Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 150 - Pengaruh Buruk


__ADS_3

Gabriel yang saat ini sedang dalam perjalanan pulang mendapatkan telfon dari Angeline, dan Gabriel memang tidak pernah mengabaikan telfon dari mantan istri nya itu karena ia takut itu tentang keselamatan mereka.


"Ada apa, Angel?" tanya Gabriel langsung.


"Mickey menangis seharian..." terdengar suara kalem sang mantan istri dari seberang telfon, namun yang menjadi fokus Gabriel adalah kabar yang di berikan oleh mantan istri nya itu.


"Ada apa? Apa dia sakit?" tanya Gabriel cemas.


"Dia terus menanyakan mu sejak tadi..." adu Angeline dan tanpa fikir panjang, Gabriel langsung putar balik.


"Katakan pada nya aku akan pulang, aku sudah di jalan..." seru Gabriel.


"Terima kasih, Gab. Mickey pasti senang karena Ayah nya pulang, apa kau akan tidur di rumah malam ini? Maksud ku, jika kau mau tidur di sini, aku akan memasak makan malam untuk mu"


"Iya" Jawab Gabriel sekena nya.


Ia mempercepat laju mobil nya supaya cepat sampai ke mansion nya, mendengar kabar apapun tentang Micheal itu pasti akan membuat Gabriel langsung panik dan cemas. Gabriel selalu merasa bersalah karena tidak bisa menjadi Ayah untuk Micheal selama ini dan saat ia mendapatkan kesempatan untuk menjadi Ayah nya, tentu Gabriel akan gunakan kesempatan itu sebaik mungkin.


Ponsel Gabriel berdering, tertera nama My Lovely Wife di layar smartphone nya itu. Gabriel pun menjawab nya, sekalian ia ingin memberi tahu Firda tentang Micheal.


"Assalamualaikum, Sayang..." ujar Gabriel.


"Waalaikum salam, Abang Gabriel. Dimana? Sudah pulang belum?" Gabriel tersenyum mendengar suara lembut sang istri yang selalu berhasil membuat nya merasa tenang dan senang.


"Iya, ini aku lagi di jalan. Mau ke mansion..." kata Gabriel.


....


"Mansion?" pekik Firda dengan wajah yang cemberut setelah mendengar apa yang di katakan oleh suami nya. Saat ini Firda sedang membereskan kamar nya karena Firda tidak punya aktifitas lain, seluruh keluarga nya juga melarang Firda melakukan pekerjaan yang berat dan melelahkan.


"Iya, Sayang. Micheal menangis seharian kata nya mencari ku..." Firda menghela nafas panjang. Ini tentang anak, fikir nya. Tentu Firda tak mungkin melarang Gabriel menemui anak nya sendiri.


"Menginap di sana lagi?" tanya Firda akhir nya, ia bertanya dengan suara ketus karena ia merasa cemburu jika suami nya harus tinggal satu rumah dengan mantan istri nya yang cantik nan anggun itu.


"Kenapa? Kamu cemburu ya?" tanya Gabriel dan ia terdengar terkekeh, membuat Firda memberengut.


"Bagaiamana tidak cemburu, Bang? Dia cinta pertama mu..." rengek Firda dengan wajah yang sudah berubah masam dan bibir nya sudah mencebik kesal.

__ADS_1


"Dan kamu cinta terakhir ku..." masih terdengar kekehan Gabriel dari seberang telfon.


"Dia itu cantik, dewasa, anggun..." rengek Firda lagi.


"Dan kamu itu sangat indah, dewasa dan bijak, baik hati dan yang paling penting, cinta kamu tulus buat aku, Sayang. Kamu tidak pernah meninggalkan aku dalam kondisi dan situasi apapun, jadi tidak akan ada satu pun wanita di dunia ini yang bisa menggantikan Firda nya Don Gabriel. Tidak akan ada yang menyandang gelar Nyonya Emerson selain Zeda Firdaus, putri nya Ummi Aisyah dan Abi Farhan... "


Ah, tak ayal pujian panjang lebar itu membuat kedua pipi Firda langsung merona indah, jantung nya berdebar hebat dan hati nya berbunga bunga.


"Jadi aku istri yang sempurna ya, Bang?" tanya Firda malu malu.


..........


Gabriel terkekeh mendengar pertanyaan sang istri, sudah ia bayangkan wajah sang istri sekarang pasti sudah merah seperti kepiting rebus. Ingin rasa nya Gabriel ada di sana, mencium kedua pipi tembem sang istri berkali kali.


"Iya, Sayang. Kamu itu istri yang sempurna" jawab Gabriel yakin, sekarang ia sedang membayangkan istri nya itu pasti lagi mesem mesem.


"Terus?" terdengar suara manja dari sang istri.


"Aku akan jaga diri, aku akan jaga jarak dari wanita mana pun termasuk Mommy nya Mickey. Karena aku sungguh tak ingin menyakiti mu" tukas Gabriel.


"Ya sudah, nanti kalau sudah sampai di mansion aku akan telfon kamu lagi ya. Mickey pasti senang kalau video call sama kamu..."


"Iya, Bang. Hati hati di jalan..."


"I love you, Sayang"


"I love you more, Abang Gabriel..."


"I love you more and more, Nyonya Emerson"


.........


Angeline saat ini sedang sibuk di dapur, ia masih ingat dengan makanan kesukaan Gabriel. Yaitu masakan Perancis.


Angeline bahkan menyuruh pelayan nya berbelanja bahan bahan keperluan yang tidak ada di sana. Dan yang membuat pelayan mansion itu kesal, karena Angeline menyuruh mereka secara tiba tiba dan meminta mereka berbelanja dalam waktu 30 menit. Namun tentu saja mereka tak bisa, perjalanan nya saja memakan waktu 15-20 menit.


"Nyonya Firda saja tidak pernah memerintah seperti ini ya..." bisik salah satu pelayan wanita itu.

__ADS_1


"Iya, padahal Nyonya yang sebenarnya kan Nyonya Firda. Nyonya Emerson sejati, tapi tidak pernah Nyonya Firda memerintah kita begini. Apa lagi menyuruh kita belanja dalam waktu 30 menit" sambung teman nya.


Saat ini mereka sedang berjalan menuju dapur dengan membawa beberapa kresek di tangan mereka. Di dapur sudah ada Angeline yang menunggu dan siap memasak, ia sudah memakai apron dan mengikat rambut nya.


"Mommy mau masak apa?" tanya Micheal yang berlari lari kecil ke dapur.


"Mau memasak makanan favorit Daddy, Sayang..." Jawab Angeline dengan wajah yang riang, mendengar nama Daddy tentu membuat Micheal juga senang.


"Bi, tolong cuci paha ayam nya ya. Terus fillet ayam paha ayam nya, Terus setelah itu potong wortel, bawang bombay nya. Biar aku siapkan jamur nya.." titah nya pada pelayan yang menemani nya memasak.


"Apa Daddy akan pulang?" tanya Micheal lagi.


"Iya, sekarang Daddy lagi di jalan..." jawab Angeline dengan senyum lebar, ia mengeluarkan sebotol wine dari kresek.


Pelayan nya melirik Angeline saat Angeline menuangkan wine itu ke gelas dan meminum nya sedikit. Karena semenjak Firda datang ke mansion itu, di sana tak pernah ada wine lagi.


Terdengar suara klakson mobil dari luar "Sayang, itu pasti Daddy. Sambut Daddy gih..." seru Angeline.


Dan tentu saja dengan riang gembira Micheal berlari ke luar guna menyambut sang ayah.


"Daddy..." teriak nya girang saat Gabriel turun dari mobil nya.


"Hai, Sayang..." Gabriel mengungkuk, Micheal langsung melompat ke gendongan Gabriel. Gabriel mencium pipi putra nya itu dengan gemas.


"Kata nya Mickey menangis seharian, kenapa, Nak?" tanya Gabriel sembari melangkah masuk ke dalam.


"Soal nya kata Mommy, Daddy tidak akan pulang ke sini. Karena Daddy sudah tinggal sama Mommy Cantik, Mommy Cantik melarang Daddy pulang. Mickey kesal sama Mommy Cantik..." rajuk Michael yang membuat Gabriel terkejut dan marah, karena ada yang berani menjelek jelekan Firda pada putra nya yang masih begitu polos


"Siapa yang bilang begitu?" tanya Gabriel berusaha bersikap tenang.


"Mommy..." jawab Micheal dengan jujur. Gabriel menggeram kesal, ia sungguh tidak menyangka Angeline akan mengatakan hal yang tidak baik tentang Firda dan Gabriel tidak bisa menerima itu semua.


"Sayang, Mommy Cantik tidak seperti itu. Mickey pasti tahu kan kalau Mommy Cantik itu Mommy yang baik..." kata Gabriel lembut.


"Tapi kata Mommy tidak, karena Mommy Cantik tidak bolehin Daddy tinggal sama Mickey dan Mommy"


Gabriel menghela nafas kasar, ia tidak bisa membiarkan ini terjadi, ia tidak akan membiarkan putra nya mendapatkan pengaruh buruk dari siapa pun termasuk Ibu kandung nya.

__ADS_1


__ADS_2