
Seorang Dokter membuka perban dari pasien nya yg melakukan operasi plastik, Dokter itu membuka nya secara perlahan. Setelah semua perban terlepas dari wajah nya, Sang Dokter membuka perban yg menutup kedua mata nya. Kemudian ia meminta suster memberikan nya kaca.
"Buka mata mu pelan pelan, Tuan..." seru nya.
Perlahan dia membuka mata nya, ia mengerjapkan mata nya beberapa kali untuk menyesuaikan netra nya dengan cahaya serba putih di sekitar nya.
Setelah berhasil membuka mata, hal pertama yg ia lihat adalah pantulan wajah nya di cermin.
"Oh Tuhan..." dia meraba setiap inci wajah nya dengan tatapan yg tak berkedip sedikit pun memandangi bayangan wajah baru nya itu.
"Sempurna..." gumam nya dengan senyum kepuasan yg tercetak di bibir tipis nya.
"Adrian, mulai sekarang nama ku Adrian..."
.........
Firda terbangun dari tidur nya dengan nafas yg terengah, Firda memegang dada nya yg terasa berdebar sementara kening nya sudah banjir dengan keringat dingin.
Firda bermimpi, ia berada di sebuah tepi jurang, hujan begitu lebat dan angin begitu kencang, petir bergemuruh dimana mana.
Gabriel yg merasa kan pergerakan Firda pun ikut terbangun "Sayang, ada apa?" tanya nya sambil mendudukan tubuh nya.
"Tidak apa apa, Bang" jawab Firda lirih, mimpi nya itu terasa begitu nyata dan Firda mengangkat tangan nya yg gemetar. Bagaimana tak gemetar? Ia bermimpi memegang sebilah pisau yg berlumuran darah.
"Ada apa?" tanya Gabriel cemas dan ia memegang tangan Firda yg gemetaran. Firda hanya bungkam seribu kata, ia takut dengan mimpi nya, takut itu adalah pertanda untuk nya dan untuk orang orang tercinta nya.
__ADS_1
Firda langsung menjatuhkan diri nya ke pelukan Gabriel, ia memeluk Gabriel dengan erat.
"Bang, dimana ayah mu?" lirih nya.
"Kami sedang mencari nya, jangan khawatir. Aku tidak akan membiarkan dia menyakiti mu" ucap Gabriel meyakinkan. Ia membelai rambut panjang istri yg yg di kepang itu.
"Sebenarnya saat itu aku sudah mendapatkan lokasi keberadaan nya, namun di saat yg bersamaan aku mendapatkan lokasi keberadaan mu. Aku mengutus orang untuk menangkap nya karena aku harus menjemput mu, tapi sayang nya sebelum orang orang datang, dia sudah berhasil melarikan diri" tutur nya. Firda mengangguk mengerti, kemudian ia melirik jam dinding di kamar nya yg kini menunujukan pukul 3 pagi.
"Bang, kita sholat ya..." ajak nya dan Gabriel mengangguk.
Kedua nya mengambil wudhu secara bergantian, kemudian Firda menghampirkan sejadah nya di sisi kanan sang suami.
"Sudah bisa jadi imam kan? Hafal semua bacaan sholat nya kan?" tanya Firda memastikan dan Gabriel mengangguk sambil tersenyum bangga pada diri nya sendiri. Apa lagi ia sudah hafal surat Al ikhlas, surah dengan 4 ayat itu berhasil ia hafal dan itu membuat nya sangat senang dan bangga pad diri nya sendiri.
"Sudah hafal surat al ikhlas juga, untuk di baca habis al fatiha nanti" tukas nya seperti anak yg memberi tahu ibu nya kalau dia sudah menghafal semua tugas dari guru nya. Membuat Firda terkekeh dan ia mengangkat dua jari jempol nya.
"Suami Firda, menantu nya Abi dan Ummi..." jawab Gabriel yg kembali membuat Firda terkekeh.
Kedua nya sholat sunnah dua rakaat sebelum akhir nya melaksanakan sholat subuh berjemaah, dan di kedua rakaat tersebut Gabriel hanya membaca surat Al ikhlas setelah membaca Al fatihah. Itu sudah cukup membuat Firda senang tentu nya.
..........
"Aku akan ke Jakarta hari ini..." kata Gabriel pada Firda yg saat ini sedang membersihkan kamar nya, kabar itu membuat Firda langsung menghentikan aktifitas nya karena berfikir Gabriel keluar dari desa itu arti nya Gabriel bisa berhadapan dengan ayah nya kapan pun dan dimana pun. Membuat Firda sangat khawatir.
"Aku ikut ya..." lirih Firda dan tentu saja Gabriel langsung menolak tegas.
__ADS_1
"Jangan, Sayang. Aku tidak mau menempatkan kamu dan calon anak kita kembali dalam bahaya" tegas nya.
"Aku mengkhawatirkan mu, Bang" lirih Firda lagi.
Gabriel menghampiri Firda, ia membelai pipi istri nya itu dengan lembut.
"Aku akan menjaga diri, aku janji akan pulang dengan selamat..." Firda hanya bisa terdiam dengan tatapan sendu nya "Perusahaan membutuhkan ku, aku janji akan segera pulang secepatnya"
"Dengan satu syarat..." tegas Firda.
"Apa pun untuk mu, Sayang...." ujar Gabriel sambil tersenyum lebar.
"Jangan tinggal satu rumah dengan mantan istri mu, aku tidak tenang..." Firda berkata dengan sangat lirih sambil menundukkan kepala nya. Firda tak bisa membohongi hati nya bahwa ada percikan cemburu di sana kala ia memikirkan suami tercinta nya bersama dengan mantan istri yg juga pernah menjadi ratu di hati sang suami. Apa lagi mengingat Angeline yg lebih segala nya dari pada Firda menurut Firda.
Sementara Gabriel tersenyum, tentu ia tidak akan menolak apapun permintaan Firda mengingat apa yg sudah Firda lakukan untuk nya, pengorbanan Firda, kasih sayang Firda, cinta yg begitu tulus.
"Tidak akan, aku akan tinggal di markas Black Swan. Aku juga harus mengurus pemberhentian aktivitas ilegal kami..." jawab Gabriel yg membuat Firda bernafas lega dan tersenyum senang.
"Maaf ya, Bang. Aku bukan nya mau egois atau berburuk sangka, aku hanya cemburu..." akunya yg membuat Gabriel kembali tersenyum.
"Aku tahu, Sayang. Hati mu yg suci itu tidak akan berburuk sangka" jawab nya.
"Dan aku juga akan meminta orang orang ku untuk mengawasi keluarga ini dari kejauhan, karena penjahat itu bisa melakukan apapun untuk mengalahkan ku"
"Terima kasih" ucap Firda.
__ADS_1
"Tidak, Firda. Maafkan aku, jangan ucapkan terima kasih. Jika bukan karena aku..."
"Ssshhtt..." Firda meletakkan jari nya di bibir sang suami "Ini sudah takdir Nya, dan Allah tahu apa yg terbaik untuk kita" lagi lagi Firda membuat nya kagum, bangga, dan membuat Gabriel semakin merasa cinta.