Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 127 - Sebuah Kebenaran Yg Lain Lagi


__ADS_3

Gabriel mendapatkan kabar tentang keberadaan Edward, dan di saat yg bersamaan ia juga mendapatkan petunjuk tentang keberadaan Firda. Dan tentu Gabriel akan bergegas untuk menemukan Firda lebih dulu, karena bagi nya itu adalah yg paling penting.


Gabriel menggunakan jet pribadi nya untuk menemukan Firda yg lokasi nya terlacak di sebuah pulau yg cukup jauh, Gabriel membawa serta beberapa anak buah nya dan juga Mini. Sedangkan Micheal tetap bersama Angeline di mansion Gabriel. Karena bagi Gabriel, rumah itu yg paling aman bagi Micheal dan Angeline selama kepergian Gabriel.


Angeline memperhatikan foto Gabriel dan Firda yg terlihat tampak sangat bahagia, bahkan di foto itu, Gabriel tampak tertawa bebas, sesuatu yg tak pernah Angeline lihat selama bersama nya. Ada setitik rasa iri dalam hati Angeline, karena Firda lah yg menjadi ratu di hati Gabriel, karena Firda lah wanita kuat yg bisa bertahan di samping Gabriel dalam segala situasi.


"Apa dia tidak takut nyawa nya terancam? Apa lagi dia sedang hamil..." gumam Angeline. Karena itu lah yg ia rasakan dulu, takut, takut nyawa nya terancam, takut nyawa anak nya dalam bahaya.


"Nyonya Firda tidak mengenal takut, Nyonya" seru salah satu pelayan saat mendengar apa yg di katakan Angeline "Nyonya Firda adalah wanita yg lembut tapi kuat, wanita yg baik dan juga berani. Aku rasa, selain itu, dia juga rajin ibadah, dia selalu berdoa meminta perlindungan pada tuhan" Angeline tersenyum tipis mendengar apa yg di katakan oleh pelayan itu. Ia sungguh tak menyangka, di balik kemungilan nya, ternyata Firda adalah seseorang yg kuat dan berani.


.........


Sementara itu, kakek nya Firda memberitahu tahu Ummi Aisyah kalau Firda sebentar lagi akan pulang dan akan segera menghubungi Ummi nya itu. Membuat Ummi Aisyah bernafas lega.


"Abi bilang apa? Dia hanya liburan..." ujar nya yg membuat Ummi Aisyah tersenyum.


"Aisyah tahu, Bi. Hanya saja Aisyah tidak bisa berhenti memikirkan Firda sampai Aisyah mendengar sendiri dari Firda kalau dia baik baik saja" tutur nya.


"Inysa Allah, Nak. Kita berdoa saja..." ucap sang Abi.


.........


Pelayan datang membawa kan makanan untuk Firda, namun Firda enggan memakan nya, karena Firda masih takut untuk mempercayai orang orang di rumah ini. Bagaimana jika makanan nya di racuni? Firda bukan nya berburuk sangka, ia hanya waspada, apa lagi nyawa yg harus ia lindungi sekarang bukan hanya nyawa nya tapi juga nyawa janin nya.

__ADS_1


Akhir nya, nasehat Ummi nya kembali berlaku agar tak mudah percaya pada orang.


"Nyonya, kau harus makan..." ujar pelayan wanita itu. Firda hanya menatap makanan itu, ia lapar sebenarnya.


"Kau takut makanan itu di racun?" Firda langsung mendongak saat mendengar suara berat seorang pria, seorang pria paruh baya berjalan mendekat Firda dan hal itu membuat Firda was was, karena ia tidak tahu siapa pria ini. Namun di lihat dari penampilan dan bahkan cara berjalan nya yg tegas dan lebar, mirip seperti Gabriel, bisa di pastikan orang ini salah satu dari petinggi geng Gio.


"Jika kami meracuni mu, maka sudah di pastikan Gio akan membakar kami hidup hidup" ucap nya lagi yg membuat kening Firda berkerut dalam. Pria itu terkekeh melihat reaksi Firda.


"Keluarlah, dan letakkan makanan nya di atas nakas..." para pelayan itu pun langsung menjalankan perintah nya. Firda semakin yakin, pria ini punya posisi yg kuat di rumah ini.


Firda menatap pria itu dengan tenang meskipun sebenarnya ia was was, bagaimana jika pria ini membunuh nya?


"Nama ku Eduardo Glatzel..."


"Aku paman nya Gio, sekaligus ayah angkat nya. Izinkan aku memperkenalkan diri..." ucap Eduardo sambil terkekeh, Firda memperhatikan nya dari atas hingga bawah, Firda tak melihat pria ini adalah musuh yg siap membunuh, pria paruh baya ini memiliki wajah yg teduh, pandangan yg lembut dan tidak pelit senyum.


"Aku tahu banyak tentang mu, kau luar biasa. Aku mengagumi mu, sungguh..."


"Kalian tidak berniat membunuh ku? Aku sudah tahu misi Gio..." ujar Firda tegas. Eduardo kembali terkekeh karena seperti kata Gio, Firda gadis yg pemberani.


"Ya, itu benar..." jawab Eduardo yg lagi lagi membuat mata Firda melotot lebar "Sebenarnya..." ucapan Eduardo terpotong saat ia mendengar suara keroncongan dari perut Firda, Eduardo kembali terkekeh, ia mengambil nampan yg berisi makanan dan meletakkan nya di pangkuan Firda.


"Makan lah, kami sungguh tidak meracuni mu"

__ADS_1


"Bagaiamana aku bisa percaya?" tanya Firda lagi.


Eduardo pun tanpa ragu sedikit pun langsung mencicipi makanan itu dan menelan nya.


"Tunggu lah selama 5 menit, jika aku baik baik saja setelah 5 menit, maka makanan ini bersih" ucap nya. Firda terdiam, dan ia memang tidak menyentuh makanan itu.


"Aku tahu kau takut pada kami, tapi memang seperti ini lah kami hidup, keras, kejam, sadis, tak ada ampun bagi siapapun yg mengancam keselamatan kami..." Firda Mendengarkan dengan seksama "Misi balas dendam pada Gabriel, adalah murni Misi Gio atas kematian keluarga nya. Dan hal itu biasa bagi kami, nyawa di bayar nyawa..."


Firda masih setia mendengarkan namun ia tak berniat menanggapi cerita itu "Apa kau tahu?" tanya Eduardo dan tentu Firda menggeleng.


"Sebelum tuan Emerson meninggal, kakek nya Gabriel itu, dia ingin berdamai dengan Mafia dari keluarga Glatzel. Dia tahu, permusuhan ini akan berdampak pada anak cucu nya dan dia tidak ingin hal itu terjadi. Kami juga sepakat untuk berdamai, bahkan ingin bekerja sama. Namun ayah Gabriel, dia berusaha membunuh adik ku, ibu nya Gio, karena adik ku menjual narkoba pada klien nya. Dan karena tidak terima dengan hal itu, adik ipar ku, yg tak lain adalah Ayah nya Gio menjadi marah dan dia menembak Gabriel. Ayah Gio adalah pembunuh bayaran yang target nya hampir tidak pernah selamat, namun Gabriel saat itu sangat beruntung karena dia selamat dan Gabriel kembali menuntut balas pada keluarga adik ku. Gio adalah keponakan ku yg sangat malang, dan tentu aku mendukung penuh saat dia merencanakan misi balas dendam pada Gabriel. Bertahun tahun Gio mengamati Gabriel, ingin tahu siapa orang orang terkasih Gabriel, karena seperti Gabriel yg mengambil orang orang terkasih nya, Gio ingin melakukan hal yg sama, Gio ingin membuat Gabriel merasakan apa yg dia rasakan. Hingga akhir nya kau datang, sebagai istri tercinta Don Gabriel, namun sayang nya, hati Gio juga jatuh cinta pada mu, membuat misi itu berantakan. Apa lagi dengan kabaikan kebaikan mu yg tak mengenal batas"


Firda meneladan saliva nya dengan kasar, cerita yg lain lagi, fikir nya, atau kah ini kebenaran yg lain lagi?


"Kau tidak percaya pada ku?" tanya Eduardo dan Firda mengangguk jujur.


"Baiklah, aku akan memberikan bukti nya pada mu" ujar Eduardo.


Ia menghubungi seseorang dan meminta laptop nya di bawakan ke kamar Firda.


Tak lama kemudian, seorang pria datang ke kamar Firda dan menyerahkan laptop nya pada Eduardo.


Eduardo langsung membuka sebuah file yg berisi rekaman pertemuan kedua keluarga Mafia itu yg membahas tentang perdamaian. Seketika Firda teringat, Gabriel juga mendapatkan Video yg sama. Namun yg Gabriel tidak tahu, alasan ayah Gio ingin membunuh Gabriel adalah karena ayah Gabriel sendiri.

__ADS_1


Jadi, semua ini karena dendam yg tak berkesudahan?


__ADS_2