Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 57 - Bukti Bukan Istri Simpanan


__ADS_3

Firda turun dari mobil saat Gio membukakan pintu untuk nya, dress berwarna biru langit, hijab putih dan sneaker warna putih membuat penampilan Firda tampak cerah, di tambah dengan tas selempang mungil yg berisi ponsel, dompet dan powerbank membuat nya terlihat sangat mungil. Firda mendongak dan menatap gedung pencakar langit di depan nya yg bertuliskan Emr'S Group.


Gabriel pun juga turun dari mobil dan berdiri tepat di samping sang istri.


"Ini adalah perusahaan ku..." ujar Gabriel dan Firda pun berdecak kagum.


"Punya berapa, Om?" celetuk Firda yg membuat Gabriel terkekeh.


"Ini pusat nya, ada beberapa cabang di beberapa kota. Ayo masuk..." seru Gabriel kemudian.


Keduanya pun memasuki kantor Gabriel berdampingan yg di iringi Gio dan beberapa bodyguard lainnya.


"Selamat pagi, Sir..." sapa Rose, sekretaris Gabriel.


"Sir, jadwal anda hari ini..."


"Batalkan saja..." ucap Gabriel yg membuat Rose sedikit terkejut namun ia tetap mengangguk patuh, sementara Firda hanya bisa tercengang melihat sikap bossy sang suami.


"Aku ingin jadwal ku di kosong kan hari ini, Kecuali jika ada sesuatu yg sangat penting..."


"Baik, Sir..." jawab Rose sembari melirik Firda, Firda pun melemparkan senyum ramah nya tapi Rose malah mendelik pada Firda, seolah tak suka pada nya membuat Firda mengernyit bingung.


Firda dan Gabriel memasuki sebuah lift khusus, tentu masih dengan Gio dan yg lainnya.


"Om.." seru Firda kemudian "Tadi itu siapa? Jutek amat..." gerutu Firda.


"Jutek?" tanya Gabriel dan ia terlihat bingung "Maksud nya?"


"Pas Firda senyum ke dia, eh dia nya malah mendelik"


"Oh ya? Itu tidak sopan, aku akan memecat nya" ucap Gabriel dengan enteng nya yg membuat Firda cekikikan lucu.


Lift berhenti dan saat Firda keluar, ia kembali berdecak kagum melihat luas nya gedung kantor Gabriel itu. Sebuah bangunan dengan dinding dinding kaca yg terlihat tampak mengagumkan. Gabriel membawa Firda ke ruangan nya yg tak kalah megah nya, dengan jendela kaca super besar yg seolah memperlihatkan seluruh kota dari atas sini. Di tengah ruangan, terdapat meja kerja Gabriel. Kemudian di sudut sebelah kiri ada sebuah sofa melingkar dan sebuah meja putih bulat.


Gio langsung berdiri tegap di dekat pintu masuk sementara bodyguard yg lain menunggu dan berjaga di luar.


Sementara Gabriel duduk di kursi nya dan ia memanggil sekretaris nya dari intercom

__ADS_1


"Ke ruangan ku sekarang, Rose" titah Gabriel. Sementara Firda sibuk melihat lihat ruang kerja suaminya yg jauh lebih besar dari ia bayangkan.


"Om, Firda suka ruang kerja Om Gabriel. Megah..." ujar Firda girang yg membuat Gabriel tertawa geli.


Tak lama kemudian Rose datang ke ruangan Gabriel dan Gabriel langsung mengucapkan sesuatu yang membuat Firda menganga lebar.


"Rose, aku memecat mu sekarang juga...." seru nya enteng yg membuat Rose seperti di sambar petir, apa lagi Firda.


"A...apa?" pekik Rose tak percaya "Tapi kenapa, Sir?" ia memberanikan diri untuk bertanya kemudian.


"Karena..."


"Tunggu... Tunggu..." sela Firda kemudian menghampiri Gabriel, Firda menatap Rose dengan pandangan sayu, Firda sama sekali tidak menyangka Gabriel ternyata tidak bercanda saat mengatakan akan memecat sekretaris nya itu.


"Jangan di pecat..." ucap Firda setengah berbisik pada Gabriel.


"Kenapa? Bukannya dia tidak sopan pada mu?" tanya Gabriel lagi yg membuat Firda menganga lebih lebar.


"Sopan kok, sopan. Sopan banget malah..." seru Firda kemudian sambil cengengesan "Ya kan, Mbak?" tanya Firda pada Rose, yg membuat Rose tercengang karena tidak mengerti maksud Firda, namun Firda memberi isyrat pada Rose agar mengangguk.


"Ya kan, Mbak... Hm?" tanya Firda lagi sembari tersenyum lebar dan Rose pun ikut tersenyum lebar walau terasa hambar, kemudian ia mengangguk seperti yg di isyaratkan Firda.


Apa lagi melihat Firda yg tampak masih seperti remaja mungil bahkan terlihat seperti anak anak.


"Rose..." seru Gabriel karena Rose malah diam saja.


"Ya, Sir..." jawab Rose gelagapan "Saya mengerti..." ucap nya kemudian.


.........


Setelah dari kantor Gabriel, kini Gabriel membawa Firda ke hotel milik nya, hotel dimana menjadi alasan pernikahan Firda dan Gabriel.


Saat Firda turun dari mobil dan ia menatap hotel di depan nya itu, seketika ingatan nya berputar kembali pada hari dimana ia merasa hancur, seolah dunia sedang kiamat.


Firda yg sejak tadi tampak ceria setelah Gabriel membawa nya ke kantor nya selama setengah hari, kini ia hanya bisa menatap Gabriel dengan tatapan kosong nya.


"Kenapa Firda dibawa kesini, Om?" tanya Firda lirih.

__ADS_1


"Hotel ini milik ku, aku hanya ingin kamu tahu apa saja yg aku punya dan bagaimana pekerjaan ku. Ayo...." ajak Gabriel dan ia menggandeng tangan Firda untuk memasuki hotel megah itu, awalnya Firda ragu dan bahkan ia ingin menolak, namun ia tak punya kesempatan itu saat Gabriel membawa nya melangkah.


Beberapa staf di hotel itu menyapa Gabriel dengan hormat, sementara Firda hanya mampu terdiam.


Kemudian manager hotel itu juga menyambut Gabriel dan Gabriel langsung memperkenalkan Firda sebagai istrinya. Sama seperti Rose, manager hotel itu juga sangat terkejut dan merasa tidak percaya jika Gabriel sudah punya istri, terlebih lagi orang yg di akui istri adalah remaja mungil.


"Ini sangat mengejutkan..." ujar nya yg membuat Firda tersenyum malu, karena ia sendiri sadar pernikahan nya dan Gabriel memang sangat tidak bisa di percaya.


"Nama nya jodoh, Om. Bisa datang kapan saja" sambung Firda berusaha mencairkan suasana dan itu berhasil membuat manager hotel itu tersenyum.


"Kita makan siang di sini ya..." ajak Gabriel namun Firda menggeleng.


"Kita pulang saja" pinta nya.


"Bagaiamana kalau kita pergi ke resort dan sekalian menginap di sana? Bukan nya kamu mau mengenal ku kan?" tanya Gabriel kemudian.


"Resort milik mu juga?" Firda balik bertanya dan Gabriel mengangguk.


"Iya, aku akan membawa mu kemana aku sering pergi, ke semua bisnis milik ku, supaya kamu tahu apa yg aku lakukan dan bagaimana pekerjaan ku" tukas Gabriel yg membuat Firda sedikit tercengang dan ia juga berusaha mencerna apa yg di katakan Gabriel.


"Nanti aku akan membawa mu keluar kota atau pun keluar negeri jika aku punya pekerjaan di sana..."


"Seru juga..." celetuk Firda yg membuat Gabriel langsung terkekeh geli.


"Iya, sekarang kamu tahu kan? Kamu itu bukan istri simpanan, karena itu lah aku memperkenalkan mu pada semua orang" ujar Gabriel lagi yg membuat Firda langsung cengengesan senang.


"Benar juga, kalau istri simpanan pasti di sembunyikan. Bahkan akan pura pura tidak kenal saat di tempat umum..." seru batin Firda.


"Ayo..." Gabriel kembali membawa Firda keluar dari hotel.


"Masih ada bisnis Om Gabriel yg belum kita datangi?" tanya Firda sembari mendongak untuk bisa menatap Gabriel yg saat ini menggandeng Firda menuju mobil.


"Ada..." jawab Gabriel sembari membukakan pintu untuk Firda, mempersilahkan Firda masuk kemudian ia pun menusul nya.


"Apa?" tanya Firda saat Gabriel duduk di samping nya.


"Club..." jawab Gabriel enteng yg membuat Firda terkejut.

__ADS_1


"Apa?"


"Aku tidak mungkin membawa mu kesana..."


__ADS_2