Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 121 - Bagaiamana?


__ADS_3

Sopir menginjak rem secara tiba tiba saat ada sebuah motor yg menghadang mobil yg di tumpangi Firda, hal itu tentu membuat Firda dan Mini terpekik kaget.


Sementara di tahanan nya, Edward tersenyum miring. Tak perduli dengan semua luka di tubuh nya dan darah yg mulai mengering, Gabriel bahkan tak memberi nya air setetes pun dan Edward merasa akan mati kehausan. Namun Gabriel tak takut sedikit pun.


Gabriel masih sibuk dengan orang orang nya untuk menyusuri jejak Edward dan ingin tahu siapa saja yang bersekutu dengan nya.


Jika boleh jujur, Gabriel sangat ingin membunuh Edward dan ia sudah bersumpah pada diri nya sendiri akan menghancurkan pria yg telah membunuh ibu nya. Namun di atas kemarahan itu, di atas dendam itu, ada cinta yg jauh lebih besar, yaitu cinta nya pada Firda. Gabriel juga sudah berjanji pada Firda tak akan membunuh selama nyawa mereka tidak terancam.


Ponsel Gabriel yg ada dalam saku nya bergetar, ia pun merogoh ponsel itu dan ia mendapatkan notif pesan video.


Gabriel memutar video itu dan seketika ia melotot sempurna saat dalam video itu terekam Firda dan Mini .


"Tidak, Firda..." pekik Gabriel panik.


"Ada masalah Don Gabriel?" tanya salah satu pria di samping nya. Belum sempat ia menjawab, ia kembali mendapatkan pesan video.


Seorang pria yg memberikan pesan pada nya.


"Akan aku serahkan mereka, asal kau serahkan John pada kami"


Gabriel menggeram marah dengan pesan itu, sudah ia duga. Edward pasti memiliki pelindung di belakang nya.


"Kumpulkan semua orang terkuat dan terpercaya. Katakan pada mereka, jalankan misi menyelamatkan Nyonya Emerson dan tuan muda Emerson!!!"


.........


Firda menoleh ke sekitar nya, dan orang orang yg tadi mengawal nya kini telah menjadi mayat karena di bunuh satu persatu oleh sniper. Mayat itu di kumpulkan di sekitar nya. Bahkan sopir yg tadi membawa Firda juga kini telah mati, sekarang hanya ada Firda, Michael dan Mini


Firda kembali menangis, lagi lagi ia harus menjadi penyebab kematian orang orang. Dan kenapa kepergian nya bisa di lacak? Kenapa pengawal nya bisa terlacak padahal mereka semua sudah menyamar sedemikian rupa.

__ADS_1


Firda dan Mini di perintahkan untuk berlutut dengan tangan di belakang kepala, sementara Michael kini sudah ada dalam gendongan seorang pria bertubuh besar yg memiliki bekas luka melintang di wajah nya. Micheal menangis dan memberontak namun Firda tak bisa menolong nya.


"Aku mohon, jangan sakiti putra ku..." pinta Firda memelas.


Mata nya melirik ke kanan dan ke kiri, hanya ada tiga orang yg mengawasi nya di sana namun semua nya memiliki senjata dan bertubuh besar dan kuat. Bahkan dari tatapan mereka saja sudah terlihat jelas bahwa mereka adalah orang orang yg beringas.


Firda juga memperhatikan sekeliling nya, ia berada di pinggir jalan raya namun seperti nya itu tak berarti mereka akan mendapatkan pertolongan. Kemudian Firda melihat bangun gereja di ujung sana.


"Micheal, Sayang..." panggil Firda dan ia menatap Micheal dengan begitu memelas. Membuat Micheal semakin menangis dan memberontak hendak turun dari gendongan pria itu.


"Hey, diam..." pria itu membentak nya yg justru membuat Micheal semakin menangis histeris dan berteriak tepat di telinga pria itu, membuat pria itu meringis dan langsung menutup telinga nya.


Firda mengambil kesempatan itu dan Dengan sangat cepat Firda berdiri, menendang tulang kering pria itu apa lagi bersamaan dengan itu Micheal menggigit pipi pria itu karena kesal. Sementara Mini pun langsung bergerak cepat melepas high heels nya dan melempar nya ke wajah pria itu.


Dua pria lain nya langsung menodongkan senjata pada Firda dan Mini namun terlambat, Firda lebih dulu telah berhasil merebut senjata pria yg menggendong Micheal dan menodongkan nya ke kepala pria itu.


"Kau berani mencekik tuan muda Emerson?" tanya nya dengan sinis "Ayah nya menyayangi nya, begitu juga dengan kakek nya. Bos kalian..." tukas Firda dengan percaya diri dan pria itu hanya menggeram.


Mereka memang di perintahkan hanya untuk menangkap Firda, bahkan boleh membunuh Firda asalkan pria itu mendapatkan Micheal. Tentu saja, karena Micheal saat ini adalah pewaris kekayaan Gabriel.


"Mini, ambil Micheal..." pinta Firda, Mini yg takut tampak ragu untuk mengambil Micheal. Apa lagi dua pria lain nya masih menodongkan pistol mereka pada Firda dan Mini.


Firda melirik high heels Mini Yg tergeletak di dekat kaki nya. Firda melepaskan sepatu nya sendiri dan mengambil high heels Itu Dengan kaki nya, kemudian ia menekuk lutut nya ke belakang dan dengan gerakan cepat yg di ajarkan Gio, ia melempar sepatu itu pada salah satu pria itu untuk mengganggu fokus mereka dan bersamaan dengan itu Firda melepaskan tembakan nya pada pria yg lain nya yg tepat mengenai dada kanan nya dan membuat senjata nya terjatuh dan ia pun terjerembab, Firda juga dengan cepat melepaskan tembakan nya pada pria yg satu nya namun hanya mengenai lengan nya dan senjata nya ikut terjatuh.


Firda juga memukul kepala sandera nya dengan gagang pistol dengan kekuatan penuh, tentu pria kuat itu tidak akan pingsan apa lagi mati tapi Micheal berhasil terlepas dari nya. Mini segera menangkap Micheal sementara Firda kini bertarung dengan dua pria yg kini tak lagi memegang senjata itu.


Firda selalu teringat apa yg di ajarkan Gio, dia harus tahu kekuatan musuh nya dan kekuatan nya sendiri. Dan Firda harus tahu seberapa besar porsi kekuatan yg di butuhkan untuk menyerang musuh nya.


Pertarungan sengit yg tak seimbang pun terjadi, Firda bertahan mati matian dan mencoba menyerang dalam setiap kesempatan sekecil apapun yg dia punya.

__ADS_1


Firda kewalahan melawan dua pria itu yg juga berkali kali berhasil memukul wajah, kepala dan dada Firda, namun sebisa mungkin Firda menghindari pukulan di perut nya, ia melindungi perut nya dengan tangan nya saat pria itu hendak memukul perut Firda. Firda bahkan merasa tulang lengan nya seperti nya akan patah.


Wajah Firda sudah babak belur, sementara dua pria itu masih tampak segar meskipun beberapa kali Firda berhasil memberikan pukulan di Ulu hati mereka, di perut dan rusuk mereka.


Sementara Mini hanya bisa bersembunyi di balik mobil dan menangis ketakutan.


Firda kembali melayangkan pukulan ke bawah dagu salah satu dari mereka kemudian memukul rahang nya dengan siku Firda dan itu berhasil membuat nya memuntahkan darah dari mulut nya.


Pria itu tampak sangat marah karena telah di pukuli oleh seorang wanita kecil, ia meludahkan darah dari mulut nya dan hendak menghajar Firda kembali namun Mini langsung menembak tepat di kepala nya. Mini berteriak histeris karena ia telah membunuh, Mini langsung melempar senjata di tangan nya karena shock.


Firda hendak memukul pria yg tersisa namun kekuatan Firda sudah melemah sehingga orang itu dengan mudah menangkis pukulan Firda dan melempar Firda ke tanah, Firda menendang lutut pria itu yg membuat nya ikut terjatuh dan itu malah memberi nya kesempatan mencekik Firda saat ia malah menindih Tubuh Firda. Firda memukul rusuk nya berkali kali, dan menendang selengkangan nya membuat pria itu mengerang kesakitan dan Firda melempar nya dari atas tubuh Firda dengan sisa kekuatan yg ada.


Firda melihat ada senjata di tanah saat ia merangkak hendak mengambil nya, namun pria itu malah menarik Firda dan mencekik Firda dari belakang. Firda mencoba melawan namun kedua kaki panjang pria itu mengunci pegerakan Firda.


Firda sudah merasa sangat kesulitan untuk bernafas, perut nya kembali kram, seluruh wajah nya memerah dan air mata telah kembali merembas dari mata nya saat cekikan pria itu semakin menjadi. Pasokan oksigen di paru paru nya semakin menipis.


Mini yg datang untuk menolong Firda di larang oleh Firda dengan tatapan isyrat nya.


"Per... Gi..." pinta Firda masih mencoba menggerakan tubuh nya, pria itu seperti nya sangat ingin membunuh Firda. Kedua mata Firda sudah melotot dan begitu merah, Mini dan Micheal menangis menyaksikan Firda yg seperti nya akan di bunuh saat ini, gerakan bibir Firda mengucapkan kata...


"Ge re ja..."


Meskipun ragu dan tak ingin meninggalkan Firda, Mini menggendong Micheal dan membawa nya berlari menuju bangunan gereja yg di maksud Firda. Berlari sekuat tenaga dan tanpa sadar jam tangan mainan Micheal yg memang selalu di pakai nya terjatuh.


Dan saat itu juga, tiba tiba ada kabut asap tebal yg membuat pria itu terbatuk dan jatuh pingsan bersamaan dengan Firda yg juga pingsan karena sudah kehabisan nafas.


Muncul beberapa orang pria yg memakai alat pelindung diri lengkap dengan masker nya dan juga senjata yg siap di tangan nya.


Salah satu pria itu mengangkat tubuh Firda dengan hati hati, ia menggendong tubuh Firda dan membawa nya pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2