
Hari pertama yang penuh kecemasan telah mereka lewati, masih dengan kecemasan yang sama namun air mata mereka seolah sudah mengering.
Kondisi Gabriel semakin membaik berkat dukungan keluarga nya, apa lagi setelah ia terus di ingatkan dengan Lora Jibril.
Sementara Raisa juga sudah sadarkan diri, beruntung tembakan yang di lepaskan Firda tak mengenai jantung nya. Sehingga ia baik baik saja, sementara polisi Abram kini justru di tugaskan untuk menjaga dan mengintrogasi Raisa dan Gabriel. Apa lagi mereka semua melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana Gabriel yang seolah membantai Edward.
"Apa menantu ku akan di tahan?" tanya Ummi Aisyah dengan suara yang begitu serak akibat terlalu banyak menangis.
"Tidak, saya pastikan Gabriel tidak akan di tahan. Tapi meskipun sebenarnya kita semua tahu dia adalah korban, tapi pengadilan butuh bukti. Dan bukti yang sangat kuat bahwa kita semua melihat Gabriel menusukkan pisau berkali-kali pada Edward"
"Apakah membunuh seorang penjahat juga bisa di tahan?" tanya Ummi Aisyah lagi yang tentu saja ia tak terima jika menantu nya di tahan.
"Pengadilan tidak melihat siapa yang membunuh siapa, tapi pengadilan melihat apakah terjadi pembunuhan atau tidak. Kecuali yang membunuh adalah polisi yang sedang bertugas menghadapi penjahat. Sedangkan status Gabriel adalah warga biasa, jadi sekalipun penjahat yang dia bunuh, hukum akan tetap ikut campur. Tapi saya janji, saya dan pengacara Gabriel akan membebaskan Gabriel dari segala tuduhan karena Gabriel dan Firda hanya lah korban. Selain itu, ada satu saksi hidup yang bisa menjadi bukti kuat dari kasus ini" ujar polisi Abram kemudian yang membuat Ummi Aisyah dan keluarga nya sedikit bisa bernafas lega begitu juga dengan Mini dan Gio.
..........
Hari berganti malam, ketika mentari kembali pada tempat persembunyian nya maka saat itu bintang dan mulai menampakkan diri. Menjadi cahaya indah di tengah gelap nya malam, yang mencekam dengan suasana yang dingin.
__ADS_1
Dan kegelapan malam pun akan tergantikan ketika mentari kembali menampakkan diri, menyapa dengan sinar nya yang cerah. Memberi tahu bahwa hari baru telah tiba.
Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, Raisa dan Gabriel berangsur membaik namun tidak dengan Firda. Walaupun begitu, keluarga Firda tidak berputus asa dan tak lagi terpuruk seperti hari hari pertama yang mereka lewati.
Kondisi Lora Jibril pun masih sama, masih terus merengek ketika haus dan membutuhkan ASI ibu nya. Berbagai macan merk susu formula mereka coba, namun Lora Jibril yang ada muntah, bahkan terkadang membuat ia diare.
"Ya Allah, Nak..." gumam Ummi Aisyah yang lagi lagi mendapati cucu nya enggan meminum susu formula. Namun masih beruntung karena Lora Jibril mau makan pisang yang sudah di hancurkan dan juga makan bubur, sehingga tubuh nya masih mendapatkan asupan gizi yang baik.
"Jangan di paksa lagi, Aisyah. Berikan saja dia air putih, pisang dan yang penting dia masih mau makan bubur kan. dari pada nanti cucu cucu kita kenapa napa" kata Abi Farhan.
..........
Sementara Gabriel juga di introgasi dan Gabriel menjawab dengan jujur kecuali satu hal, yaitu Firda yang menusuk leher Edward. Karena Gabriel tahu, jika polisi mengetahui fakta itu maka saat Firda sadar nanti, Firda juga akan di seret lebih dalam dan bukan lagi sebagai saksi dan korban.
"Jadi kamu yang membunuh Edward?" tanya polisi yang mengintrogasi polisi dengan yakin Gabriel mengangguk.
"Bagaiamana cara nya kamu membunuh dia?"
__ADS_1
"Semua orang melihat nya, aku menusuk dada nya berkali-kali sampai di mati" jawab Gabriel dengan raut wajah yang datar, seolah tak ada penyesalan atas apa yang dia lakukan.
"Lalu bagaimana dengan luka tusukan di leher nya? Setidak nya ada tiga luka tusukan di leher nya dengan kedalaman masing masing lebih dari 3 cm"
Gabriel terdiam sesaat dan kemudian berkata "Aku yang melakukan nya"
.........
"Nyonya Emerson yang melakukan nya, aku sempat melihat nya"
Sementara di sisi lain, Raisa justru memberikan keterangan yang berbeda pada polisi. Saat Firda bergelut sendirian dengan Edward, samar samar Raisa masih melihat nya walaupun saat itu ia sudah tak berdaya dan saat Firda menusuk leher Edward, Raisa juga melihat nya sebelum akhirnya ia jatuh pingsan karena tak kuasa menahan luka luka di tubuh nya.
"Kau yakin? Saat kami sampai di sana, kami melihat Gabriel lah yang berada di atas tubuh Edward dan memegang pisau"
"Aku tidak tahu, karena aku pingsan setelah nya" jawab Raisa.
"Kau tahu, percobaan pembunuhan yang kau lakukan bisa membuat mu terancam hukuman mati jika terjadi sesuatu pada Nyonya Emerson"
__ADS_1
"Apa ada kemungkinan Nyonya Emerson bisa selamat?" justru pertanyaan itu yang muncul dari mulut Raisa, karena ia sempat melihat bahwa Firda juga sekarat karena terluka sangat parah.
"Tidak ada yang tahu apakah keajaiban bisa terjadi atau tidak" jawab polisi itu "Tapi apapun yang terjadi, kau akan di pastikan mendapatkan hukuman yang sangat berat dari Gabriel Emerson dan keluarga istri nya"