
Firda merebahkan diri nya di tengah ranjang, tatapan nya lurus menatap langit langit kamar itu. Sementara tangan nya tanpa berhenti terus mengelus perut nya dimana ia fikir di sana ada bayi nya. Bayi nya dan Gabriel, yg akan segera hadir ke dunia ini dan akan hidup di tengah mereka.
"Fir..."
"Eh..." Firda sangat tersentak dengan kedatangan Gabriel yg tiba tiba itu, ia langsung duduk bersila dan melihat Gabriel yg berjalan mendekat.
"Ada apa? Kenapa melamun?" tanya Gabriel lembut.
"Ibu mu, dimana ibu mu?" tanya Firda tiba tiba yg membuat Gabriel mengerutkan dahi nya.
"Aku tidak tahu, Firda" jawab Gabriel dan ia pun melepaskan pakaian nya, melempar nya ke keranjang baju kotor "Dia meninggalkan kan ku saat usia ku 10 tahun, tidak ada jejak nya sedikitpun"
"Foto keluarga, kamu tidak punya?" tanya Firda penasaran dan ia langsung memalingkan wajahnya saat dengan santai nya Gabriel malah melepaskan celana nya juga.
"Tidak punya..." jawab Gabriel, ia pun menarik handuk dari dalam lemari nya dan bergegas ke kamar mandi.
Sementara Firda kembali terlihat lesu, ia kembali menjatuhkan diri nya ke ranjang.
Beberapa menit kemudian terdengar pintu kamar mandi yg terbuka, Firda menoleh dan mendapati Gabriel yg sudah keluar dari kamar mandi dengan rambut yg masih basah dengan hanya mengenakan handuk yg melilit di perut nya.
Firda tercengang saat melihat tubuh atletis Gabriel yg pasti sangat keras dan berotot itu, bahkan tanpa sadar membuat Firda menepan ludah. Ia juga mengernyit bingung saat melihat ada beberapa bekas luka di tubuh sang suami.
"Astagfirullah... Astagfirullah..." Firda langsung memalingkan wajahnya yg sudah memerah, ia merasa malu karena merasa terpana melihat tubuh Gabriel yg sangat seksi "Maafin Firda ya Allah, engga sengaja..." gumam nya
"Eh, tapi kan suami, boleh dong?" ia kembali menggumam dengan lirih dan sekali lagi mengintip Gabriel yg saat ini sedang sibuk mencari pakaian nya di lemari.
Firda terbelalak saat melihat punggung Gabriel yg tertutup dengan tatto seekor burung raksasa. Tak bisa Firda pungkiri, itu terlihat sangat seksi dan macho seperti di film yg ia tonton tapi....
"Astagfirullah, Ommm..." pekik nya yg membuat Gabriel tersentak kaget dan ia langsung menoleh pada Firda.
"Ada apa?" tanya Gabriel heran.
"Itu, Om. Kenapa ada tatto di punggung, Om? Ih, engga boleh, Om..." seru nya dengan suara nyaring.
Mendengar ucapan Firda, Gabriel hanya bisa membuka mulut tanpa bisa menjawab nya. Tentu ia tahu Firda sangat berbeda aliran dengan diri nya.
"Engga bisa di hapus ya, Om?" tanya Firda yg melihat Gabriel terdiam dengan mulut terbuka, Gabriel pun menggeleng "Om sih... Pakai bikin tatto segede itu, mau sok jago, Om?" celetuk nya yg membuat Gabriel langsung meringis.
__ADS_1
"Iya sekarang emang keliatan jago, keren. Karena Om masih muda, tubuhnya kekar..." mendengar pujian Firda membuat Gabriel mesem mesem seperti gadis ABG yg baru saja di puji cowok yg sedang di taksir nya, namun...
"Tapi kalau sudah tua nanti, tubuh nya kurus dan kulit nya keriput, itu burung di punggung bakal jadi burung puyuh, Om... Om..." Senyum Gabriel langsung musnah seketika mendengar ungkapan enteng istrinya itu. Entah Gabriel harus merasa tersinggung atau tertawa geli, namun seperti nya ucapan Firda itu benar ada nya.
Tanpa berkata apapun, Gabriel berbalik badan dan ia menarik sebuah kaos oblong dan celana training panjang. Ia memakai nya di sana sementara Firda masih menatap nya dengan seksama.
"Kenapa?" tanya Gabriel yg merasa di perhatikan.
"Om..." seru Firda
"Hm?" Gabriel hanya menggumam dan ia melempar handuk nya sembarang ke ranjang.
"Ish, jorok nya..." gerutu Firda, ia mengambil handuk basah itu dan menjemur nya di kamar mandi.
Sementara Gabriel malah langsung naik ke atas ranjang dan saat Firda kembali, ia juga langsung menarik Firda hingga jatuh ke pelukan nya yg membuat Firda langsung memekik kaget.
"Apaan sih, Om..." seru Firda mencoba melepaskan diri namun Gabriel terlalu kuat memeluk tubuh mungil nya itu...
"Aku ingin memeluk mu, Fir..." ujar Gabriel yg membuat Ford melotot kesal.
"Kenapa tidak mau? Lagi pula, kita suami istri kan? Kamu juga bilang ingin menjalankan pernikahan ini dengan baik..."
"Iya tapi..."
"Bayi kita pasti mau di peluk ayah nya..." sela Gabriel dan seketika Firda terdiam.
Keduanya pun sama sama terdiam dengan Firda yg masih ada di pelukan Gabriel, Gabriel tersenyum senang karena akhirnya Firda ada dalam dekapan nya saat ini.
Gabriel mengecup pucuk kepala Firda dan entah kenapa kecupan yg bahkan hampir tak terasa itu membuat dada Firda berdebar hebat.
"Tidur ya..." lirih Gabriel dan Firda mengangguk, perlahan ia memejamkan mata nya dan mencoba menjemput alam mimpi nya.
Namun Firda tak bisa, karena ini pertama kalinya ia tidur dalam pelukan seseorang dan itupun seorang pria dewasa yg berstatus suaminya yang sangat tidak ia harapkan sedikitpun.
"Kenapa?" tanya Gabriel yg seolah bisa merasakan ketidak nyamanan Firda.
"Aneh...." jawab Firda lirih
__ADS_1
"Aneh kenapa?"
"Rasanya aneh, biasanya aku selalu tidur sendiri. Tidak ada pria yg memeluk ku selain Abi, kakek dan Om ku"
"Aku juga Om mu..."
"Itu hanya panggilan, kamu bukan Om ku"
"Aku suami mu, karena itulah mulai sekarang kamu harus membiasakan diri di peluk suami mu"
"Hem... Ayah dari bayi ku"
"Bayi kita..."
Tanpa terasa Firda menarik sudut bibirnya, membentuk senyum simpul dan kemudian ia pun memejamkan mata nya perlahan hingga alam mimpi benar benar menjemput nya.
.........
Gabriel terbangun di pertengahan malam, dan ia heran karena Firda tetap tidur nyenyak di pelukan nya sementara biasanya Firda bangun untuk melaksanakan sholat lagi.
Gabriel memperhatikan wajah Firda yg memang sangat cantik saat tertidur, tak heran saat itu ia begitu menginginkan Firda seperti... Sekarang.
Gabriel merasakan sesuatu yg bergejolak hebat dalam dirinya, merasakan tubuh mungil Firda dalam dekapan nya, apa lagi saat perhatian Gabriel tertuju pada bibir Firda yg merekah dengan warna merah alami.
Gabriel mencoba mengingat kejadian di kamar hotel itu namun ia tak mengingat nya sedikitpun. Gabriel hanya ingin tahu, apakah ia juga mengecup bibir Firda yg terlihat sangat manis ini?
Bagaiamana rasanya? Gabriel tersenyum geli dengan pemikiran liar nya itu.
Sementara Firda menggeliat dalam tidur nya dan perlahan ia membuka mata, hal pertama yg ia lihat adalah Gabriel yg saat ini sedang tersenyum pada nya.
"Kenapa mesem mesem seperti orang gila?" tanya Firda sembari menguap dan ia pun beranjak dari pelukan Gabriel, membuat Gabriel langsung merasa kehilangan dan hampa.
"Kamu... Cantik" jawab Gabriel jujur.
"Sudah tahu" jawab Firda santai yg membuat Gabriel langsung tertawa. Sementara Firda langsung bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Sudah tahu apa yg akan di lakukan Firda setelah nya, Gabriel pun menyiapkan mukena Firda juga sejadah untuk diri nya dan Firda.
__ADS_1