
Firda melepas jarum infus yg menancap di punggung tangan kiri nya, kedua lengan nya memang terasa sangat sakit saat di gerakan namun Firda mencoba menahan nya, dengan menahan sakit ia berusaha turun dari ranjang empuk dan besar itu.
Firda mendekati jendela dan memperhatikan keluar jendela kaca yg besar itu, namun Firda tidak bisa menemukan jalan keluar yg bisa membawa nya keluar dari rumah ini.
Firda pun melangkah keluar dari kamar dengan langkah yg sangat di paksakan, Firda melihat ada beberapa orang pria di lorong sana, Firda pun berjalan ke arah kiri, karena ia melihat ada cahaya matahari yg masuk dari sana.
Firda terus berjalan hingga ia sampai di sebuah halaman yg penuh dengan tirai berwarna putih dan ada sebuah lingkaran meja di tengah nya. Firda menarik salah satu tirai itu, menutupi kepala nya dan melilitkan kain itu di leher nya hingga menutupi dada nya.
Firda melanjutkan langkah nya yg masih lemah, ia melihat ada sebuah dinding panjang dan besar di sana. Firda menatap ke atas dan ia tahu, ia tidak mungkin bisa memanjat.
Firda mendengar suara langkah kaki beberapa orang yg mendekat, hal itu membuat Firda dengan cepat berlari menjauh dan mencari tempat persembunyian.
Firda masuk ke dalam salah satu ruangan dimana ada sebuah tangga di sana, dengan hati hati Firda menaiki tangga itu dan tangga itu ternyata menuju atap, Firda naik ke atas dan seketika ia menganga lebar saat ia melihat ke sekelilingnya. Tubuh Firda langsung terasa lemas dan harapan nya untuk bisa pergi dari tempat ini tampak nya akan sia sia saat ia menyadari hanya ada lautan di sekeliling nya.
Gio membawa nya ke sebuah pulang yg bahkan Firda tidak tahu dimana.
Tubuh Firda langsung luruh dengan lemas ke lantai dan ia memegang perut nya. Air mata Firda kembali menetes namun dengan cepat ia menghapus nya dan Firda berusaha tegar.
"Kita harus keluar dari sini ya, Nak" bisik Firda dengan suara bergetar sembari mengelus perut nya.
Kembali terdengar suara langkah kaki yg sangat cepat, Firda hanya berdiam diri hingga ia mendengar suara Gio yg memanggil nya.
"Nyonya Firda..." Firda langsung mendongak dan menatap Gio dengan memelas, hal itu membuat hati Gio terenyuh.
Sungguh ia tak ingin menyakiti Nyonya Firda nya, yg ia lakukan hanya untuk melindungi Firda. Karena berada di dekat Gabriel bisa mengancam nyawa nya setiap saat.
__ADS_1
"Nyonya, kembali lah ke kamar mu, kau butuh istirahat" pinta Gio dengan lembut. Mata Firda terasa begitu panas dan pandangan nya mulai rabun karena air mata yg menggenang di pelupuk mata nya.
"Aku tidak akan menyakiti mu atau pun bayi mu, aku bersumpah!" tegas Gio lagi. Perlahan ia mendekati Firda, Firda pun berdiri walaupun dengan kaki yg terasa sangat lemas seolah tak bertulang.
Firda melangkahkan kaki nya dengan begitu gontai, Gio dan beberapa anak buah nya mengikuti Firda dari belakang.
Firda kembali ke kamar nya dan ia duduk di tepi ranjang, sementara anak buah Gio berjaga di depan pintu kamar Firda.
"Nyonya Firda..." Gio memanggil nya dengan begitu lembut "Dokter akan memeriksa mu dan keadaan kandungan mu, tolong percaya pada ku dan jangan coba coba pergi dari sini. Ini demi keamanan mu sendiri" pinta nya.
Firda tak menanggapi nya dan ia hanya menundukan kepala nya. Gio terdengar menghela nafas berat, dan kemudian melangkah keluar dari kamar Firda.
Tak lama kemudian dua Dokter wanita untuk memeriksa Firda, Firda sedikit heran kenapa bisa ada dua Dokter.
"Nyonya Firda, saya di perintahkan untuk memeriksa kandungan anda" ujar salah satu Dokter itu, Firda menatap bingung kedua nya.
Dokter itu membaringkan Firda guna memeriksa kandungan Firda. Dan saat itu juga, Firda mengambil ponsel Dokter itu yg ada di saku jas Kedokteran nya tanpa sepengetahuan nya.
"Apa kalian tinggal di sini?" tanya Firda, berusaha menemukan informasi apapun tentang rumah ini. Sementara ponsel nya ia sembunyikan di bawah tubuh nya.
"Iya, sejak seminggu yg lalu. Kami di perintahkan untuk tinggal di sini untuk menangani mu" jawab Dokter itu yg membuat Firda mengernyit bingung. Dahi nya berkerut dalam bahkan alis nya sampai menyatu.
"Seminggu... Yg lalu?" tanya Firda memastikan.
"Benar, Nyonya Firda" jawab nya yg membuat Firda tercengang.
__ADS_1
"tanggal berapa sekarang?" tanya nya lagi.
"Tangga 17..." seketika Firda merasa semakin lemas. Jadi diri nya pingsan selama seminggu?
"Aku pingsan apa koma?"
...
Sementara Gabriel kini tengah fokus mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk menemukan Edward yg telah melarikan diri, jika Edward menghasut orang Gabriel untuk membantu nya kabur dengan imbalan sepertiga kekayaan Gabriel, maka Gabriel melakukan hal yg sama.
" Siapapun yg membawa John dalam keadaan hidup atau mati ke hadapan ku, aku akan memberikan sepertiga dari kekayaan ku" titah nya yg tentu saja membuat semua orang tergiur.
Bahkan, anak buah Gabriel yg berkhianat dan melarikan diri bersama Edward juga tergiur dengan tawaran itu yg juga sampai ke telinga nya
Ia bisa mendapatkan sepertiga kekayaan Gabriel jika Gabriel berhasil di kalahkan oleh Edward, dan Bagaiamana jika tidak? semua orang tahu kekuatan Gabriel.
Sementara Edward? dia hanya memiliki beberapa orang di samping nya saat ini.
Dan orang yg sama pun memberikan sinyal pada Gabriel untuk melacak keberadaan Edward.
Sementara Gabriel, ia hanya tersenyum miring.
"entah kenapa harta membuat orang begitu bodoh dan kejam. Saling mengkhianati, saling membunuh" desis nya.
...
__ADS_1
Mini yg masih berusaha keras mencari keberadaan Gio akhir nya mendapatkan sinyal keberadaan Firda.
Mini langsung menghubungi Gabriel dan memberi tahu berita itu.