
Layak nya teman, Micheal dan Gabriel berjalan berdampingan menuju sebuah toko yang ada di dekat sekolah dan sesekali kedua nya berbincang layak nya orang dewasa, entah itu tentang dua Mommy Micheal atau pun masih tentang permintaan adik bayi yang masih kurang banyak.
Si tuan Muda Emerson merengek meminta cemilan dan mau tak mau Gabriel harus membawa nya berbelanja. Di desa itu bukan nya tidak ada mall atau super market, ada tapi jauh. Jadi, kalau hanya untuk cemilan mereka bisa membeli nya di warung warung.
"Daddy..." kata Micheal dengan santai nya, dan penampilan nya masih sama, memakai kaos kaki lengkap dengan kaos tangan nya "Daddy itu orang kaya kan?" tanya Micheal tenang dan Gabriel menaikkan sebelah alis nya mendengar pertanyaan sang putra sulung, ia pun teringat dengan Firda yang juga mempertanyakan kekayaan nya karena ponsel Gabriel adalah ponsel jadul.
" Apa kau meragukan kekayaan Daddy mu ini, Son?" Gabriel balik bertanya.
"Ya tidak, Daddy. Cuma kan ya, kalau Daddy kaya, seharusnya Daddy beli saja warung nya terus bawa ke rumah, jadi kan kalau Mickey mau jajan, bisa tinggal ambil. Apa lagi nanti kalau adik Lora sudah ada gigi, pasti mau jajan juga. Masak harus pergi ke warung lagi - ke warung lagi. Kalau nanti kita di culik bagaimana... " lagi dan lagi Gabriel sempat tercengang mendengar penuturan Micheal, namun dalam hati ia membenarkan apa yang di katakan Micheal. Gabriel pun mulai berfikir harus melakukan sesuatu supaya tidak perlu pergi ke warung lagi.
Kini mereka sudah sampai di warung, penjaga warung itu adalah Nenek nenek yang sudah keriput dan gigi nya juga sudah hilang semua. Pertama kali Micheal bertemu Nenek itu, Micheal langsung menanyakan dimana gigi nya karena yang tidak punya gigi itu seharus nya bayi, bukan orang tua. Tentu pernyataan Michael tersebut membuat sang Nenek tertawa terpingkal pingkal.
"Mau beli apa, Mikail..." tanya sang Nenek yang membuat Micheal mendengus, karena setiap kali pergi ke warung ini ia selalu di panggil Mikail, bukan Micheal.
"Nenek, nama ku Micheal. M. I. C. H. E. A. L..." Micheal mengeja satu persatu nama nya dengan benar "Tapi biar singkat, tidak panjang, dan cepat mengucapkan nya, panggil saja Mickey. M. I. K. I" sekali lagi ia mengeja nya dengan huruf yang lebih singkat.
"Memang nya Nenek salah? Kan benar, Mikail" kata sang Nenek yang bersikukuh merasa benar, dan hal itu seperti nya membuat Micheal benar benar kesal, beda hal nya dengan Gabriel yang hanya terkekeh.
"Itu bahasa inggris, Nenek. I itu di baca Ai" kata Micheal lagi yang membuat Gabriel terkekeh, sementara sang Nenek yang tak mengerti Bahasa Inggris pun mengabaikan nya.
"Mikail mau beli apa?" tanya si Nenek lagi.
"Beli warung nya" jawab Micheal dengan santai nya yang membuat si Nenek terkejut.
__ADS_1
"Beli warung nya? Bagaimana bisa?" tanya nya.
"Daddy kan kaya, semua nya bisa..." kata Michael lagi.
"Micheal..." tegur Gabriel "Nek, beli cemilan buat Micheal, maaf ya tadi dia cuma bercanda" kata Gabriel.
"Daddy kan memang kaya, kalau pakai pesawat saja tidak perlu pesan tiket" ucap Micheal lagi dan Gabriel pun langsung membungkam mulut ember putra nya itu.
"Sudah, cepat pilih mau apa. Beli warung nya nanti saja..." tegas Gabriel.
"Daddy ini sayang sama Mickey cuma kalau ada Mommy Angel sama Mommy Cantik, nanti Mickey aduin ya..." gerutu Michael yang hanya bisa membuat Gabriel melongo.
..........
Tentu mereka juga sudah membicarakan hal ini dengan Angeline dan Angeline menyerahkan semua nya pada keluarga Firda tapi nanti Angeline akan datang ke desa saat Micheal di sunat.
"Micheal mau tidak ya kalau di sunat?" tanya Ummi Aisyah cemas.
"Ya pasti tidak mau lah, Sayang..." jawab Abi Farhan "Memang nya siapa yang mau si otong di potong"
"Tapi kan mau tidak mau harus mau, lagian kan tidak sakit dan tidak akan habis juga. Si otong cuma di potong ujung nya saja" sambung sang Kakek.
"Biar nanti Firda bujuk Micheal, Inysa Allah dia mau" kata Firda penuh harap.
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar suara Micheal dari luar yang seperti nya mengoceh, hingga hal itu menarik perhatian semua orang yang ada di sana.
"Ada apa, Bang Gabriel?" tanya Firda setelah suami dan anak tiri nya itu muncul di hadapan nya.
"Ini si Micheal ngomel ngomel dari jalan..." kata Gabriel dan ia pun hendak duduk di samping sang istri namun kalah cepat dengan Micheal, membuat Gabriel menghela nafas panjang dan bergeser duduk ke samping ayah mertua nya.
"Mommy, tahu tidak..." kata Micheal sembari meletakkan kresek yang berisi cemilan nya "Masak si Nenek panggil Mickey dengan sebutan Mikail" kata nya sambil memeberengut "Kan nama nya Micheal, bukan Mikail" kata Micheal lagi.
"Micheal sama Mikail itu sama, Mickey sayang" kata Firda lembut "Micheal itu bahasa Latin, Mikail itu adalah bahasa Arab atau bahasa Indonesia nya. Dan dalam Islam, Mikail adalah malaikat yang diberi tugas untuk mengatur urusan makhluk Allah SWT sekaligus mengatur rezeki terutama kepada manusia. Ia bertugas mengatur air, menurunkan hujan atau petir, membagikan rezeki kepada manusia termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan... " jelas Firda panjang lebar dan Micheal mendengarkan dengan seksama sambil mangut mangut, mulut nya sedikit terbuka sambil berkata.
"Ooohhh" Sementara Gabriel juga mendengarkan dengan seksama dan ia terus memandang sang istri ketika menjelaskan hal itu pada Micheal, Gabriel selalu suka setiap kali Firda bersikap begitu dewasa dan keibuan. Bagi Gabriel, Firda tak hanya berperan sebagai istri dan Ibu, tapi juga sebagai guru untuk nya dan putra nya
"Kata Daddy, nama adik Lora juga nama Malaikat" kata Micheal kemudian.
"Iya benar, Malaikat Jibril itu adalah Malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu pada para Nabi dan Rasul" kata Firda.
"Oh, begitu. Jadi kita keluarga Malaikat ya, Mommy. Kata Mommy Angel, Angel arti nya bidadari atau malaikat juga" celetuk Micheal lagi.
"Iya, betul. Mickey pintar sekali..." kata Firda sambil mencubit pipi Micheal dengan gemas, bahkan Ummi, Abi dan Kakek Nenek nya juga terlihat sangat gemas dengan Micheal.
"Terus, kalau Mommy Cantik arti nama nya apa?" tanya Micheal lagi. Seperti nya setelah ini ia akan me wawancarai semua anggota keluarga dan menanyakan arti nama mereka satu persatu.
"Kalau Mommy Cantik nama nya Zeda Firdaus..." sambung Ummi Aisyah "Firdaus adalah nama surga paling tinggi, dimana para Nabi dan Rasul akan tinggal nanti, semoga nanti kita juga bisa masuk surga Firdaus" jelas nya.
__ADS_1
"Wah, jadi keluarga kita benar benar keluarga malaikat dan nama Mommy Cantik nama nya Surga" pekik Micheal girang "Nanti kita bikin grup ya, Mommy. Nama nya The Malaikat Family" celetuk Michael yang tentu saja membuat semua orang kembali terkekeh.