
Saat pesawat landing, empat buah mobil datang beriringan. Membuat Firda berfikir mungkin di dalam mobil itu ada orang yg juga akan naik pesawat Gabriel dan pergi ke suatu tempat.
Gabriel dan Firda menuruni pesawat beriringan, mereka menuju mobil yg paling depan itu. Kemudian dua orang bodyguard yg tadi bersama mereka di pesawat pun juga turun dan langsung membuka kan pintu mobil untuk Firda dan Gabriel.
Setelah itu, mobil pun kembali melaju pelan. Firda menoleh dan ia melihat tiga mobil itu mengikuti nya.
"Siapa mereka?" tanya Firda pada Gabriel.
"Bodyguard" jawab Gabriel sembari melepas jas kebesaran nya, kemudian ia melepaskan kancing lengan baju nya dan melipat lengan baju nya hingga ke siku. Aneh nya, Firda melihat itu sesuatu yg sangat seksi.
"Kamu punya bodyguard tiga mobil?" tanya Firda penasaran.
"Iya, Firda" jawab Gabriel jujur.
"Sudah seperti bos gengster saja..." gumam Firda yg membuat Gabriel langsung menatap Firda nanar.
Betapa banyak yg Gabriel sembunyikan dari Firda, status nya, pekerjaan nya, kehidupan kelam nya.
"Oh ya, apa kita akan langsung ke Dokter? Aku sangat penasaran apakah aku benar benar hamil atau tidak?" tanya Firda lagi sembari menepuk nepuk perutnya.
"I..."
Belum sempat Gabriel menjawab, ponsel nya berdering dan Gabriel pun langsung menjawab nya.
"Ada apa?" tanya Gabriel dengan nada dingin nya.
"Tuan, kami semua menunggu mu di Black Royal. Kami menemukan salah satu dari pencuri senjata kita, hanya saja dia bungkam dan hanya bicara dalam bahasa Rusia" seru John dari seberang telpon.
"Aku akan kesana tiga puluh menit lagi" jawab Gabriel dan ia pun langsung memutuskan sambungan telpon nya.
"Ada apa?" tanya Firda kemudian setelah Gabriel memasukan ponsel nya ke dalam saku.
"Ada sedikit masalah dalam pekerjaan ku, Fir. Apa tidak masalah jika kita menunda pergi ke Dokter?" tanya Gabriel hati hati.
__ADS_1
"Ya sudah tidak apa apa" jawab Firda kemudian.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima belas menit, mobil berhenti di sebuah mansion yg sangat mewah. Sekali lagi para bodyguard itu membuka kan pintu untuk Gabriel dan Firda.
"Om..." seru Firda yg membuat Gabriel langsung menoleh karena mengira Firda memanggil nya, namun nyata nya Firda memanggil bodyguard namun sang bodyguard tak menanggapi karena ia tak merasa di panggil.
"Ommm...." seru Firda lagi dan kali ini ia menarik narik ujung jas hitam yg di pakai nya, membuat bodyguard itu terkejut dan sontak ia langsung berbalik badan dan menghadap Firda.
"Ya, Nyonya?" tanya bodyguard itu dengan sigap.
"Lain kali Firda engga usah di bukain pintu, Firda bisa sendiri, Om" ujar Firda yg membuat Bodyguard itu tampak sangat terkejut. Ia langsung menatap Gabriel sungkan, karena ia tidak tahu harus menjawab apa.
"Itu memang tugas nya, Firda" seru Gabriel.
"Kata Ummi apa yg bisa di lakukan sendiri lebih baik di lakukan sendiri" ujar Firda kemudian.
"Baiklah, jika itu memang mau mu, Firda" seru Gabriel kemudian.
"Baik, Nyonya" bodyguard itu menjawab sembari menyunggingkan senyumm.
"Kucing siapa ini?" tanya Firda sembari berjongkok dan ia melepaskan Ciu Ciu dari gendongan nya.
"Kucing ku" jawab Gabriel kemudian.
"Oh ya...." pekik Firda dan ia terlihat senang "Dia kurus sekali, kamu tidak memberi nya makan ya? Pasti cuma sibuk cari uang" tuduh Firda yg membuat Gabriel cengengesan. Sesuatu yg tak pernah Gabriel lakukan sebelum nya dan itu sungguh menarik perhatian para bodyguard dan para pelayan yg kini datang dan menyambut kedatangan Gabriel dan Firda.
"Sudah aku beri makan, tapi dia memang tipe kucing yg kurus" jawab Gabriel yg tidak mau di salahkan.
"Mana ada kucing tipe kurus dan tidak, alasan" seru Firda lagi dan lagi lagi Gabriel hanya bisa cengengesan.
"Firda, urus kucing nya nanti saja ya. Sebaik nya kamu istrahat, dan aku harus pergi" seru Gabriel kemudian "Biar kan saja kucing kucing itu, para pelayan akan mengurus nya" lanjut Gabriel dan Firda pun mengangguk.
Gabriel menggiring Firda ke kamar nya, dan Firda merasa aneh saat melihat di setiap sudut rumah itu ada cctv. Selain itu, ada begitu banyak bodyguard yg mengiringi mobil Gabriel dan saat Firda memasuki mansion itu, Firda tadi juga melihat beberapa pria di sekitar rumah yg berpakaian sama seperti bodyguard. Firda merasa Gabriel dan rumah ini di jaga dengan sangat ketat.
__ADS_1
Kamar Gabriel ada di lantai dua, dan di depan kamar Gabriel juga ada cctv. Gabriel mempersilahkan Firda masuk dan Firda langsung tercengang kagum melihat kamar yg besar nya seperti setengah rumah di desa nya dengan ranjang King size yg pasti sangat empuk. Kamar yg di dominasi warna abu abu itu tampak sangat mewah dan maskulin dengan tirai serba putih. Di dekat jendela ada sofa memanjang warna hitam.
"Ini kamar kita" ujar Gabriel.
"Kamu akan pergi kemana?" tanya Firda kemudian sembari menatap Gabriel.
"Ke... Kantor" jawab Gabriel "Kenapa?"
"Aku merasa tidak nyaman di sini, aku tidak mengenal siapa pun" ujar Firda serius.
"Jangan merasa tidak nyaman, Firda. Ini rumah mu, di sini tidak ada siapapun selain para pelayan dan beberapa bodyguard yg bertugas di rumah" seru Gabriel kemudian.
"Dan jika kau membutuhkan pelayan, panggil saja mereka di telpon dengan menekan nomor 9. Dan jika kau butuh memanggil para bodyguard, tekan saja nomor 1. Mereka akan segera menemui mu"
"Jika aku bosan di kamar?" tanya Firda.
"Kau boleh jalan jalan di rumah ini, ada perpustakaan di sayap kiri. Minta pelayan mengantar mu kesana"
Firda mengangguk mengerti, ini hari pertama nya di rumah suami nya dan sesungguhnya Firda sangat berharap suami nya menemani nya. Namun seperti nya Gabriel punya urusan yg sangat penting dan Firda berusaha mengerti.
"Boleh aku pergi sekarang?" tanya Gabriel dan Firda mengangguk "Aku akan segera pulang, kamu istirahatlah, Firda" pinta Gabriel dan sekali lagi Firda mengangguk.
Gabriel pun pergi dengan empat mobil tadi, sementara Firda pun keluar dari kamar nya. Ia menuruni tangga dan melihat dua kucing nya itu sedang tiduran di karpet berbulu.
Firda menysuri rumah suami nya itu sembari melihat lihat, semua yg ada di rumah itu tampak sangat mewah dan mahal. Firda sangat tidak menyangka Gabriel ternyata sangat kaya, lebih kaya dari yg ia bayangkan.
"Nyonya, ada yg bisa saya bantu?" tanya salah satu seorang pelayan pada Firda.
"Engga ada, Firda cuma bosan" jawab Firda sambil tersenyum "Tapi kalau Bibi tidak sibuk, temani Firda jalan jalan ya" pinta Firda dan pelayan itu mengangguk patuh.
"Berapa lama bekerja di sini, Bi?" tanya Firda kemudian.
"Baru dua bulan, Nyonya" jawab nya dan Firda mengangguk mengerti.
__ADS_1
Firda dan pelayan itu pun menysuri setiap sudut mansion Gabriel yg ternyata sangat besar itu, bahkan membuat Firda sampai merasa sangat lelah dan akhirnya ia memilih kembali ke kamar dan beristirahat.