Lentera Don Gabriel Emerson

Lentera Don Gabriel Emerson
Eps 139 - Perpisahan Sementara


__ADS_3

Gabriel sudah siap pergi ke Jakarta, ia akan di antar oleh Firda dan mertua nya. Tak lupa Gabriel juga meminta doa dan restu dari keluarga sang istri, hal yg tak pernah Gabriel lakukan dalam hidup. Karena ia memang tidak punya siapa pun untuk ia mintai doa dan restu. Dan sekali lagi, Firda membuat nya semakin sempurna.


"Lakukan segala hal yg baik ya, Nak" pesan sang kakek "Jangan takut pada apapun selama kamu tidak menyimpang dari jalan Allah, dan percayalah, berjuang demi keluarga juga adalah jihad. Sertakan Allah dalam setiap langkah mu, agar Allah menolong mu saat kamu kesulitan dan Allah memberi mu petunjuk saat kamu salah melangkah. Dan jangan takut pada apapun selain Allah, sesungguhnya jika Allah sudah melindungi mu, tak akan ada satu anak panah pun yg akan menggores kulit mu meskipun ribuan anak panah di lepaskan pada mu. Dan jika Allah memang berkehendak yang lain, maka tidak akan ada yg melindungi mu sekalipun kau bersembunyi di balik ribuan tembok dan di jaga jutaan ribu bodyguard mu. Jadi, serahkan semua nya pada Allah, ikhtiar lah dan biar Allah yg memutuskan"


Gabriel tersenyum dan mengangguk mengerti, sebelum pergi ia mencium tangan Kakek mertua nya itu karena ia melihat Firda melakukan hal itu. Gabriel pun mengikuti nya.


"Terima kasih, Kek..." ucap Gabriel sebelum ia masuk ke dalam mobil yg menjemput nya.


....


Di dalam mobil, Firda bergelanyut manja pada Gabriel, Firda terlihat tampak enggan berpisah dengan suami nya itu bahkan Firda sesekali menghela nafas berat nya.


"Sayang..." panggil Gabriel dan Firda hanya menanggapi nya dengan gumaman.


"Tadi apa yg kakek katakan itu aku faham..." ucap nya.


"Alhamdulillah kalau begitu..." jawab Firda.


"Tapi aku tidak tahu apa arti kata terakhir yg kakek ucapkan" keluh nya yg membuat Firda langsung menautkan alis nya, ia pun mendongak dan menatap suami nya itu.


"Kata yg mana? Perasaan Kakek bicara dalam bahasa Indonesia" kata nya.


"Iya, tapi ada satu kata yg bukan bahasa Indonesia" ujar Gabriel.

__ADS_1


"Kata yg mana?" tanya Firda lagi penasaran


"Ihtiar..." jawab Gabriel.


"Ikhtiar?" Firda memperjelas dengan mengucapkan kata itu dengan benar dan Gabriel mengangguk, membuat Firda terkekeh geli dengan tingkah suami nya ini yg sangat pintar dalam satu hal tapi sangat tidak pintar dalam hal lain nya. Ya contoh nya saja cara wudhu, manusia baligh mana yg tidak bisa wudhu?


"Ikhtiar itu artinya berusaha melakukan yg terbaik" jawab Firda dan Gabriel mengganggu mengerti.


Sementara di mobil yg lain ada Abi Farhan dan Ummi Aisyah, memikirkan Gabriel akan kembali ke kota membuat mereka cemas setelah mereka mengetahui bagaimana Gabriel hidup dan bagaiamana orang orang di sekitar Gabriel.


"Bi, Abi ikut Gabriel saja ya..." ujar Ummi Aisyah tiba tiba yg membuat Abi Farhan terkejut.


"Kenapa Abi harus ikut?" tanya nya heran.


"Aisyah, menantu mu itu seorang Don Mafia, dia bisa melindungi diri nya sendiri. Dia sudah terbiasa berada dalam situasi seperti ini" Abi Farhan menjelaskan panjang lebar dan rupa nya bukan itu yg di maksud oleh Ummi Aisyah.


"Bukan melindungi dia dari musuh nya, tapi..." Ummi Aisyah terlihat ragu untuk berbicara, namun Abi Farhan menatap nya dengan begitu penasaran.


"Tapi Apa?" tanya Abi Farhan.


"Tapi lindungi dia karena... Ehem ehem... Karena ada mantan istri nya di rumah nya" lirih Ummi Aisyah yg membuat suami nya menghela nafas berat.


"Astagfirullah, Ummi. Jangan berburuk sangka begitu, tidak boleh" tegas Abi Farhan.

__ADS_1


"Bukan nya buruk sangka, Bi. Ummi kefikiran saja sama Firda, Bagaiamana kalau nanti Gabriel sama mantan istri nya itu CLBK? Kasihan Firda yg sedang hamil muda..."


"Ya Allah..." Abi Farhan memijit pelipis nya. Sungguh wanita adalah godaan yg terberat bagi pria.


Mobil berhenti ketika mereka sampai di sebuah lapangan penerbangan dimana jet pribadi Gabriel sudah siap menunggu.


Firda dan Gabriel turun dari mobil nya begitu juga dengan Ummi Aisyah dan Abi Farhan.


"Gabriel..." panggil Abi Farhan "Kamu... Kamu akan tinggal di rumah mu bersama mantan istri mu?" tanya nya untuk memastikan, agar istri nya itu tenang.


"Tidak, Bi" jawab Firda mendahului Gabriel, Firda menatap tajam Gabriel sambil berkata pada Abi nya "Bang Gabriel akan tinggal di markas nya dan jarak nya lumayan jauh dari rumah, selain itu..." Firda masih melirik tajam suami nya membuat Gabril meringis "Bang Gabriel sudah janji akan menjadikan Firda satu satu nya wanita nya"


Gabriel terkekeh, ia memeluk Firda dan mencium kening nya, membuat kedua orang tua nya bisa sedikit lega.


"Tentu saja, Sayang. Kamu satu satu nya wanita ku, ratu ku, lentara ku" tukas nya yg membuat Firda senang tentu nya.


"Bagus lah, ingat ya kalau istri mu itu sedang hamil" Ummi Aisyah menegaskan dan Gabriel langsung mengangguk patuh.


Sebelum Gabriel masuk ke dalam jet pribadi nya, Gabriel mencium tangan mertua nya, berpamitan, begitu juga pada Firda. Gabriel bahkan mencium wajah Firda berkali kali dan memeluk nya dengan erat. Begitu berat rasa nya Gabriel jika harus berpisah dengan sang istri tercinta.


"Cepat pulang ya, aku tidak tahan kalau berpisah terlalu lama sama kamu, Bang Gabriel" lirih Firda dan Gabriel langsung mengangguk pasti.


"Iya, Sayang. Aku akan kembali, tunggu aku" ucap nya.

__ADS_1


__ADS_2