Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 210 - Khitan Itu...


__ADS_3

"Berhenti menangis nya, Mickey. Adik Lora juga nangis neh..." kata Firda namun Micheal tak memperdulikan nya hingga tiba tiba si kakek datang dengan membawa golok dan memperlihatkan nya pada Micheal.


"Kalau tidak diam, Opa potong sekarang burung kecil nya!"


Micheal tentu langsung membungkam mulut nya sendiri saat melihat si Opa yang memegang golok sangat besar, kedua bola mata Micheal langsung membulat sempurna. Dan bukan hanya Micheal, semua orang yang ada di sana pun ikut bungkam namun dengan mata yang melotot sempurna. Kecuali Lora Jibril yang masih menangis kencang di gendongan Firda.


"Uweee.... Uwee..." Micheal yang mendengar adik Lora nya masih menangis langsung berdiri dan menghampiri Firda dengan panik.


"Shhttt, adik Lora jangan menangis. Shhttt" bisik Micheal sembari berjinjit agar bisa melihat Lora Jibril, sementara wajah Michel masih basah karena air mata nya "Nanti burung kecil nya di potong sama Opa, tidak bisa pipis nanti kita" bisik nya lagi penuh kecemasan namun semua orang masih bisa mendengar nya.


Orang orang yang tadi nya bungkam dengan mata yang melotot kini langsung tertawa terpingkal pingkal setelah melihat reaksi Micheal apa lagi mendengar bisikan nyaring nya pada adik tercinta nya itu.


"Bwahhahahahah"


Bahkan Firda pun tak bisa menahan tawa nya meskipun buah hati nya masih menangis kejer kejer, perut Firda sampai sakit rasa nya.


"Ya Allah, Mikail... Mikail..." gumam Oma "Bikin orang panik, kelimpungan, sekarang ngelawak" ucap nya di sela tawa nya.


"Sudah, sekarang kita ke kamar ya. Jangan menangis lagi" kata Firda dan Micheal mengangguk sembari mengusap air mata nya dengan punggung tangan nya. Firda pun masuk ke kamar nya dan Micheal langsung mengekori nya dari belakang, kemudian Micheal menutup pintu dan mengunci nya dari dalam.


"Kenapa di kunci, Mickey?" tanya Firda sembari menidurkan Lora Jibril di ranjang dan Firda bersiap menyusui anak nya yang masih menangis itu.


"Takut Opa masuk, Mommy. Nanti burung kecil nya Mickey dan adik Lora di potong" kata Micheal cemas.


Sementara di luar kamar...

__ADS_1


"Anak mu, Gab... Gab" seru Abi Farhan sambil geleng geleng kepala.


"Kayak nya baik dari keluarga ku maupun keluarga Ibu kandung nya tidak ada yang se absurd Micheal" kata Gabriel yang juga masih tertawa.


"Ketularan orang yang ngasuh kali" kata Ummi Aisyah.


"Abi dapat golok dari mana?" tanya Ummi Aisyah kemudian sambil melirik ngeri golok besar nan tumpul yang sudah karatan yang di pegang oleh si Kakek.


"Nemu di belakang dapur kemarin, tadi nya mau di kasih ke mang Uday biar di asah dan di pakai" kata sang Kakek.


"Ngeri nya, Bi. Itu masuk kekerasan lho, Bi. Anak kecil di ancam pakai golok, Astagfirullah" kata sang Nenek sambil mengelus dada nya.


"Terpaksa, Mi. Dari pada Micheal nangis kejer kejer seperti tadi? Tidak ada yang bisa nenangin lho"


"Gara gara Mas Farhan sih..." kata Ummi Aisyah.


.........


Di dalam kamar nya, Firda berhasil menenangkan Lora Jibril dan sekarang ia sedang menyusu. Firda menghapus air mata Lora Jibril di sekitar sudut mata nya, sementara Micheal juga duduk bersila sambil memperhatikan Lora Jibril yang asyik menyusu. Wajah Micheal masih sembab, bahkan ingus masih mengintip dari dalam lubang hidung nya.


"Nak, ambil Tisue di atas meja. Buang ingus nya..." kata Firda dan Micheal pun dengan patuh merangkak turun dari ranjang, ia mengambil satu lembar tissue dan membuang ingus nya.


"Sudah?" tanya Firda dan Micheal mengangguk "Buang ke tempat sampah tissue nya" kata Firda dan Micheal pun kembali mematuhi nya. Setelah itu, Micheal kembali merangkak naik ke atas ranjang.


"Michael, coba Micheal ambil sosis di dapur. Sosis yang masih ada bungkus nya ya" kata Firda

__ADS_1


"Tapi nanti ketemu Opa, burung nya mau di potong" kata Micheal merengek.


"Tidak akan, Opa sayang Micheal dan tidak akan memotong burung Michael. Ya? Mommy mau menjelaskan sesuatu pada Micheal" kata Firda. Micheal pun terdiam sejenak dan akhirnya nya ia mengangguk.


"Anak pintar..." kata Firda, Micheal pun segera keluar dari kamar Firda namun sebelum keluar, ia mengintip terlebih dahulu untuk memastikan keadaan nya sudah aman. Dan setelah di pastikan sudah aman, Micheal langsung berlari ke dapur.


Micheal naik ke atas kursi dan mengambil sosis yang ada di atas meja makan, setelah itu ia kembali berlari ke kamar Firda.


"Sudah?" tanya Firda yang sudah selesai menyusui Lora Jibril. Micheal mengangguk, ia memberikan sosis nya ke Firda, Firda pun mengambil nya kemudian dan ia mengambil gunting yang ada di dalam lemari.


"Jadi, Khitan atau sunnat itu begini, Mickey..." kata Firda dan ia menggunting ujung sosis itu "Di potong ujung nya sedikit saja, seperti ini. Dan tidak akan sakit, Sayang. Nanti Mickey kan di kasih obat biar tidak sakit" jelas Firda dan Micheal kembali terlihat takut.


"Tapi kan nanti sakit kalau di potong, Mommy. Ke jepit resleting celana saja sudah sakit sekali" rengek nya yang membuat Firda ingin tertawa namun ia menahan nya. Ia harus ekstra sabar memiliki anak seperti Micheal.


"Tidak, nanti Mickey di kasih obat yang bisa membuat Mickey tidak merasa sakit. Dan Khitan itu harus, supaya burung nya Mickey itu bersih. Tidak ada penyakit di dalam nya terus Mickey juga masih bisa pipis kok. Justru nanti makin lancar pipis nya. Coba Mickey bayangkan kalau sosis nya ini di dalam terus? Isi nya tidak bisa keluar, bisa basi di dalam"


Micheal kembali terdiam dan memikirkan kata kata Mommy nya.


"Beneran tidak sakit, Mommy?" tanya Micheal lagi.


"Tidak, Sayang. Tidak akan sakit, nanti Adik Lora juga di Khitan, semua laki laki harus di Khitan" tukas Firda "Nanti, kalau Mickey mau, Mommy akan memberikan Mickey hadiah yang banyak sekali" Rayu nya.


"Benarkah?" tanya Micheal dengan mata berbinar.


"Iya, Mickey harus mau di Khitan ya. Karena kalau Mickey mau, adik Lora nanti pasti mau" kata nya "Mickey harus berani, jangan takut ya"

__ADS_1


"Iya" jawab Micheal dan itu membuat Firda bernafas lega.


__ADS_2