Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 54 - Mickey


__ADS_3

"Om, kalau pulang nya terlambat nanti kasih tahu Firda ya, Om. Biar Firda engga kefikiran..." ucap Firda sembari merapikan ranjang nya, Gabriel yg saat ini sedang mencari pakaian nya pun langsung tersenyum senang mendengar ucapan Firda dan merasakan perhatian sang istri.


Gabriel menarik sebuah kemeja berwarna putih dan sebuah jas berwarna abu abu.


"Fir, bisa membantu ku?" tanya Gabriel dan Firda pun langsung menghampiri suami nya itu.


"Bantuin apa, Om?" tanya Firda yg sudah berdiri di depan suami nya.


"Kancingin kemeja ku..." pinta Gabriel manja.


"Oh, okey..." jawab Firda dengan polos nya, ia pun mengancingkan kemeja suaminya itu dengan tenang. Sementara Gabriel menatap sang istri tanpa berkedip.


"Jadi kayak di film film, Om..." ujar Firda kemudian sambil cekikikan, membuat Gabriel ikut cekikikan.


"Romantis kan..." ucap Gabriel dan Firda mengangguk.


"Tapi Firda engga bisa pasang dasi..." ia memberi tahu dengan wajah cemberut, membuat Gabriel gemas dan ia langsung mengecup pipi sang istri, membuat Firda terbelalak dan kemudian mengerjap lucu.


"Aku ajarin..." Gabriel berkata sembari mengambil dasi yg ada di laci. Gabriel pun membawa tangan Firda dan menuntun tangan sang istri untuk memasang dasi, Firda memasang mimik serius nya saat Gabriel mengajari nya "Mudah, bukan?" tanya Gabriel setelah selesai. Firda pun mengangguk dengan pipi yg merona, dan hal itu tidak luput dari pantauan sang suami.


"Kenapa pipi mu memerah begitu, Nyonya Emerson?" tanya Gabriel sambil terkekeh.


"Mungkin demam..." jawab Firda santai yg membuat tawa renyah Gabriel langsung pecah.


Hal itu malah membuat Firda tercengang saat melihat betapa tampan nya Gabriel yg sedang tertawa. Menampilkan gigi gigi putih nya yg tersusun rapi dan mata nya yg tampak berbinar. Merasakan tatapan sang istri, Gabriel langsung berhenti tertawa namun masih tersenyum.


"Kenapa menatap ku begitu?" tanya Gabriel kemudian.


"Em gigi Om bagus..." ucap Firda asal yg membuat Gabriel langsung tercengang, sementara Firda yg menyadari jawaban konyol nya hanya bisa meringis.


Ia pun langsung mengambil jas Gabriel dan memakaikan nya ke tubuh kekar sang suami. Setelah itu, ia kembali sibuk mengurus kamar nya.


"Fir..." seru Gabriel sembari mengekori Firda yg mondar mandir di kamar nya "Bisa tidak, jika kamu memanggil ku Gabriel saja tanpa embel embel Om..." pinta Gabriel yg langsung membuat Firda menatap suaminya itu.


"Kan sudah di coba waktu itu, engga nyaman. Seperti ada yg mengganjal, lebih enak di panggil Om" jawab Firda jujur.


"Tapi kan nanti orang orang akan berfikir aku Om mu, Fir..." rengek Gabriel manja.


"Ya juga ya..." gumam Firda "Ya sudah, nanti Firda latihan panggil Om dengan nama Gabriel saja" jawab nya yg membuat Gabriel tersenyum senang.


"Ya sudah, sekarang aku mau ke kantor...." ujar Gabriel sembari merangkul Firda dan membawa Firda sama sama turun dari kamarnya.


Di bawah, Gio hanya bisa menunduk dengan senyum yg tertahan saat melihat Gabriel yg merangkul Firda seperti remaja yg baru jadian. Apa lagi Gabriel terus tersenyum sumringah dan tampak sangat bahagia.


Gio membukakan pintu untuk bos besar nya itu.


"Aku pergi dulu ya, Fir..." seru Gabriel setelah memasuki mobil nya.


"Iya, hati hati..." Firda melambaikan tangan nya pada sang suami, Gabriel menjawab nya dengan senyum lebar.

__ADS_1


.........


Setelah Gabriel pergi, Firda mulai mencari cari sekolah yg tak terlalu jauh dari tempat tinggal nya. Karena saat keluar dari rumah, Firda menyadari bahwa lokasi rumah nya itu cukup jauh dari sekolah umum apa lagi semacam pesantren.


Sementara Firda masih ingin menempuh pendidikan nya namun ia juga ingin mengabdi kepada suami sebagaimana seharusnya seorang istri.


Karena masih merasa pusing dengan pegulatan batin nya, Firda tiba tiba merasa ingin jalan jalan.


Ia pun segera bersiap dan mengecek isi dompet nya, seketika Firda melongo saat mendapati hanya ada dua lembar uang merah di dompet nya.


"Dasar suami ya, kewajiban istri di pertanyakan, kewajiban dia sendiri di lupakan" gerutu Firda karena ia merasa Gabriel belum memberi nya nafkah materi.


Firda pun mengambil ponsel nya dan menghubungi suami nya itu, tak seperti kemarin kini Gabriel langsung menjawab panggilan Firda.


"Ada apa, Fir?" tanya Gabriel dari seberang telpon.


"Om, Firda mau pergi jalan jalan. Boleh?" tanya Firda.


"Jalan jalan? Kemana?" tanya Gabriel tampak terkejut dengan permintaan Firda.


"Entahlah, bosan di rumah..." jawab Firda.


"Baiklah, aku akan mengirim Gio untuk menjemput mu..."


"Tidak usah, Firda bisa pergi sendiri. Firda telpon tuh karena mau minta uang, Om Gabriel belum kasih Firda uang..." rengek Firda yg membuat Gabriel terkekeh.


"Sudah, cuma 200 ribu, pelit amat..." gerutu Firda.


"Credit card, Fir. Aku meletakkan credit di sana, Kamu bisa memakai itu" tukas Gabriel dan Firda langsung mengecek dompet nya kembali, ia melihat sebuah kartu berwarna emas di sana.


"Firda boleh ambil berapa, Om?" tanya Firda yg lagi lagi membuat Gabriel terkekeh.


"Semuanya milik mu, bisa ambil berapa pun yg kau mau"


"Pin nya?" tanya Firda lagi.


"Hari pernikahan kita"


"Wow, Om pengertian banget. Makasih ya, Om. Sayang deh sama Om Gabriel..." ujar Firda yg lagi lagi membuat Gabriel tertawa.


"Iya, aku juga sayang Firda. Gio sedang dalam perjalanan pulang sekarang, kamu tunggu ya..."


"Iya, Assalamualaikum, Om Gabriel"


"Waalaikum salam, Firda.."


.........


Firda mendengus kesal sambil berjalan dengan menghentakan kaki nya, bukan karena apa, tapi karena Gio dan 4 orang pria bertubuh kekar dan berpakaian serba hitam terus mengekori Firda dari tadi. Membuat Firda merasa risih dan tidak nyaman.

__ADS_1


Saat ini mereka sedang berada di mall, Firda ingin main main di mall.


"Gio..." rengek Firda pada Gio.


"Ya, Nyonya Emerson?" tanya Gio.


"Huf, coba kalau aku panggil, Gio tuh jawab nya begini, kenapa, Fir? Gitu..." gerutu Firda namun Gio hanya bisa menundukkan kepala sambil tersenyum samar.


"Gio, ajak teman teman mu itu pergi dong, engga nyaman di ikuti terus, oh ya aku mau naik roller coaster"


"Roller Coaster?" tanya Gio dan Firda mengangguk.


Gio langsung menghubungi Gabriel dan memberi tahu kalau Firda mau naik roller coaster, hal itu membuat Firda mendengus kesal.


"Kata nya tidak boleh, Nyonya"


"Apa?" pekik Firda "Di fikir nya aku anak kecil apa, pokoknya aku mau naik roller coaster" kekeh Firda.


"Kata Don Gabriel, tidak boleh karena itu tidak aman"


"Aku sudah dewasa, aku sudah biasa naik ini..." ujar Firda lagi.


Namun Gio juga bersikukuh melarang Firda, karena penyerangan dalam permainan seperti ini bisa saja terjadi dan seperti nya akan sangat berbahaya.


Karena tetap tak di izinkan, Firda pun pergi ke wahana permainan yg lain, Gio juga 4 bodyguard lainnya juga tetap mengikuti Firda. Membuat Firda hanya bisa mendengus kesal. Karena tak ingin terus di ikuti, Firda pun berpura pura pergi ke toilet.


"Mau ikut ke toilet..." ujar Firda kemudian karena Gio seolah ingin masuk juga ke toilet wanita itu "Di gebukin para wanita kau..." ancam nya yg membuat Gio dan ke empat kawan nya melangkah mundur.


Firda pun masuk ke toilet dan disana ia menemukan seseorang anak yg sangat tampan, yg sedang sibuk dengan gadget nya.


"Ya Allah, siapa yg ninggalin anak sendirian begini..." gumam Firda.


Sementara anak yg di maksud langsung mendongak dan menatap Firda, ia juga menyunggingkan senyum pada Firda dan Firda merasa ia seolah pernah melihat senyum itu.


"Mirip Om Gabriel saat tersenyum..."


"Mickey..." seru seorang wanita yg juga masuk ke dalam toilet, Firda menoleh dan melihat seorang berpakaian baby sitter mendekati anak itu "Astaga, Mickey. Sus cariin, kenapa bikin panik begini, Sayang..."


Anak yg di panggil Mickey itu malah tertawa cekikikan, membuat Firda tersenyum karena merasa gemas dengan ketampanan anak itu.


"Mommy, mau Kejutin Mommy..." jawab Mickey kemudian sembari menunjuk ke salah satu bilik toilet, tak lama kemudian keluar seorang wanita yg sangat anggun dan cantik.


"Kenapa?" tanya wanita itu sembari menatap Mickey dan sang baby sitter.


"Mickey ingin mengejutkan Nyonya Angeline katanya, maka nya mengikuti Nyonya sampai ke sini..." jawab sang baby sitter.


"Hem, naughty boy..." ujar Angeline sembari mencubit gemas pipi sang anak setelah mencuci tangan nya, Angeline kemudian menggendong Mickey dan membawa nya keluar dari toilet.


Firda masih setia menatap kepergian mereka, dan tiba tiba Mickey menoleh, menatap Firda dan melambaikan tangan pada Firda sembari tersenyum lebar. Firda membalas lambaian tangan nya dan juga tersenyum lebar.

__ADS_1


__ADS_2