
Gabriel mengirimkan foto diri nya yang tidur bersama Micheal kepada Firda, dan ia juga memberi tahu Firda bahwa Micheal memanggil Firda Mommy Cantik.
Sementara Firda yang saat ini sedang berada di dapur hanya bisa tersenyum sendiri saat membaca pesan suami nya itu yang melaporkan banyak hal pada nya. Juga senang mendengar kabar Micheal sudah tahu siapa Gabriel dan Micheal bahagia dengan kebenaran itu.
..........
^^^My Lovely Wife^^^
^^^"Jadi, apa Micheal tidak meminta mu tidur bersama Mommy nyajuga? Biasa nya anak anak ingin tidur bersama orang tua nya..."^^^
Gabriel tersenyum membaca pesan dari istri nya itu, Gabriel yang saat ini baru saja selesai mandi, duduk santai di tepi ranjang dengan masih hanya mengenakan handuk. Sementara Micheal sudah terbangun dan pergi keluar mencari Mommy nya.
Me
"Kami tidur bersama.."
Gabriel mengirim pesan itu sambil terkekeh.
.........
Mata Firda langsung melotot membaca pesan suami nya itu, ia yang saat ini sedang memasak oseng oseng udang langsung mengaduk ngaduk wajan dengan kesal.
"Fir, jangan main hp kalau lagi masak. Nanti hp nya Ummi tumis juga..." seru Ibu nya yang tak di indahkan oleh Firda.
Dengan kesal ia kembali menulis pesan untuk suami nya itu.
.........
^^^My Lovely wife^^^
^^^"Jadi kalian tidur di kamar KU atau tidur di kamar TAMU?"^^^
Gelak tawa Gabriel langsung pecah membaca pesan yang seperti nya penuh penekanan itu. Jari Gabriel mulai menari di layar ponsel nya, hendak membalas pesan istri nya namun pesan Firda kembali masuk yang berbunyi.
^^^My Lovely Wife^^^
^^^"Awas saja kalau kalian tidur satu kamar, aku akan melaporkan nya sama Ummi, Abi, Kakek, Nenek. Biar kamu di RAJAM"^^^
__ADS_1
"Astagfirullah..." Gabriel meringis membaca pesan istri nya yang sudah pasti sangat marah itu pada nya.
Ia pun dengan cepat menghubungi istri nya itu, namun panggilan nya di reject. Gabriel mulai panik, seharusnya ia tidak bercanda hal seperti itu pada Firda.
Me
"Sayang, aku hanya bercanda, aku hanya tidur berdua dengan Micheal di kamar kita" ia mengirim pesan itu namun pesan nya tak di baca.
"Aduh, marah nih..." gumam nya cemas.
Me
"Kamu cemburu ya? Aku tahu, aku hanya bercanda. Sungguh..."
Gabriel kembali mencoba menghubungi Firda, namun hasil nya sama saja. Firda tidak menjawab nya, berkali kali Gabriel mencoba nya dan semua nya sia sia.
"Seharusnya aku tahu, memantik kecemburuan wanita sama dengan memantik api di tumpukan jerami..." gumam Gabriel dan sekarang ia pun mencoba menghubungi Ayah mertua nya.
..........
Setelah 45 menit berlatih, Gio memilih beristirahat. Seluruh tubuh nya basah kuyup karena keringat, bahkan juga rambut nya. Gia menyugar rambut nya yang setengah basah itu dan seorang pelayan datang, memberi nya handuk dan sebotol air.
Gio berjalan keluar dari ruang latihan, dan saat melewati sebuah halaman yang biasa di gunakan untuk latihan di ruang terbuka, Gio melihat ada seorang gadis yang saat ini sedang belajar menembak. Seketika Gio teringat dengan Firda, dan tak bisa Gio bohongi perasaan nya bahwa ia merindukan Firda.
"Gerry?" seru Gio dan seorang pria yang berusia 40 tahunan itu berlari ke arah nya.
"Ya, Tuan muda?"
"Aku ingin kau mendapatkan nomor telpon Firda.." seru Gio, karena Firda memang sudah berganti nomor dan bahkan mungkin ponsel nya. Tentu saja, ponsel nya sudah rusak gara gara Firda bertarung melawan tiga pria saat Firda hendak melarikan diri.
"Baik, Tuan Muda..." jawab Gerry.
"Aku ingin secepatnya kau melakukan itu, saat jam makan siang, aku sudah harus bisa menghubungi adik ku..." ucap nya lagi yang membuat Gerry mengernyit bingung.
"Adik?" tanya nya.
"Ya Firda. Dia adik ku..." kata Gio sambil tersenyum, ia melangkah masuk ke dalam rumah nya yang terletak di tengah pulau terpencil itu dan Gerry mengikuti nya dari belakang.
__ADS_1
"Oh, Jadi Tuan Muda menganggap Nona itu adik ya..." kata Gerry sambil tersenyum.
Sekarang semua anggota geng Gio sudah mengenal Firda dan banyak yang membicarakan Firda karena bisa mendamaikan dua geng Mafia yang bermusuhan selama puluhan tahun. Tak hanya itu, Firda dan Gabriel adalah musuh pertama yang keluar hidup hidup dari tangan keluarga Glatzel yang juga terkenal sadis pada para musuh dan pengkhianat.
"Iya, karena itu lah, jika dia dalam bahaya atau ada orang yang akan menyakiti nya, kalian harus melindungi nya sama seperti kalian melindungi ku" tegas Gio yang membuat Gerry kembali tersenyum dan ia mengangguk patuh.
"Tentu, Tuan Muda. Nona muda itu akan kami lindungi..."
..........
"Firda..." teriak Abi nya mencari Firda ke dapur.
"Firda keluar, Bi. Kata nya mau beli bakso, ada apa?" tanya Ummi Aisyah yang masih sibuk di dapur.
"Ini Gabriel telfon, kata nya mau bicara sama Firda" ujar Abi Farhan.
"Kenapa tidak langsung telfon Firda? Hp nya di bawa kok..." ujar Ummi Aisyah member tahu.
"Tidak di jawab, Ummi..." sambung Gabriel dari seberang telfon.
"Mungkin di silent" Abi Farhan menimpali.
....
Gabriel menghela nafas lesu, Firda seperti nya benar benar merajuk pada nya. Saat ini Gabriel sedang sibuk mencari pakaian nya, karena Gabriel harus kembali melakukan meeting dengan anggota Black Swan, Gabriel ingin tahu jawaban mereka tentang penawaran Gabriel untuk mereka.
"Biar nanti aku coba telfon lagi..." ujar Gabriel kemudian.
"Iya, kamu kapan pulang, Gabriel?" tanya Ibu mertua nya.
"Belum tahu, Ummi. Tapi aku akan usahakan secepatnya pulang" Jawab Gabriel sembari memasang kemeja nya yang berwarna hitam polos.
"Ummi, sekarang aku harus pergi. Assalamualaikum" kata Gabriel kemudian.
"Waalaikum salam, hati hati di sana, Gabriel. Jaga diri..." seru ayah nya.
"Iya, Bi. Inysa Allah..."
__ADS_1