
Gabriel membawa Firda keluar dari mansion nya tanpa membawa apapun dan tanpa mengajak siapapun. Karena saat ini Gabriel sungguh tidak bisa percaya pada siapa pun untuk menjaga Firda nya selain diri nya sendiri.
Gabriel bahkan menyetir sendiri dan ia menggunakan mobil anti peluru nya, ia juga memastikan pistol nya terisi dengan peluru, Gabriel juga tak lupa membawa pistol milik ayah nya dan memberikan nya pada Firda.
Para pelayan dan para penjaga terlihat bingung dengan kepergian mereka.
"Tuan, anda dan Nyonya Firda tidak di kawal?" tanya salah satu penjaga nya yg bernama Arman, yg pernah Firda mintai uang nya untuk membayar taksi.
"Tidak" jawab Gabriel dingin dan ia menjalankan mobil nya, membawa nya meninggalkan mansion milik nya.
"Mereka mau kemana? Tanpa pengawal satu pun?" tanya salah satu penjaga di sana.
"Aku tidak tahu, mereka seperti cemas, jangan jangan Nyonya Firda dalam bahaya" ujar Arman dan ia sungguh mengkhawatirkan Nyonya muda nya yg sungguh baik hati itu.
"Dan kemana Gio? Seharusnya dia menjaga Nyonya Firda..."
"Kasihan sekali Nyonya Firda, padahal dia sangat baik dan wanita yg sangat lembut. Tapi dia harus hidup di tengah dunia yg penuh kekerasan dan berbahaya"
Para pelayan juga hanya bisa terdiam cemas memikirkan keadaan Nyonya Firda mereka, keberadaan Firda di mansion itu membuat mereka senang dan Firda telah berhasil mencuri hati mereka dengan kebaikan dan ketulusan nya selama ini. Mereka melayani Firda bukan semata mata hanya karena di gaji, melainkan karena mereka merasa Firda pantas di layani sebaik mungkin.
.........
Gabriel mendatangi rumah Angeline sebelum ia pergi ke tempat tujuan nya. Gabriel juga berkata jujur pada Firda tentang apa yg dia temukan di kamar John, dan hal itu membuat Firda begitu shock juga marah. Bagi nya John benar benar sudah keterlaluan dan Firda tidak bisa memaafkan hal itu, begitu juga dengan Gabriel.
"Kenapa kita kesini?" tanya Firda heran.
"Michael juga dalam bahaya, Sayang. John juga mengawasi nya selama ini" ujar Gabriel.
"Jadi maksud mu, kamu juga juga akan menjemput nya? Apa ibu nya Michael akan mengizinkannya?" tanya Firda cemas.
"Angeline pasti tidak akan mengizinkan nya, Sayang. Tapi Angeline tidak akan bisa melindungi Michael dari John" tukas Gabriel "Tunggu lah di sini..." ujar nya kemudian ia bergegas turun dari mobil.
Gabriel menekan bel pintu dan tak lama kemudian pintu terbuka dan menampilkan pelayan rumah Angeline.
"Cari siapa, Tuan?" tanya wanita itu.
"Angeline" jawab Gabriel dingin.
"Nyonya Angeline sedang berada di kantor nya, Tuan" jawab nya dan Gabriel mengintip ke balik wanita itu saat ia mendengar suara tawa anak anak, Gabriel melihat Michael yg sedang main mobil mobilan.
__ADS_1
Tanpa fikir panjang, Gabriel langsung menerobos masuk tak perduli pelayan wanita itu yg mencoba menghentikan Gabriel.
"Mickey..." panggil Gabriel.
Micheal yg sedang asyik main mobil mobilan langsung mendongak saat mendengar ada yg memanggil nama nya.
"Om tampan..." seru Michael dan ia tersenyum lebar "Dimana Tante cantik? Apakah dia datang?" tanya nya yg membuat hati Gabriel merasa senang entah kenapa, padahal saat ini ia sedang dalam situasi yg kalut, tapi melihat senyum putra nya dan bagaimana ia menanyakan tentang Tante cantik nya membuat Gabriel malah merasa senang.
"Tante cantik ada di mobil, Mickey. Mickey mau ikut bersama kami jalan jalan?" tanya Gabriel lembut.
"Tuan, anda siapa?" tanya pelayan itu dan dia hendak menggendong Micheal namun Gabriel mendahului nya.
Suster Micheal yg baru saja dari dapur datang dan ia membawa segelas susu cokelat untuk Michael.
"Tuan, turunkan Micheal. Atau aku akan memanggil polisi" ancam nya namun Gabriel tentu menanggapi nya dengan tenang.
"Aku ayah nya, katakan pada Angeline, ayah Mickey menjemput nya" tukas Gabriel.
Sementara Micheal justru dengan senang hati melingkarkan tangan kecil nya di leher Gabriel.
"Cus..." seru Michael "Mickey ikut Om tampan dulu ya, cuma sebentar, bilangin Mommy" kata Micheal.
Gabriel membawa Mickey keluar dan ia juga mengancam security Angeline.
Firda panik dan cemas saat melihat Gabriel menggendong Michael dan ia menodongkan senjata pada orang orang di sana.
"Ya Allah, Gabriel..." gumam Firda cemas.
Gabriel berhasil Membawa Micheal ke mobil dan bukan nya takut, Michael justru tertawa senang saat melihat Firda.
"Halo, Tante cantik...." seru Micheal.
"Hai, Mickey...." Firda tetap berusaha tenang dan tersenyum.
"Biar aku memangku nya, Bang Gabriel" ujar Firda namun Gabriel tidak memperbolehkan nya.
"Jangan, Firda. Nanti bahaya untuk anak kita yg di dalam perut mu" kata Gabriel dan ia mendudukan Micheal di jok belakang.
"Kenapa kamu lakukan ini, Bang Gabriel? Angeline bisa panik dan cemas, bagaimana pun jika dia ibu nya" tukas Firda tak habis fikir dengan tindakan Gabriel.
__ADS_1
"Ini demi kebaikan Michael, Firda. Kita tidak tahu siapa yg berbahaya sebelum nya, tapi semua orang bisa saja berbahaya" jawab Gabriel dan kini ia menjalankan kembali mobil nya.
.........
Angeline panik setengah mati saat baby sitter Michael mengatakan kalau Michael di culik di rumah mereka.
"Frank, cepat lapor polisi" pinta Angeline panik, saat ini keduanya sedang dalam perjalanan pulang.
"Sudah aku lakukan, Angel. Jangan khawatir, kita akan menemukan Mickey" kata Frank menenangkan kakak nya itu.
"Oh tuhan, siapa yg berani menculik putra ku" Angeline bahkan kini sudah menangis sesegukan.
"Tenang lah, Angel..." berulang kali Frank mencoba menenangkan kakak perempuan nya itu namun ia juga mengerti, tak ada ibu yg tenang saat anak nya di culik seseorang.
Sesampainya di rumah, mereka sudah melihat mobil polisi yg terparkir di depan rumah mereka.
Angeline langsung berlari turun dari mobil.
"Siapa yg menculik putra ku?" tanya nya pada baby sitter Michael.
"Dia.. Dia mengaku sebagai ayah Michael, Nyonya" jawab baby sitter Micheal yg seketika membuat tubuh Angelina langsung melemas.
Sementara Frank juga sangat terkejut mendengar penuturan baby sitter nya. Pelayan dan security juga di mintai keterangan namun tiba tiba Frank berkata.
"Ini bukan penculikan, Pak. Ini hanya kesalah fahaman" ujar nya yg membuat Angeline menatap Frank tajam.
"Tidak, Frank. Dia menculik putra ku, Micheal itu putra ku, hanya putra ku" desis Angeline tajam.
"Angel, tenanglah. Kita bisa berbicara dengan Gabriel baik baik" tukas Frank.
"Terima kasih, Pak. Tapi kami rasa kami bisa menyelesaikan ini secara kekeluargaan karena yg membawa keponakan ku memang ayah kandung nya"
"Frank...." geram Angeline.
"Percaya pada ku, Angel" tegas Frank. Ia pun mempersilahkan para polisi itu untuk meninggalkan rumah mereka.
Setelah polisi itu pergi, Frank langsung merogoh saku nya, mengambil ponsel nya dan ia menghubungi seseorang.
"Putra mu membawa lari cucu mu"
__ADS_1