Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 148 - Siapa itu, Bang?


__ADS_3

"Mom. Apa Daddy tidak pulang lagi ke sini?" tanya Micheal kepada Angeline yang saat ini sedang menemani Micheal bermain di ruang tengah.


"Tidak tahu, Sayang. Kan Daddy sudah bilang, sekarang Daddy itu punya istri baru jadi ya pasti pulang ke rumah istri baru nya, tidak akan pulang ke rumah kita lagi" ujar Angeline menahan rasa cemburu pada Firda yang benar benar telah menguasai hidup dan hati Gabriel.


"Kenapa begitu? Mommy Cantik orang nya baik kok, apa dia melarang Daddy pulang ke rumah kita dan melarang Daddy tinggal bersama kita?" tanya Micheal lagi yang membuat Angeline terdiam sejenak, ia tak mengenal Firda dengan baik, mereka tidak pernah berbicara banyak dan juga tidak pernah menghabiskan waktu bersama.


"Mungkin saja, Sayang.." jawab Angeline dengan lirih "Mungkin Mommy Cantik memang tidak memperbolehkan Daddy tinggal sama kita" ucap nya yang tanpa sadar ia telah menanamkan hal yang negatif pada putra nya tentang ibu tiri nya.


"Kenapa begitu? Mommy Cantik kan orang nya baik, kenapa bisa begitu?" tanya Micheal merajuk. Mata nya sudah berkaca kaca dan hidung nya sudah memerah dan kembang kempis "Padahal Mickey kan cuma mau sama Daddy, seperti teman teman Mickey yang lain. Mau jalan jalan sama Daddy, mau liburan sama Daddy, mau pergi membeli mainan sama Daddy" rajuk nya yang membuat Angeline merasa kasihan pada Micheal.


"Maafin Mommy ya, Nak..." Angeline merengkuh putra nya itu dan menghapus air mata yang sudah menetes keluar dari sudut mata nya. Angeline merasa menyesal karena ia sudah menjauhkan Micheal dari ayah nya.


"Mommy janji, mulai sekarang Mickey bisa jalan jalan sama Daddy, bisa membeli mainan sama Daddy. Ya, jangan menangis lagi ya, Sayang..." bujuk nya.


"Mommy bohong, kata nya Daddy tidak tinggal sama kita..." ia masih merajuk dan mulai terisak.


"Daddy juga akan tinggal sama kita, Sayang. Mommy tidak bohong, biar Mommy telfon dulu Daddy nya ya..." rayu Angeline, Micheal menatap mata Ibu nya itu lekat lekat dan kemudian ia mengangguk sembari mengucek mata nya dengan tangan kecil nya.


...


"Sialan..." geram Gerry saat tiba tiba semua sistem di komputer nya eror karena ulah Hacker yang melindungi Firda.


Sementara Gio yang sejak tadi memperhatikan nya hanya bisa memasang wajah dingin nya dan juga memicingkan mata menatap Gerry yang tampak sangat serius di depan komputer nya, dan sekarang pria tua ini tampak kesal membuat Gio penasaran apa yang sebenar nya terjadi.


"Ada apa?" tanya Gio akhir nya.


"Semua sistem ku eror, aku harus memulihkan semua ini secepat nya..." ujar Gerry.


"Karena ulah hacker itu?" tanya nya.


"Iya, dia mengirimkan virus yang benar benar kuat dan menghancurkan pertahanan ku" jawab nya.


"Hem, seperti nya Gabriel Emerson mempekerjakan seorang hacker profesional untuk melindungi Firda. Itu bagus..." Gio berkata sembari mengangguk anggukan kepala nya.

__ADS_1


"Tuan muda, aku rasa..." Gerry menghadap Gio dan menundukan kepala nya.


"Kau rasa apa?" tanya Gio.


"Mungkin Tuan muda harus menurunkan sedikit ego nya dan menemui Don Gabriel, bertanya langsung pada nya"


Gio menatap tajam Gerry, meskipun ia sedang belajar dan seperti nya hampir bisa memaafkan Gabriel, namun ia masih memiliki ego untuk datang pada mantan musuh nya sekaligus suami dari wanita yang di cintai nya.


Namun setelah di fikir fikir, mungkin memang sebaik nya ia bertanya langsung pada Gabriel, apa lagi melihat Gerry yang kewalahan menghadapi hacker yang melindungi Firda.


"Baik, cari tahu apa dia di kantor nya atau di rumah nya sekarang..." ujar Gio.


"Dia di kantor nya, Tuan. Dan dia tidak tinggal di rumah nya, dia tinggal di markas Black Swan" tukas Gerry yang membuat Gio menaikan sebelah alis nya dan memicingkan mata nya pada Gerry.


"Bagaimana kau tahu segala nya? Aku saja tidak ingin tahu apapun tentang dia..." kata Gio menatap penuh selidik pada Gerry.


"Ini perintah Don Eduardo, Tuan muda. Kami harus tetap mengawasi nya untuk memastikan dia tidak akan melukai mu atau membalas dendam pada mu lagi..." jawab Gerry. Gio terdiam sejenak, kemudian ia mengangguk anggukan kepala nya mengerti.


"Baiklah, kita pergi kesana sekarang. Hari sudah sore, sebelum dia pulang ke markas nya..."


"Firda, suami mu telfon..." teriak Abi nya yang saat ini baru pulang setelah mengajar pelajaran tambahan di Madrasah nya.


Firda yang mendengar teriakan Abi nya langsung bergegas keluar dari kamar nya.


"Apa, Bi?" tanya Firda.


"Kamu ngambek lagi sama Gabriel? Kata nya nomor mu tidak aktif" kata Abi nya sembari menyodorkan ponsel nya pada Firda.


"Aman kok, Bi, harmonis, sudah selesai ngambek ngambek an nya, hehe..." Jawab Firda sembari menerima ponsel Abi nya. Abi nya itu hanya geleng geleng kepala dan meninggalkan Firda, ia bergegas ke kamar nya dan mendapati istri nya yang sedang mengobarak abrik isi lemari nya.


"Cari apa, Aisyah?" tanya nya.


"Mau cari pakaian yang sudah tidak pakai lagi, Mas. Mau di kasih orang" kata Aisyah.

__ADS_1


"Oh begitu, tapi yang sudah jelek jangan di kasih. Mending buat keset di rumah"


"Iya, Mas. Ini masih bagus bagus dan jarang di pakai, ada yang kekecilan juga. Kalau yang sudah jelek sudah aku pisah" jawab Aisyah sembari kedua tangan nya masih sibuk memilah pakaian nya.


"Aisyah, Firda dan Gabriel itu aneh ya..." tukas Abi Farhan sembari melepas baju koko nya.


"Aneh bagaiamana?" tanya Ummi Aisyah sembari melirik suami nya itu.


"Ya kan usia mereka terpaut jauh, Gabriel juga sudah dewasa dan bahkan sudah menikah dan punya anak. Seharus nya itu bisa membuat Firda ikutan dewasa kan? Seperti suami nya kan? Tapi ini malah kebalik, Gabriel yang malah ikutan Firda jadi manja dan kekanak kanakan" ucap nya panjang lebar yang membuat Ummi Aisyah terkekeh.


"Nama nya juga cinta, Mas. Yang dewasa bisa jadi ke kanak kanakan, yang ke kanak kanakan bisa jadi dewasa. Tapi apapun itu, kita bersyukur aja, Mas. Selama tidak menyimpang dari syariat Allah"


"Iya, sih. Kadang aku bingung Aisyah, selama ini aku selalu berdoa sama Allah supaya Firda itu dapat suami yang sholeh, taat pada Allah, ilmu agama nya luas. Tapi kok dapat nya malah sebalik nya ya" tutur nya.


"Karena kita tidak tahu apapun sebagai manusia, Mas. Sedangkan Allah itu tahu segala nya, kadang kita merencanakan dan mengharapkan ini, tapi menurut Allah baik nya itu, kita cuma perlu bersyukur. Kalau pun yang baik di mata Allah tapi tidak baik di mata kita, kita perlu sabar dan ikhlas"


"Makin bijak kamu, Sayang..." Abi Farhan mencari cium pipi Ummi Aisyah yang membuat Ummi Aisyah langsung melotot terkejut apa lagi dengan panggilan sayang itu yang bahkan ia lupa kapan terkahir kali suami nya memanggil nya sayang.


"Kenapa terkejut begitu?" tanya Abi Farhan.


"Sejak kapan kamu manggil aku 'Sayang' Mas?" tanya Ummi Aisyah heran.


"Kayak nya gara gara ke seringan dengar Gabriel manggil Firda 'sayang', jadi ke ikut. Hehe"


...


"Sayang, kenapa ponsel mu tidak aktif?" tanya Gabriel cemas. Ia sudah bersiap pulang dari kantor nya sekarang.


"Itu, tadi ada nomor telfon baru masuk, terus kata Mini ada yang coba melacak keberadaan ku" tukas Firda yang membuat Gabriel terkejut.


"Siapa?" tanya Gabriel panik "Siapa yang mencoba melacak keberadaan mu?"


"Aku..."

__ADS_1


Gabriel langsung mendongak dan mendapati Gio dan satu anak buah nya muncul dari balik pintu.


"Siapa itu, Bang?"


__ADS_2