
Firda berlari keluar rumah saat mendengar suara deru mobil, dan ia tercengang saat melihat Gabriel dan Gio keluar dari mobil dan wajah kedua nya sudah lebam lebam.
"Astagfirullah, kalian kenapa? Di rampok? Di begal?" tanya Firda panik yg membuat Gabriel dan Gio sama sama meringis sambil garuk garuk kepala.
"Itu..."
"Itu kenapa?" tanya Firda dan ia memegang pipi Gabriel, membuat Gabriel meringis sakit.
"Sakit, Sayang" erang nya sambil melirik Gio, sementara Gio tentu merasa sangat cemburu dengan kemesraan mereka.
"Gimana sih, Sweetie sakit, neh duo G juga sakit" gerutu Firda.
"Duo G apa?" tanya Gio bingung.
"Gabriel Gio lah" jawab Firda.
"Ya udah, mending kalian bertiga aku bawa ke Dokter sekarang, ayo masuk mobil" perintah Firda.
Gio pun hendak masuk ke depan namun Firda melarang nya "Kalian berdua duduk di belakang" perintah nya, Gio dan Gabriel pun terpaksa duduk di belakang. Sementara Firda pergi untuk mengambil Sweetie nya.
"Om... Om... Sini...!!!" Firda melambaikan tangan nya pada salah satu penjaga rumah, pria itu pun berlari menghampiri Firda "Anterin kami ke klinik hewan ya" kata Firda kemudian. Pria itu menoleh pada Gabriel yg duduk di jok belakang, dan Gabriel memberikan isyrat supaya pria itu melakukan apa yg di perintahkan Firda.
"Baik, Nyonya Firda" jawab nya.
Firda pun masuk dan duduk di depan, yg segera di ikuti oleh pria itu.
"Kalian dari mana sih? Sweetie itu sakit, butuh di bawa di ke Dokter" gerutu Firda sambil mengelus Sweetie nya.
"Lagian kamu juga, Gio. Kok tumben pergi dari rumah diam diam? Sudah seperti agen yg menjalankan misi rahasia saja"
__ADS_1
"Mungkin dia memang begitu, Firda" tukas Gabriel dengan tenang.
Firda menoleh dan memperhatikan kedua pria itu bergantian, ia memicingkan mata nya membuat Gabriel dan Gio merasa salah tingkah, karena Firda seperti sedang menerawang mereka.
"Kalian berdua bertemu dengan musuh Black Swan?" tanya Firda kemudian, Gabriel melirik Gio dengan lirikan tajam nya dan ia mengangguk.
"Huf..." Firda membuang nafas kasar "Kenapa kalian tidak bilang kalau kalian itu sudah pensiun dari angsa hitam itu, huh?" tanya nya.
"Sepertinya tidak akan ada orang yg benar benar bisa pensiun dari hal seperti ini, Nyonya Firda. Penjahat akan selalu menjadi penjahat, akan selalu berurusan dengan penjahat" tukas Gio sambil tersenyum sinis pada Gabriel.
"Pasti bisa lah" jawab Firda tegas "Yg penting kalian mau berusaha, hijrah ke jalan Allah"
Kini mereka sudah sampai di klinik hewan, sebelum Firda keluar dari mobil, ia mengintip ke belakang dan ke kanan kiri nya. Untuk memastikan tidak ada bahaya yg mengancam mereka.
"Aman, ayo keluar" kata Firda pada kedua pria yg duduk di belakang.
Kedua nya pun turun dari mobil dan mengikuti Firda yg berjalan masuk ke klinik hewan itu, disana ada Dokter hewan yg sangat muda dan yg pasti juga tampan.
"Iya, Dok. Kucing saya seperti nya lemas seharian ini, makan nya juga tidak habis padahal biasa nya suka makan dan selalu sampai habis kalau makan"
"Cuma itu?" tanya Gabriel kemudian pada Firda.
"Apa nya yg cuma itu, Bang?" tanya Firda.
"Sayang, kamu suruh kami pulang karena kucing nya lemas dan tidak menghabiskan makan nya?" tanya Gabriel lagi.
"Iya, Bang. Aku khawatir Sweetie kenapa kenapa, setelah Ciu Ciu meninggal, aku tidak punya siapapun selain dia" kata Firda dramatis yg lagi membuat Gio dan Gabriel meringis dengan tingkat absurd Firda ini.
"Nyonya Firda masih memiliki aku, kan?" tanya Gio kemudian.
__ADS_1
"Dan yg pasti kamu sudah punya suami" sambung Gabriel. Sementara Dokter itu memperhatikan ketiga manusia itu dengan bingung.
"Jadi, bisa kah saya memeriksa kucing nya, Dek?" tanya Dokter itu kemudian.
"Iya, Dok tolong periksa ya..." ujar Firda sembari memberikan kucing nya pada Dokter.
Dokter pun melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada Sweetie, namun tidak menemukan ada yg salah dengan kucing Firda itu sembari menanyakan tentang kesehatan kucing Firda akhir akhir ini, apakah mengalami muntah dan sejak kapan kucing Firda lemas dan tidak mau makan.
"Kucing Adek tidak mau makan karena ada gigi nya yg patah, jadi seperti nya untuk sementara waktu kucing..."
"Sweetie, Dok. Nama kucing ku Sweetie" kata Firda kemudian sembari tersenyum, ia memberi supaya menyebut nama kucing nya. Dokter itu pun tersenyum manis pada Firda.
"Dan nama mu?" tanya nya masih dengan senyum manis nya.
"Firda" jawab Firda.
"Baik, Firda. Jadi Sweetie seperti nya tidak akan makan yg perlu di kunyah selama beberapa waktu, sebaik nya berikan makanan yg cair dan bisa di masukan ke mulut nya menggunakan pipet. Dan jika kondisi nya tidak membaik dalam tiga hari, atau Sweetie mengalami penurunan berat badan, sebaiknya segera kembali ke sini lagi. Aku akan memeriksa nya lebih lanjut" tutur nya yg membuat Firda tersenyum.
"Jadi Sweetie baik baik saja?" tanya Firda.
"Iya, dia lemas karena gigi nya patah, itu pasti sakit sama seperti kita saat sakit gigi" jelas nya.
"Kalau mengobati dua pria ini bisa tidak, Dok?" tanya Firda tiba tiba "Aku belum sholat Ashar dan harus segera pulang karena hari sudah sore, Dok. Kalau masih harus kerumah sakit, kelamaan" Ujar Firda.
"Sayang, aku bisa mengobati ini sendiri" ujar Gabriel.
"Iya, Nyonya Firda. Kami baik baik saja" Sambung Gio "Berkat kamu..." Hati nya berkata dengan kagum.
"Sepertinya mereka memang baik baik saja, Firda. Kompres saja lebam nya menggunakan es batu yg di bungkus haduk, kemudian oles kan salep untuk pengobatan luar" Firda bernafas lega mendengar hal itu.
__ADS_1
Gio yg melihat itu benar benar semakin merasa bersalah pada Firda, Firda mencintai semua nya dengan begitu tulus, bahkan seekor binatang pun begitu di jaga oleh Firda.
"Jika aku membunuh suami mu, akan seperti apa hidup mu nanti, Firda?"