Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Sapta Nadi


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.


Happy reading


***


Setelah semuanya sepakat. Akhirnya kami melakukan tugas maisng - masing.


"Kak Nara, kenapa melamun. Pura itu terletak di Goa. Di pura itu terkenal dengan suara gamelan." kata Andi


"Dimana?" tanyaku


Mereka ber 3 pun hanya senyum - senyum saja. Bahkan mereka akan membuat kejutan katanya. Duuuh... dasar ngeselin.


30 menit perjalanan, tiba - tiba Andi menghentikan motornya.


"Kenapa Ndi?" tanya Wira


"Kita terlebih dahulu ke Bedulu." kata Andi tanpa ekspresi sama sekali


"Bedulu?" tanyaku


"Ah iya Kak Nara, Jofel ingat sekarang. Ada mata air kuna. Kita wajib ke sana." kata Jofel menyela


Andi pun kemudian mengemudikan motornya kembali. Aku merasakan ada yang aneh pada diri Andi. Hingga akhirnya aku berbicara kepada Wira.


"Wira sepertinya Andi aneh ya. Tadi dia semangat banget ke goa gamelan. Kenapa sekarang dia menuju Bedulu?" tanyaku agak teriak, karena biar Wira kedengaran.


"Iya, Kak... nanti Wira jelaskan kak kenapa kita ke Bedulu. Tapi aku setuju, kita memang harus ke sana. Karena di sana terdapat konsep 7 aliran mata air suci." kata Wira


7 aliran mata air suci? Aku masih mencerna setiap ucapan yang mereka ucapkan. Tak salah pilih aku mengajak orang. Mereka seperti dewa yang dikirim ke Bumi untuk membantuku.


Tak berapa lama (kira - kira) 30 menit kemudian. Kami sampai ke sebuah tempat yang lumayan rame oleh pengunjung. Aku pun melihat sekeliling. Tempat nya aneh, seperti nya situs atau lokasi mata air nya di bawah. Kami parkir di atas situs.


Mereka ber tiga pun kemudian membuka helm.


"Sudah sampai kita, Kak." kata Jofel


"Goa Gajah?" tanyaku


Setelah aku menemukan sebuah papan informasi. Di situ dijelaskan, bahwa kawasan ini adalah kawasan Pura Goa Gajah. Ya setahu ku, Pura Goa Gajah merupakan pura kuna.


"Betul, Kak ... di sini kita bisa nunas tirta. Seperti tadi Wira jelaskan. Dalam kolam patirtan terdapat konsep sapta nadi." kata Wira


Tampa menunggu lama lagi. Kami pun melangkahkan kaki. Tapi terlebih dahulu Wira berbicara dengan petugas loket.


"Biar hemat, Kak... kita bisa mengupayakan masuk situs secara gratis, kok." kata Andi


Aku hanya tersenyum melihat adik - adikku ini sangat perhatian. Tidak hanya cerdas, mereka juga punya strategi. Hahahha ... strategi biar hemat di Bali.


"Ayo kak, kita masuk ... Tapi sebelum itu, kita harus pakai kamen." kata Wira


Oh iya, jika kita hendak mengunjungi pura yang ada di Bali. Wajib hukumnya untuk kita menggunakan kamen. Kami pun lalu menuruni anak tangga. Tak lama kemudian, aku melihat sebuah goa yang unik. Ya, goa yang pada ambang pintu nya terdapat ukiran barong.


Situs Pura Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Penamaan Goa Gajah dimungkin berdasarkan dua asumsi. Pertama penyebutan lwah gajah di kitab Negarakertagama.


Lwa atau Lwah/Loh berarti sungai, sehingga Lwa Gajah mengandung arti Sungai Gajah; kemungkinan sungai yang terletak di depan candi yang sekarang dikenal dengan nama Sungai Petanu.

__ADS_1


Sebutan Goa Gajah mungkin berasal dari pahatan wajah raksasa di atas mulut goa. Pahatan tersebut dianggap menyerupai muka gajah. Sumber lain menyebutkan bahwa nama itu disebabkan oleh adanya arca Ganesha. Dewa berkepala gajah, yang ditemukan di salah satu ceruk dalam goa.



"Wira, goa ini tinggalan dari siapa?" tanyaku


"Goa diperkirakan berasal dari kisaran abad ke - 11. Dinasti Warmadewa tentu nya Kak, yang berkuasa." kata Wira


"Dalam Goa ini terdapat benda - benda yang unik. Sebaiknya Kak Nara dan Wira sembahyang dulu. Nunas ampura dan mohon agar diizinkan untuk mengambil mata air." saran dari Andi.


Aku pun mengikuti saran dari Andi. Kami masuk ke dalam ceruk Goa. Ternyata terdapat banyak obyek pemujaan.


Peninggalan purbakala berupa trilingga terdapat di dalam goa pada ceruk di ujung timur lorong yang membentang arah timur -barat. Trilingga ini merupakan tiga buah lingga yang dibuat tegak di atas lapik, berbahan batu andesit. Trilingga yang berlapiskan bajralepa ini terdiri atas tiga bagian, yaitu rudra bhaga, lingga yang berdiri di tengah polos.


Terdapat Arca Ganesha di dalam goa pada ceruk di ujung barat. Ganesha digambarkan duduk dengan sikap kurmasana yaitu sikap duduk dengan kedua kakinya dilipat di depan tubuh dan kedua telapak kakinya bertemu, tetapi pada ganesha ini tidak sampai menempel dan ada jarak renggangnya sekitar 3 cm. Tempat duduk arca berupa padmasana (padmaganda).


"Kak Nara, mari kira sembahyang di hadapan trilingga." kata Wira.


"Tapi Kak Nara lupa nggak beli canang dan dupa." kataku


"Tenang Kak, ini ada dupa, bunga, dan canang." sahut Andi dari luar.


Duh ini anak perhatian banget sih. Dapat dari mana coba ni anak. Memang misterius ini bocah.


"Makasih, Ndi... kamu beli dari mana?" tanyaku


"Tadi minta ke pemedek yang sembahyang. Trus di kasih deh, hehehe." kata Andi yang cenggar cenggir.


Kami pun lalu sembahyang bersama. Dalam meditasi, entah apa. Aku mendengar suara genta. Mungkin genta itu berasal dari pemangku yang sedang melaksanakan upacara juga. Tapi suara genta itu ada di deket kami. Setelah beberapa saat, kami selesai sembahyang.


"Wira tadi Kak Nur dengar suara genta. Sini memang sering digunakan untuk ritual ya?" tanyaku


"Ya Kak, betul... hampir setiap hari ada yang sembahyang." kata Wira.


"Apa di goa ini terdapat prasasti?" tanyaku


"Ya Kak, ada... letaknya di dinding timur gua terdapat dua baris tulisan berbunyi kumon dan baris bawah sahy(w)angsa; yang menilik bentuk hurufnya diduga berasal dari abad ke-11." kata Wira


Depan Goa Gajah terdapat beberapa arca kuno yang menggambarkan Hariti, Ganesha, dan raksasa. Tokoh Hariti dalam dongeng agama Buddha dikenal sebagai tokoh yang berkarakter jahat dan senang memangsa anak-anak. Akan tetapi setelah belajar agama Buddha ia berubah menjadi penyayang anak-anak.


"Ini Ganesha untuk pancuran ya?" tanyaku


"Betul kak, ini sangat aneh dan langka. Biasanya Ganesha sebagai dewa marabahaya. Di sini Ganesha dijadikan sebagai pancuran air. Kemungkinan filosofinya ialah Dewa Ganesha akan memberikan tirta Sudamala kepada orang yang sedang dalam bahaya." jelas Andi.


Arca Ganesha terletak pada ujung timur deretan arca dan fragmen yang menghiasi bagian mulut goa. Beberapa bagian dari arca ganesha yang berukuran tinggi 60 cm ini sudah aus, kepalanya kecil jika dibandingkan dengan perutnya yang buncit dan berlubang tembus karena berfungsi sebagai saluran air.


Arca ganesha bertangan 2 berhiaskan gelang ganda dan memegang leher benjana yang menempel pada perutnya, benjana ini ikut pula dipegang oleh belalainya. Arca ganesha pancuran ini kemungkinan berasal dari tembok timur kolam tengah (kolam petirtaan), hal ini didasarkan dengan adanya umpak berukuran 1 meter, tetapi sangat disayangkan sudah dalam keadaan rusak sehingga tidak dapat dipastikan bahwa memang merupakan alas dari arca ganesha pancuran itu


"Selain Ganesha ada siapa saja ini?" tanyaku


"Ini dewi siapa?" tanyaku


"Hariti, Kak... Dalam bahasa Bali, akan di sebut dengan Men Brayut." sahut Wira.


Arca Hariti tersebut melukiskan Hariti bersama masing-masing tiga anak di sebelah kanan dan kirinya dan satu anak di pangkuannya. Dalam dongeng-dongeng Bali, Hariti lebih dikenal sebagai Men Brayut (atau Nini Brayut dalam tradisi Jawa).


"Kak, kita ke petirtaan kuno ya." kata Jofel


"Oke, aku sudah siapkan botol air mineral kosong, Kak." kata Jofel


"Kalian baik sekali, sih." kataku


"Tenang saja, Kak." sahut Andi.

__ADS_1


Kami pun lalu menuju pemandian. Dari atas (jalan yang sejajar dengan goa). Kami dapat melihat mata air kuno tersebut. Mata air tersebut letaknya lebih rendah dari Goa Gajah.


"Ini kah petirtaan kuno nya? ayo kita ambil air nya." kataku semangat.


"Tunggu Kak, kita tidak boleh sembarangan mengambilnya. Kita harus meminta izin kepada pemangku." kata Wira


Wira pun akhirnya berinisiatif untuk mencari pengempon (penanggungjawab pura).


"Andi apa yang kau ketahui tentang pemandian ini?" tanyaku


"Pemandian ini tersusun dari tiga kolam pemandian suci yang berjajar utara-selatan, dengan enam (seharusnya tujuh) arca berpancuran di tepinya. Masing-masing pasangan arca terdiri dari satu arca bidadara diapit oleh dua arca bidadari, tegak menghadap satu kolam besar. Arca di tepi kolam yang tengah telah hilang atau belum ditemukan." jawab Andi.


Tak berapa lama, Wira datang bersama seorang pemangku. Aku pun mulai menelisik pada pemangku ini. Aku lihat dari atas sampai bawah. Aku ingin memastikan bahwa pemangku ini adalah manusia.


"Siapa yang hendak nunas tirta?" tanya pemangku


"Saya, Jero Mangku." sahut ku


"Baiklah, ayo kalian turun. Terlebih dahulu, kalian harus sembahyang di bawah dulu." perintah Pak Mangku


Aku dan Wira pun turun ke Bawah. Sedangkan dua lelaki itu hanya melihat dari atas. Kami pun sembahyang dan setelah selesai. Pak Mangku membantu aku mengambilkan tirta itu.


"Ampura Jro Mangku ingin tanya. Apa itu sapta nadi?" tanyaku


Mendengar pertanyaanku, pemangku tadi merasa heran.


"Dari mana kamu tahu tentang istilah itu?" tanya pemangku


"Dari adik saya ini, yang bernama Wira." kataku sambil menunjuk Wira.


"Pantas, hehehe ... sapta artinya 7. Sedangkan nadi artinya adalah suci. Jadi Sapta nadi artinya 7 sungai suci." kataku


"Apakah ada konsep tertentu? tanyaku


"Arca-arca bidadari dan bidadara ini berdiri di atas lapik teratai atau padma. Padma adalah simbol alam semesta stana Hyang Widhi. Sedangkan di tengahnya terletak arca widyadara. Hal ini berdasarkan konsep Sapta Nadi yaitu tujuh sungai suci Gangga, Sindhu, Saraswati, Yamuna, Godawari, Serayu dan Narmada." jelas Jero Mangku.


Setelah itu kami pamit. Hari ini sangat menyenangkan. Bisa jalan - jalan mencari air.


"Selanjutnya kita kemana?" tanyaku


"Ke pura dengan mata air terjernih. " sahut Andi


"Ayo kita ke sana ... lokasi nya di Tabanan." kata Jofel


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment ya.


next :


Dimanakah kira - kira tempat yang dimaksud Andi?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


With love


Citralekha


)

__ADS_1



__ADS_2