
Farhan menemui Gabriel untuk memberi tahu keputusan Firda, dan entah apa yg ada dalam hati Gabriel namun ia merasa begitu bahagia dan terharu dengan keputusan Firda.
"Aku janji, Om. Aku akan menjadi suami yg baik untuk Firda" tegas Gabriel.
"Tidak ada satu pun di antara kami yg mempercayai mu sampai detik ini, keputusan ini di ambil dengan sangat terpaksa" Farhan berkata dengan begitu dingin, membuat hati Gabriel merasa sedih namun ia bisa memahami perasaan Farhan. Ia juga seorang ayah, tentu ayah mana pun tidak akan mau jika terjadi hal buruk pada anak mereka.
"Aku tahu, aku benar benar minta maaf. Dan aku akan menebus kesalahan ini dengan pernikahan, aku janji tidak akan menyakiti Firda"
"Aku sangat meragukan janji mu" sekali lagi Farhan berkata dengan sangat dingin, dan lagi lagi Gabriel harus bisa memahami perasaan dan posisi ayah dari Firda ini.
"Aku bahkan masih berfikir kamu mungkin balas dendam atas lamaran mu yg di tolak oleh Firda" tukas Farhan lagi yg tentu saja tuduhan itu langsung di tepis oleh Gabriel.
"Itu tidak mungkin, aku tidak pernah tersinggung dengan apapun yg Firda katakan atau lakukan. Aku tahu dia gadis yg sangat polos, karena itu lah aku sangat menghormati nya. Dia juga pernah menolong ku beberapa kali, bahkan bisa di katakan aku berhutang nyawa pada nya. Om, saya tidak akan meminta mu atau pun yg lain nya percaya pada ku karena aku tahu sangat sulit mempercayai ku. Aku hanya meminta kesempatan untuk membuktikan bahwa aku sungguh menyesal dan akan bertanggung jawab"
Farhan menatap lurus kedua mata Gabriel, mencari kebohongan atau kemunafikan disana. Namun yg ia lihat hanya kesungguhan dan kejujuran.
"Lalu dimana keluarga mu? Kamu harus datang melamar kerumah ku bersama keluarga mu, aku tidak mau pernikahan ini terlihat seperti pernikahan mendadak" tegas Farhan namun Gabriel hanya bisa menggeleng lemah.
"Aku tidak punya keluarga, Om" jawab nya lemah namun Farhan tampak tidak mempercayai hal itu.
"Bohong, katakan saja kau tidak ingin keluarga mu tahu tentang masalah ini kan?" tuduh Farhan marah.
"Aku tidak bohong, ibu ku meninggalkan ku 18 tahun yg lalu dan aku tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak, kemudian ayah ku meninggal 10 tahun yg lalu. Aku tidak memiliki kerabat" jawab Gabriel dengan suara lirih kemudian, karena untuk yg satu ini ia tahu ia berbohong. Gabriel masih memiliki seorang putra, dan status pernikahan yg masih sah secara negara dengan Angeline. Belum ada gugatan cerai dari kedua belah pihak.
"Tapi aku akan segera mengurus perceraian ku dengan nya dan menjadikan Firda satu satu nya istri ku" batin Gabriel berkata yakin.
__ADS_1
"Apa kamu tidak mencari ibu mu?" tanya Farhan.
"Aku selalu mencari nya, tapi masih belum menemukan nya" jawab Gabriel lirih.
Farhan kembali terdiam, memikirkan cara bagaimana agar semua nya tampak normal di mata keluarga nya dan di mata orang lain.
"Datanglah malam ini kerumah ku"
...........
Firda merenung di kamar nya, berbaring menyamping sembari memainkan pena dan membuat coretan abstrak di kertas kosong. Ia meragukan keputusan nya untuk menerima Gabriel tapi Firda tidak punya jalan keluar lain, ia begitu takut bagaimana jika nanti ia hamil. Ketakutan itulah yg membuat Firda mengambil keputusan ini.
"Fir.." seru Aisyah yg muncul dari balik pintu.
"Iya, Ummi?" tanya Firda dan ia pun beranjak duduk.
"Siapa yg menemui nya?" tanya Firda dengan suara lirih.
"Abi mu dan kakek nenek mu" jawab Aisyah "Sabar lah, Nak. Allah akan menunjukan jalan untuk mu"
"Apa yg mereka bicarakan? Apa dia memberitahu kakek dan nenek bahwa kami....."
"Tidak, Nak. Tentu saja tidak, dia datang untuk melamar baik baik. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa sebelum nya dia juga sudah melamar mu tapi kamu menolak nya"
.........
__ADS_1
"Jadi, kamu menyukai cucu ku yg nakal itu?" tanya kakek Firda dengan suara serak nya. Gabriel mengangguk sembari menyunggingkan senyum.
"Dan kenapa tidak ada yg memberi tahu kami bahwa kamu sudah pernah melamar Firda?" tanya sang nenek.
"Karena waktu itu Firda menolak nya, Ummi" Jawab Farhan cepat.
"Tapi Firda masih terlalu kecil untuk menikah, selain itu dia baru saja masuk pesantren" ujar sang kakek yg membuat Gabriel mulai gelisah, begitu juga dengan Farhan. Karena meskipun ia ayah kandung Firda, tapi jika ayah mertua nya tak menyetujui pernikahan Firda maka Farhan tak bisa memaksa nya.
"Mereka pacaran , Bi" tukas Farhan kemudian yg membuat Gabriel terkejut begitu juga dengan kakek nenek Firda itu.
"Masak? Yang benar saja, Farhan. Rasa nya tidak mungkin Firda dan Gabriel pacaran" ujar ibu mertua nya yg membuat Farhan semakin bingung harus menjawab apa. Ia terjebak pada kebohongan nya sendiri.
"Tunggu, apa Firda sakit karena kamu melarang nya pacaran dan tidak merestui hubungan Gabriel dan Firda? Apa Karena putus cinta, Firda sampai sakit?" tanya sang kakek yg tanpa sengaja malah membuat Farhan menemukan jalan untuk membenarkan pernikahan mendadak ini.
"I... Iya, Bi. Farhan dan Aisyah memang melarang Firda memiliki hubungan dengan Gabriel" jawab Farhan gugup. Dalam hati ia meminta maaf pada ayah mertua nya itu dan memohon ampun pada Allah Karena sudah berbohong.
"Kasihan sekali cucu ku itu, remaja labil memang seperti itu. Karena itulah alangkah lebih baik nya kalau menjaga jarak dengan lawan jenis dan pacaran itu di larang dalam islam karena itu mendekati zina. Ya begini lah akibat nya kalau melanggar apa yg sudah Allah tetapkan" ucap sang kakek yg tentu saja membuat Gabriel dan Farhan hanya bisa menunduk dalam.
"Jadi kamu ingin mereka menikah, Farhan?" tanya ibu mertua nya kemudian. Farhan tak bisa langsung menjawab, entah berapa banyak kebohongan yg harus dia lakukan saat ini.
"Kami yg ingin menikah" tiba-tiba terdengar suara Firda yg menjawab.
Semua orang langsung menoleh ke arah asal suara itu, Firda berdiri di samping ibu nya dan ia menatap kakek nenek nya, ayah nya dan Gabriel secara bergantian.
"Maafin Firda, Kek, Nek...." seru Firda dan ia pun duduk di antara kakek nenek nya "maaf karena Firda khilaf dan pacaran dengan Gabriel. Karena itulah kami ingin menikah, bukankah ajaran islam itu halalkan atau tinggalkan? kami memilih halal kan, Kek, Nek" tukas Firda yg entah mengapa malah membuat Gabriel tanpa sadar menahan nafas dan ia tak bisa memalingkan wajah nya dari Firda.
__ADS_1
Firda yg tampak lebih kurus, pucat dan lingkaran hitam yg terlihat jelas di bawah mata nya. Tak bisa Gabriel bayangkan betapa hancur nya Firda karena ulah diri nya. Ia juga tak menyangka Firda memberikan jawaban yg begitu bijak, walaupun fakta nya itu adalah sebuah kebohongan.
"Baiklah jika itu jalan yg ingin kau pilih, Nak. Tapi pernikahan itu bukan perkara yg mudah, akan ada begitu banyak badai yg akan menerpa kalian" ujar sang kakek sembari mengelus kepala firda "Tapi jika keputusan ini memang yg terbaik, kakek hanya bisa mendoakan mu, nak. Dan kamu benar, terkadang kita harus memilih yg terbaik meskipun itu yg terberat"