Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 119 - Fakta Ayah Kandung


__ADS_3

"Aku ingin kau pergi ke luar negeri bersama Micheal..."


"Tapi bagaimana dengan mu?"


"Aku harus menyelesaikan urusan ku sampai tuntas, Sayang. Aku tidak ingin ada yg menganggu masa depan mu dan anak anak kita"


"Aku akan menunggu mu..."


"Tidak, jangan menunggu ku, Sayang. Aku tidak tahu apa yg akan terjadi setelah nya"


Firda menghapus air matanya yg mengalir deras di pipi nya dengan tangan kiri nya, sementara tangan kanan nya masih berada di setir.


"Aku akan kembali mengambil alih Black Swan, aku butuh kekuatan mereka untuk melawan musuh musuh ku"


"Aku tahu kamu tidak suka aku membunuh, sungguh maafkan aku, Firda. Aku memang bukan pria yg baik, tapi Aku akan berusaha tidak membunuh siapapun selama nyawa ku terutama nyawa kalian tidak terancam"


"Apa kau bersedia memaafkan ku, Sayang?"


"Aku mencintaimu, dan aku akan selalu menunggu mu. Pulang lah dengan selamat, aku mau melahirkan bayi ku dengan di temani ayah nya"


"Agghhh..." Firda membanting setir sembari berteriak frustasi, ia menghentikan mobil nya dan menyembunyikan wajah nya di setir. Firda menangis mengingat percakapan nya dengan Gabriel.


Firda tidak mau kehilangan Gabriel, Firda merasa tidak bisa hidup tanpa Gabriel namun Firda juga harus memikirkan anak anak nya.


Sementara Mini kini sudah berhenti menangis begitu juga Micheal, mungkin anak itu sudah lelah menangis.


"Sekarang apa yg harus kita lakukan?" tanya Mini dengan suara serak nya.


"Kita harus pergi, Min. Nyawa mu bisa terancam..." ujar Firda sembari mengusap air mata nya "Maaf, maafkan aku yg sudah menyebabkan kematian ayah mu" ucap nya lagi.


Mini kembali menangis namun kali ini tanpa bersuara.


"Ini memang takdir nya, bukan salah kalian" ucap nya tulus.

__ADS_1


"Tante..." Micheal memanggil Firda dengan suara serak nya, sesekali ia masih sesegukan "Mau pulang..." rengek nya.


Firda menatap Micheal dengan lembut, ia mengulurkan tangan nya dan menghapus air mata Micheal.


"Sayang, sekarang kita harus pergi dulu ya, nanti Mommy menyusul" bujuk Firda dengan suara nya yg juga serak.


"Tante... Bohong..." lirih Micheal lagi di tengah sesegukan nya yg sesekali masih terdengar. Hati Firda sakit mendengar apa yg di katakan Micheal karena itu memang benar. Orang tua Firda tak pernah mengajari Firda untuk berbohong tapi Firda terus saja berbohong pada keluarga nya dan bahkan pada anak kecil ini.


"Micheal, Tante tidak bohong. Nanti Tante akan memanggil Mommy, maaf ya, Sayang" ujar nya.


Firda pun kembali menjalankan mobil nya ke tempat dimana Gabriel memerintahkan nya untuk datang. Black Royal.


..........


Gabriel membawa Edward ke ruang bawah tanah, anak buah nya dengan mudah mengikat Edward di sana dan tentu Edward tak bisa melawan, memang nya dia siapa?


Dia hanya lah salah satu pekerja ayah nya yg sangat beruntung karena di cintai oleh Rosalinda Emerson, keberuntungan nya bertambah kala cinta itu di restui oleh ayah dari Rosalinda dan menjadikan Edward sebagai salah satu anggota Emerson. Tanpa semua itu, Edward takkan jadi apa apa dan takkan jadi siapa siapa.


Namun sebagai balasannya? Dia membunuh sang istri karena tergiur dengan kekayaan dan kekuasaan.


Gabriel berdiri dengan sorot kemarahan yg sangat mengerikan, namun hal itu tak membuat ayah kandung nya itu takut sedikit pun.


"Kau membunuh ibu ku..." desis Gabriel dan kemudian ia memberikan bogem mentah nya pada wajah ayah nya itu, membuat ayah nya mengerang kesakitan apa lagi saat Gabriel memukul ulu hati nya berkali keli dengan kekuatan penuh. Bahkan ayah nya sampai muntah darah tapi Gabriel tak sedikit pun menunujukan belas kasihan nya.


"Kau juga menganggu istri ku, kau akan habis di tangan ku!!!" geram nya berapi api.


Monster di jiwa nya sebagai seorang mafia benar benar sedang terbakar amarah saat ini.


Gabriel menghajar ayah nya habis habisan apa lagi saat mengingat dengan begitu lancang nya ayah nya itu memata matai Gabriel, Firda dan Micheal selama ini.


Ayah nya kini seolah sekarat, berkali kali ia mengeluarkan darah dari mulut nya namun tak sedikitpun ia tampak menyesali perbuatan nya.


"Kau memukul ayah mu hanya demi.... Wanita desa itu?" tanya ayah nya sambil terbatuk batuk, ia tersenyum miring meskipun wajah nya sudah tak berbentuk saat ini karena pukulan Gabriel.

__ADS_1


"Dia istri ku..." desis Gabriel dengan nafas yg memburu, memukuli seseorang tentu juga menguras tenaga nya.


"Istri mu hanya membawa pengaruh buruk untuk mu, anak ku!!!" seru Edward dengan lantang yg membuat Gabriel semakin menggeram marah.


"Jaga mulut mu...!!!" seru Gabriel.


"Aku ayah mu!!!!" balas Edward


"Aku tidak punya ayah!!!!" Teriak Gabriel dan ia kembali memukul tepat di tulang rusuk ayah nya itu, Edward bahkan merasa tulang rusuk nya seperti akan patah.


"Kau haus dengan harta dan tahta, bahkan kamu membunuh ibu ku..." desis Gabriel dan ia berusaha sedikit mengontrol emosi nya.


"Bersembunyi di balik wajah John karena kau tak ingin mati dan kau bermain di balik layar dengan terus mempengaruhi ku"


"Kau membuat status ku menjadi raja tapi yg lebih besar dari raja itu adalah siapa yg ada belakang raja, seperti itu lah taktik mu..."


"Kau menakuti Angeline dan Firda agar meninggalkan ku karena jika mereka ada di samping ku, maka warisan ku akan jatuh pada mereka, begitu bukan?"


"Kau juga menginginkan Micheal, kau akan menjadikan Micheal sama seperti aku, menjadi boneka mu. Mempengaruhi Micheal dan kau akan berkuasa di balik Micheal..."


Edward hanya diam dengan senyum miring yg tercetak samar di bibir nya yg sudah penuh darah karena apa yg di katakan Gabriel sangat benar.


Jika Gabriel menikah, maka warisan Gabriel akan jatuh pada istri Gabriel dan anak anak mereka.


"Kau mengancam Firda dengan terang terangan, kau fikir Firda akan sangat takut dan berlari meninggalkan ku?"


Gabriel tertawa sinis karena pertanyaan nya sendiri itu.


"Tidak akan..." tegas Gabriel kemudian dan kini sorot mata nya kembali memancarkan kemarahan.


"Dia lentera ku, yg takkan pernah meninggalkan ku dan akan selalu menerangi hidup ku"


..........

__ADS_1


__ADS_2