
Gio yg mendapatkan kabar siuman Firda membuat nya langsung berlari masuk ke kamar Firda.
Saat berada di kamar itu, Gio menatap Firda dengan begitu sendu, Gio bernafas lega karena akhir nya Firda sadar juga setelah seminggu ia menunggu.
"Nyonya Firda..." lirih nya.
"Gio, dimana aku?" tanya Firda dengan suara yg begitu serak.
"Air, kau butuh air, Nyonya... Tunggu sebentar..." Gio kembali keluar dari kamar nya, dan tak lama kemudian Gio kembali masuk dengan segelas air. Tenggorokan Firda memang terasa begitu kering dan saat melihat air itu, ia menelan ludah nya.
"Ini, Nyonya Firda..."
Firda hendak duduk namun ia mengerang saat merasakan tubuh nya yg terasa remuk, Gio pun dengan sigap membantu Firda duduk.
"Hijab ku..." kata Firda saat ia menyadari diri nya tidak memakai hijab.
"Maaf, Nyonya Firda. Tapi aku tidak punya itu..."
"Berbalik! aku mau hijab ku..." tegas Firda dan saat ia menunduk, ia juga menyadari pakaian nya juga sudah berganti.
Gio pun dengan polos nya benar benar berbalik badan, Firda menatap ke sekeliling nya mencari apa pun yg bisa menutupi kepala dan rambut nya itu. Ia bahkan lupa dengan rasa haus nya
"Gio, dimana aku?" tanya Firda kemudian.
"Di rumah ku, Nyonya Firda..." jawab Gio dengan suara rendah, seketika Firda langsung terbelak. Sejauh yg ia tahu, Gio memang baik, tapi fakta nya Gio adalah musuh Gabriel.
Ada sedikit rasa takut dalam hati Firda mengetahui ia berada di rumah Gio, dan bagaimana dengan suami nya?
__ADS_1
" Jangan khawatir, Nyonya Firda. Aku tidak akan menyakiti mu" ujar Gio kemudian seolah bisa membaca fikiran Firda.
"Lalu, dimana Micheal dan Mini?" tanya Firda dengan suara yg bergetar.
"Bersama suami mu" jawab Gio masih dengan suara lirih. Gio telah mengetahui semua nya tentang Gabriel sekarang. Dan dendam Gio kini ia alihkan pada anak bernama Micheal itu dan wanita yg bernama Angeline. Gio telah bertekad untuk membuat Gabriel membayar nyawa keluarga nya, bukan? Dendam itu memang sempat terganggu karena cinta yg hadir dalam hati nya untuk target utama, tapi bagaimana jika ada target yg lain?
Firda menunduk dengen setetes air mata yg mengalir di pipi nya, tangisan nya perlahan menimbulkan isakan dan akhir nya tubuh nya pun bergetar karena tangis nya yg semakin menjadi.
Gio yg mendengar suara tangisan Firda pun langsung menoleh, Gio sungguh tidak tega melihat Firda dalam keadaan seperti ini.
"Nyonya Firda, jangan menangis" pinta Gio dengan suara yg begitu lembut.
"Aku ingin pulang, Gio..." pinta Firda masih menunduk dalam.
Gio menggeleng "Aku tidak mungkin mengembalikan mu pada nya, Nyonya. Dia bahkan tidak bisa melindungi mu..." tukas Gio.
"Dia suami ku..."
"Lalu apa beda nya dengan mu?"
Seketika Gio terperangah mendengar apa yg di katakan Firda, apa lagi ketika Firda menetap nya dengan tatapan yg begitu sayu "Kau juga ingin membunuh ku, kan? Kau juga hidup di dunia kriminal, kan?" tanya nya dengan suara yg bergetar dan tentu Gio langsung menggeleng tegas.
"Tidak lagi, Nyonya Firda... Aku tidak akan menyakiti mu, aku berjanji, aku bersumpah" ucap nya bersungguh sungguh.
"Bagaiamana jika kau sangat dendam pada Gabriel dan kau melampiaskan nya pada ku? Bagaimana jika ada yg ingin membunuh ku karena memiliki dendam pada mu?" tanya Firda lagi.
"Tidak, aku mencintai mu dan aku akan melindungi mu!!! " tukas Gio yg membuat Firda langsung tercengang, ia tak menyangka apa yg di katakan Gabriel ternyata benar ada nya, Gio memang mencintai nya?
__ADS_1
"Aku tidak mungkin menyakiti mu karena aku memang sangat mencintai mu" ucap Gio lagi.
"Gio..." lirih Firda frustasi, ia menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
"Pergi lah, dan aku mohon, bawakan hijab ku..." lirih Firda.
Gio mengangguk mengerti dan ia segera bergegas keluar. Firda menghapus air mata yg membasahi pipi nya, dan ia harus keluar dari rumah ini, dan kembali pada suami nya...
.........
Edward menghasut salah satu anak buah Gabriel yg menjaga nya, dengan di iming imingi berbagai hal termasuk sepertiga kekayaan Gabriel, membuat nya tergoda dan membantu Edwards melarikan diri.
Hal itu membuat Gabriel sangat marah, dan ia memerintahkan semua anak buah nya untuk menemukan Edward dalam keadaan hidup atau mati. Ia tak perduli, yg terpenting adalah menemukan Edward.
Di tengah kalut nya fikiran dan perasaan nya, Gabriel mendapatkan telpon dari kakek mertua nya.
"Gabriel, apa kau sudah menemukan Firda?" tanya nya dengan suara parau nya.
"Belum, Kek..." jawab Gabriel dengan suara lirih dan putus asa. Ia menunduk malu, malu pada diri nya sendiri yg tidak bisa melindungi istri nya.
"Jangan berputus asa, Nak. Terus lah berusaha menemukan nya dan jangan lupa berdoa, kakek yakin dia akan baik baik saja" ucap nya.
"Ini salah ku, Kek. Aku tidak bisa melindungi nya, aku tidak bisa melindungi istri dan anak ku, apa yg harus aku katakan pada mertua ku nanti..."
"Kau hanya manusia biasa, Nak. Takdir tidak akan selalu sesuai dengan kehendak mu, sekalipun kau adalah seorang raja. Jangan khawatir, Allah sendiri yg akan menjaga nya. Sementara mertua mu, sebisa mungkin aku menenangkan mereka...."
Hati Gabriel sedikit lega mendengar apa yg di katakan kakek mertua nya itu, yg selama ini telah memberikan banyak sekali nasehat bijak untuk nya dan Firda. Satu satu nya orang dari keluarga Firda yg mengetahui identitas Gabriel yg sebenarnya.
__ADS_1
" Aku akan segera menemukan nya, Kek. Aku janji. Dan setelah itu, kami akan tinggal di desa. Dengan kehidupan yg sederhana asal kami merasa tenang"
"Inysa Allah, Allah akan mengabulkan niat baik kalian"