Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 102 - Mencurigai Kebenaran


__ADS_3

Gabriel terfikirkan apa kata Firda, apa yg di katakan Firda memang sangat tidak masuk akal bagi nya, tapi Gabriel juga tahu Firda juga tidak mungkin berbohong.


Satu setengah jam meeting Gabriel berjalan, dan Gabriel mengakhiri nya karena ia terus memikirkan Firda. Setelah meeting nya selesai, Gabriel langsung pulang dan meminta sopir nya melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


Sesampai nya di rumah, Gabriel langsung bergegas ke kamar nya namun ia tidak menemukan Firda di sana. Gabriel mencari nya ke kamar mandi, tapi Firda juga tidak ada. Gabriel pun keluar dari kamar nya, menuruni tangga sambil berteriak memanggil Firda.


"Sayang...."


"Firda...."


"Fir..."


Sementara Gio yg sudah menemukan kamera tersembunyi di kamar nya langsung keluar saat mendengar suara Gabriel, Gio melempar kamera itu di depan Gabriel dan menginjak nya.


"Aku tidak menyangka kamu meletakkan kamera di kamar ku" desis Gio marah.


"Kamu fikir apa? Aku akan percaya pada orang seperti mu?" Gabriel balas mendesis, kemudian Gabriel menatap curiga pada Gio karena Firda tak ada di rumah.


"Dimana istri ku, Sialan?" desis Gabriel dan ia langsung menarik kerah kemeja Gio, Gio yg yg mendengar pertanyaan Gabriel menjadi bingung "Kamu menculik nya? atau kamu sudah membunuh nya demi dendam mu pada ku, eh?" tanya Gabriel emosi dan dia langsung melempar Gio ke tembok. Gio meringis saat merasakan tubuh nya menabrak tembok, namun ia tak menghiraukan rasa sakit nya karena Gio memikirkan apa yg di katakan Gabriel tentang Firda.


" Aku fikir target mu sekarang cuma aku, tapi ternyata juga Firda, apa hati mu tidak tersentuh dengan kebaikan nya pada mu, huh?" teriak Gabriel dan ia memukul rahang dan juga Ulu hati Gio dengan kekuatan penuh, Gio yg tak siapa dengan penyerangan itu tak bisa melawan atau menghindar.


" Kamu bicara apa? Demi tuhan, aku tidak mungkin menyakiti Nyonya Firda" seru Gio kemudian.

__ADS_1


"Lalu dimana kamu menyembunyikan nya?" teriak Gabriel marah.


"Aku tidak menyembunyikan nya, dia istirahat di kamar mu" Gio balas berteriak.


"Dia tidak ada..." teriak Gabriel sembari mengeluarkan pistol dan mengarahkan nya tepat di kepala Gio "Katakan dimana dia atau aku akan membunuh mu!!!" desis Gabriel penuh dengan amarah, bahkan tatapan mata nya seolah ingin memusatkan Gio saat ini juga.


Gio tidak takut atau gentar dengan ancaman Gabriel, yg dia takut kan justru keselamatan Firda saat ini.


" Kamu bilang tidak akan membunuh Firda dan kamu rela jika dia yg membunuh mu, apa itu benar?" tanya Gabriel kemudian karena ia memang mendengar Gio mengatakan itu pada Eduardo. Gabriel marah dan cemburu karena Gio telah berani mencintai Firda, tapi secara logika, Gabriel juga merasa lega karena setidak nya dengan cinta itu, Gio tidak akan menyakiti Firda.


"Aku memang mencintai nya karena itulah aku tidak mungkin menyakiti nya" desis Gio dan jawaban Gio itu telah membuat Gabriel semakin marah dan ia menekan moncong pistol nya tepat di pelipis Gio. Gabriel sangat marah dan cemburu karena seorang pria telah terang terangan mengaku mencintai istri nya.


"Kamu..."


"Kalian sedang apa?" Gio dan Gabriel langsung menoleh pada asal suara itu, mereka berdua melihat Firda berdiri tak jauh dari mereka dengan membawa dua kresek yg entah apa isis nya.


Gio juga bernafas lega saat melihat Firda pulang dengan selamat, ia melemahkan otot nya yg sempat tegang karena mengkhawatirkan Firda dan karena bersiteru dengan Gabriel.


"Sayang, kamu dari mana, hm? Aku mencari u" kata Gabriel cemas.


"Aku cuma dari depan, beli bakso" kata Firda lirih, dalam hati ia meminta maaf pada suami nya karena sudah setengah berbohong "Aku mengidam bakso" kata Firda kemudian.


"Kenapa Nyonya Firda tidak meminta ku saja untuk membelikan nya?" tanya Gio yg juga tak kalah cemas nya.

__ADS_1


Firda menatap Gio, entah itu sebuah ketulusan ataukah Gio masih bersandiwara pada nya, Firda tidak tahu, dan Firda tidak bisa membaca hati ataupun fikiran orang. Firda kecewa pada Gio, Firda juga takut dan cemas dengan keselamatan diri nya dan juga suami nya, tapi ada bagian dalam hati Firda yg mempercayai Gio.


"Aku bisa melakukan nya sendiri, Gio. Dan lihatlah, aku baik baik saja. Kalian berdua jangan khawatir" tukas Gio "Kalian mau bakso?" tanya Gio kemudian.


Gio dan Gabriel sama sama mengangguk lemah, saat Firda berjalan, ia melihat sebuah kamera kecil di lantai, Firda menunduk dan mengambil nya kemudian dia bertanya kepada dua pria itu "Ini dari mana?"


"dari kamar ku" jawab Gio dengan cepat yg membuat Firda terbelalak kaget.


"Apa?" pekik nya kemudian ia menatap Gabriel tak percaya.


"Bang Gabriel, ini..."


"Aku terpaksa melakukan nya, Sayang. Demi keselamatan kita" jawab Gabriel.


"Terus kenapa bang Gabriel berbohong dengan mengatakan hanya di kamar kita yg ada kamera tersembunyi nya?" tanya Firda yg justru membuat Gio terbelalak.


"Di.. Dikamar kalian ada kamera nya?" tanya Gio tak percaya.


"Iya, karena di rumah ini ada seorang musuh yg bisa membunuh kami kapan pun, sekalipun kami ada di kamar kami" kata Gabriel tajam sambil menatap Gio.


"Iya, Gio. Untuk jaga jaga jika ada yg meneror kami seperti misteri ponsel itu" jawab Firda kemudian, Firda melirik Gabriel sekilas dan Firda mencurigai Gabriel yg seperti nya juga tahu sesuatu tentang Gio. Jika Gabriel meletakkan kamera di kamar Gio, maka pasti ada petunjuk di sana tentang Gio.


"tadi kenapa kalian berkelahi dan Bang Gabriel menodongkan senjata pada mu, Gio?" tanya Firda kemudian dengan penasaran. Jika Gabriel mencurigai Gio, maka Firda harus mengaku pada Gabriel bahwa dia juga mencurigai Gio.

__ADS_1


"Itu karena Don Gabriel marah karena aku tidak tahu kalau Nyonya Firda keluar rumah" jawab Gio. Firda hanya ber Oh ria kemudian mengajak kedua pria itu makan.


"Sebaik nya kita makan, mumpung bakso nya masih panas"


__ADS_2