Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 112 - Masih Mencari


__ADS_3

Mendapatkan kabar dari Frank, John langsung terbang dari Rusia menggunakan jet pribadi Gabriel.


John juga mencoba mengakses setiap cctv yg ada di rumah Gabriel melalui ponsel nya namun tidak bisa.


"Ini pasti karena gadis desa itu, dia pasti mengatakan sesuatu dan mempengaruhi putra ku" geram nya marah, ia mengepalkan tangan nya dan memukul meja nya dengan keras "Aku akan memusnahkan mu, gadis kecil"


.........


Firda terbangun saat hari sudah gelap, ia berusaha duduk namun ia merasakan sebuah tangan yg melingkar di perut nya dan ia tahu itu tangan suami nya. Saat Firda menatap Micheal yg masih tertidur, seketika hati Firda terkesiap dan ia merasa bersalah. Ia telah membawa lari seorang putra dari ibu nya, membuat seorang ibu cemas karena kehilangan putra nya.


Firda berusaha duduk setelah menyingkirkan tangan Gabriel dari perut nya, kemudian ia menatap suami nya yg juga memejamkan mata namun Firda tak yakin suami nya itu benar benar tertidur.


"Sayang..." Firda berkata dengan begitu lembut, ia membelai rahang Gabriel yg di tumbuhi bulu bulu halus, memberikan sensasi geli yg menyenangkan di tangan Firda. Gabriel masih enggan membuka mata, namun ia memang tidak tidur, karena memang tidak mungkin bagi nya untuk tidur di saat seperti ini. Gabriel hanya bisa menutup mata dan menikmati belaian tangan Firda.


"Ini sudah malam, Micheal pasti lapar kalau dia bangun" ujar Firda kemudian yg membuat Gabriel langsung membuka mata. Tatapan nya langsung bertemu dengan tatapan Firda yg begitu lembut, bahkan dalam situasi yg seperti ini, Firda masih sangat mampu berbicara dengan lembut dan menatap nya dengan lembut pula. Firda bahkan tidak sedikit pun menggerutu apa lagi menyalahkan Gabriel akan apa yg mereka alami.


"Aku akan membeli makanan keluar" kata Gabriel sembari duduk dari tidur nya.


"Kamu baik baik saja kan, Sayang?" tanya nya kemudian dan Firda mengangguk pelan.

__ADS_1


"Apa kau butuh sesuatu yg lain?" tanya Gabriel lagi.


"Aku butuh mukena, sejadah, pakaian ganti dan makanan yg sehat untuk anak anak kita" jawab Firda dan Gabriel mengangguk mengerti.


"Aku akan pergi sekarang, kamu tunggu di sini ya. Dan jangan keluar rumah, pintu di depan itu hanya bisa di buka dari dalam. Sedangkan dari luar, membutuhkan passwords..." Gabriel berjalan keluar dan Firda pun mengantar nya sampai kr depan pintu sembari mendengarkan wanti wanti dari suami nya


"Dan jangan membuka pintu untuk siapapun, matikan juga lampu nya, jangan mencoba menghubungi siapa pun. Karena keberadaan kita bisa saja di lacak seseorang" tukas Gabriel sembari memasang jaket kulit nya.


"Lalu bagaimana dengan ibu nya Micheal? Dia pasti sangat panik sekarang, Bang Gabriel. Dia pasti sangat cemas, dan bagaimana dengan Abi sama Ummi. Setiap hari mereka selalu menghubungi ku, jika tiba tiba aku tidak menghubungi mereka, meraka juga akan cemas" tutur Firda sedih dan putus asa.


"Jangan khawatir, aku akan menghubungi Abi dan Ummi. Dan untuk Angeline, aku juga akan memberi tahu nya, Sayang. Semua nya akan baik baik saja, ya? Kamu jangan terlalu stres" untuk yg kesekian kali nya Gabriel meminta nya untuk tidak stres, padahal Gabriel sendiri tahu, sangat tidak mungkin bagi Firda untuk tenang saat ini.


"Aku... Aku tidak tahu, Firda" jawab Gabriel lirih "Masalah nya, aku tidak tahu siapa orang orang di sekitar ku" lanjut nya setelah ia mengingat ruangan rahasia John yg di penuhi dengan monitor yg menampilkan setiap sudut rumah Gabriel dan juga kamar Micheal "John saja, yg sudah aku anggap ayah sendiri. Ternyata bersembunyi di balik sebuah topeng"


"Aku membenci nya..." geram Firda "Siapa pun dia, tidak seharusnya dia memata matai kita bahkan sampai...." Firda menelan ludah nya sendiri, tak pernah ia bayangkan seorang pria asing akan memata matai kamar pribadi nya.


"Dia akan membayar semua itu, Sayang. Dia akan membayar kelancangan nya itu" desis Gabriel tajam.


"Aku pergi dulu, aku akan segera pulang" ucap nya kemudian ia mengecup kening Firda sebelum akhirnya keluar dari rumah itu.

__ADS_1


Firda menatap kepergian suami nya dengan perasaan yg begitu cemas, namun saat ini ia tidak bisa melakukan apapun selain mendoakan suami nya itu.


"Lindungi kami, Ya Allah. Sesungguhnya tidak ada tempat berlindung yg lebih baik dari perlindungan Mu"


.........


Gio mencoba melacak ponsel Firda maupun Gabriel, namun terakhir kali ponsel mereka aktif hanya saat berada di sekitar mansion.


"Apa yg sebenarnya terjadi? Kenapa mereka pergi dari mansion?" pertanyaan itu terus muncul berkeliaran dalam benak Gio.


Ia mengerahkan semua anak buah nya untuk mencari jejak Gabriel dan Firda.


Frank juga mencari keberadaan Gabriel dan keponakan nya sembari menunggu kedatangan John, sementara Angeline masih terus menangisi putra nya.


Frank mencari ke tempat tempat yg John tunjukan, dimana Gabriel berada biasa nya. Namun hasil nya nihil.


Frank bahkan mencari di sebuah rumah tempat bersembunyian Gabriel, rumah kecil namun dengan dinding tinggi dan di penuhi kawat besi.


Frank memperhatikan rumah itu namun tak ada tanda tanda ada orang di sana. Lampu nya mati, tempat nya sepi.

__ADS_1


"Dimana kamu, Emerson?"


__ADS_2