
"Jujur saja, aku tidak akan marah. Dari pada aku penasaran sampai kebawa mimpi nanti" desak Firda.
"Sebenarnya dia..."
DORRRR
DORRRR
DORRRR
Ucapan Gabriel terpotong saat terdengar suara tembakan beberapa kali yg di susul dengan meledak nya mobil bodyguard yg ada di depan mereka dan juga di belakang mereka. membuat Firda dan Gabriel menjadi sangat terkejut dan Gio yg menyetir langsung menginjak rem secara mendadak.
"Om..." lirih Firda dan seketika tubuh nya gemetaran melihat mobil bodygard yg ada di depan dan di belakang nya hangus terbakar, bahkan yg ada di dalam mobil pun sudah pasti ikut hangus terbakar.
"Putar balik, Gio..." perintah Gabriel dan Gio pun langsung putar balik.
Namun tiba tiba tiga mobil mengelilingi mobil mereka, membuat Firda semakin ketakutan dan ia menggandeng tangan Gabriel dengan erat.
"Mereka siapa?" tanya Firda dan Gabriel langsung merengkuh Firda dengan erat.
"Jangan takut ya, kita akan pulang dengan selamat. Aku janji..." ujar Gabriel berusaha bersikap tenang.
Sementara Gio melirik Firda dan Gabriel dari kaca mobil, Gabriel memperhatikan sekeliling nya dan ia memikirkan cara bagaimana supaya bisa lolos dari kepungan ini.
"Gio, ganti posisi..." perintah Gabriel dan Gio pun berpindah dari kursi kemudi, sementara Gabriel pun langsung merangkak maju dan dia mengambil alih kemudi.
Gabriel melirik Firda yg duduk di belakang sendirian dan ia tampak sangat ketakutan, Firda pun hanya bisa menatap Gabriel dengan tatapan nanar nya.
"Ke belakang, Gio. Lindungi istri ku..." perintah Gabriel dan Gio pun dengan patuh langsung merangkak ke belakang.
Gabriel kembali memperhatikan sekeliling nya, Gabriel merasa saat ini seperti nya ia benar benar akan di habisi karena mereka dengan pintar nya langsung membantai anak buah Gabriel. Namun Gabriel tak putus asa dan tetap optimis.
__ADS_1
"Kencangkan sabuk pengaman mu, Sayang" ujar Gabriel dan Firda berusaha mengencangkan sabuk pengaman nya namun tangan nya gemetaran, Gio yg melihat itu pun langsung membantu Firda.
Gabriel pun bersiap menancap gas, yg ia fikirkan saat ini adalah keselamatan Firda dan apapun cara nya Gabriel harus bisa mengeluarkan Firda dari situasi ini.
Gabriel menancap gas dan dengan sengaja sengaja menabrak mobil di depan nya sampai membuat mobil itu terguling.
Kemudian Gabriel membanting setir membuat mobil nya juga terguling.
Gabriel terluka di bagian kepala nya namun ia tetap berusaha bertahan.
Kejadian itu membuat Firda hampir jantungan, ia juga terluka di bagian kepala nya.
Gabriel langsung berusaha keluar dari mobil namun tiba tiba mobil mereka di rundung dengan tembakan, membuat Firda yg saat ini masih terjebak dengan posisi terbalik di dalam mobil berteriak histeris.
"Don Gabriel, apa yg harus kita lakukan? Mereka terlalu banyak, mereka pasti akan membantai kita sementara anak buah kita sudah habis" ujar Gio panik.
"Tidak semudah itu..." desis Gabriel dan tiba tiba terdengar suara tembakan yg beruntun dan satu mobil musuh pun meledak.
Hal itu membuat Gio dan Firda semakin terkejut, bahkan Firda sudah menangis ketakutan dan terus saja berteriak.
Dan hal itu memberikan Gabriel kesempatan untuk mengeluarkan diri dari mobil, dan setelah ia berhasil keluar ia langsung berusaha mengeluarkan Firda dari sana.
Gabriel melihat kerudung Firda yg terkena darah karena kepala Firda pasti juga terluka, Firda menangis karena panik dan takut. Setelah berhasil mengeluarkan Firda, Gabriel memerintahkan Firda supaya tetap tiarap dan berlindung di balik mobil. Ia menatap istri nya itu dengan tatapan bersalah dan cemas.
Gio pun juga berhasil mengeluarkan diri dari mobil.
"Siapa yg membantu kita?" tanya Gio heran, karena anak buah Gabriel sudah tewas dalam ledakan itu.
"John" jawab Gabriel singkat "Gio, aku ingin kamu membawa Firda pulang, dengan selamat!" perintah Gabriel penuh penekanan namun Firda menggeleng sambil menarik lengan Gabriel.
"Ayo kita pulang bersama, aku takut..." lirih Firda di sela tangis nya.
__ADS_1
"Jangan takut, Firda. Kamu harus berani, ya?" pinta Gabriel namun Firda tetap menggeleng.
"Dengarkan aku, Sayang..." Gabriel meletakkan pistol nya di tanah Firda yg gemetaran "Gunakan ini untuk melindungi diri mu, Sayang. Kamu tahu cara menggunakan nya, kan? Sama seperti saat kamu menembak lemari..." tukas Gabriel sambil menatap mata Firda.
"Tapi, Gabriel..."
"Kita akan bicara nanti, ya? Saat semua ini selesai..." ujar Gabriel dan ia pun mengeluarkan satu pistol lagi, entah berapa pistol yg Gabriel punya.
"Pergilah, aku akan melindungi kalian..." titah Gabriel pada Gio.
Gio pun menarik Firda menjauh dan Gabriel hanya bisa menatap kepergian istri nya yg masih terus menatap nya dengan air mata.
Saat Gabriel lengah karena menatap Firda, itu menjadi kesempatan bagi musuh untuk melepaskan tembakan pada nya dan alhasil lengan Gabriel berhasil di tembus oleh peluru musuh.
Hal itu membuat Firda berteriak histeris namun Gio terus menarik nya supaya menjauh.
Gabriel membalas tembakan itu dengan amarah, tak perduli dengan lengan dan kepala nya yg berdarah.
Anak buah musuh kembali berdatangan dan hal itu membuat pertarungan fisik secara langsung pun tak terhindar.
Dengan susah payah, anak buah John berhasil mencapai Gabriel dan melindungi Gabriel. Pertarungan antara dua kubu itu berlangsung sengit.
Sementara Firda dan Gio hanya bisa bersembunyi dari kejauhan.
Firda memejamkan mata sambil memegang dada nya yg bergumuruh, air mata terus mengalir di pipi nya karena ia menahan takut dan sakit. Firda sangat takut terjadi sesuatu dengan Gabriel.
Firda memperhatikan sekitar nya, jalan begitu sepi dan bahkan lampu jalan juga mati. Membuat Firda heran padahal ini jalan besar, dan Firda ingat saat berangkat ke pesta tadi ia tidak melewati jalan ini karena di ujung sana ada peringatan yg mengatakan kalau jalan ini sedang dalam perbaikan.
"Lalu kenapa Gio menempuh jalan ini sekarang?" pertanyaan itu muncul begitu saja dalam benak Firda.
Sementara di belakang nya, Gio menatap Firda dengan tatapan yg begitu tajam dan dingin, Gio mengangkat senjata nya.
__ADS_1
Mengarahkan nya tepat ke kepala Firda, Gio menarik nafas dan ia hendak menarik pelatuk nya yg tentu pasti akan langsung membuat kepala Firda meledak. Firda yg tak menyadari hal itu masih tetap celingukan, berharap ia menemukan bantuan karena ponsel nya tertinggal dalam mobil.
"Aku menunggu 10 tahun untuk moment ini, Gabriel Emerson... Aku menjadi bagian dari diri mu selama 10 tahun agar aku bisa mengambil yg sangat berarti dalam hidup mu, dan sekarang lah saat nya"