
Firda sedang dalam perjalanan menuju pesawat yg akan membawa ia dan suami nya ke rumah suami nya. Selama dalam perjalanan, ia hanya diam sembari mengelus punggung Ciu Ciu nya. Gabriel pun juga hanya diam saja dan ia sibuk dengan ponsel nya, Gabriel tampak gelisah dan sesekali ia melirik Firda.
"Fir..." akhir nya Gabriel bersuara dan meletakkan ponsel nya.
"Apa?" tanya Firda tanpa menoleh.
"Nanti kita ke Dokter kandungan ya, kita kan harus tahu kondisi bayi kita" ujar Gabriel dan Firda terdiam sejenak, ia berfikir jika Memeriksa kandungan nya di Jakarta mungkin itu tidak masalah, karena dokter di sana tidak akan mengenali nya dan tidak akan tahu kapan Firda menikah.
"Iya" jawab Firda akhir nya.
"Test peck mu dimana?" tanya Gabriel lagi karena ia baru saja teringat Firda tidak pernah menunjukan test peck nya pada Gabriel.
"Engga punya, malu kan kalau beli test peck secepat itu. Semua orang di desa kenal aku" jawab Firda santai dan hal itu malah membuat Gabriel menganga lebar.
"Lalu bagaimana kamu tahu kamu hamil? Tidak pakai test peck, tidak pergi ke dokter" seru Gabriel lagi.
"Ciri ciri yg aku alami sama seperti ciri ciri orang hamil, mual, pusing, selera makan hilang" jawab Firda lagi dan Gabriel kembali menganga mendengar jawaban Firda.
"Kalau asam lambung naik ciri ciri nya juga seperti itu, Firda" seru Gabriel kemudian dan Firda pun tampak terkejut mendengar hal itu. Ia langsung menatap Gabriel dengan pupil mata yg melebar dan mulut yg sedikit terbuka, kenapa ia tidak terfikir kesana?
"Jadi aku tidak hamil?" tanya Firda masih dengan mata yg melebar, dan entah mengapa itu malah membuat Firda tampak semakin cantik di mata Gabriel.
"Aku... Aku tidak tahu, sebaik nya kita memeriksakan diri mu ke Dokter kandungan" jawab Gabriel kemudian dan juga entah kenapa ia merasa sedih saat memikirkan bahwa Firda mungkin memang tidak hamil.
Perasaan Firda pun menjadi tidak karuan, ia merutuki dirinya sendiri yg tidak bisa berfikir positif sedikit saja dan menahan rasa takut nya atas apa yg terjadi. Firda terlalu takut hamil, jadi saat ia merasakan gejala yg di rasakan wanita hamil, Firda malah langsung menganggap dirinya benar benar hamil.
Mobil berhenti di sebuah lapangan dan Firda melihat ada sebuah jet pribadi yg katanya milik Gabriel. Dua orang pria berjas hitam langsung bergegas membukakan pintu untuk Firda dan Gabriel.
Firda tercengang dengan perlakuan bak tuan putri itu, kemudian dua orang lagi langsung mengeluarkan koper Firda dari bagasi mobil dan membawakan tas Firda.
"Itu... Aku bisa sendiri" ujar Firda menunujuk ransel nya yg di bawakan pria bak bodyguard itu.
Pria itu pun dengan cepat langsung menyerahkan tas nya pada Firda dengan sopan.
__ADS_1
"Terima kasih" seru Firda kemudian sembari menyunggingkan senyum ramah nya, bodyguard itu tampak terkejut mendengar ucapan terima kasih Firda dan ia bahkan langsung saling melempar lirikan dengan bodyguard yg lain. Seolah mereka baru mendengar kata terima kasih.
Firda dan Gabriel di persilahkan menaiki jet pribadi Gabriel yg sudah siap terbang itu. Firda kembali tercengang saat berada di dalam nya, kemewahan dan kemegahan yg di suguhkan membuat Firda merasa takjub.
Firda duduk di sebuah kursi yang sangat nyaman dan Gabriel duduk di samping nya, sementara Ciu Ciu masih setia berada di gendongan Firda.
"Fir, kalau kamu merasa lelah. Kamu bisa beristirahat di belakang, di sana ada ranjang" seru Gabriel namun Firda menggeleng.
"Aku hanya haus..." ucap Firda.
"Mau minum apa?" tanya Gabriel lagi.
"Susu, ada?" tanya Firda lagi dan Gabriel tersenyum sembari mengangguk. Gabriel memanggil seorang pramugari dan Firda melotot sempurna melihat pramugari yg sangat seksi dan cantik itu.
"Siapkan satu gelas susu segar untuk Firda!" titah Gabriel.
"Dua..." sela Firda kemudian "Satu untuk ku, satu untuk kucing ku. Dan untuk kucing ku, pakai mangkuk ya. Karena Ciu Ciu tidak bisa meminum dari gelas" tukas Firda yg membuat pramugari itu menahan senyum geli, seandainya tak ada Gabriel, mungkin ia sudah tertawa geli namun aura Gabriel begitu kelam dan tatapan nya begitu mengintimidasi. Membuat siapapun akan merasa tak nyaman, sungkan dan takut berada di dekat nya.
"Baik, Nyonya" jawab pramugari itu kemudian ia bergegas untuk memenuhi permintaan Firda.
"Ciu Ciu haus engga? Oh ya, sebentar lagi kita lepas landas. Jangan mabuk ya, malu..." seru Firda.
Saat pesawat mulai lepas landas, Firda malah menggoda kucing nya dan membuat nya seolah terbang. Membuat kucing itu mengerang lirih karena pasti merasa pusing, Firda tertawa geli dan kemudian ia kembali memeluk kucing nya.
"Dasar Ciu Ciu manja, begitu saja sudah pusing" ujar Firda yg kembali membuat Gabriel tersenyum geli.
"Kamu tahu dari mana kalau Ciu Ciu pusing?" tanya Gabriel masih dengan senyum geli nya.
"Tadi dia meow meow begitu...." jawab Firda santai.
"Sepertinya kucing memang akan selalu meow meow dalam segala keadaan" ujar Gabriel lagi.
"Benar benar juga ya..." gumam Firda.
__ADS_1
Sang pramugari cantik dan seksi kembali datang dengan satu gelas sucu segar dan satu mangkuk untuk si Ciu Ciu.
"Terima kasih" ujar Firda yg membuat pramugari itu juga mengernyit bingung, sama seperti bodyguard tadi, ia seolah tidak pernah mendengar kata terima kasih sebelumnya.
"Sama sama, Nyonya. Jika anda butuh sesuatu, silahkan memanggil saya" ujar pramugari itu. Firda melirik penampilan pramugari itu dari atas ke bawah, kemudian ia melirik Gabriel yg kembali sibuk dengan ponsel nya.
"Em begini, boleh aku minta tolong?" tanya Firda dan pramugari itu langsung mengangguk dengan senyum ramah nya.
"Tentu, Nyonya. Apapun yg anda butuhkan" jawab nya.
"Di sini kan ada suami ku..." ujar Firda dimana kata suami ku langsung menarik perhatian Gabriel. Ia langsung mendongak dan menatap Firda yg saat ini sedang berbicara serius dengan pramugari nya "Jadi sebaiknya rok Mbak panjangin sedikit ya, kalau bisa" lanjut nya yg membuat pramugari itu tercengang begitu juga dengan Gabriel.
Melihat ekspresi pramugari itu, Firda langsung menyunggingkan senyum nya dan berkata "Maaf ya, Mbak. Jangan tersinggung, kalau engga bisa engga apa apa kok" seru Firda.
"Tidak, Nyonya. Tidak apa apa, saya akan mengganti rok saya" ujar pramugari itu dengan cepat "Saya permisi..."
"Silahkan..." jawab Firda.
Setelah pramugari itu pergi, Firda langsung meneguk susu nya kemudian membantu Ciu Ciu juga meminum susu nya. Sementara Gabriel masih memperhatikan Firda dengan seksama, entah mengapa hati nya menghangat saat Firda mengucap kata suami ku tadi.
"Fir..." seru Gabriel kemudian.
"Hm?" Firda hanya menggumam tanpa menatap Gabriel.
"Kenapa rok nya harus di panjangin? Aku kan tidak melihat nya dan tidak tertarik pada nya" ujar Gabriel kemudian.
"Engga percaya" jawab Firda santai masih tanpa menatap Gabriel dan masih membantu kucing nya minum susu "Laki laki itu kalau melihat yg bening bening pasti seperti kucing yg melihat ikan asin" lanjut nya yg kemudian membuat Gabriel terkekeh.
"Jadi kamu cemburu? Kamu tidak suka aku melihat wanita lain?" tanya Gabriel dengan suara lirih dan Firda langsung menatap nya tajam.
"Engga ada satupun istri yg rela suaminya melihat wanita lain" jawab Firda tegas dan jawaban itu berhasil membuat hati Gabriel berbunga bunga.
"Aku tidak akan melihat wanita lain, aku janji" seru Gabriel.
__ADS_1
"Baguslah" gumam Firda kemudian.