
"Sayang..." panggil Gabriel sembari berlari lari kecil mengejar Firda yang terus berjalan lurus di lorong rumah sakit. Sementara Firda sengaja pura pura tidak mendengar Gabriel karena perasaan Firda saat ini sedang tidak baik baik saja.
"Firda, tunggu" teriak Gabriel. Namun Firda tak berhenti sampai dia mendengar Gabriel berteriak sakit.
"Ah, Firda. Luka ku..." teriak Gabriel sambil berjongkok dan memegang perut nya, Firda yang melihat suami nya kesakitan segera menghampiri nya dengan cemas.
"Bang, kamu tidak apa apa?" tanya Firda cemas, sementara Gabriel yang memang hanya berpura pura sakit pun tersenyum. Ia langsung mengecup pipi Firda membuat Firda mendelik "Apa sih, Bang. Bikin khawatir saja..." gerutu nya.
"Kamu yang bikin aku khawatir, Sayang" lirih Gabriel sembari menatap tepat di kedua iris cokelat sang istri, kedua nya kembali berdiri tegak "Kenapa kamu pergi begitu saja? Michael pasti senang kalau kamu menjenguk dia dan menjaga nya"
"Ada Mommy kandung nya di sana, Bang" kata Firda dan ia kembali melangkah. Hati nya sesak mengingat apa yang di katakan Micheal tadi, namun Firda tidak bisa apa apa karena ia mengerti, setiap anak selalu ingin orang tua nya selalu bersama mereka.
"Tapi Micheal kan juga sangat sayang sama kamu, Sayang..." ucap Gabriel sembari mensejajarkan langkah nya dengan langkah Firda yang kecil kecil dan juga pelan.
"Hem.." Jawab Firda malas. Gabriel pun langsung melangkah ke depan Firda dan menghalangi langkah nya.
"Ada apa? Kamu tidak suka Angeline ada di sini?" tanya Gabriel dan ia kembali menatap tepat di kedua mata sang istri, Firda berusaha menghindari tatapan Gabriel namun Gabriel langsung menangkup pipi Firda dengan kedua tangan nya.
"Tatap mata ku dan jawab pertanyaan ku!" tegas Gabriel "Apa kamu tidak suka Angeline ada di sini?" ia mengulang pertanyaan nya. Firda sudah membuka mulut nya namun ia tidak tahu harus berkata apa. Jika Firda bilang tidak suka, maka Firda tidak punya hak akan hal itu karena Angeline di sini untuk putra nya. Tapi jika Firda menjawab suka, maka tentu dia sangat bohong, karena Firda tidak suka jika Angeline ada di sekitar suami nya.
"Memang nya kenapa aku harus tidak suka, Bang? Dia kan di sini untuk menjaga putra nya" Jawab Firda, jawaban umum para wanita, jika tidak tahu harus menjawab apa maka mereka akan balik bertanya.
__ADS_1
"Itu bukan jawaban yang aku mau dengar" tegas Gabriel lagi, Firda mencoba melepaskan tangan Gabriel yang masih menangkup pipi tembem nya itu namun Gabriel tak mau melepaskan tangan nya.
"Bang, lepasin. Aku mau menemani Ummi menjaga Abi" kata Firda.
"Jawab dulu pertanyaan ku, Sayang"
"Sudah aku jawanb tadi"
"Itu bukan jawaban yang aku mau dengar, aku tanya sekali lagi, apa kamu tidak suka Angeline di sini?" tanya Gabriel penuh penekanan.
"Bang, suka atau tidak suka itu tidak penting. Dia kesini karena mau menjaga Micheal"
"Jawaban mu terlalu panjang, Sayang..." kata Gabriel yang masih bersikeras ingin jawaban yang di mau "Suka atau tidak?" tanya Gabriel. Firda hanya menghela nafas berat, ia menundukan kepala nya sampai bisa menatap sandal yang di pakai Gabriel.
"Apa yang membuat mu cemburu pada nya, Sayang? Kamu istri ku dan aku sangat mencintai mu, sedangkan dia hanya mantan istri ku" tegas Gabriel.
"Tapi dia tetap Ibu dari putra mu, Bang. Sementara Micheal selalu mengatakan dia ingin tinggal bersama Mommy dan Daddy nya..." lirih Firda dengan suara yang tercekat.
"Itu kan keinginan Micheal, Sayang. Bukan keinginan ku" tegas Gabriel "Aku tidak akan pernah tinggal bersama Angeline lagi, aku hanya akan tinggal bersama mu"
"Lalu Bagaiamana dengan Micheal? Dia ingin hubungan orang tua nya sempurna, dia ingin memiliki keluarga seperti anak anak yang lain"
__ADS_1
"Tapi kami tidak bisa seperti orang lain, Sayang. Dan memang seperti ini kami, terpisah sampai kapan pun" tegas Gabriel yang membuat Firda hanya bisa terdiam, Gabriel membelai pipi Firda dengan lembut dan berkata "Aku mungkin tidak bisa bersama dengan Mommy kandung Micheal seperti yang Micheal mau, tapi aku bisa memberikan Micheal Mommy lain yang akan sangat sayang dan perduli pada nya, yaitu kamu" ujar nya yang membuat Firda tersenyum haru. Melihat senyum kembali terbit di bibir sang istri, Gabriel pun ikut tersenyum. Kemudian ia menggandeng tangan Firda dan kembali melangkahkan kaki nya.
"Kamu tahu..." kata Gabriel masih terus melangkah "Kamu tidak punya alasan untuk cemburu pada siapa pun, sementara semua orang akan selalu punya alasan cemburu sama kamu, karena kamu wanita yang baik, kuat, penyabar" kata Gabriel yang membuat Firda kembali tersenyum tipis.
"Jangan berlebihan memuji ku, Bang. Nanti aku besar kepala ku dan sombong"
..........
Sementara itu, kepada polisi yang menangani kasus Gabriel masuk ke ruang rawat Edward. Namun ia melihat Edward masih tampak begitu lemah, ada seorang Dokter juga di sana yang sedang memeriksa nya.
"Bagaiamana keadaan nya?" tanya polisi itu.
"Masih sangat lemah, dan detak jantung nya tidak stabil" jawab sang Dokter.
Sementara Edward sebenarnya merasa baik baik saja, meskipun memang benar detak jantung nya masih tidak stabil. Namun Edward sudah terbiasa berada di situasi seperti ini.
"Apa dia bisa di introgasi?" tanya polisi itu sambil menatap mengintimidasi pada Edward.
"Sebaik nya jangan di paksakan, Pak. Pasien baru tersadar setelah luka tembak yang hampir mengenai jantung nya"
"Masih hampir, arti nya dia akan baik baik saja" sanggah polisi itu. Ia duduk di samping Edward yang masih terbaring tak berdaya.
__ADS_1
"Aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan, Tuan Edward. Namun sebelum itu, biar saya jelaskan dulu apa yang terjadi. Tuan Gabriel yang adalah anak kandung mu, dan keluarga nya mengalami penyerangan dari mu, dan Tuan Gabriel mengatakan motif mu adalah harta. Ada banyak bukti yang mengatakan itu memang penyerangan, posisi mobil mu yang ada di belakang mobil meraka, tembakan di ban mobil Gabriel dan peluru nya sama seperti peluru yang ada di senjata mu dan terjadi nya sebuah ledakan mobil yang hampir saja merenggang tiga nyawa keluarga Tuan Gabriel. Dan pertanyaan ku, apa kau mengakui itu perbuatan mu?"
Edward sedikit bingung dengan pernyataan panjang polisi ini, karena sebelum nya Gabriel tidak pernah melibatkan polisi dalam peristiwa apapun yang terjadi.