
Bahkan tangan Gabriel sudah membuka resleting daster Firda dan menurunkan nya, gerakan bibir nya mengikuti gerakan tangan nya yang semakin turun dan...
"Daddy..."
"Mommy...."
Gabriel dan Firda sama sama terbelalak mendengar suara si tuan muda yang kini sudah berdiri di ambang pintu dengan raut wajah yang terlihat bingung setelah melihat Mommy dan Daddy nya dalam posisi yang aneh menurut nya. Sementara Gabriel dengan cepat langsung meyembunyikan tubuh Firda di balik tubuh nya dan Firda pun dengan cepat menaikkan kembali resleting daster nya.
Kedua nya berusaha mengatur nafas mereka yang masih memburu akibat penyatuan bibir yang penuh rindu itu. Bahkan setelah menungggu sekian lama dan akhir nya kini mereka punya kesempatan untuk sekedar bertukar saliva, itu juga harus gagal di tengah jalan gara gara sang putra sulung yang datang di waktu yang tidak tepat.
"Ehem ehem..." Firda berdeham guna menyembunyikan keterkejutannya akibat Micheal yang tiba tiba muncul di kamar nya. Wajahnya sudah merah padam dan dadanya berdebar tak karuan.
"Daddy sama Mommy sedang apa?" Tanya Micheal dan ia menatap penasaran kedua orang tuanya sembari melangkah mendekati ranjang.
"Tidak sedang apa apa," jawab Gabriel dengan suara yang justru terdengar parau, dadanya juga naik turun apa lagi setelah hasrat nya tadi sudah berada di ubun ubun.
"Terus kenapa tadi Mickey dengar Mommy 'Eghh' begitu?" Tanya Micheal yang menirukan suara lenguhan Firda. "Seperti orang bangun tidur, " kata Micheal lagi dan dengan santainya ia merangkak naik ke atas ranjang.
Firda yang mendengar ucapan Micheal melongo dan ia menepuk jidatnya sendiri setelah Firda menyadari tadi ia memang sempat melenguh. Sementara Gabriel perlahan merangkak turun dari ranjang nya, ia ingin kabur dari Micheal namun Firda malah menarik baju nya dan menatap Gabriel dengan tajam. Tentu Firda tak mau di buat kelimpungan sendiri dengan pertanyaan Micheal yang pasti tidak akan ada ujung nya itu.
"Salah dengar, mungkin..." kata Gabriel sambil melemparkan tatapan memelas nya pada Firda, memohon pada sang istri agar di biarkan kabur namun Firda menggeleng tegas.
__ADS_1
"Mungkin adik Lora kali ya, yang 'egghh' begitu" kata Micheal kemudian yang membuat Gabriel dan Firda menghela nafas lega karena mereka berfikir introgasi nya sudah selesai namun...
"Terus tadi kenapa wajah Daddy ada di dada Mommy? Mau nyusu juga seperti adik Lora?"
"ASTAGFIRULLAH..." pekik Gabriel dan Firda secara bersamaan apa lagi Micheal mengajukan pertanyaan itu dengan sangat tenang dan tatapan nya memandang kedua orang tua nya itu dengan tatapan yang polos dan itus sangat menyebalkan.
"Micheal, jangan tanya aneh aneh ya. Tidak boleh..." tegas Gabriel "Lebih baik Daddy mau keluar sekarang, Mickey sama Mommy dan adik Lora di sini yaa..." kata Gabriel yang masih ingin melarikan diri namun Firda kembali menarik baju sang suami, Gabriel kembali menatap istri nya dengan begitu memelas namun Firda tak memperdulikan nya.
"Kan Mickey cuma tanya, Daddy. Kenapa tidak boleh? Yang tidak boleh itu kan kalau Mickey nakal, kalau tanya ya seharus nya boleh. Nama nya juga orang mau tahu, kalau tidak tanya bagaimana bisa tahu..." kata Micheal panjang lebar dengan lancar nya yang membuat Firda hanya bisa menelan ludah nya dengan susah payah, sementara Gabriel hanya bisa meringis sambil menggaruk tengkuk nya.
"Adik Lora kalau tidur lucu ya, Mickey..." kata Firda kemudian berusaha mengalihkan topik pembicaraan namun ternyata itu justru memancing pertanyaan yang baru dari Mickey.
"Oh, apa karena adik Lora nya sudah tidur jadi Daddy mau nyusu juga?"
"Tapi kan Daddy sudah besar, sudah ada gigi nya, masak mau nyusu? Mickey saja tidak boleh, masak Daddy boleh" gerutu sang buah hati lagi dengan wajah yang sudah memberengut dan hal membuat kepala kedua orang tua nya semakin pening, bahkan membuat tubuh Gabriel langsung terasa lemah tak bertenaga. Firda juga tak tahu haruskah ia tertawa atau memarahi anak tiri nya yang benar benar cerewet itu dan mengajukan pertanyaan yang bahkan tak pernah terbersit dalam benak mereka.
"Mommy..." kini Micheal menatap Firda dengan tatapan sendu nya.
"Mommy kenapa kasih Daddy susu tapi Micheal tidak di kasih?"
"Tidak, Mickey..." sanggah Firda dengan cepat dan ia mulai panik, apa lagi melihat pintu kamar yang masih terbuka lebar dan siapa saja bisa mendengarkan adu mulut mereka.
__ADS_1
Yah, adu mulut Micheal VS Gabriel dan Firda. Dua lawan satu namun sayang nya yang satu sudah di pastikan menang.
"Bukan seperti itu, Sayang..." kata Firda lembut, ia melirik suami nya dan meminta nya mengunci pintu "Cepat kunci pintu nya tapi jangan kabur!" tegas nya. Dengan lunglai Gabriel turun dari ranjang dan segera menutup pintu kamar nya dan mengunci nya.
"Tadi itu hmm ini, hmmmm" bola mata Firda melirik ke kanan ke kiri, berharap ia dapat petunjuk akan memberikan jawaban seperti apa agar bisa memuaskan rasa penasaran anak nya.
"Gatal..." seru Firda kemudian "Iya, tadi dada Mommy gatal, terus Mommy fikir mungkin ada semut nya jadi Mommy minta Daddy cari semut nya" kata Firda sedangkan hati nya terus berdoa berharap anak tiri nya ini puas dengan jawaban yang di berikan Firda. Sementara Micheal menatap serius Firda sambil mengangguk anggukan kepala nya seolah mengerti.
"Ohhhh jadi begitu.." seru Micheal kemudian dengan mata yang membulat sempurna.
"IYA" jawab Firda dan Gabriel bersamaan dengan penuh semangat.
"Oh, kalau semut nya tidak cari, nanti leher dan dada Mommy merah merah kayak dulu itu ya.."
"LAHAULA WALAQUATA ILLABILLAAH..."
Gabriel dan Firda kembali merasa lemas, Gabriel yang tidak tahan pun bergegas keluar dari kamar tanpa memperdulikan Firda yang menatap tajam pada nya.
"Aku haus..." kata Gabriel sembari membuka pintu kamar yang di kunci. Sekarang tinggal Micheal, Firda dan Jibril yang masih tertidur di atas ranjang.
Ah, Firda bahkan lupa kalau ada anak nya yang lain sedang tertidur saking fokus nya ia menghadapi anak sulung nya.
__ADS_1
"Emm Mickey jagain Adik Lora sebentar ya, Mommy mau pipis..." kata Firda dan tentu saja ia berbohong, dari pada di todong pertanyaan lagi?
"Oh ya, soal yang tadi... Jangan bilang siapa siapa ya" bisik Firda pada Micheal sebelum ia merangkak turun dari ranjang dan dengan polos nya Micheal mengangguk saja.