Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 250 - Tangis Haru Bang Gabriel


__ADS_3

Jarak antara rumah Firda dan rumah sakit itu sangat dekat, namun karena Gabriel tak sabar ingin segera sampai ke rumah sakit, ia pun meminta Abi Adil agar membawa nya menggunakan motor. Abi Adil yang mengerti perasaan Gabriel pun langsung menyetujui nya tanpa fikir panjang.


Sementara di rumah sakit, Firda sudah membuka mata nya dan tatapan nya tampak begitu sendu. Hal terakhir hal yang Firda ingat adalah bagaimana dia menusuk leher ayah mertua nya sendiri dan itu membuat Firda langsung meneteskan air mata nya, Firda merasa bersalah atas kekejaman yang ia lakukan.


"Sayang..." lirih Abi Farhan yang kini sudah berdiri di samping Firda, Firda melirik Abinya itu dan menatap nya dengan begitu sendu.


"Putri Abi, kamu bangun, Nak" lirih Abi Farhan kemudian ia mengecup kening Firda.


"Semua nya baik baik saja, Sayang. Jangan takut, hm. Jangan khawatir..." ucap Abi Farhan lagi dan Firda hanya mengedipkan mata nya dengan lemah.


Tak lama kemudian pintu terbuka dan Ummi Aisyah yang menggendong Jibril pun masuk. Bisa melihat putra nya lagi membuat Firda merasa begitu bahagia dan air mata semakin mengalir deras dari sudut mata nya. Firda tak menyangka ia masih punya kesempatan untuk melihat anaknya dan berkumpul kembali bersama keluarga nya.


"Nak..." seru Ummi Aisyah lirih "Sayang, kamu bangun juga akhirnya, Nak. Anak Ummi, putri tersayang Ummi..." Ummi Aisyah mencium kening Firda sementara Firda kini teringat dengan suami nya.


"Gab..." lirih Firda.

__ADS_1


"Gabriel baik baik saja, Nak. Dia pulang ke rumah, suami mu sehat" jawab Ummi Aisyah karena ia tak ingin Firda bersedih.


Sementara di luar, Gabriel melangkah tergesa-gesa dengan di bantu Abi Adil menuju ruang rawat Firda tak perduli dengan rasa sakit yang masih ia rasakan sampai detik ini.


Dokter sebenarnya meminta agar mereka menemui Firda satu persatu supaya Firda tidak merasa terganggu, namun Firda memberi isyarat bahwa ia baik baik saja. Firda bahkan merasa lebih baik saat ia melihat orang orang yang di cintai datang menemui nya. Bahkan ketika ia melihat Gio dan Mini, Firda langsung mengucapkan syukur karena ia juga punya kesempatan melihat kedua sahabatnya lagi.


"Kami senang kamu akhirnya sadar, Firda. Kamu membuat keadaan seperti akan kiamat..." tukas Gio yang membuat Firda tersenyum samar.


"Putra mu, Sayang. Kamu kelamaan tidur nya, dia haus" lirih Ummi Aisyah sembari memperlihatkan Jibril yang masih tertidur pulas pada Firda.


"Firda, air mata kami sudah mau habis karena terus menangisj keadaan mu" tukas Mini sembari merengut, karena ia sendiri sangat takut jika Firda benar benar meninggalkan nya.


"Kakek sama Nenek hampir jantungan, Firda..." ujar sang Kakek dengan suara parau nya.


"Untung saja kami tidak punya penyakit jantung, Firda" sambung sang Nenek, Firda tersenyum antara sedih dan haru mendengar pengaduan keluarga nya satu persatu hingga pintu terbuka dan menampilkan sosok Gabriel yang sedang di papah oleh Abi Adil, saat melihat istri nya sudah membuka mata, Gabriel langsung mempercepat langkah nya dengan derai air mata yang mengalir bebas di pipi nya.

__ADS_1


"Firda..." lirih Gabriel kemudian dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Sayang, kamu bangun..." ucap Gabriel lagi dan tiba tiba ia menjatuhkan kepala nya di dada kiri sang istri yang tak terluka dan detik selanjut terdengar suara tengis Gabriel yang pecah. Firda tersenyum samar dan tangannya yang bebas pun terangkat kemudian mengelus kepala sang suami dengan lembut.


"`Firda, jangan meninggalkan ku. Aku mohon..." lirih Gabriel di sela isak tangis nya.


"Aku takut, semua orang bilang kamu sedang tertidur tapi aku bukan Micheal. Aku tahu kamu tidak tidur..." rengek Gabriel lagi dan kini tangis nya semakin kencang.


Raut wajah panik, cemas dan takut di wajah mereka berangsur hilang dan kini tergantikan dengan raut wajah yang terlihat heran dan gemas pada Gabriel yang terus menangis meraung-raung di dada sang istri bahkan ia mulai meracau.


"Gabriel..." lirih Ummi Aisyah dan ia hendak menyentuh Gabriel namun Gabriel menepis tangan Ummi Aisyah.


"Aku mau sama istri ku, aku mohon..."


"Jangan ambil istri ku..."

__ADS_1


"Jangan pisahkan kami..."


__ADS_2