
Kehadiran Baby Aira sungguh membawa berkah dan kebahagiaan untuk seluruh keluarga Firda, terutama untuk kedua Kakak nya yang sangat menyambut dengan antusias Baby mungil itu. Dan sekarang Raja Gabriel tak hanya berbagi Firda dengan dua pangeran nya, karena masih ada satu tuan putri yang benar benar-benar menyita perhatian sang Ratu.
Karena Gabriel kini sudah punya tiga anak, ia pun memutuskan membangun rumah yang tak jauh dari kediaman keluarga Firda.
Tak hanya itu yang Gabriel lakukan, atas persetujuan Kakek dan beberapa warga desa terutama RT. Gabriel mengusulkan agar membuat kelas bela diri untuk para santri putra maupun santri putri, Gabriel yang akan menjadi pelatih dari santri putra dan Firda yang akan menjadi pelatih santri putri. Ide itu muncul saat Gabriel dan Firda pergi ke pasar, di sana mereka melihat ada seorang gadis remaja yang di ganggu oleh pria, bahkan ada juga gadis remaja yang menangis karena tas nya di copet. Firda mengatakan ia tak suka melihat wanita yang hanya menangis dan berlari pada Ayah nya saat mendapatkan masalah, mereka harus bisa membela diri sehingga Firda dan Gabriel memutuskan untuk mengadakan kelas bela diri setiap hari minggu. Namun siapa sangka, bukan hanya santri yang berminat, tapi beberapa warga desa yang sudah dewasa pun sangat berminat, apa lagi setelah mereka mendengar kisah Firda yang berhasil melumpuhkan seorang penjahat kelas kakap.
Anak anak Gabriel juga di ajari bela diri namun tidak di perkenalkan dengan senjata sampai mereka dewasa. Namun siapa sangka, Jibril yang terlihat paling tenang dan tampak tidak antusias dengan pelatihan itu justru diam diam menyukai film Action, mencari tahu tentang senjata, jenis jenis nya dan sebagai nya. Tak ada yang tahu akan hal itu kecuali Kakak tersayang nya, dan bukan nya melarang adik nya melakukan hal itu, Micheal justru mendukung nya. Bukan maksud Jibril ingin pura pura di depan keluarga nya, namun ia memang tipe anak yang tidak pernah mau menceritakan tentang diri nya pada siapapun. Apa yang ia suka ia lakukan apa yang tidak ia suka di tinggalkan, sejak kecil ia juga sudah memperlihatkan sikap dingin nya dan sangat irit berbicara. Hal itu mengingatkan Firda pada Gabriel, dan setiap kali melihat Jibril, Firda seperti melihat Gabriel apa lagi mata Jibril yang memang persis seperti mata ayah nya.
Kebahagiaan mereka tak sampai di sana, kebahagiaan selanjutnya datang dari Angeline dan Dokter Aryan yang entah bagaimana. Tiba tiba mereka mengabarkan akan menikah, tentu saja semua orang terkejut kecuali Micheal.
"Kan Mickey sudah bilang, Mommy akan menikah sama Om Dokter. Kadang mereka telfonan diam diam kok" ujar Micheal saat Angeline memberikan kabar itu, tentu saja Angeline tersipu, seperti gadis remaja yang tertangkap basah punya pacar oleh ayah nya.
Berbeda dengan pertumbuhan Jibril yang menegangkan dimana Firda harus melawan maut, pertumbuhan Baby Aira berjalan dengan lancar. Tak ada lagi ketegangan yang berarti, kini mereka bebas keluar masuk desa dan kota. Dan pertumbuhan Aira juga lebih cepat dari Jibril, dimana Baby Aira sudah bisa jalan saat usia 11 bulan, sudah bisa berbicara saat usia nya 10 bulan. Sedangkan Jibril bisa berbicara saat usia nya satu tahun, dan bisa berjalan saat usia nya satu tahun lebih.
Dan jangan lupakan juga pertumbuhan Baby Zachary Glatzel, anak itu juga tumbuh cepat dan cerdas seperti ayah dan Ibu nya. Gio juga mengenalkan nya dengan ilmu bela diri sejak kecil, sedangkan Mini memperkenalkan nya dengan komputer dan sebagainya sejak kecil. Beruntung anak itu bisa menyerap semua nya dengan cepat dan tidak depresi.
Waktu mereka lewati dengan canda tawa, air mata, pertengkaran, namun akan selalu berakhir dengan kata maaf dan ungkapan cinta.
Jika ketiga pangeran itu sudah di perkenalkan ilmu bela diri oleh ayah ayah mereka, begitu juga dengan Baby Aira yang kini tumbuh menjadi Princess Aira yang cantik, lincah, cerdas dan pemberani. Dan berbeda dari kakak nya yang hanya belajar karate dan silat, Aira justru tertarik dengan belajar menggunakan anak panah dan hobi berkuda.
Mengetahui hobi tuan putri itu, seluruh keluarga Firda tentu saja di buat tercengang. Namun baik Firda maupun Gabriel tak melarang apa yang menjadi hobi anak anak nya selama itu tidak keluar dari ajaran syariat agama mereka.
..........
"Apa kamu yakin akan menembak tepat sasaran?" pria berusia 21 tahun yang masih memakai seragam yang berlambang pondok pesantren itu bertanya dengan memasang wajah sangat serius pada adik nya yang saat ini sedang berada di atas kuda dengan memegang busur panah dan anak panah, pakaian syari'i nya yang berwarna putih membalut tubuh nya sehingga tak sedikit pun terlihat lekukan tubuh nya dan menjuntai di sisi kanan kiri nya, dan raut wajah nya yang serius itu tak terlihat di karenakan ia menutupi nya dengan cadar. Ia membidik buah apel yang di gantung dengan jarak beberapa meter di depan nya.
"Kalau Aira tepat sasaran, Kak Mickey kasih hadiah ya!" ucap anak itu yang membuat Micheal berdecak.
__ADS_1
"Dek, Kakak itu sudah dewasa. Berhenti memanggil Mickey, itu seperti Mickey mouse. Teman teman pondok Kakak ketawain Kakak kalau Mommy panggil begitu" protes Micheal kesal.
"Kan itu nama panggilan sayang, Kak" jawab Aira, sebelah mata nya memicing dan ia benar benar fokus saat ini.
"Cari panggilan sayang yang lain saja, jangan Mickey mouse" protes Micheal "Jadi, mau hadiah apa nanti?" tanya nya lagi.
"Belikan Aira kuda warna putih yang cantik, yang perempuan" pinta Aira dan..
Blusss.
Ia melepaskan anak panah nya dan benar saja, tepat mengenai sasaran. Micheal tercengang, karena ia sendiri sudah berlatih beberapa kali namun tak bisa mencapai sasaran. Ia di kalahkan oleh satu satu nya adik perempuan nya.
"Alhamdulillah, ya Allah. Tepat sasaran" ucap gadis remaja itu senang.
"Kuda putih nya ya, Kak. Jangan lupa" ucap Aira kemudian ia melompat dari atas kuda nya. Setelah itu, Aira mengelus kepala kuda yang selalu menemani nya selama ini.
"Kakak tidak punya uang, kuda kan mahal" kata Micheal sembari mengikuti Aira membawa kuda nya itu ke kandang kuda milik nya.
"Dek, jangan panggil Mikail juga. Teman teman pondok Kakak suka minta uang sama Kakak kalau ada yang manggil Kakak Mikail" protes Micheal lagi yang membuat Aira mengernyit bingung.
"Kenapa begitu, Kak? Memang nya mereka tidak di kirim uang sama orang tua meraka?"
"Ya bukan begitu, cuma mereka bilang Mikail itu bertugas membagi rezeki" jawab Micheal yang membuat Aira terkekeh, wajah nya yang ayu terlihat semakin ayu setiap kali ia tertawa namun sayang nya tak ada yang bisa melihat kecantikan nya itu karena ia menutupi nya dengan cadar sejak saat usia nya 8 tahun.
"Kan memang bener, Kak"
"Ya kan itu tugas malaikat Mikail, bukan Mikail putra Gabriel" ujar Micheal.
__ADS_1
Kini mereka sudah sampai di kandang kuda yang di buat khusus untuk Aira itu, dan sekarang Aira sudah memiliki tiga kuda. Kuda pertama di belikan Ayah nya, kuda kedua di belikan Om Gio nya dan kuda ketiga di belikan Daddy Aryan nya.
"Manusia juga punya kewajiban membagi rezeki lho, Kak. Rezeki yang Allah kasih buat kakak, di sana ada bagian orang lain juga. Karena itu lah kita di ajarkan bersedekah" jawab Aira sembari memasukan kuda nya ke kandang. Kemudian Aira memberi makan kuda kuda nya itu.
"Ya juga sih, lagian orang tua kita kaya ya. Kakak juga dapat ayah baru yang tak kalah kaya nya" ucap Micheal lagi yang lagi lagi membuat Aira terkekeh.
"Maka nya, berbagi, Kak"
"Dek, Kak..." terdengar suara teriakan seorang pria yang membuat Aira dan Micheal langsung menoleh bersamaan.
Pria remaja yang berperawakan tampan namun terlihat sangat dingin, walaupun begitu semua orang tahu, betapa hangat nya hati pria itu.
"Dek, Kak. Di panggil tuh, sudah waktu nya makan siang"
"Kak Jay, sebentar lagi Aira punya kudu putih lho" tukas Aira senang.
"Jibril, Dek. Nama nya Jibril, bukan Jay" sambung Micheal.
"Biar keren dikit kata Ummi" jawab Aira. Di antara ketiga anak Firda, hanya dia yang memanggil orang tua nya dalam bahasa Arab dan bukan bahasa inggris.
Sementara Jibril hanya tersenyum tipis yang bahkan hampir tak terlihat. Ia melambaikan tangan nya pada adik nya itu, mengajak nya pergi sekarang. Karena bagi Jibril, ketika orang tua nya memanggil nya, maka tak ada yang lebih penting selain menghadap pada mereka.
Ketiga nya pun berjalan menuju kediaman keluarga besar Firda, meskipun kini Firda dan Gabriel sudah punya rumah sendiri. Namun tak jarang mereka masih makan bersama keluarga besar meraka.
Selama berjalan, Aira menundukkan pandangan nya. Ia melangkah tidak lambat dan tidak cepat, dan setiap kali ada yang menyapa nya dengan mengucapkan salam. Aira akan menjawab salam itu dengan suara rendah nya.
.........
__ADS_1
💞Like, comment, gift, vote. Please ya 😊.
Mampir juga di Karya Sky yang lain, dan follow akun SkySal, biar tidak ketinggalan karya Sky yang lain yang tak kalah keren nya. ☺️☺️. Thanks and love you all 💋😘