Demikian juga denganku, bahwa Rakai ku sangat ganteng, bijaksana, dan perhatian pada wanita. Tidak seperti Satria ini yang tidak mau ngalah dengan wanita.
Akhirnya kami kembali ke laptop masing - masing. Prasta kemudian mendekatiku.
"Rara, kamu sudah punya kekasih?" tanya Prasta
"Aku kehilangan dia, Pras." kataku sambil tertunduk
"Hilang? maksudmu? tadi kamu menyebut Rakai. Apakah dia pacarmu?" tanya Prasta.
***
Episode kali ini cukup ya. Maaf telat update, seharian menghadiri pernikahan teman.
jangan lupa untuk klik like, vote, rate, dan comment ya.
next :
Apakah Rara akan cerita ke Prasta tentang siapa Rakai itu sebenarnya?
kasih masukan ya.
with love
__ADS_1
citralekha