Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 153 - Mini Teman Firda?


__ADS_3

"Gabriel, kamu mau bawa Mickey kemana?" tanya Angeline saat ia melihat Micheal di gantikan baju oleh Suster nya, tak hanya itu, bahkan ada koper Micheal di lantai yang masih kosong.


Sementara Angeline baru saja selesai mandi, ia bahkan masih hanya mengenakan bathrobe yang membalut tubuh nya itu.


"Dia akan tinggal bersama ku..." kata Gabriel yang membuat Angeline melongo.


"Apa maksud mu tinggal bersama mu? Kamu mau bawa dia ke desa istri mu?" tanya Angeline yang mulai marah.


"Iya" jawab Gabriel dengan tenang nya yang tentu saja membuat amarah Angeline langsung memuncak.


"Kamu gila, huh?" teriak nya yang bahkan membuat Micheal langsung terkesiap, ia menatap Ibu nya itu dengan tatapan takut.


"Aku Ibu nya, Gabriel. Kamu tidak berhak membawa dia pergi dari ku..." ia kembali berteriak lantang sembari menarik lengan Micheal, yang membuat Micheal semakin terlihat takut.


"Kamu tanya Mickey, dia mau tinggal sama siapa..." ujar Gabriel. Karena sebelum nya ia sudah membujuk Micheal untuk ikut dengan nya ke desa, dan Micheal setuju bahkan sangat antusias ingin ikut ke desa.


"Kamu pasti sudah meracuni fikiran nya kan?" desis Angeline yang membuat Gabriel tersenyum sinis.


"Apa menurut mu aku tipe orang yang seperti itu?" tanya Gabriel masih bersikap tenang, ia mengulurkan tangan nya pada Micheal. Namun Angeline justru mendekap Micheal lebih erat, membuat Micheal merasa tak nyaman meskipun dengan Ibu nya sendiri.


"Mom, sesak..." lirih Micheal.


"Angel, kamu menyakiti nya..." Seru Gabriel. Angelina langsung melepaskan Micheal, ia berlutut, menatap Micheal dengan lembut.


"Sayang, maafin Mommy ya, Mommy tidak sengaja" ucap nya.


"Mommy marah ya kalau Mickey ikut Daddy?" tanya Micheal kemudian.


"Mommy tidak marah, Nak. Mommy hanya tidak ingin berpisah dari Mickey" ucap nya.


"Hanya beberapa hari, Angel..." sambung Gabriel.


"Iya, Mommy. Hanya sebentar, Mommy mau ikut juga?" tanya Micheal kemudian.


"Sayang, tiket nya hanya untuk kita berdua..." ujar Gabriel dengan cepat, karena ia tidak ingin Angeline ikut dengan nya.


Sementara Angeline tentu semakin marah dengan mantan suami nya itu.


"Sayang, biar Daddy bicara sama Mommy dulu ya..." ujar Gabriel kemudian "Daddy sama Suster keluar kamar dulu"


"Iya, Daddy" jawab Micheal.


Suster nya pun membawa Micheal keluar dari kamar Angeline, sekarang hanya tinggal berdua di sana.

__ADS_1


"Angel..." Gabriel berkata dengan lembut, berharap Angeline mengerti diri nya yang hanya ingin membawa Micheal liburan sebentar.


"Tadi Micheal memberi tahu ku, kata nya dia ingin sekali pergi liburan bersama ku. Jadi aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama nya" tukas Gabriel.


"Tanpa memberi tahu ku lebih dulu?" tanya Angeline ketus.


"Kamu tidak akan mengizinkan nya" balas Gabriel.


"Tentu saja, kenapa kamu harus membawa nya ke Ibu tiri nya?"


"Ibu tiri nya sudah menganggap Micheal anak kandung nya sendiri, Angel. Lagi pula hanya dua atau tiga hari" tegas Gabriel.


Angeline terdiam, ia tidak bisa membayangkan bagaimana putra nya dan mantan suami yang masih sangat di cintai nya itu menghabiskan waktu bersama wanita lain.


"Dengar, Angel. Aku masih berusaha bicara baik baik, aku juga tidak butuh izin mu. Tapi karena kamu tadi sempat berlaku kasar pada Micheal, bisa saja aku..."


"Okey..." sanggah Angeline kemudian, karena ia tidak mau lagi melakukan kesalahan di mata Gabriel. Angeline takut Gabriel benar benar membawa putra nya pergi dari diri nya, Angeline tak bisa hidup tanpa Michael.


.........


"Gio, kamu sudah mau berangkat ya?" terdengar suara Firda dari seberang telfon, sedangkan Gio saat ini sedang bersiap siap untuk pergi ke desa Firda.


Tak lupa ia juga membawa berbagi macam oleh oleh untuk Firda dan keluarga nya.


"Gio, bisa sekalian bawa Mini tidak?" tanya Firda.


"Mini?" Gio bertanya bingung " Mini apa? Dimana aku bisa mendapatkan Mini nya, Nyonya Firda?" tanya Gio dan terdengar suara tawa Firda.


"Mini itu bukan barang, Gio. Itu manusia..." seru Firda.


"Manusia?" Gio kembali tampak bingung "Maksudnya?"


"Ya Allah, Gio. Kok lola sih kamu ini...."


"Lola? Maksudnya?"


"Loading lama, hehe..." Gio juga terkekeh setelah mendengar jawaban Firda "Jadi, Mini itu teman ku, Gio. Kamu nanti jemput dia ya di rumah nya, aku sudah telfon dia, biar dia tahu desa ku"


"Hem, baiklah. Kirim kan saja alamat nya, aku akan menyuruh orang menjemput nya"


"Okey, Gio. Terima kasih..."


"Kembali kasih, Nyonya Firda..."

__ADS_1


Setelah memutuskan sambungan telfon nya, Gio langsung memanggil Gerry. Namun yang datang justru anak buah nya yang lain.


"Dimana Gerry?" tanya Gio.


"Gerry sedang sakit perut kata nya, Tuan Muda" jawab nya.


"Hem, baiklah. Kalau begitu, kamu jemput Mini"


"Mini?" anak buah nya juga bertanya bingung, Gio hanya menggumam. Ia memeriksa ponsel nya dan Firda sudah mengirimkan alamat Mini.


"Ini alamat nya..." Gio menulis nya di kertas, kemudian memberikan nya pada anak buah nya itu. Sang anak buah pun langsung melakukan titah sang Tuan Muda.


...


Gio melirik arloji mahal yang melingkar di pergelangan tangan nya, sudah 45 menit berlalu dan anak buah nya yang menjemput Mini belum juga datang.


"Gerry....!!!" teriak Gio.


Gerry pun langsung berlari menghampiri Gio "Ya, ada apa, Tuan Muda?" tanya Gerry yang masih meringis sambil memegang perut nya.


"Ada apa dengan perut mu, Gerry?" tanya Gio.


"Sakit, Tuan Muda . Seperti nya salah makan" jawab Gerry.


"Oh, begitu..." gumam Gio "Tadi aku me...." ucapan Gio terhenti saat ia melihat anak buah nya yang tadi di suruh menjemput Mini kini sudah datang, yang membuat nya tercengang adalah penampilan metal dari seorang gadis remaja yang berjalan di belakang anak buah nya itu. Celana hitam, kaos hitam yang di padukan jaket kulit hitam, memakai anting lebih dari satu. Dan lipstik nya juga berwarna cokelat kehitaman, jangan lupakan juga sepatu boots yang juga hitam.


"Siapa anak rock ini?" tanya Gio.


"MINI..." Anak buah nya dan Mini berkata serempak.


"Mini?" tanya Gio meringis, sekali lagi ia memperhatikan penampilan Mini dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Mini teman nya Nyonya Firda?" tanya nya lagi.


"Iya" jawab Mini santai.


"Tunggu..." kata Gio, ia mengambil ponsel nya, mengambil foto Mini dan kemudian menghubungi Firda. Karena melihat dari penampilan Mini, Gio sangat tidak percaya kalau Firda punya teman seperti Mini.


"Ada apa, Gio?" tanya Firda dari seberang telfon.


"Aku mengirimkan foto, apa memang itu teman mu?" tanya Gio. Tak lama kemudian ia mendengar tawa Firda dari seberang telfon, sementara Mini mendengus pada Gio.


"Iya, itu teman ku. Dia sangat baik kok" terdengar suara Firda yang masih tertawa.

__ADS_1


"Oh okey..." ucap Gio masih tak yakin.


__ADS_2