
Di sekolah Madrasah Ar Rahman, kabar Ning Firda yang melahirkan sudah tersebar dan menjadi perbincangan baik antara santri, para Ustadz maupun para tetangga. Mereka mendoakan sang Ning muda mereka dan Lora kecil mereka, apa lagi Firda sudah sangat terkenal di desa itu, bukan hanya karena dia cucu kiai di desa namun karena kebaikan dan tingkah ajaib nya yang bisa membuat orang takjub sekaligus geleng geleng kepala.
..........
Sesampai nya di rumah sakit, Micheal langsung berlari turun dari mobil dan berlari masuk tanpa memperdulikan teriakan Angeline yang meminta nya hati hati.
"Mickey..." untuk yang kesekian kali nya Angeline memanggil Micheal sambil berlari mengekori Micheal, bahkan beberapa kali Micheal menabrak suster maupun Dokter yang berpapasan dengan nya. Sementara Mini dan Gio juga berjalan tergesa gesa karena mereka juga tak sabar untuk melihat putra Firda.
"Micheal, jangan lari!!!"
"Nanti jatuh, Micheal...." namun Micheal benar benar menulikan telinga nya dan terus berlari hingga ia berhenti di depan lift.
"Mommy, di lantai berapa Adik Lora nya?" tanya Micheal dan ia melambaikan tangan nya pada Mommy nya yang masih jauh dari nya
"Ruang rawat Mommy di lantai 3..." kata Ageline yang sudah sampai di depan Micheal, Angeline memencet tombol lift dan tak lama kemudian Gio dan Mini menyusul. Setelah lift terbuka, Micheal dengan antusias masuk ke dalam.
"Mommy, Mickey yang tekan tombol nya ya, di lantai 3 kan?" tanya Micheal dengan suara cempreng nya dan Angeline hanya menganggukan kepala nya. Micheal sedikit berjinit untuk bisa menekan tombol angka 3 itu, ia bertepuk tangan saat membayangkan sebentar lagi ia akan bertemu dengan adik Lora nya, bahkan Micheal menggumamkan beberapa hal yang tak di mengerti orang dewasa.
.........
Sementara di ruang rawat nya, Gabriel mengambil selimut dan di rentangkan di depan Firda. Fungsi nya tentu saja untuk sebagai penghalang agar tak ada yang melihat Firda yang akan menyusui putra nya, Firda harus menyusui Lora Jibril dan Gabriel tidak mau ada yang melihat itu, Firda pun juga tak mau ada yang melihat sumber kehidupan putra nya itu, ia masih malu meskipun pada Ummi nya sendiri.
"Bismillahirrahamanirrahiim, Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar..." Firda membaca doa sebelum menyusui putra nya itu.
__ADS_1
Lora Jibril memang baru di susui oleh Firda karena sejak tadi ASI Firda tidak mau keluar sementara Lora Jibril tidak mau meminum susu formula, namun syukurlah sekarang ASI Firda sudah keluar meskipun masih belum lancar.
"Lancar keluar nya?" tanya Ummi Aisyah yang berdiri di samping Gabriel dan ia sedikit mengintip ke balik selimut yang di pegang Gabriel untuk menutupi istri nya yang sedang menyusui putra mereka.
"Belum, aduh, geli, hehe..." Firda mengaduh sambil cekikikan saat putra nya itu mulai menyusu. Rasa nya sedikit aneh dan terasa geli.
"Tapi kok waktu aku, kamu tidak merasa geli" celetuk Gabriel asal yang justru mengundang tawa semua orang, Firda yang menyadari apa yang di maksud Gabriel langsung merona dan menatap tajam suami nya itu, sementara Gabriel yang tak merasa mengucapkan hal yang salah diam saja dan menatap Firda dengan polos nya. Karena memang benar, Firda tidak mengaduh geli saat Gabriel melakukan apa yang di lakukan Jibril sekarang.
"Tidak usah di kasih tahu juga kali, Wahai menantu..." cibir Ummi Aisyah sambil mendelik.
"Apa nya?" tanya Gabriel masih dengan polos nya namun tak ada yang menjawab, malu sendiri mereka dengan menantu macam menantu mereka itu
"Lagian kenapa harus di tutupi begitu? Memang nya tangan mu tidak pegal pegangin selimut begitu?" tanya sang Nenek.
"Dan juga, kami ini keluarga kandung Firda, ya tidak apa apa kalau kami melihat dia menysusui" lanjut nya.
"Minum yang banyak ya, Nak. Semoga ini menjadi sumber energi mu yang barokah, yang sehat, yang membantu mu tumbuh menjadi anak yang cerdas..." lirih nya, Gabriel pun mengintip putra nya itu dan ia terlihat sangat gemas.
"Adik Lora..." semua yang ada di ruang rawat Firda langsung tertuju pada Micheal yang langsung membuka pintu dan langsung berlari menghampiri Gabriel dan Firda.
"Sama Oma dulu, Nak. Mommy lagi menyusui..." kata Gabriel karena ia juga tak mau Micheal melihat Mommy nya menyusui adik nya.
Angeline, Gio dan Mini pun menyusul Micheal dan hal itu semakin membuat Gabriel cemas. Apa lagi ada Gio....
__ADS_1
"Mau lihat, Daddy..." rengek Micheal dan dengan nakal nya ia menari ujung selimut yang sejak tadi Gabriel pegang membuat Gabriel terkejut namun untung nya ia memegang selimut itu dengan erat.
"Kenapa Firda nya di tutup?" tanya Mini sambil berjalan mendekati Firda.
"Lagi menyusui, tidak boleh ada yang melihat. Masih malu kata nya..." kata sang Kakek.
"Oh ya juga ya..." Mini mangut mangut dan ia pun berjalan menuju sofa, Gio pun mengikuti nya begitu juga dengan Angeline.
Beda hal nya dengan Micheal yang masih merengek mau melihat adik nya.
"Mau lihat, Daddy..." ia merengek manja.
"Nanti, Sayang..." kata Gabriel berharap putra nya itu mengerti.
Sementara Lora Jibril masih asyik menyedot susu nya dan seolah tak mau melepas nya "Belum selesai, Sayang?" tanya Gabriel karena tak tega pada Michael yang tak sabar ingin melihat adik nya
"Belum..." jawab Firda tanpa menyadari bahwa Micheal kini menyelinap lewat belakang Gabriel dan sekarang ia telah berdiri di samping Firda, membuat Firda dan Gabriel terlonjak kaget, dan hal itu mengundang tawa semua orang yang ada di ruang rawat Firda.
"Adik bayi nya nyusu yaaa..." kata Micheal dengan polos nya tanpa memperdulikan tatapan kesal Gabriel.
"Tapi kok Mickey tidak nyusu waktu bayi?" celetuk nya kemudian.
"Siapa bilang tidak nyusu..." sambung Angeline "Kamu itu juga nyusu, Mickey. Sampai usia mu 6 bulan..."
__ADS_1
"Tapi Mickey tidak ingat.." jawab Micheal yang lagi lagi membuat semua orang tertawa.
"Itu watak anak mirip ibu tiri nya ya, ngeyel" gumam Ummi Aisyah karena sewaktu Firda kecil, ia mirip dengan Micheal sekarang. Selalu ingin tahu namun saat di jawab justru ngeyel. Dan karena Micheal sudah terlanjur melihat Firda menyusui, Gabriel pun membiarkan nya saja.