Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 68 - Manargetkan Firda


__ADS_3

Gabriel mendapatkan undangan sebuah pesta dari salah satu rekan kerja nya, dan karena kabar Gabriel yg memiliki istri sudah tersebar, maka rekan kerja nya itu mengundang Gabriel agar datang bersama istrinya untuk hadir di pesta sekaligus penggalangan dana untuk rumah sakit dan juga panti asuhan.


Setelah itu, Gabriel langsung menghubungi John dan memerintahkan John untuk menemui nya sekarang juga, di kantor nya.


Tak lama kemudian John datang dan Gabriel langsung merundung nya dengan berbagai pertanyaan tentang Eduardo dan Kiroz.


"Tuan, Kiroz itu sudah tewas" ujar John yakin.


"Apa kamu menemukan tubuh nya? tidak kan?" tanya Gabriel dan tentu John mau tak mau harusp membenarkan itu.


"Tapi kemungkinan nya sangat kecil untuk dia bisa bertahan hidup" ujar John lagi membela diri.


"Tapi pagi ini aku menemukan mayat di rumah ku dan dia memegang sebuah liontin yg di miliki oleh anggota geng Eduardo, John" tukas Gabriel.


"Mayat? Di rumah anda? Bagaimana bisa?" tanya John tak percaya.


"Ya, bagaimana bisa. Itu juga menjadi pertanyaan ku, John. Dia mengincar istri ku" ujar Gabriel putus asa.


"Bukankah sudah aku katakan, Tuan Gabriel? Wanita tidak cocok berada dalam hidup mu" ujar John yg membuat Gabriel menggeram kesal.


"Tidak, John. Aku membutuhkan Firda, aku menginginkan dia dalam hidup ku. Dan akan aku lakukan apapun untuk melindungi nya" tukas Gabriel yakin.


"Anda jangan khawatir, Tuan. Aku akan meminta orang orang ku untuk memperketat penjagaan di rumah mu. Dan jika ada anggota Eduardo berhasil masuk, bukan kah itu artinya ada orang dalam yg membantu nya?"


"Dia menyamar menjadi pelayan"


"Anda jangan khawatir, aku akan ke rumah malam ini dan memeriksa semua nya kembali"


"Gio sudah memeriksa nya, John. Dan malam ini aku akan pergi ke pesta penggalangan dana"


"Bersama istri mu?"


"Iya, orang orang sudah tahu aku memiliki istri jadi mereka juga mengundang istri ku"


"Bagaiamana jika anda bertemu Nyonya Angeline? Aku yakin dia juga akan menghadiri pesta seperti itu" ujar John.


"Entahlah" jawab Gabriel.


.........

__ADS_1


Di atap sebuah gedung yg tak jauh dari pasar, terlihat seorang pria yg sedang membereskan senapan nya sambil sesekali melirik ponsel nya, ia sedang menunggu telpon dari seseorang.


Tak lama kemudian ponsel nya berdering dan dengan cepat pria itu menjawab nya dan berkata


"Maafkan aku, Tuan. Target lepas tadi karena tiba tiba dia berlari mengejar kucing nya, aku tidak bisa mengeksekusi nya karena kucing nya malah kecelakaan dan itu membuat orang orang mengerumuni nya" tutur nya.


"Aku tahu, kembali lah. Aku akan mengabari mu untuk rencana selanjutnya" terdengar jawaban tegas dari pria yang ada di seberang telpon.


"Baik, Tuan..." jawab pria yg adalah seorang sniper itu.


.........


Firda masih terus menangis sambil memeluk kucing nya yg sudah di bungkus dengan kain oleh oleh Dokter, luka nya juga di jahit supaya tidak terus mengeluarkan darah. Firda membawa nya pulang dan ingin menguburkan nya sendiri.


"Nyonya Firda..." Gio memanggil nya dengan begitu lembut, ada perasaan kasihan melihat Firda yg terus menangis sesegukan karena kepergian kucing nya.


"Hiks hiks... Seharusnya aku dengerin Om Gabriel, jangan keluar rumah hari ini..." gumam Firda di tengah isak tangis nya.


"Ini bukan salah mu, Nyonya Firda" ucap Gio menghibur.


"Ini salah ku, Gio. Seharusnya aku tidak membawa nya, seharusnya aku biarkan dia di rumah. Hiks... Ummi juga selalu bilang supaya... Hiks hiks... Supaya kucing ku jangan di bawa keluar, karena di jalanan banyak kendaraan" Gio hanya bisa meringis melihat Firda yg benar benar terpukul karena kematian kucing nya itu, Gio tidak menyangka bahwa sesayang itu Firda pada kucing nya.


Bahkan pelayan yg ikut Firda juga tampak merasa sangat kasihan dengan Firda, apa lagi melihat Firda yg memeluk jasad kucing nya itu.


Tak lama kemudian mobil sudah sampai di rumah, Gio langsung bergegas keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Firda.


"Gio, ambilkan cangkul ya. Aku mau mengubur Ciu Ciu di halaman belakang" ujar Firda dan Gio pun mengangguk.


Firda berjalan lebih dulu ke halaman belakang dan ia bingung karena melihat ada tanah yg seperti nya juga bekas di cangkul.


Firda berjongkok saat melihat ada bercak darah di tanah, Firda mengernyit bingung saat memastikan itu benar benar darah.


"Gio..." panggil Firda saat Gio sudah datang dengan membawa cangkul.


"Ya, Nyonya Firda?" tanya Gio sambil melepas jas hitam nya dan bersiap mencangkul tanah.


"Bekas apa ini? Dan ini darah, darah siapa?" tanya Firda heran.


"Oh, itu bekas anjing meninggal" jawab Gio santai.

__ADS_1


"Anjing? Di rumah ada anjing?" tanya Firda heran.


"Anjing tetangga, Nyonya. Tapi sepertinya anjing nya liar dan penjaga terpaksa menembak nya" jawab Gio dan ia mulai mencangkul tanah, membuat lubang untuk mengubur Ciu Ciu.


Firda pun percaya saja pada apa yg di katakan Gio, dan setelah Gio membuat lubang yg cukup dalam, Firda memasukkan kucing nya ke lubang itu.


"Selamat jalan, Ciu Ciu. Maaf ya karena aku kamu jadi begini..." gumam Firda sedih "Maafin aku ya, Ciu Ciu" ucap nya lagi.


Firda mengambil cangkul dan menutup kembali kuburan Ciu Ciu.


"Biar aku saja, Nyonya Firda" pijat Gio.


"Tidak apa apa, Gio. Aku bisa melakukan nya sendiri" ucap Firda.


Gio memperhatikan Firda yg menutup kuburan kucing nya itu sementara pipi Firda masih basah karena air mata.


Setelah selesai mengubur kucing kesayangan nya, Firda masuk ke kamar nya dan ia membersihkan tangan nya yg kotor.


..........


Gabriel sengaja pulang lebih awal karena ia dan Firda harus bersiap ke pesta.


Saat Gabriel pulang, ia mendapati Firda yg masih tampak sedih dan murung. Firda duduk berselonjoran di tepi ranjang dengan tatapan yg lurus ke depan.


"Ada apa, Firda? Kamu sudah pergi ke pasar tadi?" tanya Gabriel dan Firda mengangguk lemah.


"Kenapa kamu terlihat sedih? Apa ada yg meneror mu lagi?" tanya Gabriel dan Firda hanya menggeleng.


"Lalu ada apa?" tanya Gabriel lagi.


"Ciu Ciu meninggal" lirih Firda.


"Apa?" pekik Gabriel "Bagaiamana bisa?"


"Dia ikut ke pasar, terus terlindas motor" jawab Firda dengan suara tercekat dan ia kembali ingin menangis. Mata nya sudah terasa panas dan berair namun Firda dengan cepat mengucek nya.


"Kenapa kamu membawa nya, Firda?" tanya Gabriel dan ia ikut merasa sedih, karena Ciu Ciu yg juga dekat dengan nya.


"Ini memang salah ku..." lirih Firda dan Gabriel pun duduk di samping Firda, merangkul pundak nya dengan lembut.

__ADS_1


"Ini bukan salah mu, sudah jangan sedih ya" pinta Gabriel dan Firda hanya bisa menarik nafas panjang dan mengangguk.


Mencoba ikhlas dengan kepergian sang kucing peliharaan yg sangat ia sayangi.


__ADS_2