Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 104 - Makan Es Krim Bersama Mickey


__ADS_3

Angeline saat ini sedang berada di cafe, menemani putra nya yg merengek meminta es krim sejak tadi malam. Dan Angeline pun harus menuruti keinginan putra semata wayang nya itu atau dia akan terus merengek sepanjang hari.


"Mama..." kata Micheal kemudian sambil menikmati es cream rasa vanilla nya "Kenapa Tante cantik itu Mama suruh pulang saat main kerumah?" tanya Michael kemudian yg membuat Angeline mengernyit bingung.


"Tante cantik yang mana?" tanya Angeline heran.


"Itu..." Michael menunjuk ke belakang Angeline dengan mata yg berbinar dan senyum lebar yg mengembang di bibir nya, Angeline pun menoleh dan mengikuti kemana arah Michael menunujuk.


Angeline melihat mantan suami nya itu sedang bersama istrinya, Firda. dan mantan suami nya itu tampak sangat bahagia saat menyuapi es krim ke mulut suami nya.


Seketika hati Angeline terasa perih dan sesak melihat keromantisan mereka berdua.


Sementara itu, Firda saat ini sedang menikmati es krim yang sangat ia inginkan sejak semalam.


Di tempat ini juga lah Firda dan Gabriel kembali bertemu pertama kali nya di kota besar ini.


"Sayang, kamu sudah mau habis dua cup lho. Nanti tenggorokan mu sakit, Sayang" bujuk Gabriel.


"Sebentar, baby kita masih mau lagi. Aaa..." Firda membuka mulut nya lebar lebar, Gabriel pun kembali menyuapi nya.


Sementara Micheal terus saja memandangi Firda dan Gabriel dengan senyum lebar di bibir nya.


"Mama, boleh lah kita menyapa Tante cantik?" tanya Michael namun Angeline tentu langsung menggeleng.


"No, Son. Sebaik nya kita pulang ya" ajak Angeline namun Micheal melompat turun dari kursi nya kemudian ia berlari menghampiri Firda dan Gabriel, Angeline pun langsung berlari mengejar Micheal.


"Hai, Tante cantik..." ujar Micheal yg membuat Firda dan Gabriel tercengang, karena tak menyangka dengan kehadiran Michael.


Baru saja Firda akan membalas sapaan Michael, namun terhenti karena Angeline yg datang dan langsung menarik tangan Micheal.


"Mickey, ayo kita pulang..." ajak Angeline.


"Tunggu, Kak Angel..." seru Firda dan ia turun dari kursi nya.


Sementara Gabriel masih tercengang, untuk yg kedua kali nya ia bertemu dan berhadapan langsung dengan Micheal, putra nya, yg selalu ia rindukan.


Firda berlutut di depan Michael dan ia tersenyum hangat pada putra suami nya itu yg tentu saja juga menjadi putra nya sekarang.


"Hai, Mickey..." Firda menyapa dengan ramah, membuat Mickey juga tersenyum pada nya "Mau es krim?" tanya Firda dan Michael mengangguk cepat.

__ADS_1


"Tidak, Mickey. Kamu sudah makan es krim tadi" sergah Angeline.


"Tapi kan baru sedikit, Mom" jawab Mickey memelas.


"Ayo lah, Kak Angel. Sekali saja, biarkan mereka makan es bersama" bujuk Firda sembari melirik Gabriel. Firda bisa melihat dengan jelas kerinduan di mata suami nya itu pada putra nya, dan tentu itu tak masalah bagi Firda.


"Tidak!" tegas Angeline tanpa memperdulikan tatapan Gabriel yg memelas dan juga tatapan putra nya yg benar benar masih ingin makan es krim.


Firda pun berdiri, ia menatap Angeline dengan tatapan yg berbeda, membuat Angeline merasa aneh karena biasa nya Firda selalu menatap nya dengan ramah tak perduli seperti apapun sikap Angeline pada nya.


"Jangan egois, Kak Angel. Kamu merenggut hak mereka berdua" tegas Firda, yg bahkan membuat Gabriel terkejut karena tak menyangka Firda akan berkata demikian.


"Hak yg mana?" tanya Angeline dingin "Michael putra ku, hanya putra ku" tegas nya yg membuat Gabriel merasa begitu terluka, karena ia juga sangat ingin di akui oleh Micheal.


"Tanpa dia..." Firda menunjuk Gabriel "Tidak akan ada dia..." Firda kemudian menunujuk Michael "Ikatan darah itu sangat kuat, mereka berdua bisa merasakan ikatan itu satu sama lain dan mereka berdua tersiksa karena harus terpisah" Firda merendahkan suara nya agar tidak mengundang perhatian orang, beruntung hari ini Firda hanya pergi berdua dengan Gabriel.


"Aku tahu kamu mengkhawatirkan keselamatan putra mu, begitu juga dengan ayah nya. Aku yakin, Bang Gabriel akan melakukan apapun untuk melindungi putra kalian. menjauhkan mereka dan memusuhi ayah dari anak mu bukan solusi untuk masalah ini" tutur Firda dan Gabriel yg mendengar itu merasa begitu terharu, entah seberapa banyak kesabaran dan cinta yg Firda miliki untuk diri nya.


Sementara Angeline hanya terdiam, ia juga merasa kasihan pada Micheal setiap kali menanyakan tentang Daddy nya.


"Sekali saja, Kak Angel..." Firda kembali memelas pada mantan istri suami nya itu.


"Mom, mau es krim lagi..." Michael menarik nari ujung baju Angeline, ia mendongak dan menatap Mommy nya itu dengan begitu memelas.


Firda pun mengangkat Micheal untuk duduk di samping Gabriel namun kemudian Gabriel bertanya


"Boleh kah jika dia duduk di pangkuan ku?" tanya Gabriel dengan suara lirih, ia menatap Michael penuh kerinduan dan cinta, hati Firda terenyuh mendengar permintaan suami nya itu. Ia pun mendudukan Micheal di pangkuan Gabriel yg membuat Gabriel langsung mencium pipi Michael dengan gemas. Michael juga tampak sangat senang dan ia cekikikan.


Angeline merasa aneh sebenarnya, karena biasa nya Michael sangat enggan bahkan jika di sentuh orang asing. Namun dengan Firda dan Gabriel, Micheal seperti mengenal mereka lama.


"Mickey suka es krim rasa apa?" tanya Gabriel dengan mata yg berkaca kaca, ia tak bisa mengungkapkan dengan kata kata betapa bahagianya ia bisa berbicara, memangku dan mencium putra nya. Sementara Angeline yg melihat itu juga merasa bahagia, namun tidak ketika melihat Firda sebagai orang ketiga di antar


"Vanilla" jawab Michael dengan girang.


"Baiklah, kita pesan yg es krim Vanilla" kata Gabriel.


"Bukan kah ini juga Vanilla?" Michael menunujuk sisa es krim Firda yg ada di meja.


"Iya, Sayang. Itu punya tante" kata Firda.

__ADS_1


"Jadi Tante cantik suka es krim vanilla? Kita sama...." seru Micheal dengan begitu antusias.


"Iya, Mickey. Bayi dalam kandungan Tante suka sekali es krim Vanilla" kata Firda lembut.


Hati Angeline semakin terasa sesak dan perih saat Firda membicarakan bayi nya, apa lagi ketika Michael terlihat begitu senang.


"Bayi? Benarkah? Tante akan punya bayi? Dimana? Mickey akan menyuapi nya es krim. Boleh kah bayi nya menjadi adik Mickey?" kata Micheal yg membuat Gabriel dan Firda terkekeh.


"Nanti, Sayang. Bayi nya masih dalam perut. Dan ini memang adik nya Mickey" kata Gabriel kemudian menyuapkan es krim ke mulut Micheal, setelah itu Gabriel juga menyuapkan nya ke mulut Firda.


"Emm, terus kapan keluar dari perut nya?" tanya Michael lagi.


"Sebentar lagi..." jawab Firda. Gabriel kembali menyuapi istri dan putra nya itu bergantian dan ia bahkan melupakan Angeline yg kini terbakar cemburu.


"Adik bayi nya laki laki apa perempuan?" tanya Micheal lagi masih dengan begitu antusias.


"Belum tahu, Sayang" jawab Gabriel "Mickey ingin adik laki laki atau perempuan?" tanya nya.


"Em... Mau laki laki dan perempuan, boleh tidak?" tanya nya dengan begitu polos nya dan ia bahkan mengerjapkan mata nya lucu.


"Berdoa saja ya, Nak" kata Firda.


"Apa sudah selesai?" tanya Angeline kemudian dengan nada begitu dingin.


"Belum, Mom" jawab Micheal dengan polos nya.


"Tapi kita harus pulang, Sayang. Ini sudah siang" bujuk Angeline.


"Tapi, Mom..."


"Tidak ada tapi tapi..." tegas Angeline kemudian ia mengambil Michael dari pangkuan Gabriel dengan paksa. Membuat Gabriel langsung merasa kehilangan.


"Kita pulang" kata Angeline lagi kemudian ia membawa Michael pergi.


Gabriel menatap nanar punggung mantan istri nya yg membawa putra nya pergi itu, Gabriel kembali merasa kehilangan dan bersedih, namun ia tersenyum ketika Michael menoleh dan melambaikan tangan pada Firda dan Gabriel.


Firda dan Gabriel pun membalas lambaian tangan Michael sambil tersenyum karena Michael tersenyum sangat lebar.


Setelah Angeline dan Michael tak terlihat lagi, Gabriel langsung menatap Firda dengan tatapan yg begitu dalam.

__ADS_1


"Terima kasih, Sayang. Aku.... Aku memangku nya tadi" kata Gabriel dengan suara bergetar, ia begitu terharu karena akhir nya ia bisa menyentuh Michael.


"Sama sama" jawab Firda sambil tersenyum. Ia juga merasa begitu bahagia saat melihat Gabriel bahagia.


__ADS_2