
Gabriel sudah ada di ruang meeting bersama semua anggota geng Mafia nya, namun perhatian Gabriel seperti nya tidak ada di sana. Ia terus saja memperhatikan ponsel nya yang ada di atas meja sembari ia mengetuk ngetukan jari nya di meja, dan hal itu membuat Billy dan yang lain nya tampak bingung dengan sikap Gabriel semenjak ia datang ke markas Black Swan yang mereka namai Black Royal.
"Don Gabriel..." seru Billy memberanikan diri angkat suara, karena sudah 45 menit mereka berkumpul di sana. Dan Gabriel yang meminta mereka berkumpul untuk mengetahui jawaban mereka, namun Gabriel juga yang malah sibuk sendiri. Bagaimana tidak? Gabriel masih menunggu balasan dari istri nya, pesan Gabriel sudah di baca, dan muncul tulisan typing, yang artinya Firda sudah menuliskan pesan pada nya tapi tiba tiba hilang, terus tiba tiba typing lagi, hilang lagi.
"Ck, lama sekali..." gerutu nya tanpa memperdulikan anak buah nya yang menatap heran pada nya.
"Tapi bukan nya Don Gabriel memang memberi kami waktu 24 jam untuk berfikir?" tanya Billy yang berfikir Gabriel membicarakan mereka, nyata nya Gabriel sedang menunggu pesan dari istri tercinta nya itu.
"Sepertinya aku harus pulang dan menjelaskan semuanya" gumam Gabriel lagi yang membuat Billy dan yang lain nya semakin melongo.
Para anggota geng Mafia nya itu saling melempar tatapan dan memberi kode, supaya ada yang berani bertanya pada Gabriel.
"Kami sudah mendengar penjelasan mu kemarin, Don Gabriel..." seru Billy lagi karena semua teman geng nya itu menatap Billy memohon.
"Nah, akhir nya di balas juga..." pekik Gabriel girang saat pesan dari Firda masuk, namun ia kegirangan nya itu musnah seketika ketika ia membaca pesan istri nya yang hanya satu huruf.
^^^My Lovely Wife^^^
^^^'O'^^^
"Seriously? Hanya ini?" pekik Gabriel lagi yang semakin membuat anak buah nya teperangah.
Gabriel pun langsung menghubungi istri nya itu tapi panggilan nya di reject, Gabriel kembali mencoba nya, di reject lagi. Di coba lagi tanpa menyerah, dan akhirnya di jawab.
"Sayang, aku kan cuma bercanda. Kenapa merajuk begitu? Aku cuma cinta sama kamu, tidak ada yang lain"
"Aku juga tidak mungkin tidur satu kamar apa lagi satu ranjang sama wanita lain, karena aku ingin berbagi kamar dan ranjang cama sama kamu"
"Kamu kan tahu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu"
__ADS_1
"Kamu cinta ku, hati ku, nafas ku, pokok nya segala nya..."
"Jadi jangan marah lagi, nanti aku pulang bawain kamu hadiah yang banyak.."
"Sayang ku mau apa? Bilang saja sama aku..."
Semua anggota Black Swan itu hanya menganga lebar dan saling melirik satu sama lain, namun tak ada yang berani bersuara meskipun rasa nya aneh sekali melihat Gabriel banyak bicara bahkan terkesan merengek begitu. Seperti nya julukan Don harus kembali di pertanyakan.
..........
Di kediaman Firda, Firda hanya cengengesan mendengarkan ucapan Gabriel yang di ucapkan tanpa jeda itu. Dan yang membuat nya tertawa, yang menjawab panggilan nya bukan Firda melainkan Kakek nya.
Saat ini mereka semua duduk bersama di lantai sembari menikmati bakso yang Firda beli. Orang tua Firda dan yang lain nya hanya bisa geleng geleng kepala, sungguh tak mereka sangka Firda berhasil membuat seseorang Don Mafia menjadi budak cinta nya.
"Kakek cuma mau Gabriel diam dulu..." ujar sang Kakek "Kita gantian bicara nya, ya?"
.........
"Eh, Kakek.." lirih Gabriel.
"Firda dimana, Kek?" tanya nya kemudian.
"Ada ini, kami lagi ngumpul, makan bakso bareng" terdengar masih suara Kakek nya.
"Hem begitu..." Gabriel memainkan jari jemari nya di atas meja, seperti gadis remaja yang sedang berbicara dengan Papa pacar nya.
"Firda nya sibuk, Kek? Mau bicara?" tanya Gabriel kemudian.
"Apa, Abang?" Gabriel langsung mesem mesem ketika mendengar suara lembut sang istri. Dan hal itu tak luput dari pantauan para anggota geng Mafia nya yang masih setia menjadi penonton keanehan seorang Don Gabriel.
__ADS_1
"Sayang, kangen..." rengek nya yang membuat anggota Black Swan itu langsung melotot sempurna, apa lagi nada merajuk yang terdengar sangat menggelikan di telinga mereka namun tak urung hal itu membuat mereka mesem mesem juga pada akhirnya.
"Masak? Kan sudah ada yang lama di sana..."
"Tapi kan cinta nya sekarang sama kamu, jadi kangen nya sama kamu" ujar Gabriel manja.
"Kata nya hari ini mau meeting?" dan seketika kedua mata Gabriel langsung terbuka lebar saat mendengar pertanyaan Firda itu, ia mendongak dan seolah baru sadar dimana diri nya berada. Semua anggota geng Mafia nya itu terlihat menahan senyum dan itu membuat Gabriel mati gaya. Gabriel merutuki diri nya sendiri, kenapa Firda selalu membuat nya tampak seperti orang tak waras?
"Ehem ehem..." Gabriel berdeham dan kembali duduk tegak layak nya seorang pemimpin yang berwibawa.
"Baiklah, Firda. Nanti aku telfon lagi ya, setelah meeting..." seru nya dengan suara berat nya, ia sedang berusaha mengembalikan Mafia look nya sekarang. Namun itu tak berhasil membuat anak buah nya menghentikan senyum yang mereka tahan.
"Hem..." hanya itu jawaban Firda namun Gabriel berusaha tak kembali merengek, meskipun jiwa sebagai suami Firda sangat ingin merengek namun ia harus sadar bahwa sekarang dia berada di tengah tengah geng Mafia nya.
"Assalamualaikum, Sayang. Jaga diri ya..."
"Waalaikum salam..."
Gabriel meletakkan ponsel nya di atas meja, ia membenarkan jas nya dan menyugar rambut nya dengan anggun. Tak lupa ia menampilkan raut wajah dingin nya seperti biasa sebagai mana selama ini ia menjadi Don Mafia.
"Jadi...." ia berkata dengan suara bass nya dan tak lupa tatapan nya kini berubah tajam "Apa keputusan kalian?" tanya nya.
"Kami setuju, Don Gabriel. Kami akan mengurus perusahaan mu dan juga restaurant mu, termasuk resort mu. Kami akan menghentikan aktivitas kami jika memang itu perintah mu dan kau mempercayai kalian" tegas Billy yang mewakili anggota Black Swan yang lain.
Gabriel sangat senang mendengar jawaban itu dan ia juga bisa bernafas lega.
"Kalau begitu, besok kita bertemu lagi di kantor ku. Aku akan memasukkan nama kalian sebagai pemilik harta ku, dengan begitu Ayah ku tidak akan mudah mendapatkan harta ku apa lagi menguasai nya" tukas nya.
"Dan tentu aku mempercayai kalian, kalian bahkan bisa menjaga ku dan keluarga lalu kenapa tidak harta ku. Lagi pula, aku juga tidak berniat menguasai harta ku sendirian, saat ada nama kalian di dalam nya maka itu menjadi milik kalian dan keluarga kalian. Tapi jika sampai ada yang memperebutkan nya apa lagi sampai saling membunuh, percaya lah, aku sendiri yang akan turun tangan dan aku yakin kalian tahu seberapa kuat nya aku dalam hal seperti ini" tegas nya.
__ADS_1
"Kami mengerti, Don Gabriel..."