Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 164 - Bersiap


__ADS_3

Keesokan siang nya, Gio, Gerry dan Mini sudah bersiap akan pergi. Mereka berpamitan pada keluarga Firda satu persatu, raut wajah Gio tampak sedih karena masa liburan nya di desa Firda sudah selesai, hati nya terasa berat meninggalkan rumah dan keluarga yang menempati rumah itu. Hanya dalam waktu tiga hari, mereka semua sudah berhasil membangun tempat yang begitu berkesan di hati Gio,Mini dan Gerry.


Mini bahkan meneteskan air mata nya kala berpamitan pada Ummi Aisyah, yang begitu perhatian pada nya dan selalu menyuruh Mini nambah saat makan. Mini sudah menganggap wanita anggun ini sebagai Ibu nya, Ummi Aisyah adalah sosok Ibu yang begitu sempurna bagi Mini.


"Terima kasih ya, Tante. Atas semua kebaikan Tante selama kami di sini" kata Mini sambil terisak. Ummi Aisyah pun langsung memeluk Mini


"Jangan menangis..." kata nya sembari mengusap punggung Mini dengan lembut yang justru membuat tangis Mini semakin menjadi "Nanti kalau punya waktu luang, kan bisa main ke sini lagi"


"Hiks... Iya, Tante" kata Mini "Siapa tahu Gio mau kesini lagi, jadi kan tidak perlu ongkos, hiks hiks..." kata Mini yang membuat Ummi Aisyah terkekeh. Sementara Gio mendelik pada gadis Rock di depan nya ini yang sempat sempat nya ingin memanfaatkan Gio.


"Terima kasih juga atas semua ini, Tante..." kata Gio yang memegang dua kresek yang berisi sambal kacang, gorengan dan kerupuk mentah.


"Sama sama, kalian hati hati di jalan. Nanti kalau sudah sampai di rumah masing masing, tolong hubungi kami ya, jadi kami bisa tahu kalau kalian sampai dengan selamat dan kami tidak perlu khawatir lagi"


"Tante perhatian banget sih..." rengek Mini yang kembali memeluk Ummi Aisyah, memburu Ummi Aisyah dan yang lain nya terkekeh.


"Sudah sudah, nanti keburu sore gara gara kamu..." ujar Gio kesal.


"Kami akan mengantar kalian" ujar Firda kemudian. Gio mengangguk senang.


"Mickey ikut..." rengek Micheal sembari mengulurkan kedua tangan nya pada Firda.


"Mickey di rumah saja ya" kata Gabriel dan Mickey langsung menggelengkan kepala nya beberapa kali.


"Ya sudah lah, Bang. Kita bawa saja, sekalian jalan jalan lagi" kata Firda, Gabriel pun menyetujui permintaan istri nya itu.


"Baiklah..." jawab nya pasrah yang membuat Mickey langsung melompat girang.


Mereka pun memasuki mobil Gabriel, sebelum pergi, Micheal melambaikan tangan nya pada orang orang di rumah dengan senyum yang begitu lebar.

__ADS_1


..........


Angeline awal nya percaya pada Frank saat ia mengatakan Ayah nya menginap di rumah teman nya, makin sekarang tidak lagi. Angeline merasa ada yang janggal apa lagi ia tak bisa menghubungi ayah nya.


Saat ini, Angeline ada di ruang kerja nya. Ia kembali bekerja seperti biasa nya, begitu juga dengan Frank. Namun Angeline juga melihat ada yang tidak beres dengan Frank, dia seperti orang yang tertekan. Angeline selalu bertanya apa yang sebenarnya terjadi namun Frank tak kunjung memberikan jawaban yang pasti dan itu berhasil memancing emosi Angeline.


Angeline sudah cukup pusing dengan masalah nya dan Gabriel gara gara Gabriel yang membawa Micheal ke desa Firda. Dan sekarang masalah Ayah dan Adik nya yang semakin menambah beban fikiran nya. Setelah bergelut dengan pemikiran nya sendiri, akhir Angeline memutuskan untuk memaksa Frank berkata jujur.


Angeline menutup laptop nya dan ia beranjak dari kursi nya untuk menghampiri Frank.


Sementara itu, Frank masih begitu gugup karena Edward belum juga memberi kabar pada nya, Frank mengkhawatirkan ayah nya dan tentu juga keponakan nya. Meskipun Edwards tidak mungkin menyakiti Micheal, namun tetap saja Frank merasa takut.


"Apa yang harus aku lakukan? Dimana ayah ku di sembunyikan..." Frank berkata frustasi. Ia menyugar rambut nya dengan kasar dan kemudian memukul meja nya karena sudah tidak tahan dengan beban nya.


"Agh, sialan..." geram nya.


"Kamu ada masalah apa sebenarnya sih, Frank?" tanya Angeline heran pada adik nya itu.


"Bukan apa apa" jawab Frank ketus.


"Jangan bohong, Frank. Sejak aku pulang, aku melihat kamu selalu seperti orang tertekan. Apa ini ada hubungannya sama Daddy?" tanya Angeline tegas.


"Angel..."


"Frank, jujur sama aku!!!" seru Angeline yang tak membiarkan Frank berkilah lagi, Frank menghela nafas berat sebelum akhirnya menganggukan kepala nya.


"Ada apa sama Daddy? Dimana dia?" tanya Angeline yang kini terlihat cemas.


"Dia di bawa Edward..." lirih Frank yang sudah tak sanggup menahan masalah nya sendirian

__ADS_1


"Edward siapa?" tanya Angeline yang semakin panik, apa lagi ketika mengingat nama Ayah Gabriel juga Edward.


"Edward ayah nya Gabriel, memang nya Edward siapa lagi..." jawab Frank putus asa yang langsung membuat Angeline begitu shock.


"Oh Tuhan, kenapa kamu tidak menjaga nya, Frank" seru Angeline yang tampak seperti menyalahkan adik nya itu.


"Kamu sendiri menjaga nya, huh?" teriak Frank yang tidak terima di salahkan "Kamu malah asyik asyikan sembunyi di mansion Gabriel, kamu tidak memikirkan aku dan Daddy?" ia berteriak tepat di depan wajah Angeline membuat Angeline hanya bisa mematung di tempat nya.


.........


Sementara itu, Edward dan ketiga anak buah nya tersenyum saat melihat mobil Gabriel yang akhir nya keluar rumah. Ada dua mobil yang beriringan, satu mobil di depan ada Gio, Mini, Gerry dan Abi Farhan yang ikut mengantar mereka. Sementara di mobil belakang ada Gabriel, Firda dan Micheal.


Edward mengawasi kedua mobil itu dan membuntuti nya, mereka belum bisa berniat menyerang sampai mobil mereka menjauhi pemukiman warga.


Namun tanpa Edward sadari, meskipun Gabriel di desa namun anak buah nya masih melindungi. Ada drone pengintai yang selama ini selalu mengawasi keluarga Firda baik saat di rumah mau pun keluar rumah, drone itu di kendalikan oleh orang orang terbaik dan terpercaya Gabriel. Dan Edward yang sudah mengikuti Gabriel sejak tadi rupa nya menarik perhatian anak buah Gabriel yang sedang mengawasi mereka lewat drone itu.


Sementara itu, Gabriel yang saat ini sedang menyetir mendapatkan kabar dari anak buah nya dari ponsel yang tersambung ke earphone wireless Gabriel.


"Don, ada mobil mencurigakan di belakang mu"


Sontak Gabriel langsung menoleh dan ia melihat ada satu mobil hitam di belakang nya.


"Kenapa, Bang?" tanya Firda karena Gabriel tiba tiba terlihat panik.


"Ada yang mengikuti kita.." kata Gabriel. Firda pun menoleh, ia cemas sebenarnya apa lagi ia bersama Micheal sekarang. Namun Firda berfikir positif dulu.


"Mungkin hanya kebetulan satu arah, Bang" kata Firda.


"Untuk membuktikan semua itu, kita harus pergi ke arah yang lain" kata Gabriel "Hubungi Abi, suruh dia belok kiri di depan sana"

__ADS_1


__ADS_2